Cara Melamar Pekerjaan: 4 Tips Agar Terhindar dari Penipuan

Baca Juga

Pada saat pelulusan sekolah, hal yang pertama terlintas dalam benak saya adalah, Segera kerja. Mungkin Anda juga berfikir sama seperti saya. Jika iya, berarti Anda adalah manusia normal. Hahaha.. Husss..!

Tapi kerja dimana? Gimana nyari kerjanya? Gimana cara ngelamar kerja?

Gampaaang.. Tinggal bilang, "will you marrie me?"

Hahaha...! Itu ngelamar pacar. Dodol!


Begini...
Khususnya buat fresh greduate (yang baru lulus sekolah), Anda harus baca sampai selesai. Ini penting! Sumpah deh!

Kenapa saya bilang penting? Karena jaman sekarang banyak banget penipuan dengan berbagai modus. Salah satunya adalah dengan modus lowongan kerja ini.

Maka dari itu, Anda harus perhatikan kiat-kiat berikut ini,

1. Mencari informasi lowongan kerja dari kerabat

Maksudnya begini...
Jika Anda punya kerabat atau saudara yang bekerja di PT.Anunya Kamu,

Hahaha.. Perusahaan macam apa ini? Tapi nggak apa. Ini cuma contoh. Yang penting Anda paham maksud saya.

Anda tanyakan, apakah disana ada lowongan kerja?

Ini adalah cara yang paling aman, efektif dan efisien.

* aman, karena kecil kemungkinan kerabat/saudara akan menipu Anda. Kecuali kerabat yang biadab! Hahaha...!!!
* efektif, karena dengan rekomendasi "orang dalam", peluangnya lebih besar untuk Anda diterima kerja disana.
* efisien, karena dengan cara ini, Anda tidak perlu keluar banyak uang untuk biaya pembuatan lamaran, ongkos kesana-kemari, dan lain-lain.

Tapi tidak semua orang bisa menempuh jalan ini. Kita tidak selalu punya kerabat yang punya posisi bagus diperusahaan yang akan kita lamar. Atau kalaupun ada, tidak selalu ada lowongan diperusahaan tersebut.

Nah, jika jalan itu tidak Anda temukan, maka lanjut ke poin berikutnya...

2. Mencari iklan lowongan kerja di media massa (koran atau internet)


Ini cara yang saya tempuh, dulu waktu masih suka merantau.

Dengan cara ini, kita dilatih untuk lebih fair, lebih profesional, lebih mandiri. Tanpa bantuan orang lain.

Banyak sekali lowongan-lowongan kerja dikoran dan internet. Tapi...

Awas...!!!

Cara ini sangat rentan penipuan. Anda harus ekstra hati-hati dalam memilih lowongan kerja dimedia seperti ini. Lalu, bagaimana cara memilihnya?

Gimana aja boleeeehhhh... Hahaha...! Bahasa alay..

Supaya lebih jelas, saya pakai contoh iklan lowongan palsu berikut ini;

Lowongan Kerja Mendesak!
PT.Anunya Kamu
Perusahaan skala nasional yang sedang berkembang pesat membutuhkan 300 orang untuk ditempatkan dicabang baru kami di Jawa dan Kalimantan, untuk posisi sbb,

- staff HRD
- staff ADM
- staff produksi
- staff QC
- operator produksi
- sopir forklift,
- dan lain-lain.

Kualifikasi: SMA/SMK, D3, S1 semua jurusan.

Fasilitas:
- gaji 7-10 juta
- uang makan
- tunjangan jabatan
- BPJS

Kirim lamaran Anda ke:
ptanunyakamu@yahoo.com
SMS: 08567890123

Sekarang kita bahas kata-perkata dari iklan tersebut.

* dari atas ada kata "lowongan kerja mendesak".
Siapa yang mendesak? Memangnya lowongan kerja itu sama kaya naik busway, desak-desakan?

Kenapa bukan "mendesah", biar kaya suara Syahrini? Hahaha...!

Jaman sekarang ini banyak banget pencari kerja. Nggak perlu kata mendesak juga bakalan banyak yang ngelamar (kalau itu perusahaan waras!)

* perusahaan berskala nasional,

Kalau benar perusahaan segede itu, nggak perlu buka lowongan dimedia. Cukup tempel pengumuman "lowongan" didepan kantor, atau memberitahukan pada pengurus serikat pekerja diperusahaan itu. Dengan cara itu saja, dijamin ribuan pelamar akan berbondong-bondong mengirim lamaran.

* berkembang pesat dan 300 orang

Hahaha...! Ini dodol lagi. Jaman sekarang perusahaan lagi pada ngeluh, pada bangkrut. Boro-boro berkembang pesat.

Karyawan yang ada saja dikurangi, di PHK, ini malah katanya butuh 300 orang? Ngawur..!

* ada 6+ posisi yang dibutuhkan

Lowongan kerja yang benar, hanya membutuhkan 1-2 orang untuk 1-2 posisi.

Jika pun memang perusahaan itu buka cabang baru, sebagian karyawannya pasti "tarikan" dari perusahaan induk. Nggak akan semuanya orang baru. Bisa langsung bangkrut itu kantor cabang dalam 1 bulan.

* kualifikasi pendidikan SMK-S1

Ini nggak jelas banget. Maunya lulusan apa? Nggak perlu dibahas lagi. Udah jelas nggak benar! Untung aja nggak ditulis minimal lulusan SD.

* fasilitas, gaji dan BPJS

Sekarang ini perusahaan disuruh mengikuti kebijakan UMK saja masih banyak yang nggak taat. Boro-boro ngasih gaji 7-10 juta?

Uang warisan dari nenek moyang fir'aun kali yang buat bayar gaji ya? Hahaha...!!

Lagi pula, negosiasi gaji terjadi pada saat interview, bukan pada iklan.

Kemudian, BPJS itu kan kewajiban perusahaan pada karyawan. Ngapain dipajang-pajang diiklan lowongan? Nggak mutu, om bro..

* email dan SMS

Ini paling lucu! Dia pakai platform email "yahoo". Mana ada perusahaan berskala nasional kok pakai email gratisan? Nggak modal amat itu perusahaan?

Apa lagi pakai SMS! Ini mau ngelamar kerja, atau mau nembak gebetan sih? Sekarang udah jamannya BBM, whatsapp dll, om bro.. Hahaha...!!

Itu cuma salah satu contoh. Sejatinya masih banyak contoh-contoh lowongan kerja yang "nggak beres" seperti itu. Bentuk dan kalimatnya bisa berbeda-beda, tapi tetap mirip seperti itu.

Perhatikan!
Iklan lowongan kerja seperti contoh diatas, punya 2 kemungkinan, yaitu

# penipuan, atau

# outsourching/yayasan penyalur tenaga kerja (nanti ada penjelasannya soal outsourching)

Intinya,
Jangan tergiur iklan lowongan yang seperti itu.

Lalu seperti apa iklan lowongan yang benar?

Iklannya simple. Nggak muluk-muluk dan nggak kasih iming-iming gaji besar, tunjangan dan lain-lain.

Contohnya seperti ini,

Dibutuhkan: wanita max 37 tahun S1, menguasai komputer dan software akuntansi. Lamaran ke PO BOX 1234 JKB 11000 paling lambat 27 Januari 2017.

Sudah! Cuma segitu doang justru iklan lowongan yang benar.

3. Hindari melamar kerja melalui outsourching

Seperti sudah dijelaskan pada contoh diatas, mengenai contoh iklan lowongan kerja.

Kenapa nggak boleh melamar ke outsourching? Karena Anda harus membayar sejumlah uang

Jadi begini...

Yang saya pernah alami (saya lupa tanggal kejadiannya) diruko arcadia, Batu Ceper, Tangerang.

Sehari setelah saya kirim lamaran via pos, saya langsung dipanggil untuk interview. Saya senang dong..? Dan langsung meluncur kelokasi.

Sampai sana, saya langsung interview dan dinyatakan "diterima".

Busett...!! Gampang amat? Hahaha...!

Tapi... Apa yang terjadi kemudian? Saya diminta uang sejumlah 300,000 rupiah. Katanya untuk biaya pelatihan kerja.

Untung saja sejak awal saya punya prinsip, "saya kerja mau cari uang. Pantang keluar uang duluan". Maka dari itu saya nggak kasih uang sepeserpun pada orang itu.

Tapi saran saya, jika Anda menemui kasus seperti saya, jangan serta-merta menolak memberi uang. Pakai kata-kata yang halus tapi "menipu". Misalnya,

"Aduh, maaf Pak/Bu. Saat ini saya nggak bawa uang. Saya pulang dulu ambil uang, nanti kesini lagi".

Sesudah itu Anda pergi dan jangan pernah kembali ketempat itu lagi.

Kenapa harus dengan cara halus seperti itu? Untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.

Maksudnya begini...
Kalau Anda menolak dengan kalimat yang keras/tegas, dikhawatirkan justru akan menyulitkan Anda pergi dari tempat itu. Apa lagi kalau Anda perantau disitu.

Yayasan (outsourcing atau bahkan penipu) terorganisir seperti itu, pasti punya jaringan juga ditempat itu.

Buktinya, saat saya meninggalkan tempat itu, didepan kantor tersebut saya dicegat oleh security. Ditanya mau kemana, dan bagaimana hasil interviewnya?

Demi keamanan, saya pura-pura gembira dan saya jawab, "Saya diterima, Pak. Sekarang saya mau pulang dulu ambil uang, untuk bayar biaya pelatihan".

Dan kata security itu, "Oh, iya. Bagus. Cepetan, jangan sampai telat, nanti kantor keburu tutup. Trus nanti lowongannya keburu keisi oleh orang lain".

Ini kan aneh! Ngapain seorang satpam ikut-ikutan soal recruitment karyawan? Singkatnya, itu security juga berarti dapat komisi dari uang para korban.

Jika pun yayasan itu benar (nggak nipu), Anda tetap rugi.

Dimana letak kerugiannya?

Yang pertama, jelas. Anda membayar sejumlah uang pada saat masuk ke yayasan itu.

Kemudian yang kedua, saya pakai contoh pengalaman orang lain...

Pertengahan tahun 2012, saat itu saya kerja di PT.Multi Kencana Niagatama (PT.MKN), Serang, Banten. Saat itu saya menanyai salah seorang karyawan yang masuk kerja ke PT.MKN melalui outsourching di Jakarta.

Orang tersebut bilang, bahwa dia merasa dibohongi oleh yayasan tersebut.

Pertama, dia dijanjikan gaji 2 juta, padahal saat itu UMK Serang baru 1,410,000.

Kemudian yang kedua, dia terima gaji tiap bulan melalui yayasan tersebut, tidak diterima langsung dari perusahaan. Dan gaji yang dia terima hanya 1,1 juta. Jadi gaji dia tiap bulan dipotong 300 ribuan (entah dengan alasan apa).

Itu artinya, dia bekerja di PT.MKN, tapi dengan status sebagai karyawan dari yayasan penyalur tenaga kerja tersebut.

Enak amat itu orang-orang yayasan? Terima uang dari hasil keringat orang lain.

Tentunya Anda tidak mau seperti itu kan?

Nah, itu cuma salah satu contoh. Masih banyak contoh-contoh yang lain. Coba saja anda cari di google dengan keyword: penipuan lowongan kerja. Banyak banget hasil yang muncul.

Atau langsung baca artikel dari www.tekun.info: ciri-ciri panggilan kerja palsu

4. Hindari melamar kerja melalui calo

Pada dasarnya, calo ini sama saja dengan outsourcing. Hanya saja, kalau calo sifatnya perorangan, tidak punya organisasi dan tidak berbadan hukum.

Ada sedikit perbedaan umum yang ada diantara calo tenaga kerja dan yayasan outsourcing.

* outsourcing meminta uang awal lebih kecil dari calo, tetapi memotong gaji karyawan setiap bulan.
* calo tidak memotong gaji, tapi diawal minta uang lebih besar dari outsourcing.

Saya punya contoh,
Seorang teman, pada tahun 2011 mengirim lamaran ke PT.Victory Chingluh, Pasar Kemis, Tangerang, melalui jasa calo tenaga kerja. Dia melakukan itu karena kesulitan mendapatkan pekerjaan, sedangkan dia sudah lama menganggur.

Oleh calo itu, teman saya dimintai uang 1,5 juta rupiah. Itu angka yang lumayan pada waktu itu.

Trus apakah dengan uang 1,5 juta itu dia bisa cepat diterima kerja? Ternyata tidak! Bahkan dia baru diterima kerja 1,5 tahun kemudian.

Gilaaaaa....!!! Untung saja itu calo nggak kabur.

Jadi intinya...
Tetaplah pakai cara nomor 1 dan 2 (dengan tetap selektif memilih iklan yang benar). Jangan pakai nomor 3 atau 4.

Ini bukan menakut-nakuti... Ini sekedar informasi agar kita semua waspada terhadap segala kemungkinan kejahatan.


Salam damai, selamat berkarya..

Comments

  1. Jam kerja pt mkn itu dari hari apa sampai hari apa bang ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu sih... kalo operator produksi dibagi 3 shift. Shift satu jam 7-15, shift 2 jam 15-23, shift tiga jam 23-6. Itu berlaku hari senin sampai jumat. Kalo hari sabtu; shift satu jam 7-12, shift dua jam 12-17, shift tiga jam 17-22 (kecuali pas ada lembur).

      Hari minggu kadang ada lembur tapi dengan penawaran terlebih dahulu. Jika operator tidak berkenan, tidak masalah walaupun hari minggu tidak ikut lembur.

      Lembur hari minggu hanya sesekali, tidak selalu ada.

      Kemudian untuk staff, jam kerjanya mengikuti jam kerja operator pada shift satu. Tapi, bagi staff boleh mengajukan jam kerja lain, yaitu jam 8-16 (dengan alasan yang kuat).

      Delete
    2. Maaf, salah. Shift tiga jam 23-07:00

      Delete

Post a Comment