6 Sumber Barang Murah, 3 Metode Penetapan Harga Jual, dan 2 Rute Terbaik Motoris Freelance

Baca Juga

Sebelum saya paparkan panduan kali ini, saya klarifikasi dulu.. Lokasi yang saya jadikan contoh adalah daerah Priangan Timur (Banjar Patroman, Ciamis, Tasikmalaya), sesuai dengan wilayah domisili saya. Jika Anda berada diluar priangan timur, atau diluar Jawa, atau bahkan diluar negeri..

Hahaha.. Jauh amat..

Untuk Anda yang diluar wilayah tersebut, silahkan gunakan metodenya. Sementara lokasi sumbernya, Anda cari informasi didaerah Anda masing-masing.


A. Sumber Barang Murah Recomended Motoris / Canvasser

Setelah Anda menentukan, apa saja produk yang akan Anda jual, Anda tentu harus tahu, dimana sumber produk-produk tersebut dan bagaimana cara Anda untuk mendapatkan harga "spesial" motoris/canvasser.

Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, Anda harus saling mencintai dengan pasangan Anda!

Hahaha..! Elu pikir gue mau kawin?

Saya ulang..
Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, perlu saya ingatkan lagi, bahwa produk-produk yang potensial untuk motoris, hanya tersedia di agen/grosir tertentu. Besarnya level sebuah toko grosir, tidak menjamin tersedianya produk-produk yang kita butuhkan.

Saya berikan 2 contoh sederhana,

Untuk wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, bagi pemilik toko semi-grosir atau pemilik warung retail, pasti tahu toko Buana. Lokasinya ada di pasar Cikurubuk.

Sedangkan untuk wilayah Banjar Patroman, ada tok New Pantes. Lokasinya ada di sebelah timur pasar subuh, kota Banjar (wilayah lain, cari sendiri.. Hahaha..!)

Contoh 2 big grosir diatas adalah salah satu grosir terbesar di wilayahnya masing-masing. Itu benar. Saya sudah buktikan di toko New Pantes, untuk produk kopi kapal api mix, harganya bisa lebih murah 2,000 rupiah/karton (dibanding grosir lain di Banjar).

Bahkan produk top kopi, harganya terpaut 6,000 rupiah/karton. Luar biasa kan?

"Ah.. Biasa aja.."

Hahaha.. Sialan! Tinggal bilang "iya" aja, susah amat?

Tapi perlu Anda ketahui, ternyata big grosir seperti diatas hanya menjual barang branded (produk-produk dari brand besar) yang artinya fast moving product. Sedangkan jenis produk ini tidak bagus untuk keuntungan motoris/canvaser.

Big grosir semacam ini tidak suka menawarkan produk baru pada pelanggan-pelanggannya. Mereka hanya menyediakan produk-produk sesuai dengan permintaan mayoritas pelanggan. Produk yang banyak diminta, tentu produk-produk fast moving, yang tidak recomended motoris canvas.

Lalu produk apa yang bagus?

Semuanya sudah saya kupas pada artikel "3 produk yang mendongkrak keuntungan saya hingga 93,55%".

Jika Anda sudah membaca artikel diatas, sekarang kita ngopi dulu..

Hahaha.. Biar gantengan dikit, om bro..
Kopi habis, kita lanjut..

Jika Anda sudah membaca artikel diatas, tahapan selanjutnya adalah mencari informasi sumber produk potensial.

Saya mendapatkan informasi sumber-sumber ini sejak saya masih bekerja diperusahaan lain di Banjar.

Namun informasi ini hanya untuk wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar (Jawa Barat). Untuk wilayah lain, cari sendiri infonya..!!
Hahaha..! Enak aja mesti gue yang nyariin.
Berikut liputannya dari TKP..

1. Toko Kuda Lari

Lokasi dipasar cikurubuk, Kota Tasikmalaya (depan Mayasari Plaza).
Produk jajanan (snack, permen, cokelat, wafer dll).

Saya sendiri belum pernah berbelanja disana, jadi nggak tahu bagaimana mekanismenya untuk masuk dengan identitas motoris/canvasser.

Saya hanya pernah survey pada tanggal 5 Oktober 2015. Pagi hari itu ada lebih dari 10 orang motoris tengah berbelanja disitu.

Untuk beberapa saat saya sempat ngobrol dengan salah satu motoris yang lagi asik ngopi diseberang toko. Dari dialah saya tahu bahwa itu memang toko grosir yang menyediakan produk potensial untuk motoris/canvasser.

2. Toko Haji Maman Sumarna

Blok barat No.231 Pasar Banjar (belakang kantor UPTD).
Produk jajanan (sama dengan toko kuda lari diatas).


Disinilah tempat saya mendapatkan produk-produk potensial.

Namun demikian, Anda tidak akan serta-merta mendapatkan harga "miring" disini.

Ini contoh kasus yang salah,
Anda datang ke toko haji maman (atau toko sejenis dikota Anda), dibagian depan Anda akan disambut oleh pramuniagawati yang (sebagian) cantik-cantik. Kemudian Anda tanya,

"Neng! Boleh minta PIN BBM? Atau nomor HP juga boleh..?"

Hahaha.. Dijamin Anda akan gagal mendapatkan barang murah!

Cara yang benar adalah, Anda tanya pada salah satu pramuniaga,

"Neng! Pak haji ada?"

Nanti dia akan mengarahkan Anda pada sang pemilik toko. Dan setelah Anda berhadapan dengan orangnya, Anda tanya pada beliau,

"Assalamu'alaimum, Pak Haji. Perkenalkan nama saya Udin. Maksud kedatangan saya, mau melamar anak pak haji".

Nanti pak haji maman akan menjawab,

"Elu mau main panco? Anak gue laki semua!"

Hahaha..! Lagian.. Bukan gitu pertanyaannya!
Yang benar adalah,

"Assalamu'alaikum.. Pak haji. Saya butuh barang buat motoris. Ada, pak?" Gitu..
Nanti pemilik toko akan memanggil salah satu pegawainya yang laki-laki (jangan ngarep dilayani sama yang cewek-cewek. Hahaha..!)

Pegawainya pak haji itu sudah paham, kemudian dia akan menunjukkan beberapa sample produk recomend motoris/canvasser.

Dari semua sample yang diberikan, saya sarankan, beli semua! Jangan banyak-banyak dulu. Ambil 2-3 unit per-item. Nanti kedepannya tinggal Anda atur, mana barang yang lebih laku dipasaran, itu yang dibanyakin.

Jangan kaget jika rekomendasi dari toko adalah produk non-branded dan produk baru. Yang artinya produk slow moving.

Dalam hati mungkin Anda akan bertanya, "kok barang nggak jelas semua? Apa bakalan laku?"
Kalau nggak laku ya dimakan sendiri aja. Hahaha..

Nggak gitu. Kita ini motoris lho..! Disini jati diri kita diuji! Harus bisa menjual produk slow moving!

Tapi ingat! Untuk Anda yang bukan motoris/canvasser dan kebetulan membaca artikel ini, sebaiknya jangan menggunakan cara ini untuk berbelanja.

Jika Anda memakai cara ini, saat itu mungkin Anda akan mendapatkan harga murah selayaknya motoris. Tapi hal itu tidak akan lama. Pemilik toko pasti akan memantau intensitas Anda berbelanja.

3. Toko Batavia

Lokasinya di pasar manis blok.B, depan terminal Ciamis, Jawa Barat (belakang toko mas asli).
Produk ATK (otak-otak)
Hahaha.. Bukan!
Produknya ATK (alat tulis kantor) alat-alat listrik, korek gas, dan lain-lain.


Singkat saja..

Cara untuk mendapatkan akses masuk sebagai motoris/canvasser ke toko ini, sama persis dengan poin nomor 2 diatas. Jadi jika Anda melewatkan poin nomor 2, silahkan scroll naik.

Klarifikasi,

Jika dilihat dari tampilan/ukuran tokonya, toko batavia ini tergolong kecil. Sekilas orang nggak akan menyangka kalau toko ini sumber barang recomended motoris canvas.

Tapi memang seperti itu. Lihat poin nomor 1 diatas.. Fisik toko dan nama besar toko tidak menjamin tersedianya produk recomended motoris canvas.

4. Plered pasar kue, Cirebon

Menurut beberapa rekan saya yang dapat dipercaya, dipasar inilah pusat peredaran barang murah priangan timur. Bahkan kabarnya, toko-toko grosir disekitaran Banjar-Ciamis pun disuplai dari sana (khususnya produk makanan).

Yang jadi masalah untuk motoris seperti saya adalah, "keterbatasan modal".

Hahaha..! Buka rahasia sendiri.

Ya! Untuk kita yang jauh dari Cirebon, tentu harus memperhitungkan biaya transportasinya. Singkat cerita, kalau belanjanya hanya sedikit, ya lebih baik di sumber terdekat saja (Banjar-Ciamis-Tasik).

Gimana? Sampai disini masih mau lanjuuutt...? Kalian luar biasaaaa...!!

Hahaha.. Jadi kayak Ariel Noahhhhh..
Berikutnya..

5. Distributor produk tertentu dikota Anda

Ada 3 merk produk yang sudah pernah pasarkan dengan akses belanja langsung ke distributor, yaitu,

* produk mayora food & candy (wafer roma, malkist roma, permen kopiko, permen kis, dll),
* produk nabati (wafer keju, wafer cokelat, wafer roll, dll),
* produk wings + lions (soklin liquid, daia, ciptadent, nuvo, giv, dll).

Untuk poin ke-3 itu bukan lion air lho ya.. Hahaha..

Didaerah saya, Banjar-Ciamis, produk mayora didistribusikan oleh PT.Panjunan Banjar. Lokasi kantor + gudangnya ada di Jl.Tanjungsukur, dekat lampu merah.
Jadi kalau lampunya lagi ijo, Anda tunggu dulu sampai lampunya menyala merah.

Hahaha.. Nggak gitu, om bro!

Produk nabati didistribusikan oleh PT.Pinus.. (Saya lupa nama dan alamatnya tepatnya). Pokoknya jalan ke Randegan. Hahaha..

Produk wings dan lions didistribusikan oleh PT.Banjar Distribusindo Raya. Lokasinya di Sumanding, hanya beberapa ratus meter dari kantor PT.Panjunan.

Kemudian, untuk bisa masuk menjadi pelanggan produk mayora (jika Anda tidak mendapat tawaran langsung dari salesmannya), Anda datang saja ke lokalisasi..

Hahaha..! Salah. Dikira kita mau ngejablay kali?

Maksudnya, langsung datang ke lokasi kantor-gudang PT.Panjunan. Ajukan registrasi, berikan foto copy KTP untuk diproses registrasinya (proses registrasi perlu waktu beberapa hari).

Ajukan juga bahwa Anda akan mengikuti program potongah harga 1.5% atau 3% (tergantung kemampuan modal dan pemasaran Anda).

Kemudian untuk masuk jadi pelanggan nabati dan lions wings, caranya kurang lebih sama dengan diatas.

Tapi perlu diingat, bahwa program potongan harga dari 3 perusahaan tersebut adalah berbeda-beda.

Untuk S&K program dari 3 perusahaan  itu, Anda bisa tanyakan langsung ke kantornya masing-masing.

Program itu berlaku untuk wilayah distribusi Banjar-Ciamis-Tasik. Dikota Anda mungkin berbeda.

Setelah registrasi Anda selesai (biasanya 1-2 minggu) maka Anda akan mendapat kunjungan dari salesman mayora setiap seminggu sekali. Tinggal order, tunggu kiriman barang 2 hari kemudian, langsung pasarkan!

Catatan si boy:
Jika Anda canvasser roda-4, Anda bisa sekaligus mengajukan registrasi produk mayora beverage (minuman)

6. Salesman/motoris perusahaan yang sedang kejar target

Seorang salesman/motoris dari suatu perusahaan distribusi, pada saat-saat tertentu (biasanya akhir bulan) akan kebingungan saat target belum tercapai.

Pada saat bingung seperti itu, mereka cenderung akan "membuang barang", dalam arti menjual barang ke toko grosir/semi grosir dengan harga lebih murah dari harga normal.

Kalau dibuang gitu aja sih saya pungutin, hahaha..!!

Pada kasus tertentu, mereka juga akan menawarkan produknya pada kita, jika kebetulan kita ketemu diarea penjualan kita. Bahkan jika sebelumnya kita kenal baik, dia akan menghubungi kita saat dia butuh "penampungan".

Contoh kasus yang saya alami dengan salesman produk P&G...

Dia memberi saya harga shampoo pantene, rejoice dan H&S 8,500 rupiah/renceng 24 sachet. Harga itu lebih murah 700 rupiah dari harga normal 9,200 rupiah waktu itu.

Nah, sampai disini, apakah Anda mengantuk? Ngopi dulu..

B. Metode Penetapan Harga Jual

Setelah Anda mendapat akses masuk ke (atau sebagia dari) 5 sumber tersebut diatas, tiba saatnya Anda menghitung/menentukan harga jual dari masing-masing produk.
Ada 3 metode yang umum dilakukan motoris untuk menentukan harga jual. Mari kita kupas satu-persatu..

1. Metode komparasi produk branded vs produk non-branded

Komparasi yang kita lakukan adalah untuk produk sejenis. Jangan sekali-kali compare permen vs lampu LED..

Hahaha.. Ya nggak nyambung ya? Hadeuuh.. Panasss.. Minum es kelapa tua dulu!

Hahaha.. Iya ya? Dari dulu itu es kelapa masih muda aja, nggak tua-tua?

Hah! Sudah! Sekarang kita serius!

Langsung pakai contoh saja, biar gampang.

Produk yang akan kita compare adalah lampu LED philips dengan lampu LED merk "pancaran". Ini merk lokal.

Secara mutu barang, jangan ditanya. Disini kita compare harga untuk meraih keuntungan tinggi, jadi kita kesampingkan soal mutu. Oke? Kalau nggak oke, minum es kelapa 3 gelas lagi..

Hahaha.. Nggak begah itu perut? Hadeuh..

Kita compare 2 produk ini dengan watt yang sama.

* LED philips 3 watt, harga beli 17,000 rupiah, harga eceran ke konsumen 22,000 rupiah.
Dilihat dari rentang marginnya: 22,000 - 17,000 = 5000.

Dan dari angka 5,000 tersebut, angka tertinggi keuntungan kita adalah 2,000 rupiah. Sementara sisanya 3,000 adalah keuntungan warung.

Artinya, harga jual kita ke warung adalah maksimal 19,000. Lebih dari itu jatohnya "kemahalan".

Sekarang kita hitung persentasenya,
Margin 2,000/harga beli 17,000=11,76%.

* LED pancaran 3 watt, harga beli 2,750, harga eceran ke konsumen adalah 6,000.

Singkat saja,
6,000-2,750=3,250.

Dari rentang margin 3,250, magin ideal untuk Anda adalah 1,250. Yang artinya harga jual Anda ke warung adalah 4,000 rupiah.

Lho! Gedean untungnya produk philips dong?
Betul! Kalau dilihat dari nominal. Tapi kita kejar persentasenya,

1,250/2,750=45,45%.

Pesentasenya jauh dari produk philips diatas.
Dan dari pengalaman saya, menjual produk philips perputarannya lebih lama, karena itu produk bermutu bagus, yang berarti "awet".

Jika dalam 1 bulan saya hanya mampu menjual 100 pcs produk philips, artinya keuntungan yang saya dapat adalah 200,000 rupiah. Lain cerita dengan produk lokal "pancaran", dalam 1 bulan saya mampu menjual 200 pcs, yang artinya keuntungan saya adalah 250,000 rupiah.

Yah! Cuma selisih 50 ribu perbulan?

Ya! Itu dari 1 item barang, om bro. Saya memasarkan totalnya mencapai 75 item barang..

Itu barang saya yang item. Jadi kalau ada yang putih, itu bukan barang saya. Hahaha..

2. Metode hitung per-pcs

Metode ini sangat cocok untuk penetapan harga jual permen. Saya berikan contoh sederhana,

Permen kino kemasan zak besar
Isi 200 pcs,
Harga beli dari dari grosir (recomended motoris) adalah 12,000 rupiah.
Rekomendasi eceran adalah 500/3 pcs.

Dengan data seperti diatas, hasil warung dalam menjual eceran adalah,
200 / 3 x 500 = 33,333 rupiah.

Jika kita jual permen tersebut ke warung seharga 24,000, maka warung masih punya keuntungan 9,000 lebih sedikit,

Hahaha.. Pake ada kata "sedikit" segala.

Nah, dengan harga itu, berarti keuntungan kita adalah,
24,000 - 12,000 = 12,000
Artinya, keuntungan kita adalah 100%.

Good, kan..?

Kalau sudah good, kita makan martabak dulu sebagai alternatif pizza. Hahaha..!

3. Metode paket berhadiah

Metode ini banyak dipakai oleh sales motoris freelance asal Tasikmalaya, Jawa Barat.
Caranya adalah dengan memberikan hadiah untuk pembelian produk tertentu atau dengan nominal tertentu.

Namun sebelum masuk ke metode ini, Anda harus sudah menetapkan harga jual dengan metode 1 dan/atau metode 2 diatas. Jika sudah, lanjuuutttt...!!!

Kita ambil contoh paket seperti dibawah  ini (dengan contoh harga jual masing-masing produk),

Lazery kotak toples 175 pcs = 28,500,
Parago box 80 pcs = 29,500,
Big babol stick box 20 pcs = 33,500,
Antangin toples mini = 23,000.

Maka totalnya adalah = 114,500 rupiah.

Nah, kita paketkan 4 item produk itu. Kita tawarkan pada pemilik warung dengan ketentuan,

"Jika pemilik warung membeli 4 produk itu sekaligus, maka dia akan mendapatkan hadiah tertentu, misalnya lampu senter charge, atau yang lainnya".

Sekarang, anggaplah senter itu seharga 10,000 rupiah, maka kita mark-up harganya jadi begini,

Lazery kotak toples 175 pcs = 31,000,
Parago box 80 pcs = 32,000,
Big babol stick box 20 pcs = 35,000,
Antangin toples mini = 26,500.
Maka totalnya adalah = 124,500 rupiah.

Total 124,500 - harga sebelum dimark up 114,500 = 10,000,

Sama dengan harga senter yang kita berikan untuk hadiah/bonus.

Artinya...

Kita memberikan bonus pada pemilik warung, tanpa mengurangi keuntungan kita sendiri.

Catatan si boy:
* dengan metode nomor 3 tersebut, Anda dapat lebih cepat mencapai omset tinggi tanpa mengurangi keuntungan,
* namun demikian, metode 3 juga memiliki kelemahan pada saat pemilik warung membeli produk yang sama dari motoris / canvasser lain. Motoris / canvasser lain yang tidak menggunakan metode 3, secara otomatis harga jualnya pun lebih murah.

Nah.. Saya rasa cukup jelas ya..? Sekarang kita masuk ke langkah berikutnya,

C. Menentukan Rute Canvas

Pada dasarnya, sales canvasser bebas menjual produknya kemanapun. Namun demikian, tidak semua rute / jalan berpotensi untuk Anda meraup omset dan keuntungan besar. Terutama untuk Anda yang motoris seperti saya.

Lalu.. Rute seperti apa yang bagus untuk motoris? Berikut ini ulasannya...

1. Gang-gang sempit / jalan lingkungan

Gang sempit disini maksudnya bukanlah gang yang sempit banget.

Hahaha.. Gila loh! Kalau sempit banget, gimana bisa masuk motor bawa barang?

Maksudnya, jalan lingkungan yang sulit dilewati mobil.

Jelasnyanya begini...
Jika Anda (motoris) menawarkan produk Anda ke warung / toko dipinggir jalan raya, 80% Anda akan ditolak. Mengapa demikian? Karena dijalan raya banyak bertebaran sales-sales dari distributornya langsung.

Anda jangan berfikir, "barang ditolak, dukun bertindak!".

Hahaha.. Dukun cabul cuma ngurusin penolakan cinta, nggak pernah ngurusin penolakan barang motoris.

Hhahh...!! Sudahlah! Mari kita kembali kejalan yang benar!

Kita yang motoris akan kalah dari sales distributor! Dimana kalahnya?

* produk, tentu
Sales distributor menawarkan produk branded. Produk yang banyak diminati konsumen. Sedangkan fokus kita ada pada produk non-branded yang notabene mampu memberikan keuntungan besar.
* harga
Sales distributor tentu menawarkan harga yang lebih murah dari harga diri kita.
Hahaha.. Ngawur! Harga produk, om bro. Kita jualan barang, bukan jual diri!
Harga dari distributor tentu lebih murah, karena salesmannya tidak mengambil keuntungan. Mereka dapat gaji dari perusahaan tempat mereka bekerja.
* stock
Jikapun ada warung dipinggir jalan raya yang mau membeli produk kita, biasanya mereka akan compare (membandingkan) harga kita dengan harga distributor. Nah, disini Anda punya 2 pilihan,

- tetap menjual dengan harga Anda,
Maka besar kemungkinan toko tersebut akan kapok, dan tidak akan membeli produk Anda lagi dikemudian hari.
- mengikuti harga distributor,
Maka Anda kehilangan sebagian keuntungan yang seharusnya Anda dapatkan dijalanan sempit.

Sedangkan stock barang kita kan cuma sedikit, sesuai kapasitas roda-2. Jika stock yang sedikit itu kita jual dengan harga murah, tentu kita hanya akan mendapatkan sedikit keuntungan dihari itu.

Begitu kira-kira..

2. Daerah pegunungan atau yang jauh dari pasar / toko grosir.

Warung / toko semi-grosir yang jauh dari pasar / grosir besar, mereka cenderung menunggu sales yang datang ketimbang belanja sendiri ke pasar. Mereka melakukan itu karena pertimbangan ongkos perjalanan ke pasar.

Tahun lalu, sewaktu saya baru merambah daerah perbatasan kabupaten Ciamis - Kuningan (Jawa Barat), salah satu pemilik warung yang saya wawancarai,

Hahaha.. Saya jualan, om bro! Bukan reporter.
Oke! Saya ulang...

Salah satu warung yang saya kunjungi bilang begini,

"Saya kalau belanja ke pasar, ongkosnya 60 ribu, Pak. Belum lagi kalau di pasar pengen jajan bakso, kupat tahu, karedok, cimol, cilok, tahu bulat digoreng dadakan lima ratusan enak...

Waahh.. Habis 100-150 ribu saya sekali jalan. Jadi kalau nominal belanja saya kurang dari 1,5 juta, nggak ketutup ongkos saya".

Begitu kata Mak Icih, pemilik warung tersebut.
Selain itu, daerah yang jauh dari pasar, cenderung menjual produknya lebih mahal dari pada didaerah perkotaan.

Contoh,
Produk madu TJ sachet, rute lain saya menjual 9,000/box 12 sachet. Warung menjualnya secara eceran 1,000/sachet.

Tapi tidak untuk daerah tersebut diatas.
Dirute itu saya menjualnya 10,000/box, karena pihak warungnya pun menjual 1,500/sachet.
Lalu bagaimana dengan Anda, motoris yang jauh dari pegunungan? Misalnya Anda motoris DKI Jakarta?

Ya jualannya ke Bogor..!

Hahaha.. Nggak lah..

Pegunungan disini cuma salah satu / perumpamaan berdasarkan rute saya. Bagi Anda motoris perkotaan, patokannya ya...
Cari wilayah yang jauh dari pasar/toko grosir. Saya yakin! Ditiap daerah pasti ada wilayah seperti itu.

Namun sebelum Anda memutuskan untuk menjadi freelance motoris, Anda harus baca dulu tips menjadi motoris tangguh!

Nah... Demikianlah liputan saya dari TKP. Jika Anda sudah faham, segera jalani! Namun jika Anda belum faham, ngopi dulu 3 gelas, kemudian baca lagi.

Wassalam..
Motoris!

Comments