Honda Vario 110 terbaru 2017, up-grade FI dan eSP namun down-grade air cooled

Motorisweb.com - Honda Vario 110 terbaru 2017 adalah jawaban bagi kerinduan para konsumen loyal Honda. Mengusung desain yang hampir sama persis dengan versi karburator pada masa lalu.

Honda vario 110 terbaru 2017 fi esp cbs iss

Honda Vario 110 terbaru sudah dilengkapi dengan teknologi eSP, sistem bahan bakar FI (fuel injection) serta fitur CBS (combi brake system) dan ISS (idling stop system).

Vario 110 adalah motor matic pertama dari Honda Indonesia (AHM) yang diproduksi sejak tahun 2007 untuk mengantisipasi makin meningkatnya tren motor jenis skuter matic. Honda Vario versi pertama tersebut menggunakan mesin berkompresi tinggi dan berpendingin cairan (liquid). Dilengkapi dengan fitur side stand switch off dan pengunci rem belakang yang sekarang sudah menjadi fitur standar semua motor matic di Indonesia. Sayangnya, spesifikasi mesin yang relatif tinggi, plus fitur-fitur baru membuat harganya relatif mahal. Dan harga yang mahal tersebut dibalut dengan design body gambot yang membuat Vario kurang mampu mengejar market kompetitor saat itu.

Saat itu trend skutik masih identik dengan wanita, maka selera pasar pun pada model (design) yang ramping.

Tahun 2008, Honda menciptakan Beat dengan desain ramping dan spesifikasi mesin lebih rendah demi menekan harga jual dan mengejar ketertinggalan dari lawan mainnya (Yamaha). Dan terbukti, Beat berhasil menarik minat mayoritas penggemar skuter matic, bahkan sekarang menjadi tulang punggung penjualan motor Honda.

Kembali ke Vario...

Honda Vario 110 versi karburator dihentikan produksinya pada tahun 2012. Dia di naikkan kelasnya menjadi 125 cc dan menggunakan sistem injeksi. Namun di kemudian hari timbullah kerinduan dari penggemar Vario versi lama. Maka Honda memproduksi kembali Vario 110 namun tidak lagi menggunakan karburator dan radiator. Honda hanya menggunakan design body Vario versi lama dengan menyematkan sistem injeksi dan mesin berpendingin udara.

Pada masa-masa awal di produksinya Vario 110 FI, Honda hanya mengedepankan fitur LED headlight dan answer back system saja. Namun sekarang, Vario FI sudah dilengkapi dengan teknologi eSP, sistem rem CBS dan fitur ISS serta ACG starter.

FITUR-FITUR NEW HONDA VARIO 110 TERBARU 2017

* Answer back system, memudahkan Anda mencari posisi motor di parkiran,
* Dual keen eyes LED headlight, lebih berkelas, lebih terang, lebih hemat, lebih tahan lama dan bebas perawatan,

Honda vario 110 terbaru 2017 fi esp cbs iss

* Ban tubeless, berkendara semakin aman dan nyaman karena ban tidak mudah kempes jika tertusuk benda tajam,
* Side stand switch, fitur lama yang tetap dipertahankan karena pentingnya. Mesin tidak dapat di nyalakan saat standar samping pada posisi turun. Mencegah Anda lupa menaikkan standar samping dan mencegah motor melompat saat mesin di hidupkan,
* ACG starter, sensasi menghidupkan mesin dengan suara senyap. Mendukung penuh fungsi idling stop system,
* Ubox (bagasi) bervolume 13 liter, sangat lega untuk memuat lebih banyak barang bawaan,
* Functional hook, pengait barang dengan model stylish yang dapat dilipat dengan praktis,

Honda vario 110 terbaru 2017 fi esp cbs iss

* Kunci kontak dengan pengaman (penutup) bermagnet yang terintegrasi dengan kunci jok,
* Pengunci rem belakang, fitur lama yang penting untuk menjaga supaya motor tidak meloncat saat mesin dihidupkan. Juga untuk mengamankan saat motor berhenti di tanjakan atau parkir pada permukaan tanah yang tidak rata,
* Idling stop system, mesin akan mati saat motor berhenti selama 3 detik dan menyala kembali saat Anda membuka putaran gas tangan. Membantu Anda untuk menghemat bahan bakar secara maksimal,
* Irit, dengan teknologi eSP, yaitu sistem pembakaran sempurna dengan mesin minim gesekan, menghasilkan power maksimal dengan konsumsi bahan bakar minimal. Konsumsi bahan bakar 59 km / liter (euro3) dan 62 km / liter (euro2).

SPESIFIKASI NEW HONDA VARIO 110 TERBARU 2017

* Mesin
4 langkah, SOHC, 2 katup, eSP
* Sistem pendinginan
Udara dengan kipas
* Jumlah silinder
Tunggal, mendatar
* Isi silinder
108,2 cc
* Sistem bahan bakar
Fuel Injection (PGM-FI)
* Diameter x langkah (bore x stroke)
50 x 55,1 nm
* Rasio kompresi
9,5:1
* Power maksimal
6,4 kW (8,7 PS) / 7500 rpm
* Torsi maksimal
9,1 Nm (0,93 kgf.m) / 6000 rpm
* Kopling
Otomatis, sentrifugal, tipe kering
* Transmisi
Otomatis, v-matic
* Kapasitas tangki
3,7 liter
* Kapasitas oli mesin
0,7 liter pada penggantian periodik
* Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
188,8 x 67,9 x 109,1 cm
* Jarak sumbu roda
125,6 cm
* Jarak terendah ke tanah
14 cm
* Tinggi tempat duduk
-
* Berat kendaraan
96 kg
* Rangka
Tulang punggung
* Suspensi depan
Teleskopik
* Suspensi belakang
Lengan ayun dengan peredam kejut tunggal
* Ukuran ban depan
Tubeless, 80/90-14 M/C 40P
* Ukuran ban belakang
Tubeless, 90/90-14 M/C 46P
* Rem depan
Cakram hidrolik dengan piston tunggal + combi brake system
* Rem belakang
Drum (tromol)
* Sistem pengapian
Full transisterized (battery)
* Battery (accu / aki)
12V-3Ah (tipe CBS), 12V-5Ah (tipe CBS ISS)
* Busi
NGK MR9C-9N / DENSO U27EPR-N9
* Starter
Pedal dan elektrik starter
* Lampu
LED 2,2W x2 (low), 4,4W x2 (high)
*Harga
New Vario 110 eSP CBS
16,675,000
New Vario 110 eSP CBS Advance
16,775,000
New Vario 110 eSP CBS ISS
17,475,000
New Vario 110 eSP CBS ISS Advance
17,575,000

Hati-hati Pemalsuan STNK dan BPKB! Teliti sebelum membeli, cek ke kantor samsat untuk memastikannya!

Motorisweb.com - Bagi Anda yang berminat membeli motor atau pun mobil bekas (second), hati-hatilah terhadap kemungkinan pemalsuan STNK dan BPKB. Sebelum Anda memutuskan untuk membeli, cek terlebih dahulu keaslian surat-surat tersebut di samsat terdekat.

Kasus pemalsuan stnk dan bpkb
Gambar hanyalah ilustrasi

Kasus pemalsuan STNK pernah terjadi di bilangan Tangerang Barat (kurang pasti tepatnya). Menurut cerita Achmad Syaifulloh, teman sekantor saya dulu di Serang - Banten (2011-2013), modus yang di jalankan oleh pelaku adalah dengan cara membuka biro jasa palsu. Jadi, setiap kali ada orang yang membutuhkan jasa pembayaran pajak motor atau pun mobil, maka seluruh uangnya akan masuk ke kantong pribadi si pelaku. Sementara para korban diberikan STNK palsu.

Tindak pidana pemalsuan STNK tersebut terbongkar setelah ada salah seorang korban yang hendak membayar pajak motornya melalui kantor samsatnya langsung (di tahun berikutnya). Dia kaget saat petugas samsat menyatakan bahwa pajak motornya menunggak selama satu tahun. Dia sama sekali tidak menyangka karena tahun sebelumnya dia merasa sudah membayar pajak (melalui biro jasa pemalsuan STNK tersebut di atas).

Contoh lain adalah seperti yang di beritakan oleh detik.com pada hari Senin, 14 Agustus 2017. Saat itu polisi mendapati surat kendaraan (STNK motor) palsu saat melakukan pelayanan samsat keliling di Desa Gawang, Bakung, Kabupaten Blitar. STNK tersebut adalah identitas motor Honda dengan nomor polisi AG 4733 MR atas nama Siti Khotijah.

Dari keterangan korban, polisi berhasil membekuk Ali Nur Hanifan (41), warga Dusun Ngrobyong, Desa Jiwut, Nglegok. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita beberapa lembar STNK, satu BPKB, dan beberapa plat nomor kendaraan yang tentunya semua itu adalah palsu.

Selain surat-surat tersebut, polisi juga mendapati stempel dan kartu keluarga palsu.

Dari lokasi penangkapan, polisi juga menyita satu unit mobil dan empat unit sepeda motor.

Menurut pengakuan pelaku, dia juga menerima pesanan STNK palsu dari luar wilayah. Dalam hal ini pelaku mengaku bahwa dia bekerja sendirian. Namun begitu, polisi mencurigai bahwa pelaku tergabung dalam sindikat pemalsuan STNK antar propinsi. Hal itu dapat tercium dari pengakuan pelaku yang mengatakan bahwa dia mendapat pesanan (order) dari Jakarta, Yogjakarta dan Surabaya.

Saat di tanya perkara sumber bahan STNK, dia mengaku bahwa bahannya adalah STNK mati  yang di pulung dari tong sampah samsat. Menurutnya, satu bendel STNK mati tersebut dia dapatkan hanya dengan memberikan uang rokok pada pemulung yang bekerja sama dengannya.

Perkara tarif pemalsuan, dia mematok harga 600 ribu rupiah untuk satu lembar STNK motor dan 1 juta rupiah untuk mobil.  Sedangkan tarif untuk pembuatan BPKB  adalah Rp 3 juta  untuk motor dan Rp 7 juta rupiah untuk mobil.

Masih menurut pelaku, para pemesan adalah orang-orang yang memiliki kendaraan tetapi tidak ada surat-suratnya. Jadi, ketika si kendaraan akan dijual, maka si pemilik kendaraan akan memesan surat-suratnya pada Ali.

Selain hanya menjadi pemalsu surat-surat kendaraan, pelaku juga menjual kendaraan bodong. Kendaraan-kendataan bodong tersebut akan dilengkapi dengan STNK dan BPKB palsu agar dapat mudah terjual dengan harga yang ideal. Menurutnya, lahan untuk menjual kendaraan-kendaraan bodong tersebut adalah Jakarta dan Jawa Tengah.

Ali di tangkap dan akan di jerat dengan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

***

Nah, Om Bro dan Tante Sis... jangan pernah tergiur untuk membeli motor atau mobil sebelahan (dengan hanya STNK atau BPKB saja). Bisa-bisa Anda di tuduh sebagai penadah.

Subsidi BBM dan Listrik 2017 Dicabut, bikin orang kecil tambah susah... kemana dananya?

Motorisweb.com - Subsidi BBM dan listrik 900 VA dicabut dan dihapus secara bertahap sejak tahun 2016 hingga tahun 2017 ini. Meskipun "katanya" bertahap, tapi bagi rakyat kecil seperti saya, tahapan-tahapan tersebut lebih cocok disebut bertubi-tubi. Akibatnya, para pengusaha kecil semakin terseok-seok tanpa tahu harus meratap kemana?

Subsidi bbm dan listrik 2017 dicabut aka dihapus

Perkara subsidi BBM sebenarnya belum sepenuhnya dicabut (dihapus). Tapi kebetulan di daerah saya (Banjar Patroman, Cisaga, Rancah dan sekitarnya) termasuk wilayah yang sudah tidak lagi menerima subsidi BBM. Tidak ada lagi bensin (bahan bakar) premium di kampung saya. Yang ada mulai dari Karangkamulyan, Ciamis dan seterusnya ke arah barat.

Kemudian perkara subsidi listrik 900 va, kenaikannya secara bertahap sejak bulan Januari, Maret, dan Mei tahun 2017 ini. Yang artinya, sejak bulan Juni kemarin, pengguna listrik 900 VA sudah tidak lagi menerima subsidi.

Banyak tetangga dan saudara saya yang mengeluh karena subsidi listrik dicabut. Pasalnya, setelah tanpa subsidi, kenaikan tarif listriknya lebih dari 100%. Ya tentu saja... tarif listrik 900 VA yang pada tahun lalu hanya 600-an rupiah per kWH, sekarang menjadi lebih dari 1300 rupiah per kWH. Gile banget kan?

Bagi saya pribadi, permasalahannya bukanlah pada saat membeli BBM dan beli token listrik saja, tapi lebih pada efek yang di timbulkan akibat pencabutan subsidi-subsidi tersebut di atas. Efeknya yaitu, daya beli masyarakat menurun drastis. Omset penjualan saya menurun, dan bukan cuma saya. Warung-warung langganan saya pun mengeluhkan hal yang sama.

Tapi... semua itu tentunya jika kita hanya melihat dari sisi negatifnya saja. Satu hal yang seringkali tidak disadari oleh kebanyakan orang (termasuk saya), bahwa dalam setiap masalah, pasti ada hikmahnya.

KEMANAKAH LARINYA DANA HASIL PENGHAPUSAN SUBSIDI?

Beberapa hari lalu saya membaca sebuah berita (saya lupa di situs apa) yang menyebutkan bahwa harga semen di pedalaman Papua dapat di tekan hingga 1/4 dari harga biasa. Semen di sana yang semula seharga 2 juta rupiah persak, kini hanya 500 ribu rupiah saja. Bandingkan dengan harga di kampung saya yang hanya di kisaran 50 - 60 ribu. Jauh sekali perbedaannya kan?

Kemudian saya juga menemukan sebuah berita lagi di situs detik.com, edisi Senin, 14 Agustus 2017, yang isinya kurang lebih,

Sejak bulan Oktober 2016, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerapkan Program BBM Satu Harga. Dan kini telah tercapai di 21 daerah di Indonesia. 10 dari 21 daerah tersebut ada di Papua dan Papua Barat.

Di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sekarang bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di pulau Jawa dan wilayah lainnya. Sebagai contoh, di pedalaman Papua yang sebelumnya harga BBM mencapai Rp 100.000 / liter, sekarang  hanya Rp 6.450 / liter untuk premium dan Rp 5.150 / liter untuk solar.

Bayangkan jika Anda yang tinggal disana dan harus membeli BBM seharga 100 ribu...? Apa nggak nyesek tuh...?

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah adanya Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Dua program tersebut dari mana danannya kalau bukan dari hasil pencabutan subsidi? Ya... walau pun masih sering terjadi kontroversi dalam program-program tersebut.

Contohnya seperti kejadian di buangnya ratusan Kartu Indonesia Sehat di Bengawan Solo beberapa waktu lalu. Kejadian tersebut secara singkat adalah sebagai gambaran kekecewaan sebagian orang terhadap KIS.

Kemudian, hal yang paling saya rasakan sekarang adalah perkara infrastruktur. Sudah banyak jalan-jalan yang dulunya rusak, sekarang sudah rada mendingan. Setidaknya di jalur (rute) niaga saya sehari-hari.

KEMAMPUAN "SUPER" PRESIDEN JOKO WIDODO

Saya ini bukanlah pendukung atau pun fans dari Presiden Jokowi. Rasa hormat saya pada beliau biasa saja. Sama seperti hormat saya pada presiden-presiden RI sebelumnya. Tapi dalam hal ini, saya harus jujur untuk mengacungkan dua jempol pada Pak Presiden.

Maksudnya begini... strategi pemerintahan Jokowi dalam pencabutan subsidi BBM adalah hal yang luar biasa. Beliau menerapkan kebijakan tersebut di mulai dari beberapa wilayah yang "relatif aman" dari gejolak demonstrasi. Seperti di kamping saya, misalnya. Wkwkwwk...!!

Bandingkan dengan pemerintahan sebelumnya yang (pasti) selalu timbul gejolak setiap ada kenaikan harga BBM.

Contoh lain adalah pada saat Aksi Damai Bela Islam 212 dulu. Bagaimana bisa aksi yang diikuti oleh jutaan massa bisa berlangsung aman? (Menurut saya) salah satunya adalah karena kecerdikan Presiden yang memanggil para Ulama dan berdiskusi di Istana Negara, dan bukan hanya melulu memperkuat barikade militer untuk pertahanan keamanan. Asal tahu saja... pada situasi dan kondisi seperti Aksi 212, dulu itu... para peserta aksi hampir sudah tidak ada rasa takut lagi pada aparat, meski bersenjata lengkap. Ibarat kata, mereka siap mati demi membela apa yang di yakininya. Mereka tidak akan mundur begitu saja andai sampai tarjadi bentrokan. Tapi, keberanian (emosi) mereka yang sedemikian besar tersebut justru hanya akan bisa di redam oleh para Ulama. Saya yakin 1000% itu...

Wakakakaakk...!! Jadi ngelantur.

Jadi, apa nih kesimpulannya?

Kesimpulannya ya... selalu belajar untuk melihat setiap kejadian dari dua sisi. Mahalnya BBM dan listrik saat ini adalah untuk pemerataan kemakmuran rakyat, sesuai dengan Pancasila dan UUD 45.

Merdeka!!!

Pertumbuhan Motor di Jakarta Capai 11%, kenapa pemilik motornya yang dipersulit? Bukan produksinya yang dibatasi?

Motorisweb.com - Hal yang janggal menurut saya. Kebijakan tahun 2017 kok menggunakan data tahun 2015? Jadi ceritanya begini... Pertumbuhan motor di Jakarta sejak tahun 2010 hingga 2015 berkisar di antara 9,7% sampai 11% dan mobil 7,9% sampai 8,75%. Sementara itu peningkatan kapasitas jalan (VC) berkisar di angka 16% (0,73 menjadi 0,65). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk memperluas zona larangan motor.

Pertumbuhan penjualan motor di jakarta indonesia 2010 2015 2017

Awalnya, zona larangan motor hanya di sekitaran MH Thamrin saja. Namun sekarang, rencananya akan diperluas hingga Jl Jenderal Sudirman dan Jl HR Rasuna Said hingga Jl Imam Bonjol. Pembatasan tersebut bertujuan untuk mengalihkan pengguna motor ke angkutan umum.

Tujuan akhirnya adalah demi menciptakan lalu lintas yang maksimal serta mengurangi kemacetan di jalan-jalan tersebut.

Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap dengan sosialisasi terlebih dahulu. Selain itu, pemprov juga harus memperhatikan tersedianya lahan parkir sepeda motor di zona larangan.

Untuk di kawasan Jalan Thamrin, pemotor dapat memarkir tunggangannya di Gedung Sarinah, Gedung Jaya, Skyline Building, Gedung BII, Carefour Duta Merlin dan Menara BDN.
Sumber: detik.com, 14 Agustus 2017

Sementara itu, data penjualan motor 2017 dari AISI, hingga bulan Juni menunjukkan penurunan dibanding periode yang sama ditahun sebelumnya. Penurunan tersebut adalah dari penjualan semua anggota AISI, yaitu Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki dan TVS.

Meski datanya belum final sampai akhir tahun, tapi setidaknya hal tersebut menjadi idikasi bahwa pertumbuhan motor di Indonesia mengalami penurunan pada smester awal 2017.

Kembali pada perkara kebijakan Pemprov DKI Jakarta...

Bagi orang awam seperti saya, wacana zona larangan motor seperti itu merupakan hal yang aneh. Kenapa pemerintah hanya bisa mempersulit (membatasi) di bawah (konsumen) saja? Kenapa bukan produksi dan penjualannya saja yang di batasi? Kenapa hukum dan segala peraturan pemerintah terkesan tajam kebawah dan tumpul ke atas? Apakah pemerintah takut si boss motor marah dan mencabut investasinya dari Indonesia?

Jawabannya pasti akan sangat kompleks. Tapi yang jelas, orang kampung dan tidak terpelajar seperti saya pasti akan selalu merasa di perlakukan tidak adil.

Jika dilihat dengan sudut pandang negatif, peraturan semacam ini (bagi saya) terkesan "hanya main-main". Seperti hal yang tidak masuk akal. Pasalnya, kita diberikan segala kemudahan dalam pemilikan sepeda motor (fasilitas kredit yang serba longgar), tapi di persulit dalam pemakaiannya. Maksudnya, ya, dengan adanya zona larangan tersebut.

Bagaimana jika penjualan motor di Jakarta dibatasi? Jawabannya jelas... tidak mungkin! Pajak kendaraan bermotor akan berkurang. Tapi... meskipun jawabannya sudah jelas, pemerintah pasti akan memberikan jawaban yang berbelit-belit jika kita menanyakan langsung hal itu.

Saya sendiri selama merantau di Jakarta (dulu), sangat merasakan betapa pentingnya sepeda motor. Singkatnya begini... saya membutuhkan waktu 2 jam dengan angkutan umum untuk menempuh perjalanan dari Tosari (Thamrin) ke Sunter. Tapi saya hanya butuh waktu 30 menit ketika mengendarai motor. Nah... dengan kenyataan itu, apakah para pemotor akan dengan ikhlas menunpang angkutan umum? Saya yakin mereka akan merasa terpaksa.

Lalu... apa solusi yang terbaik?

Entahlah... saya bukan ahlinya. Jika saya ahli dalam hal seperti itu, mungkin sekarang saya sudah jadi Gubernur DKI dan pemilu 2019 nanti saya yang jadi Presiden RI. Wkaakakk...!!

212 The Power of Love: meski tidak pernah sholat, tapi jika Agamanya di injak-injak, maka kami akan turun ke jalan

Motorisweb.com - Meski masih jauh dari jadwal tayangnya, tapi trailer film 212: The Power of Love sudah mulai beredar di dunia maya. Ini adalah pengalaman "katrok" saya yang pertama kali mengikuti shooting film sebagai pemain ekstra (figuran). Punya peran "hanya berlalu" pada beberapa adegan membuat saya (kadang) merasa geli namun juga bangga. Bangga karena kampung kelahiran saya, Ciamis, menjadi salah satu daerah yang pernah di sorot oleh media nasional, bahkan (mungkin) oleh dunia internasional karena kegigihan warganya yang siap berjalan kaki (longmarch) sejauh lebih dari 300 km demi ikut serta dalam Aksi Damai Bela Islam, 2 Desember 2016 lalu.

212 the power of love
Mesjid Nuurul Huda

Menurut beberapa bocoran, film ini di jadwalkan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai tanggal 2 Desember 2017, tanggal yang sama dengan aksi damai 212 tahun 2016 lalu.

212 the power of love
Hamas (kiri), Adhin (kanan)

Di perankan oleh Fauzi Baadila sebagai pemeran utama, didampingi Adhin Abdul Hakim, Hamas Syahid, Asma Nadia, Meyda Sefira, Cholidil Assadil Alam, Ustadz Erick Yusuf, dan lain-lain. Di sutradarai dan di produseri oleh Jastis Arimba dan di produksi oleh Warna Pictures.

212 the power of love
Jastis Arimba (paling kanan (duduk))

LATAR BELAKANG, ISI CERITA DAN PESAN MORAL FILM 212: THE POWER OF LOVE

Bicara perkara latar belakang cerita, pastinya Anda bisa tahu persis dari judulnya. Iya, angka 212 jelas menggambarkan bahwa film tersebut mengambil latar belakang aksi damai bela Islam 212. Kecuali jika Anda anak 90-an, mungkin bisa tertukar pemahamannya dengan Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, Wiro Sableng si murid Sinto Gendeng. Wkwkkwwkwkwk....!!

Meski berlatar belakang kejadian nyata aka sejarah, tentu ceritanya akan menjadi datar jika tidak diberikan kisah fiktif sebagai "pemanis". Coba bayangkan bagaimana film Titanic pada tahun 1997 yang di bintangi oleh Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet?! Durasinya tentu akan menjadi pendek dan alur ceritanya menjadi datar jika tidak ada kisah fiksi percintaan Jack dan Rose.

Begitu pun dengan 212: The Power of Love... Film ini disisipi drama kisah keluarga Haji Zaenal sebagai ayah Rahmat (Fauzi Baadila).

Pada adegan aksi damai, fokus film ini ada pada kisah peserta demo dari Kabupaten Ciamis yang berjalan kaki menuju Jakarta.

Saat break shooting (persiapan sin berikutnya), saya sempat menghampiri dan sedikit berbincang dengan pemeran Haji Zaenal (saya lupa nama aslinya) dan mendapatkan sedikit bocoran perihal alur cerita filmnya...

212 the power of love
Pemeran Haji Zaenal (kanan)

Rahmat adalah seorang jurnalis dari media ternama di Jakarta. Dia adalah putra dari Haji Zaenal, seorang pemuka agama Islam di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Masa kecil Rahmat adalah seorang anak yang taat beragama. Sesuai dengan didikan Haji Zaenal, ayahnya. Namun di kemudian hari (saat dewasa), Rahmat menjadi "hampir" berjiwa liberal akibat kehidupannya semasa sekolah di Amerika. Rahmat menjadi anak yang tidak lagi taat pada Agama dan orang tuanya. Bahkan rahmat berusaha mencegah ayahnya yang hendak ikut aksi longmarch 212 ke Jakarta beserta rombongan lain dari Ciamis. Karena menurut pemikiran Rahmat, aksi damai bela Islam dan aksi-aksi lainnya hanyalah kepentingan politik yang menunggangi Umat Islam Indonesia.

Maksud Rahmat mencegah Haji Zaenal, ayahnya, bukanlah tanpa sebab. Pasalnya, sang ayah sudah mulai sakit-sakitan sejak dia di tinggal istrinya, ibunda dari Rahmat. Tapi rupanya Haji Zaenal tidak bergeming sedikitpun. Dia tetap pada tekadnya untuk ikut aksi damai 212 ke Jakarta dengan cara longmarch.

Dengan hati kesal, marah dan sebagainya, Rahmat "terpaksa" harus mengikuti ayahnya ke Jakarta. Pasalnya, meski mereka bersilang pendapat, namun sebagai seorang anak, Rahmat tetap mengkhawatirkan keselamatan dan kesehatan ayahnya.

Rahmat dan ayahnya memang sudah sering, bahkan selalu berbeda pandangan sejak dia mengenyam pendidikan di negeri paman sam.

Namun, singkat cerita, hati Rahmat (yang awalnya tidak setuju dengan aksi 212) akhirnya berbalik bahkan berada pada garis depan di lokasi aksi, di Monas Jakarta.

Jika merunut dari cerita Pak Kyai pemeran Haji Zaenal, isi film ini dapat disimpulkan kurang lebih, "meski sebagian umat Islam tidak (jarang) sholat, bahkan mengucap dua kalimat syahadat pun mungkin hanya pada saat menikah saja, namun ketika Agamanya di hina, maka mereka akan "turun ke jalan" untuk menuntut keadilan. Begitulah cerita Rahmat yang mulai terbuka kembali hatinya sejak ikut langsung dalam aksi damai bela Islam 212.

Secara tidak langsung, film ini juga menggambarkan kekuatan persatuan umat Islam di Indonesia. Namun begitu, meski aksi 212 seolah menunjukkan "kemarahan", tapi Umat Islam pun memberikan pesan damai di dalamnya. Umat Islam Indonesia memberikan contoh kepada dunia, bagaimana aksi unjuk rasa dengan jutaan massa dapat berjalan dengan damai. Sama sekali tidak seperti kekhawatiran beberapa kalangan yang "mencium" bau penggulingan kekuasaan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo saat itu. Umat Islam Indonesia menepis kekhawatiran akan kehancuran Jakarta yang "pasti" akan jauh lebih parah dibanding peristiwa reformasi 1998.

MENGAPA CIAMIS...?

Seperti kita tahu, aksi damai bela Islam 212 adalah unjuk rasa nasional, bahkan internasional. Banyak peserta dari seluruh penjuru Indonesia yang turut serta di dalamnya. Lalu kenapa harus mengangkat kisah pejalan kaki dari Ciamis?

Menurut pemeran Haji Zaenal (pada obrolan kami di saat break), kisah peserta aksi dari Ciamislah yang paling dramatis di antara daerah-daerah lain. Bahkan pemberitaan pendemo Ciamis tersebut menjadi salah satu yang di angkat oleh beberapa media asing.

Namun begitu, bukan berarti mujahid dari daerah lain pun tidak di pandang. (Masih menurut Haji Zaenal), peserta aksi dari Lampung pun harus menjalani perjuangan yang tak kalah beratnya. Setidaknya ada puluhan bus berpenumpang massa aksi yang ditahan di Pelabuhan Bakauheni oleh satuan Brimob saat itu. Intinya, aparat menghadang massa, tidak boleh melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

ADEGAN FILM DAN LOKASI SHOOTING

Film 212: The Power of Love mengambil lokasi di beberapa tempat, di antaranya Ciamis, Bandung dan Jakarta.

Untuk set di Ciamis, lokasi tepatnya adalah di kawasan PTPN (perkebunan karet) Lemahneundeut, Dusun Sukajaya, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cisaga, Ciamis.

Saya hanya bisa menuliskan cerita pengambilan adegan di siang hari saja, dimana saya dan beberapa orang tetangga terlibat sebagai pemain extra (figuran). Pemain yang hanya tayang beberapa detik, pun dengan wajah di samarkan, jiahahahah...!! Kasian amat sih...

Sedangkan pada malam hari, pengambilan adegan hanya menyertakan pemain inti (pemeran utama / jajaran aktris dan aktor) saja.

Senin, 7 Agustus 2017
Hari pertama shooting di isi dengan adegan melayat. Menceritakan kecelakaan mobil yang menjadi penyebab meninggalnya ibunda dari Rahmat aka istri dari Haji Zaenal.

Sin pertama (ekstra) di isi oleh Kepala Dusun Sukajaya dan beberapa orang yang memerankan pelayat. Adegan berisi kepulangan para pelayat yang mengucapkan bela sungkawa pada Haji Zaenal selaku suami almarhumah.

Lokasi shooting di kamar depan mess karyawan perkebunan Lemahneundeut.

Sin kedua berpindah ke ruang belakang mess dengan adegan pembacaan Surat Yasin bagi arwah almarhumah disamping jenazahnya. Adegan tersebut di isi oleh beberapa orang ibu-ibu warga setempat.

Selasa, 8 Agustus 2017
Hari ini lokasi shooting di klinik kantor perkebunan dengan setting tempat sebagai panti asuhan.

Rabu, 9 Agustus 2017
Hari ketiga mengambil lokasi di pemakaman umum Lemahneundeut. Sin (adegan) pertama di isi dengan selesainya penguburan jenazah almarhumah ibunda Rahmat dan bubarnya para pelayat dari pemakaman.

212 the power of love
Crew film 212: The Power of Love

Sin kedua mengambil setting waktu beberapa hari kemudian, dimana Haji Zaenal tengah sakit akibat kesedihannya di tinggal sang istri. Di temani Rahmat, anaknya, Haji Zaenal dengan menggunakan kursi roda, berziarah ke makam sang istri.

Selepas Dzuhur, lokasi shooting berpindah ke Mesjid Nuurul Huda (mesjid perkebunan). Adegan di isi dengan flashback, dimana Rahmat Kecil (di perankan oleh Adis ass pemain extra) yang masih rajin beribadah tengah sholat bersama Ayahnya sewaktu muda dan beberapa orang jamaah.

Haji Zaenal muda di perankan oleh seorang Ustadz dari Pesantren Bayasari, Rajadesa, Ciamis.

Kamis, 10 Agustus 2017
Sin kali ini mundur dengan setting pada saat melayat almarhumah Ibunda Rahmat. Adegan ketika Rahmat mengendarai mobil Ford baru pulang dari Jakarta dan menemui keluarganya.

Adegan Rahmat ketika pulang saat ibundanya meninggal

Ada satu peran perempuan (cantik) yang saya tidak tahu namanya. Yang jelas pemerannya seorang aktris. Dia yang menyambut kedatangan Rahmat bersama temannya (Adhin Abdul Hakim) yang gondrong dan brewokan ketika baru turun dari mobil. Entah itu peran sabagai adik (saudara) atau pun istri Rahmat. Nanti saja kita lihat langsung di filmnya. Wkwkwkwwk....!!

Jum'at, 11 Agustus 2017
Hari kelima ini adegan pemberangkatan peserta aksi dari Ciamis. Lokasi shoot di Mesjid Nuurul Huda. Pemain ekstra di isi oleh lebih dari 80 orang santri Pesantren Bayasari dan beberapa orang pribumi Lemahneundeut hingga total pemain extra menjadi lebih dari 100 orang.

Persiapan set Mesjid Nuurul Huda

Koordinator aksi longmarch tersebut di perankan oleh Hamas Syahid.

Melihat pengambilan adegan dengan kumandang Takbir bersama, saya merinding dan hampir menangis... tapi saya tahan. Malu di lihat orang, wkwkwkk...!!

Tapi benar lho, Om Bro, tante Sis. Seorang muslim / muslimah yang berhati Islam (meski jarang sholat) pasti akan merinding mendengar teriakan "Allohuakbar...!!".. dari ratusan orang secara serentak. Apalagi bagi yang mendengarnya dari teriakan jutaan orang di monas, dulu (212).

Ada dua dialog di lokasi ini antara Rahmat dan Haji Zaenal yang sedikit saya ingat,

Haji Zaenal: "Lihat! Masih banyak orang-orang yang beserta Abah".

Rahmat: "Jangan sombong, Bah. Abah sudah tua. Sudah penyakitan. Meskipun mereka banyak... (tidak jelas)... nanti kalau mereka bentrok dengan aparat, trus Abah ada di situ, Abah nggak takut?"

Haji Zaenal: "Selama ada Alloh dihati Abah, Abah pantang bilang takut!"

Kemudian Haji Zaenal berlalu...

Ketika rombongan berangkat, Rahmat mengejar ayahnya dan agak menarik pundak ayahnya...

Persiapan set Mesjid Nuurul Huda

Rahmat: "Abah mau kemana?"

Haji Zaenal: "Ini mau ke Jakarta!"

Rahmat: "Jangan konyol, Bah! Ciamis - Jakarta itu 300 kilometer lebih...!"

Haji Zaenal: "Sekarang kita sama-sama tahu... siapa yang penyakitan dan penakut!?"

Sabtu, 12 Agustus 2017
Sin kali ini masih melanjutkan adegan longmarch. Berlokasi di warung Pak Suhara, Lemahneundeut, terlihat para peserta aksi yang telah kelelahan dalam perjalanannya.

Foto keluarga Pak Suhara bersama Adhin dan Hamas

Sin berikutnya berpindah ke pangkalan ojek Cipicung. Mengambil adegan saat pelaku aksi tengah kehujanan dengan di guyur air dari dua mobil tangker PDAM Banjar. Wkwkwwk...!! Ceritanya sih hujan beneran, Om Bro...

Crew (tengah)

KATROKNYA ORANG KAMPUNG MELIHAT DAN IKUT SHOOTING FILM

Yang saya maksud orang kampung, ya, diri saya sendiri.

Pada dasarnya, meskipun saya orang kampung, sedikitnya saya sudah pernah tahu cerita-cerita shooting dari tetangga saya (kebetulan saya punya tetangga crew film). Tapi melihat dan mengalami langsung, ya, baru kali ini.

Hari pertama saya ditawari untuk jadi pemain extra. Langsung saja saya terima tawaran itu karena penasaran, pengen tahu, gimana sih orang shooting...?

Sejak pagi saya dan beberapa orang menunggu di lokasi. Tapi sampai menjelang siang, hanya 3 orang yang di panggil oleh crew untuk satu adegan. Saya jenuh dong... saya pulang dulu sebentar, kemudian kembali lagi ke lokasi.

Begitu saya sampai lokasi, koordinator pemain extra menegur saya, katanya tadi di panggil tidak ada. Oke lah... saya salah.

Waktu Dzuhur, semua crew break. Saya pulang, sholat Dzuhur, kemudian kembali ke lokasi. Tapi sampai lokasi, crew film masih break. Ya sudah, saya pulang lagi dengan perasaan sudah jenuh, bete dan sebagainya.

Beberapa saat kemudian, Pak Kadus yang menjadi koordinator, menelfon agar saya segera menuju lokasi. Ya sudah, saya langsung meluncur. Eehh... ternyata sampai lokasi saya sudah terlambat dan shoot di ganti adegan lain. Akhirnya sampai sore saya tidak ikut shoot. Wkwkwkk... kasian ya...?

Saya baru tahu kalau sutradara itu begitu. Minta sekarang ya harus saat itu juga. Tapi memang masuk akal sih... sama artis saja dia bisa marah-marah, ngapain harus care sama figuran? Kakakakkkk...!!

Sebenarnya bagi saya, tidak masalah walau akhirnya saya tidak ikut jadi extrass. Yang jadi masalah, yang membuat saya malu, adalah ketika saya berlalu dan para tetangga ngeledek, "cieee.... ada artis lewat..". Itu yang bikin malu.

Tapi saya tidak kapok. Hari ketiga saya ikut lagi, dan syukurlah akhirnya terpakai juga. Hooreee...!!

Tahu peran saya? Jadi pelayat yang hanya lewat di pemakaman. Jiahahahaha....!! Tapi oke lah. Buat seru-seruan aja. Yang penting dikasih uang rokok.

Nah, hari ke empat yang paling menjengkelkan. Pada adegan sholat (saat salam), posisi saya ada di depan pemeran utama (rahmat kecil). Otomotis, mestinya wajah saya jelas terlihat di kamera. Tapi apa... sewaktu check file (melihat hasil shoot) saya perhatikan ternyata tayangannya close up. Fokus ke pemeran pengganti dan wajah saya tidak tampak sama sekali. Jiaaahhhahahh....!! Sumpah saya malu banget kalau saat itu ada yang memperhatikan saya. Pasalnya, ketika sang director berkata, "action!", seketika itu saya beradegan dengan ekspresi penuh. Dengan harapan supaya di ajak jadi aktor oleh si sutradara. Haaaahahahaahahha....!! Ternyata oh ternyata... boro-boro di jadikan artis. Di sorot kamera aja nggak! Hadeuuhhh...

Tapi ya sudahlah. Semua sudah berlalu. Setidaknya saya sudah sedikit tahu dengan melihat langsung orang yang sedang shooting. Dan sedikitnya saya merasa bangga... meski saya tidak ikut aksi bela Islam 212, tapi saya ikut dalam filmnya (walaupun tidak tampak wajah secara jelas).

PENGAKUAN DARI PELAKU AKSI DAMAI BELA ISLAM 212

Pada hari kelima (hari Jum'at), saya sempat mengobrol dengan salah seorang pemain extra yang merupakan santri Pondok Pesantren Bayasari, Rajadesa, Ciamis. Dia adalah salah satu orang yang ikut longmarch pada aksi 212. Ada beberapa hal menarik dari cerita dia yang mengajak hati saya untuk bertakbir mengagumi tekad mereka pada aksi tersebut.

Singkatnya, pada hari menjelang aksi 212, warga Ciamis tidak di berikan fasilitas angkutan dari mana pun. Beberapa PO bus yang di sambangi, semuanya menutup akses untuk aksi itu. Bahkan, dua bus yang sebelumnya telah sepakat pun akhirnya membatalkan kesepakatan.

Para santri sempat patah semangat, hingga suatu malam, saat sedang berkumpul dan bersantai, ada salah satu orang santri yang berujar, "kita jalan kaki saja, yuk...?"

Rupanya celetukan tersebut mendapat tanggapan serius dari santri-santri yang lain, bahkan mendapat restu dari pengasuh pesantren.

Sengkat cerita... berangkatlah mereka dengan kebulatan tekad yang luar biasa.

Perjalanan dimulai... hari berlalu... badan telah letih... sandal-sandal putus... perjalanan semakin berat. Tapi rupanya... berkat izin Alloh, banyak orang di sepanjang jalan yang bersimpatik dan memberikan bantuan yang tidak sedikit. Persediaan logistik yang awalnya di khawatirkan tidak akan mencukupi, justru dalam perjalanan bertambah hingga berlimpah, bahkan pesera longmarch pun bertambah jumlah hingga 1000-an orang.

Terik panas dan hujan tidak menyurutkan langkah mereka. Tekad mereka sudah bulat dengan seluruh rongga dada dipenuhi oleh kalimat takbir.

Memasuki daerah Malangbong, pasukan longmarch dihadang (diberhentikan) oleh beberapa orang TNI. Menurutnya, jarak Ciamis - Jakarta itu terlalu jauh untuk berjalan kaki. Bahkan seorang militer (tentara) pun tidak pernah ada yang berjalan sejauh itu. Intinya, tentara tersebut menyarankan agar peserta longmarch membatalkan niatnya dan kembali ke Ciamis. Namun pasukan longmarch tidak bergeming. Mereka keukueh akan melanjutkan perjalanan. Bahkan mereka siap bentrok dengan aparat TNI jika mereka tetap di halangi.

Aparat TNI mengalah dan membiarkan para demonstran melanjutkan perjalanan.

Memasuki daerah Bandung, Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) menawarkan bantuan bus untuk mengangkut demonstran ke Jakarta. Tapi peserta longmarch tersebut menolaknya. Entah karena sakit hati akibat fasilitas di tutup sejak dari Ciamis, atau pun karena sebab lain. Tapi yang jelas, mereka merasa sudah terlanjur berjalan kaki.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil pun memberikan bantuan berupa logistik dan suplemen untuk mendukung stamina peserta long march.

Di sini saya merasa malu sebagai warga Ciamis. Kok bisa-bisanya pemerintah daerah Ciamis membiarkan rakyatnya menderita seperti itu? Iya kalau soal gubernur yang peduli sih, orang Ciamis ini masih rakyatnya juga. Tapi bagaimana dengan Ridwan Kamil? Tidakkan Bupati Ciamis seharusnya malu pada Walikota Bandung? Ya sudahlah... biarlah... cukup Alloh saja yang menjadi penolong mereka.

Melewati Bandung, menurut perhitungan, aksi long march tidak akan dapat mencapai Jakarta dengan waktu yang tepat. Akhirnya di sana mereka memutuskan untuk menerima bantuan bus dari salah satu alumni Pondok Pesantren Ciamis (saya tidak mendapatkan keterangan nama Pesantren tersebut).

Singkat cerita, sampailah peserta unjuk rasa dari Ciamis tersebut di Monas. Namun di sana, karena mereka datang belakangan, maka mereka tidak dapat mencapai lokasi yang dekat dengan Monas akibat terhalang oleh lautan manusia yang sudah tiba di lokasi terlebih dahulu.

Salah satu peserta aksi mengemukakan ide untuk membeberkan spanduk yang bertuliskan "Kami Laskar Ciamis"... dan tiba-tiba... Subhanalloh... lautan manusia yang sebegitu padatnya membuka jalan bagi demonstran dari Ciamis. Rupanya mereka mengikuti pemberitaan perjalanan laskar Ciamis sehingga dengan mudah mengenali dan memberikan penghormatan yang sedemikian besarnya...

Allohuakbar...!! Allohuakbar...!! Allohuakbar...!! semoga Alloh senantiasa melindungi Muslim Ciamis dan seluruh Umat Islam di Dunia. Amin...

Semoga Alloh memberikan kesadaran pada orang-orang yang menghalang-halangi perjuangan Umat Islam. Dan semoga Alloh menghancurkan sesiapa yang memusuhi Islam... Amin...

Warna Baru Suzuki Address dan New Smash 2017 serta Spesifikasi dan Harganya

Motorisweb.com - Ajang GIIAS 2017 yang diadakan di ICE BSD Tangerang rupanya dimanfaatkan oleh PT.SIS untuk memamerkan Suzuki Address dan Smash FI varian terbarunya.

Warna baru, spesifikasi dan harga suzuki address

Varian terbaru tersebut di antaranya Address Predator dan New Suzuki Smash 2017.

Jika sebelumnya Suzuki telah merilis Address Playful untuk menambah varian skutiknya, sekarang dia melakukan refreshment (penyegaran) atau penggantian striping saja.

Setidaknya ada 3 striping baru, yakni Briliant White Titan Black, Stronger Red serta titan black. Dan untuk memboyong salah satunya, Anda hanya perlu menebusnya dengan nominal 14,850,000 rupiah saja aka relatif sama dengan harga standarnya.

Selain 3 model striping baru di atas, Suzuki juga merilis warna predator dengan logo menggunakan emblem timbul seharga 15,190,000.

Sekedar informasi, Suzuki mengklaim bahwa motornya tersebut di ciptakan menjadi Skuter Matik berstandar internasional dan telah di ekspor ke Eropa, Jepang, Australia, New Zealand (Selandia Baru) dan Asia. Jadi tidak terbatas hanya untuk pasar lokal saja.

SPESIFIKASI SUZUKI ADDRESS 2017

* Mesin
4 langkah, SOHC
* Sistem pendinginan
Udara
* Jumlah silinder
Tunggal
* Isi silinder
113 cc
* Sistem bahan bakar
Fuel Injection
* Diameter x langkah (bore x stroke)
-
* Rasio kompresi
9,4:1
* Power maksimal
-
* Torsi maksimal
-
* Kopling
Otomatis, sentrifugal, tipe kering
* Transmisi
Otomatis, v-matic
* Kapasitas tangki
5,2 liter
Meski Suzuki Adress mengusung design ramping, namun dia diberikan tangki yang lumayan besar. Hampir setara dengan tangki kompetitor yang berbadan lebih gemuk.

* Kapasitas oli mesin
-
* Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
184,5 x 66,5 x - cm
* Jarak sumbu roda
126 cm
* Jarak terendah ke tanah
12 cm
Tapi sayang... kolongnya terlalu rendah sehingga (hampir) dapat di pastikan akan mudah gasruk pada polisi tidur.

* Tinggi tempat duduk
75,5 cm
* Berat kendaraan
95 kg (kosong)
* Rangka
Underbone
* Suspensi depan
Telescopic, coil spring, oil damped
* Suspensi belakang
Swingarm type, coil spring, oil damped
* Ukuran ban depan
80/90-14 40P
* Ukuran ban belakang
90/90-14 46P
* Rem depan
Cakram hidrolik
* Rem belakang
Drum (tromol)
* Sistem pengapian
Electronic ignition (transistorized)
* Battery (accu / aki)
-
* Busi
-
* Starter
Elektrik dan kick starter
* Harga
Address (standar) Rp. 14.570.000,- Address Elegant LG Rp. 14.895.000,- Address Elegant Rp. 15.670.000,-

Sementara itu di stand lain, Suzuki juga memajang produk bebek pahe yang disebut sebagai "The Legend Reborn" dengan pilihan warna candy summer red, medium blue brilliant white dan Titan Blue.

Warna baru, spesifikasi dan harga new suzuki smash fi 2017

Suzuki Smash yang dulunya mengusung mesin berkaliper 110 cc (versi karburator), kini naik kelas menjadi 113 cc dan bersistem injeksi.

Jika dulu kita sering mendengar slogan "si gesit irit", maka kali ini Suzuki Smash FI 2017 menggunakan tagline "tarikannya dasyat", sebagai gambaran untuk akselerasi cepat si motor.

SPESIFIKASI NEW SUZUKI SMASH FI 2017

* Mesin
4 langkah, SOHC, 2 katup
* Sistem pendinginan
Udara
* Jumlah silinder
Tunggal
* Isi silinder
113 cc
* Sistem bahan bakar
Fuel Injection
* Diameter x langkah (bore x stroke)
-
* Rasio kompresi
-
* Power maksimal
6,9 kW (9,3 PS) / 8000 rpm
* Torsi maksimal
9,1 Nm / 6000 rpm
* Kopling
Otomatis, sentrifugal, tipe basah
* Transmisi
Manual, 4 percepatan, konstan
* Kapasitas tangki
-
* Kapasitas oli mesin
-
* Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
191 x 69 x 108,5 cm
* Jarak sumbu roda
122 cm
* Jarak terendah ke tanah
14,5 cm
* Tinggi tempat duduk
-
* Berat kendaraan
94 kg /  93 kg
* Rangka
Underbone
* Suspensi depan
Telescopic, coil spring, oil damped
* Suspensi belakang
Swingarm type, coil spring, oil damped
* Ukuran ban depan
-
* Ukuran ban belakang
-
* Rem depan
Cakram hidrolik
* Rem belakang
Drum (tromol)
* Sistem pengapian
Electronic ignition (transistorized)
* Battery (accu / aki)
-
* Busi
-
* Starter
Elektrik dan kick starter
* Harga
13,000,000 (SW) dan 13,800,000 (CW)

Kenapa Kanzen Motor Bangkrut? Bukan karena kualitas yang buruk, tapi karena waktu yang tidak tepat...!!

Motorisweb.com - Kanzen motor bangkrut... adalah kalimat yang sangat menyakitkan bagi sebagian orang (termasuk saya) yang (sedikitnya) punya rasa cinta pada produk-produk negeri sendiri. Berdiri sejak tahun 2000 yang merupakan alih teknologi dari Daelim, Korea Selatan.

Kanzen motor bangkrut bukan karena kualitas buruk, tapi karena waktu yang tidak tepat

Kanzen sempat masuk ke dalam Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) selama 10 tahunan. Namun di akhir cerita, Kanzen terus mengalami kemunduran dengan penjualan yang kurang dari 1000 unit perbulan.

Angka penjualan Kanzen terus menurun hingga pada pertengahan tahun 2009 sudah tidak mampu lagi membayar gaji karyawannya dengan benar. Berlanjut pada pertengahan tahun 2010, dia sudah tidak lagi mampu membayar hutang supplier. Dan klimaksnya, arus listrik ke pabrik Kanzen Motor terpaksa harus diputus oleh PLN karena tagihan yang terus menunggak.

Gejala keruntuhan Kanzen Motor sudah terasa sejak tahun 2009, dimana perusahaan melakukan PHK bertahap pada sebagian karyawannya. Namun masih beruntung para karyawan yang di PHK pada awal-awal itu. Disebut beruntung karena pada tahun itu pihak management masih mampu memberikan pesangon secara penuh.

Yang tidak beruntung adalah korban PHK selanjutnya, dimana pesangon mereka tidak dibayar penuh secara langsung. Dan sebagai konsekuensinya, perusahaan menyanggupi untuk memberikan pesangon dengan cara di cicil. Tapi sayang... pernyataan kesanggupan pihak perusahaan tidak terbukti secara penuh. Hanya satu, dua dan tiga kali cicilan pembayaran pesangon dengan total yang masih kurang dari nominal yang telah di sepakati sebelumnya.

Kesialan para korban PHK pada gelombang kedua tersebut pun masihlah termasuk dalam kategori "beruntung". Pasalnya, di akhir cerita justru ada yang lebih sial. Mereka adalah karyawan-karyawan terakhir yang masih di pertahankan oleh perusahaan hingga tahun 2012.

Lah... kenapa yang di pertahankan kok justru malah paling sial?

Karena mereka justru terlantar. Kerja tidak, PHK tidak, di gaji juga tidak. Berarti apa statusnya itu kalau bukan "paling sial?".
Sumber: indomoto.com, 26 September 2012

Saya sendiri tidak terlalu banyak tahu perihal motor Kanzen. Tapi paling tidak, saya sering melihat merk ini pada kisaran tahun 2000 hingga 2008 saat masih menjadi perantau di Jakarta.

Jika di lihat dari desain bodynya, motor-motor Kanzen sebenarnya memiliki desain mandiri. Tidak seperti motor-motor merk Cina yang hanya bisa menjiplak model motor dari pabrikan Jepang, terutama Honda.

Bukan hanya design body, Kanzen juga memiliki kualitas mesin yang bagus (awet) hingga belasan tahun. Tidak kalah dari merk Jepang. Setidaknya seperti itulah yang saya baca dari testimoni beberapa pengguna motor Kanzen.

Tapi apa mau dikata... Kanzen harus bernasib sama dengan Kymco. Mereka harus rela di anggap "tidak bermutu" karena kesalahan timing. Maksudnya, mereka masuk ke Indonesia bersamaan dengan menjamurnya motor-motor Cina. Akibatnya, meski Kanzen berteriak "Indonesia!" Dan Kymco berteriak "Taiwan!", tetap saja tidak di gubris oleh para calon konsumen. Seolah mereka berpedoman bahwa, selain Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki dan Piaggio adalah BURUK!

RINI SOEMARNO, TOKOH DIBALIK MERK KANZEN

Rini Soemarno adalah seorang menteri pada kabinet Presiden Megawati Soekarno Putri dan kabinet Jokowi. Pada kabinet Presiden Jokowi, Rini Soemarno adalah seorang Menteri BUMN.

Rini soemarno menteri megawati dan jokowi skaligus boss kanzen motor

Lantas, siapa sebenarnya Rini Soemarno ini? Berikut biografi Rini Sumarno secara singkat...

Nama lengkapnya adalah Rini Mariani Soemarno. Lahir di Maryland, USA pada tanggal 9 Juni 1958. Beliau pernah menduduki kursi kabinet Megawati sejak 10 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004 sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

Rini Soemarno adalah seorang pengamat ekonomi, komisaris Aora dan juga direktur Astra International.

Pada masa kecil, Rini pernah tinggal di Amerika, Belanda dan Indonesia (Jakarta). Semua itu terjadi karena tugas ayahnya (Soemarno) yang menuntutnya harus tinggal berpindah-pindah.

Rini menjabat Menteri Badah Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 26 Oktober 2014. Dia adalah salah satu menteri pada kabinet Presiden Jokowi yang berasal dari kalangan profesional (bukan usungan partai politik).

Rini Soemarno menyelesaikan studi ekonomi di Wellesley College, Masschusetts, Amerika Serikat pada tahun 1981, kemudian magang di Departemen Keuangan Amerika Serikat.

Di Indonesia, Rini memulai kariernya dengan bekerja di Citibank Jakarta pada tahun 1982. Kariernya terus melesat hingga menggapai kursi Vice President yang menangani Divisi Coorporate Banking, Marketing and Trainning.

Kemampuan tinggi Rini berasal dari ayahnya yang merupakan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan di era Presiden Soekarno, yaitu pada tahun 1960 hingga tahun 1962. Selain itu, pada tahun 1964 hingga tahun 1966, Soemarno juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Kompartimen Keuangan.

Soemarno pernah juga menjabat sebagai Eksekutif Direktur Bank Internasional untuk Rekontruksi dan Pembangunan di Washington mulai tanggal 1 November 1958 hingga Oktober 1960.

Kembali ke Rini...

Karir Rini Soemarno di Citibank tidak serta merta membuatnya merasa nyaman. Pada tahun 1989 ia kemudian memilih pindah ke PT.Astra Internasional dan menjabat posisi Direktur Keuangan selama 9 tahun, yaitu sampai dengan tahun 1998. Di tahun-tahun tersebut, Rini juga merupakan orang penting di Agrakom (yang dikenal sebagai pemilik situs Detikcom) dan menjabat sebagai komisaris.
Sumber: wikipedia