Tips Motoris Freelance: 3 Golongan dan 5 Jenis Produk ini Mendongkrak Keuntungan Saya Hingga 93,55%

Baca Juga

Pernahkah Anda melihat sales motoris melintas di jalan? "Nggak pernah!" Ah masa sih? Pasti pernah lah.. Nggak usah bohong.. Itu lho.. Pengendara motor berpakaian lengkap dengan jaket dan helm. Dibagian belakang jok motor mengangkut banyak barang menggunakan sadle bag (bener nggak nih nulisnya?) disamping kiri-kanan dan menggunduk ke atas.

Trus, pernah nggak terlintas di fikiran Anda, "Berapa sih keuntungan usaha jadi motoris freelance?"

Uuhh, buanyaaakk..

Hahaha.. Becanda, om bro! Jangan ngambek gitu, ntar istrinya marah, sampean di tampol, giginya pindah ke Jakarta.


Hah?! Apa urusannya gigi pindah ke Jakarta?

Yaaa.. Sekarang ini kan gigi tinggal di Bandung.

Hahaha.. Udah ah.. Kita serius sekarang.

Tapi benar sih.. Saya menekuni usaha freelance sejak bulan Juni 2015 dan masih bertahan sampai tulisan ini dibuat. Penghasilan saya lebih dari 2 kali lipat UMK Banjar Patroman, daerah tempat saya bekerja sebelum saya memutuskan untuk jadi motoris freelance.

Nah, sebelum Anda memutuskan untuk jadi motoris freelance, Anda wajib baca dulu tips untuk menjadi motoris yang tangguh!

Walaupun penghasilan saya nggak luar biasa, tapi saya rasa nggak jelek-jelek amat dengan angka 2 x UMK+.

Tapi tidak semua freelance mampu bertahan lama. Banyak juga freelance (khususnya motoris) yang akhirnya putus sekolah..

Hahaha.. Salah..! Maksudnya putus asa, gagal, dan berhenti dari profesinya sebagai motoris freelance.

Kenapa bisa begitu? Karena mereka tidak menjalankan seperti apa yang ada dalam artikel ini.

Hahaha..! Buset.. Pede abis!

Penghasilan saya sebagai motoris tentu tidak datang dengan sendirinya.

Yang datang sendiri cuma jaelangkung. Hahaha..

Nah, dari mana datangnya?

Berikut ini akan saya paparkan perencanaa (menentukan produk yang akan dijual) sebelum Anda memutuskan untuk menjadi canvasser roda-4 ataupun canvasser motoris freelance. Silahkan disimak baik-baik
Panduan memilih produk yang akan Anda jual.

Banyak sekali produk-produk di pasaran yang dijual bebas. Mulai dari pakaian, sembako, jajanan, alat-alat rumah tangga, dan lain-lain.
Nah, dari sekian banyak produk, tentu tidak semuanya berpotensi mendatangkan keuntungan besar bagi sales freelance. Anda harus tentukan dulu produk-produk apa yang akan Anda jual.

Apakah mau jual tampang atau jual diri?

Hahaha.. Ngawur. Itu produk Alloh SWT, nggak boleh di perjual belikan. Lagi pula orang jelek seperti saya, mana laku jual diri? Hahaha..!

Berikut beberapa jenis produk yang biasa dijual oleh motoris freelance beserta penjelasannya.

1. Sandal/sepatu/pakaian hasil produksi home industry

Di daerah saya, jenis produk ini banyak diedarkan oleh motoris freelance asal Ciamis dan Tasikmalaya, karena memang disanalah sumbernya (untuk wilayah Jawa Barat sebelah Timur).

Produk-produk semacam ini memiliki potensi keuntungan 100% bahkan lebih. Itu sangat mungkin, mengingat barang-barang home industry jarang beredar di supermarket atau toko-toko fashion.

Dengan jarangnya peredaran di pasar modern, kita jadi leluasa untuk menentukan sendiri harga jualnya. Konsumen kita nggak akan tahu harga sebenarnya.

Kecuali kalau konsumennya cantik, trus ngasih nomor HP, trus dia nanyain harga asli produk kita, ya udah.. Lemas lah kita.. Hahaha..!

Tapi..

Produk-produk semacam ini termasuk dalam golongan produk slow moving.. (Nanti di bawah ada penjelasan mengenai produk slow moving).

Konsekuensi dari menjual produk ini adalah, kita harus punya setidaknya 600 outlet langganan atau 24 rute penjualan (dengan asumsi 6 hari kerja dan 25 outlet perhari).

Mengapa demikian?

Karena produk-produk seperti ini bukanlah konsumsi sehari-hari.

Ya iya lah.. Emang situ mau makan sandal Hahaha..!

Jadi kita hanya bisa mengunjungi oulet sekali dalam sebulan. Kalau nggak percaya, coba saja Anda datangi outlet langganan Anda seminggu sekali. Paling jawabannya,

Nggak, Pak! Yang kemarin aja masih buanyaakk..!

Hahaha.. Sedih kan?

2. ATK (alat tulis kantor) + alat-alat listri
ATK dan alat-alat listrik juga termasuk produk-produk yang banyak dipasarkan oleh sales motoris freelance. Potensi keuntungannya nggak kalah tinggi.

Tapi perlu diingat!

Jangan memilih barang branded (lampu philips, baterai ABC, korek gas tokai dll) karena potensi keuntungan besar justru ada pada merk-merk non-branded (lampu motion, RDY, baterai dynamax, korek gas M2000 dll).
Untuk cara memilih produk yang berpotensi memberikan keuntungan tinggi, nanti saya jelaskan dipoin berikutnya.

Tapi diingat juga! Sama seperti poin 1 di atas, produk-produk ini juga membutuhkan banyak rute dan outlet langganan.

3. Jajanan anak-anak (permen, cokelat, wafer dan lain-lain)

Di bandingkan dengan 2 point di atas, produk-produk inilah yang paling cepat terjual di warung, karena merupakan barang konsumsi sehari-hari.

Dengan menjual produk ini, saya cukup punya 6 rute dengan 25 outlet kunjungan perhari. Artinya, kunjungan saya ke tiap rute adalah seminggu sekali.

Sama seperti apel ke rumah pacar, seminggu sekali. Hahaha..!

Tapi bukan berarti menjual produk ini bisa mulus tanpa kendala apa-apa.

Ingat! Kendala! Bukan kendalaan. Kalau kendalaan ada yang loda dua, ada juga yang loda empat. Hahaha.. Ngawul..!

Dan tantangan teltinggi dali, halaah..

Dan tantangan tertinggi dari menjual produk-produk ini adalah ketatnya persaingan.

Kalau ketatnya celana Agnes Mo, sih, saya suka.. Hahaha..

Sekarang ini buanyak banget bertebaran sales motoris freelance yang menjual produk-produk ini. Bagaikan jamur bertebaran diawal musim hujan. Hahaha..!

Tapi jangan khawatir, percayalah pada 2 hal:

* Rizki nggak akan ketukar. Rizki kita, Alloh yang atur. Asal kita mau berusaha, Alloh pasti memberikan jalan.
* Walaupun kita bersaing dengan motoris freelance yang lain, percayalah akan lebih banyak outlet yang beda, dibanding dengan outlet yang sama dengan kompetitor kita. Saya sudah buktikan!

Contoh kasus,
Di salah satu rute Cisaga-Rancah (hanya orang Banjar-Ciamis yang tahu, hehehe..), saya bentrok dengan 2 orang teman sesama freelance motoris.

Awalnya saya panik..
"Waahh.. Makin banyak saingan nih.."

Tapi ternyata tidak! Setelah saya lakukan observasi di lapangan, ternyata dari 25 outlet saya di rute itu, hanya ada 4 outlet yang sama-sama kami datangi. Selebihnya beda outlet.

Yang saya lakukan ini observasi, bukan koperasi. Apa lagi koperasi simpan pinjam. Hiii... Nggak banget deh.. Hahaha.. Mendingan pinjam uang mertua. Hahaha..!

Hal itu sangat mungkin terjadi karena begini..
Outlet yang sudah biasa belanja pada saya, mereka cenderung akan menolak ketika ada sales lain menawarkan produk yang sama. Begitu sebaliknya.

Jadi.. Jangan panik ketika kita berada di rute yang sama dengan motoris lain.

Nah, poin 3 inilah yang akhirnya menjadi produk utama saya. Tapi saya juga mengkombinasikan dengan produk lainnya, dengan komposisi seperti di bawah ini:
* Jajanan (permen, cokelat, wafer dll..) sebanyak kira-kira 60% dari total nilai barang yang saya bawa,
* ATK (ballpoint, buku + tissue, peniti, korek gas dll..) sebanyak 25%
* Alat-alat listrik (lampu LED, bohlam, neon, battery remote dll..) sebanyak 15%

Komposisi produk seperti di atas yang saya rasa paling pas sejak saya mulai jadi motoris freelance hingga saat ini.

Sampai di sini belum selesai!
Nanti kalau sudah selesai, dikumpulkan di meja guru, trus kalian boleh pulang.

Hahaha..! Dikira kita lagi ulangan kali ya?

Dari ketiga jenis produk di atas, masih ada pembagian lagi menjadi 2 kelompok, yaitu slow moving product dan fast moving product.
Slow moving disini bukan film lambat. Kalau film lambat namanya slow motion. Hahaha..!

Supaya tidak rancu, kita gunakan istilah lain, yaitu,
* Produk branded (bermerk besar),
* Produk non-branded (bukan merk besar), dan
* Produk baru (bisa branded atau non-branded)

Untuk mendapatkan produk branded, para artis Indonesia kebanyakan shopping ke luar negeri, terutama singapura. Tapi kita mah nggak usah ikut-ikutan. Ngapain motoris belanja ke singapura? Gedean ongkosnya keles.. Hahaha..!

3.1. Produk branded (produk dari merk besar = produk fast moving)

Merk besar = kualitas tinggi = harga mahal.
Tentu!
Pemilik perusahaan besar tentu akan menjaga kualitas barang demi kepuasan konsumen. Pemilik perusahaan besar juga cenderung menggaji karyawannya dengan gaji tingg (nggak semua sih)

Belum cukup, mereka juga mengeluarkan anggaran promosi yang tidak sedikit. Alhasil, harga jualnya pun lebih tinggi.

Jenis produk ini bagus untuk kecepatan perputaran modal.

Ini jenis produk ya.. Bukan jenis kelamin. Hahaha..! Kelamin mulu di otak elu!

Produk ini cocoknya untuk grosir atau warung biasa yang sistem kerjanya "menunggu bola".
Sistem penjualan yang menunggu, tentu lebih bagus dengan menyediakan produk branded atau fast moving untuk menarik calon pelanggan dan mempertahankan loyalitas pelanggan.

Produk jenis ini memiliki rasio keuntungan kecil, tapi mampu mendongkrak omset dengan volume penjualan tinggi. Hal itu dimungkinkan karena permintaan dari pasar juga tinggi.

Permintaan yang tinggi timbul dari promosi yang kuat dan kualitas barang yang bagus. Dan 2 hal itu hanya ada pada produk branded.
Dalam konteks motoris, produk jenis ini justru tidak cocok. Mengapa demikian?

Karena demikian bukanlah demi cintaku padamu, kemana pun kau kan ku bawa..

Hahaha.. Itu lagu malaysia jadul, jaman saya masih kecil. Kalo nggak salah, penyanyinya Amy Search.

Untung saja bukan Amy Search Engine, jadi nggak ketukar sama mbah google.

Hahaha.. Ngawur laaahh.. Sudah! Mari kita kembali ke jalan yang benar,
Hahaha.. Ngawur lagi. Maksudnya kembali ke pokok bahasan.

Produk jenis ini tidak cocok untuk motoris.

Kita ambil contoh,
Produk ger* chocolato* by garud* foo** (bukan iklan).
Harga dari big grosir/distributor adalah 9,500/box
Isi 24 pcs
Eceran 500/pcs
Harga semi grosir 10,000/box
Disini Anda sebagai motoris diberikan 2 pilihan,

* menjual dengan harga semi grosir = 10,000
Coba kita lihat,
Harga jual 10,000 - harga beli Anda ke distributor 9,500

Artinya keuntungan Anda cuma 500 rupiah/box atau hanya 5,26% dari modal.
Disini konteksnya kita sebagai motoris. Berapa sih daya angkut motor?

Saya pernah mencoba "maksa" mengangkut barang menggunakan motor spacy saya, total barangnya hanya dikisaran 1,6 juta. Barang sebanyak itu tentu tidak akan tuntas terjual habis. Pasti ada sisa yang terbawa pulang.

Jika kita asumsikan omset Anda 2 juta, hahaha.. Nggak mungkin! Laahh.. Nominal barang yang diangkut juga cuma 1,6 juta, dari mana yang 400 ribu sisanya. Ngawuurr..

Maksudnya, kita asumsikan penjualan Anda 1 juta dari nilai modal, dengan persentase keuntungan seperti di atas, maka keuntungan Anda dihari itu cuma 52,600. Dikurangi BBM 20,000, makan 10,000 maka sisanya hanya 22,600.

Bawa pulang sisanya, trus kasih istri, dijamin istri akan teriak,

"Hellooooowww.. Hari gini 22 ribu? Please deeeehhhh....!!!!"

Naahh..! Mampus deh elu..!

Jadi, cuma segitu keuntungan yang Anda dapat dari barang branded!

Atau kita pakai cara ke-2
* menjual dengan harga lebih tinggi dari semi grosir

Misalnya kita jual 10,500, maka keuntungan kita adalah 1,000 rupiah atau 10,53%. Tapi apa yang terjadi..

Pada saat Anda menawarkan harga itu ke outlet/warung langganan, warungnya akan berteriak seperti istri Anda,

"Hellooooowwww.....! Di tokonya mang maman juga 10 rebu..! Please deeehhh..!"

Pertanyaannya, emang warung bisa teriak?
Hahaha.. Maksudnya, pemilik warungnya yang teriak.

Lalu apa solusinya? Woles, om bro.. Nanti saya jelaskan di bawah, pada point produk non-branded dan produk baru.

3.2. Produk non-branded (bukan merk terkenal = produk slow moving)

Produk jenis ini sifatnya berlawanan dengan dengan produk branded. Karena sifatnya yang berlawanan, jadi mereka berantem melulu kalau disatuin..

Hahaha.. Ngawur lagi! Elu kira kucing sama anjing, berantem melulu.

Begini, kalau Anda melewatkan poin 3.1, maka scroll ke atas, baca lagi biar clear. Tapi ingat! Clear disini bukan merk shampoo!

Jika sudah baca poin 3.1, langsung saja saya kasih contoh,

Untuk memenuhi permintaan pelanggan atas produk chocolato*, Anda gunakan produk alternatif, misalnya produk happy chocolate cigar.

Catatan:
Produk ini hanya tersedia di agen/grosir khusus. Harga yang akan saya terangkan disini adalah harga spesial motoris/sales kanvas. Harga akan lebih mahal jika Anda belanja di agen/grosir tersebut tanpa identitas motoris/canvasser alias belanja biasa selayaknya pemilik warung.

Catatan diatas bukanlah catatan si boy. Ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan si boy.

Harga produk happy chocolate cigar di agen khusus untuk canvasser adalah 7,500
Isi 24 pcs
Eceran 500

Dengan modal 7,500 rupiah, kita jual produk tersebut ke warung dengan harga chocolato*, yaitu 10,000.

Sekarang kita lihat, harga jual 10,000 - modal 7,500, artinya keuntungan kita adalah 2,500 atau 33,33% dari modal. Beda jauh dibanding keuntungan dari produk branded diatas.

Jika hari itu Anda menjual senilai modal 1 juta, dengan rata-rata persentase keuntungan segitu persen, maka keuntungannya, Wooow..!

Jangan dianggap, "ahh, cuma 300 ribuan".

Ya ini saya bicara dengan kapasitas saya sebagai motoris yang hanya bermodal 1 jutaan. Jika Anda punya modal lebih besar, tentu Anda bisa memiliki usaha yang lebih besar pula.

Tapi jika pun Anda punya modal besar dan ingin menjalankan bisnis ini, tentu itu lebih bagus.

Bagus disini bukanlah temannya jinny oh jinny. Bagus disini adalah kapur ajaib. Hahaha..!

Hahaha.. Ngawur lagi! Maklum udah malam. Ngantuk. Saya nulis ini siang malam lho, 24 jam.

2 jam siang hari dan 4 jam malam hari. Hahaha.. Ngawur lagi.

Sudahlah, kita kembali ke tukul.
Hahaha.. Maksudnya kembali ke laptop.
Hahaha.. Salah lagi. Lah wong saya ngetik pakai hempon androit dowang kok.

Begini..
Bebarapa teman freelance yang saya kenal dijalan, mereka yang bermodal lebih, menggunakan roda 4 sebagai armada niaganya. Dengan menjalankan teknik ini + armada roda 4, wuuuu.. Jangan ditanya hasilnya. Kalah jauh saya yang motoris.

Saya ingatkan lagi. Disini patokan saya adalah UMK wilayah setempat lho ya..!! Jadi misalkan Anda adalah sales kanvas freelance dengan armada roda 4, dan berpenghasilan 4 kali lipat dari UMK, maka itu sudah lumayan!

Oke.. Istitahat sejenak.. Ngopi.. Kemudian kita lanjut.

3.3.Produk Baru (branded atau non-branded = produk slow moving tapi berpotensi untuk jadi produk fast moving)

Keuntungan menjual barang baru adalah, dia bisa laku lebih mahal. Apa lagi kalau yang beli om-om pejabat.

Hahaha..! Huss..! Elu pikir gue mami germo?

Produk baru biasanya dipatok dengan harga lebih rendah dari produk lama. Itu hal wajar. Harga rendah dimaksudkan untuk menarik minat calon konsumen agar mau mencoba. Intinya sih, harga promosi.

Contoh kasus,
Tahun lalu (atau 2 tahun yang lalu, saya lupa tepatnya) Mayora Food melaunching beberapa produk baru, yang salah duanya adalah wafer roma kemasan 53,5 gram dan permen kis chewy2.

Kita bahas satu-persatu.

Wafer roma pack 53,5 gram
Produk ini dikeluarkan untuk menandingi recheese nabati pack 52 gram. Secara ukuran sudah jelas, wafer roma lebih unggul.

Kemudian di sisi harga, nabati 52 saya dapatkan dari sales distributornya di wilayah Banjar Patroman, dengan harga 1,500/pcs. Sedangkan wafer roma, harga dari distributor adalah 1,400 rupiah/pcs. Sedangkan harga jual semi grosir adalah sama! Dikisaran 1,650-1700/pcs.

Dari perbandingan itu sudah jelas, saya lebih memilih menjual wafer roma ketimbang wafer nabati, secara mereka sama-sama band besar.
Kemudian yang ke-2,

Permen kis chewy2
Ini produk inovatif dari mayora. Permen lunak rasa buah + mint. Lalu apa yang menarik minat saya untuk menjual produk ini?
Pada awal launching, produk ini dijual oleh distributornya seharga 3,300 rupiah/zak 39 pcs (sekarang 3,900). Sedangkan kis reguler, harga dari distributor Banjar adalah 4,500/zak 50 pcs.
Kemudian untuk kis reguler, harga jual semi-grosir ke warung adalah 5,000 rupiah.

Naahh.. Jika saya menjual kis reguler, praktis saya hanya akan mendapatkan keuntungan 500/zak. Jadi saya memilih untuk menjual kis chewy2 tapi dengan harga kis reguler, yaitu 5,000/zak. Untung saya 1,700/zak.

"Ah, untung segitu mah kecil..", mungkin itu yang ada dalam benak Anda. Iya kan?

Udaahh.. Ngaku aja! Kalau nggak ngaku, saya kutuk jadi kodok!

Jangan cuma melihat nominalnya. Lihat juga persentasenya. 1,700/3,300 adalah 51,53%. Itu angka yang dramatis. Sedramatis serial Korea.
Bayangkan tukang cilok, tukang cireng, tukang bala-bala, atau tukang tahu bulat digoreng dadakan lima ratusan enak..

Mereka ingin untung segitu persen dengan capek bikin adonannya, menggorengnya dll. Belum lagi kalau produknya nggak habis, jadi BS.

Beuu.. Kita mah enak tinggal jual produk kemasan, nggak mikirin proses produksi dll.

3.4. Produk promo (umumnya produk baru dari brand besar)

Ini ibu-ibu nih yang doyan banget sama yang judulnya discount. Kalau sudah dengar kata "discount 50% di matahari", langsung ijo matanya.

Padahal itu kan malam hari, mana ada matahari malam-malam?

Lagi pula bukan itu yang akan saya bahas.. Ini soal sales freelance, urusan laki-laki! Hahaha.. Maaf, bu.. Cuma bercanda.

Adalah hal yang sangat masuk akal ketika kita membeli barang promo dan menjualnya dengan harga normal. Dengan cara itu kita akan mendapatkan keuntungan lebih dari harga jual normal.

Ada 2 jenis promo yang sering saya temui,
* promo di minimarket/supermarket/pusat perkulakan,
* promo langsung dari distributor.

Yang pertama dulu,

Promo minimarket/supermarket/pusat perkulakan

Saya punya 2 orang teman sesama motoris freelance yang gemar sekali menggunakan metode ini. Tapi itu dulu. Sekarang saya sudah jarang ketemu mereka.

Yang pertama inisial A. Dia selalu memantau promo di Indomaret. Pernah suatu hari dia cerita pada saya,

Pada saat harga minuman jeruk floridina 2,375 rupiah/botol (harga distributor), Indomaret mangadakan promo beli 2 dapat 3, yang setelah dikalkulasikan harga perbotolnya adalah 1,800. Lumayan banyak kan bedanya?
Saya sendiri belum pernah memakai metode ini. Tapi yang jelas, jika Anda mau menggunakan metode ini, Anda harus benar-benar jeli. Anda harus tahu dulu berapa harga distributornya.

Jangan sampai Anda terjebak "promo biasa", artinya promo retail. Maksudnya, promo ini memang lebih murah untuk harga eceran, tapi lebih mahal dibanding harga grosir/distributor.

Yang ke-2 teman saya yang berinisial E. Dia selalu memantau promo di BTC Banjarsari.
Bentuk promo yang sering diadakan di BTC adalah pemberian hadiah langsung.

Contoh,
Dengan membeli produk "anu" minimal 2 karton, maka Anda akan mendapatkan sebuah bantal cantik.

Ini mencurigakan! Produknya "anu", hadiahnya bantal. Yang saya curiga, itu "anunya" siapa yang dimasukin karton?
Hahaha.. Itu cuma perumpamaan, om bro.

Jangan ngebayangin "anu" yang lain.
Nah, setelah mendapatkan hadiah bantal, si E menjual produknya secara retail ke warung-warung langganannya. Bonusnya, bantal itu jadi milik dia.

Tapi cara ini masih sama kayak si A, harus jeli. Kalkulasikan harga produk + bonusnya. Perkirakan! Berapa harga hadiah langsung tersebut, kemudian sisa harganya dibagikan jumlah barang.

Pastikan bahwa hasil akhirnya, harga produk tersebut lebih murah dari harga distributor/big grosir.

Tapi untuk saya pribadi, saya lebih suka,
Promo langsung dari distributor
Saya punya 3 contoh promo langsung dari distributor wilayah distribusi Banjar, Ciamis dan Tasikmalaya.

* contoh promo/potongan harga produk mayora food

Melalui PT.Panjunan, distributor mayora priangan timur, produk mayora food memiliki 2 program;

# potongan harga 1,5% untuk transaksi minimal 5 juta/bulan,
# potongan harga 3% untuk transaksi minimal 20 juta/bulan.

Bagi saya yang motoris, program ini kurang pas, mengingat kekuatan modal dan kapasitas saya sebagai motoris yang sangat terbatas.

Tapi bagi Anda yang memiliki modal cukup + armada roda 4, ini cocok sekali. Apa lagi kalau Anda punya toko grosir, beuuhh.. Mayora ini banyak banget produk fast movingnya. Bagus untuk meningkatkan omset dan mempercepat perputaran modal.

* contoh program potongan harga dari distributor produk recheese nabati

PT.Pinus .. (Lupa nama lengkapnya) distributor nabati wilayah Banjar-Ciamis.

Salah satu dari 2 salesman nabati yang saya kenal, pernah selama hampir 1 tahun menyuplai kebutuhan saya akan produk-produknya. Kenapa hanya salah satu?
Karena kalau salah 2, nilainya cuma 8.

Hahaha.. Elu kira gue lagi ulangan matematika?

Hadeuuhh.. Laparrrr... Mau makan spageti nggak ada. Adanya pecel + lontong, hahaha..!

Lanjut..
Dari salesman ini saya mendapat potongan 1,5% + 2,5% untuk pembelian minimal 1,5 juta/transaksi.

Perhitungannya begini..
Anggap saja transaksi saya pas 1,5 juta, berarti;
1,500,000 - 1,5% = 1,477,500
1,477,500 - 2,5% = 1,440,563

Dari perhitungan itu, maka kita hemat 59,437 rupiah.

Kecil ya..?

Kalau pengen gede, belanjanya 150 juta!

Hahaha..! Husss..! Maaf, becanda.

Program dari produk nabati ini lebih mudah diikuti karena programnya per-transaksi. Jadi Anda tidak perlu mengejar target sekian juta rupiah perbulan.

* contoh trade promo produk wings dan lions

Melalui PT.Banjar Distribusindo Raya (untuk wilayah lain mungkin beda distributor)
Produk ini mekanisme programnya paling bagus menurut saya.

PT.Banjar memberikan trade promo dengan produk berganti-ganti tiap seminggu sekali.

Misalnya..
Minggu ini potongan 5% untuk produk daia 52 gram.
Minggu depan potongan 8% untuk produk ciptadent 75 gram, dan seterusnya.

Umumnya trade promo wings dan lion ini tanpa minimum pembelian (hanya sesekali pakai aturan minimum)

Jangan takut kalau trade promo minggu itu hanya barang-barang slow moving. Disitu jati diri kita sebagai salesman di uji. Mampu nggak jual produk slow moving?

Pasti mampu! Kerja kita kan "menjemput bola".

Warung menolak, dukun bertindak!

Hahaha.. Nggak gitu, om bro. Kita manusia modern, nggak pakai dukun-dukunan. Pakainya dukun beneran!

Hahaha.. Malah bercanda lagi..

Maksudnya, satu warung menolak, masih banyak warung-warung lain yang mau membeli! Yakinkan itu didalam hati!

Catatan si boy:
Produk-produk diatas adalah produk branded. Fungsi dari produk branded adalah penarik! Produk fokus kita tetap produk slow moving atau produk non-branded. Karena disitulah keuntungan optimal dapat kita capai.
Nah! Demikian sekilas info.
Hahaha.. Kayak tv swasta nasional.

3.5. Produk branded dalam kemasan jumbo

Secara teori umum, apabila kita menjual produk dalam jumlah besar, maka harga yang akan kita berikan kepada pelanggan adalah lebih murah dari pada penjualan jumlah kecil.
Tapi teori itu tidak berlaku untuk motoris freelance.

Untuk lebih jelasnya, saya berikut ini saya berikan contoh,

Permen kis reguler kemasan kecil, harga dari distributor adalah 4,500 rupiah/zak 50pcs.
Permen kis reguler kemasan box (toples) harga beli dari distributor adalah 13,500 rupiah/box 150pcs. Atau 3 kali lipat dari kemasan kecil (zak).

Untuk kis zak, harga jual semi-grosir adalah 5,000/zak. Jika Anda menjual produk ini, maka Anda harus mengikuti harga jual semi-grosir, artinya Anda hanya punya keuntungan 500 rupiah/zak.

Lantas, apakah saya akan menjual kis box dengan harga 15,000/box karena isi dan harga belinya senilai 3 kali lipat kis zak?

Jawabannya adalah, tidak!

Saya menjual kis box dengan harga 19,000/box
Apa itu nggak kemahalan?

Bigini ceritanya..
Jika ada warung yang mempertanyakan jumlah isi/pcs produk tersebut, katakan pada pemilik warung,

"Permen ini isinya 150 pcs, Bu. Harga ecerannya 500 rupiah/3 pcs. Jadi dari 1 box ini ibu akan mendapatkan uang 25 ribu. Harga beli dari saya 29 ribu. Waahh, ibu masih untung banyak, Bu".

Jika cara itu tidak berhasil, katakan

"Tidak! Pada narkoba!"

Hahaha..! Kenapa dari permen jadi narkoba?

Begini.. Kalau cara pertama gagal, Anda suntik sugesti pada pemilik warung,

"Ini kan kemasan toples, Bu.. Setelah permennya habis, ibu bisa gunakan toplesnya untuk wadah makanan yang lain".

Jadi kita buat seolah-olah toples itu termasuk dalam hitungan harga, atau lebih tepatnya, pemilik warung harus bayar permen berikut toplesnya.

Jangan takut! Sedikit sekali pemilik warung yang sampai seteliti itu.

Terbukti! Dari 150 outlet langganan saya, hanya ada 2 outlet yangcomplaint pada saya mengenai harga permen kis kemasan box. Sisanya lancar jaya..

Lalu dari mana kita bisa dapatkan produk-produk recomended motoris? Saya sudah sajikan infonya di sumber barang murah, metode penetapan harga jual, dan rute terbaik motoris.

Naahh.. Demikianlah cara menentukan produk potensial untuk motoris/canvasser freelance.
Terima kasih telah meluangkan waktu Anda. Akhir kata, selamat ulang tahun..

Hahaha.. Salah..

Selamat berwirausaha! Semoga sukses!
Silahkan berkomentar dengan bijak. Silahkan share pada orang lain jika Anda suka.

Comments