Cara Merawat Motor: 24 Bukti Honda Injeksi Tidak Perlu Service Berkala (Rutin)

Baca Juga

Di era mesin karburator, service berkala dibengkel resmi Honda menjadi hal yang wajib! Bagi pemilik motor Honda tentunya, karena yang saya bahas disini motor honda.

Kenapa hanya honda yang dibahas? Karena hanya motor honda spacy FI yang saya miliki sekarang. Mudah-mudahan nanti kedepannya saya punya motor dari semua merk yang ada di Indonesia. Amin...

Hahaha... Banyak amat ngarepnya?

Namun dijaman mesin injeksi sekarang ini, service rutin saya rasa menjadi "tidak berguna". Bahkan hanya buang-buang uang saja.

Ya! Ini bukan omong kosong... Tapi ini berlaku bagi riders yang "sedikit" paham pada motor. Minimal bisa merasakan gejala-gejala ganjil yang terjadi pada motornya sendiri.



Kenapa saya begitu yakin?

Dalam hal ini saya berpedoman pada buku panduan manual Honda Spacy PGM-FI produksi tahun 2013. Tapi walaupun begitu, saya yakin banyak poin-poin yang sama pada motor honda injeksi tipe yang lain.

Nah, dalam buku manual honda spacy ini, tidak satupun poin yang menyebutkan perawatan injektor. Bahkan dalam tabel perawatan pun, tidak ada poin mengenai perawatan injektor. Padahal dalam tabel dijadwalkan service berkala tiap 4,000 km.

Tapi yang diservice kan bukan cuma injektor, mas bro?

Betul, om bro! Saya juga akan paparkan semua poin service-nya. Berikut ini poin-poin yang disebutkan dalam tabel service, serta alasan saya mengenai tidak perlunya perawatan berkala,

1. saluran bahan bakar

Sekarang ini sudah jarang BBM jenis premium. Bahkan nantinya (mungkin) tidak akan ada lagi. Sebagai gantinya, Pertamina mengeluarkan BBM jenis pertalite dengan oktan 90.

Jika Anda tanya mbah google, maka Anda akan menemukan jawaban bahwa, pertalite lebih bersih dari premium. Yang artinya, saluran bahan bakar tetap bersih. Jikapun nantinya saluran bahan bakar kotor, tentu akan terasa efeknya pada akselerasi motor Anda.

Salah satu yang pernah saya alami karena saluran bahan bakar kotor adalah, mesin tiba-tiba mati saat saya tutup gas. Nah, ketika ada gejala itu, barulah saya rasa perlu servis ke bengkel resmi honda.

Lalu bagaimana cara mengatasi mesin yang tiba-tiba mati? Saya akan bahas pada kesempatan lain.

Lalu, apakah tidak lebih baik menggunakan BBM pertamax? Bukankah pertamax lebih bersih?

Nanti saya bahas juga dilain waktu.

2. saringan bahan bakar

Pada buku manual honda spacy FI, saya temukan ditabel service, bahwa saringan bahan bakar harus diganti setiap 48,000 km.

Nah, jika sudah jelas harus diganti ditiap kilometer itu, berarti tidak perlu service berkala tiap 4,000 km toh?

3. cara kerja gas tangan

Kenapa ditabel service tertulis "cara kerja gas tangan?"

Karena ini tabel service motor. Kalau tabel service mobil, tentu jadi, "cara kerja gas kaki".

Hahaha...!!! Nggak apa. Yang penting bukan "cara kerja gas jidat!" hahaha...! Kendaraan apa yang gasnya dijidat? Hahaha..!

Hah! Sudahlah!

Begini, om bro... Gas tangan itu kan bagian yang selalu kita gunakan dalam pengoperasian sepeda motor. Otomatis jika ada masalah, pasti kita bisa merasakannya.

Nah, kalau nggak kerasa ada kelainan apa-apa, ngapain kita kebengkel?

4. saringan udara

Poin ini sudah jelas banget, ganti tiap 16,000 km. Dan lagi, untuk honda spacy FI khususnya, filter udaranya menggunakan jenis basah. Filter jenis ini tidak perlu pembersihan/atau perawatan apapun! Langsung ganti sesuai jadwal.

So.... Tidak perlu service rutin.

5. pernapasan bak mesin

Lokasinya ada dibagian belakang-bawah filter udara. Ada semacam selang pendek transparan. Hanya perlu dibersihkan jika terlihat ada kotoran.

Jika tidak terlihat, gunakan kaca mata baca. Hahaha...! Apa hubungannya?

6. busi

Lagi-lagi tertulis jelas dijadwal perawatan, ganti tiap 8,000 km.

Memang benar, untuk busi dianjurkan untuk pembersihan kepala busi setiap 4,000 km. Tapi sepengalaman saya bermotor sejak tahun 2008, busi tidak pernah kotor asalkan kita rutin menggantinya tiap 8,000 km.

Bahkan saya mengganti busi tiap 10,000 km.

Dan penggantian busi itu sendiri bukanlah pekerjaan yang sulit. Saya selalu mengganti busi sendiri, tanpa bantuan montir bengkel. Tapi ingat! Selalu gunakan busi sesuai dengan anjuran (lihat buku manual Anda).

Jangan gunakan busi diluar spesifikasi yang dianjurkan.

Sering kali saya menemukan montir yang berkata, "ah, sama aja busi ini juga".

Betul! Sama-sama busi. Sama-sama bisa bikin mesin nyala. Tapi apakah sesederhana itu?

Tidak! Pabrik motor dan pabrik busi membuat spesifikasi yang berbeda-beda karena kebutuhannya memang berbeda-beda.

Sekarang jaman canggih, om bro. Jangan mau dibodohi montir yang "ngawur". Cari tahu dulu di internet sebelum kita ambil keputusan. Itu pun kita harus selektif. Di internet juga banyak yang ngawur.

Hahaha...!!! Bingung ya? Nggak usah bingung. Makan otak-otak dulu kalau bingung. Hahaha..! Apa hubungannya?

Yang jelas sih, lebih aman ikuti spesifikasi yang ada pada buku manual motor Anda masing-masing.

7. jarak renggang klep

Naahhh... Kalau bagian ini baru bener. Untuk menyetel renggang klep, dibutuhkan keahlian mekanis.

Tapi...

Anda nggak usah panik. Jika memang kerenggangan klep perlu distel ulang, akan ada gejala sebelumnya. Misalnya, suara mesin kasar. Mesin tiba-tiba mati. Begitu..

Intinya...

Selama mesin baik-baik saja, berarti setelan klep pun baik-baik saja. Jadi, ngapain kita service hal yang baik-baik saja?

8. oli mesin

Berapa lama sih kita harus ganti oli mesin?
Banyak informasi "nggak jelas" yang beredar diluar sana. Sering orang bilang, "tiap 2,000 km", bahkan ada yang bilang, "lebih sering lebih baik. Tiap 1,500 km atau bahkan tiap 1,000 km".

Ini dasarnya apa? Dalam panduan manual yamaha vega R 2008, disebutkan bahwa penggantian oli mesin tiap 3,000 km. Sedangkan dalam buku manual honda fit-X 2008 dan spacy FI 2013, disebutkan, penggantian oli mesin setiap 4,000 km. Bahkan setahu saya, untuk motor premium semisal CBR (cc besar), waktu penggantian oli mesinnya lebih panjang.

Baca juga: 8 kesalahan yang umum dilakukan bahkan oleh mekanik bengkel

Jadi... Atas dasar apa pendapat yang bilang, "tiap 1,500-2,000 km?". Bukankah itu malah merupakan pemborosan?

Nah, kembali ke soal perawatan berkala...
Penggantian oli mesin bukanlah hal sulit. Bisa dilakukan oleh orang-orang biasa seperti saya, tanpa harus memiliki keterampilan mekanis. Jadi, tidak perlu kebengkel.

Tapi kalau dibengkel, lubang olinya ditiup pakai angin kompresor! Pengeluaran oli bekasnya jadi lebih bersih!

Siapa yang suruh? Apakah ada perintahnya dalam buku panduan manual motornya? Apakah ada anjuran diwebsite resminya?

Tidak ada...!

Jadi, yang bilang, "lebih bagus ditiup kompresor", itu "tanpa dasar!". Asumsi sendiri. Mengarang sendiri. Mengada-ada. Tanpa riset apapun.

Hahaha... Maaf buat teman-teman yang nggak sependapat. Terutama master/mekanik senior.

9. saringan kasa oli mesin

Poin ini belum pernah saya temukan masalah. Jikapun harus diperiksa dibengkel, kita bisa lakukan sekalian pada saat penggantian part lain. Misalnya pada saat penggantian CVT belt atau lainnya.

Maksudnya, penggantian part yang tidak bisa kita lakukan sendiri dan "harus" kebengkel.

10. Putaran stasioner mesin

Sebetulnya ini poin penting. Putaran stasioner (langsam) standar untuk honda matic adalah 1,500 rpm, dan untuk honda manual adalah 1,400 rpm. Mengacu pada buku manual honda fit X 2008 dan honda spacy FI 2013. Saya baca dibuku manual yamaha vega R 2008 pun sama, 1,400 rpm.

Tapi seringkali saya temukan pemotor yang menyetel stasioner (langsam) mesinnya sangat rendah. Mungkin maksudnya, supaya suara mesin terdengar halus.

Hahaha.. Ngarep..! Kalau kasar ya kasar aja...

Efek jangka panjangnya, nanti kita bahas dilain waktu. Sekarang kita bahas soal service berkala saja.

Singkatnya, kalau hanya soal putaran langsam, kan bisa kita rasakan dengan mudah. Sekiranya kurang pas, ya tinggal distel ulang. Jika tidak bisa nyetelnya, ya bawa kebengkel.

Hahaha...! Lucu kali ya...? Datang kebengkel cuma stel langsam doang...?

Ya, judulnya kan nggak pakai service berkala.

11. drive belt

Istilah lainnya "van belt". Pun ini sudah jelas, ganti tiap 24,000 km. Jadi, tidak perlu service rutin.

12. oli final drive (oli gear)

Demikian juga dengan oli ini. Jadwalnya sudah jelas, ganti tiap 8,000 km. Dan penggantian oli gear ini bukanlah hal sulit. Tidak perlu keahlian mekanis.

13. minyak rem

Setahu saya, disemua tipe sepeda motor, minyak rem selalu ada dibagian kanan stang. Untuk lebih jelasnya, lihat panduan manual motor Anda masing-masing.

Gampangnya, selama minyak rem ada diatas batas minimal, berarti baik-baik saja dan tidak perlu service.

14. keausan kanvas rem

Untuk kanvas rem depan, Anda dapat mengintipnya melalui celah diantara piringan rem. Sedangkan kanvas rem belakang, Anda perhatikan tanda segitiga batas keausan (lihat buku panduan manual Anda).

Jika saat diperiksa, Anda menemukan bahwa kanvas rem sudah aus, barulah Anda perlu kebengkel.

15. sistem rem

Periksa jarak main bebas rem Anda. Jarak main bebas adalah +/- 2 cm (lihat panduan manual Anda).

16. saklar lampu rem

Normalnya, jika Anda menekan tuas rem, baik depan ataupun belakang, maka lampu rem akan menyala. Dan selama lampu rem menyala dengan baik, maka tidak perlu dilakukan service apapun.

Biasakan melakukan pengecekan lampu rem setiap kali Anda hendak berkendara. Dengan cara itu, maka motor Anda akan selalu aman tanpa service berkala.

17. kunci rem belakang

Dalam keadaan normal, kunci rem belakang akan bekerja dengan baik jika Anda menguncinya (lihat gambar pada nomor 15 diatas).

Hahaha... Kalimatnya rancu ya? Ya... Pokoknya begitulah.

Jika kunci rem belakang tidak bekerja dengan baik, maka Anda hanya perlu mengencangkan mur pada lengan rem diroda belakang (lihat buku manual Anda).

Dan seperti poin-poin yang lain, pekerjaan ini juga cukup mudah dilakukan. Tidak perlu keahliah mekanis.

18. arah sinar lampu depan

Pada saat Anda menerima unit motor baru dari dealer, biasanya arah sinar lampu depan ada dalam keadaan baik.

Jika dikemudian hari arah sinar lampu motor Anda ngawur, misalnya sorotnya kena jidat orang lain...

Hahaha... Kasihan jidat orang.

...tentu akan segera terdeteksi. Dan poin ini pun bukan pekerjaan mekanis. Anda hanya perlu menyetel ulang mur yang ada dibawah batok lampu. Yang penting Anda selalu membawa peralatan/kunci-kunci standar didalam bagasi motor Anda.

Ingat ya...! Bawa dibagasi! Jangan dibawa didalam hati...

Hahaha...! Ini kunci alat, om bro. Bukan istri orang.

19. keausan sepatu kopling

Naaahhh... Ngopi dulu, makan pisang siem seadanya.. Hahaha...! Sambil mikir, emang kopling pakai sepatu ya? Hahaha...!

Alhamdulillah...kenyang...

Untuk poin ini, wajib pakai ilmu mekanis. Tapi tidak perlu kita kerjakan sendiri. Bawa saja kebengkel resmi/bengkel umum yang terpercaya.

Lho, katanya service rutin cuma buan-buang uang? Pemborosan?

Iya. Tapi ini bukan service rutin, om bro. Maksudnya, kita kebengkel jika ada gejala kanvas kopling aus. Salah satu gejalanya adalah, tenaga drop. Tarikan lambat.

Tapi jangan khawatir. Sepengalaman saya, keausan kanvas kopling baru terjadi setelah lebih dari 50,000 km pemakaian motor kita.
Kalau pemakaian motor standar/jarang, bisa tembus 5 tahun, om bro. Bahkan lebih.

20. standar samping

Untuk poin ini, fokusnya lebih pada motor matic, ketimbang manual. Mengapa begitu? Karena standar samping pada motor matic jaman sekarang mengandung fitur tambahan, yaitu ada saklarnya.

Kenapa saya pakai kata "mengandung?"
Karena nggak enak kalau pakai kata "hamil". Hahaha... Apa urusannya?

Jika standar samping berfungsi dengan baik, dan mesin mati saat standar diturunkan, maka itu artinya standar Anda dalam keadaan baik. Tidak perlu service berkala.

21. suspensi

Poin ini juga sederhana. Selama suspensi bekerja dengan baik; empuk dan tidak ada kebocoran oli, berarti tidak ada masalah. Tidak perlu service.

22. mur, baut, pengencang

Sebagai rider sejati, saya sarankan Anda selalu mencuci motor Anda sendiri. Jangan gunakan jasa cuci steam.

Waduh, awas mas bro. Bisa ditandai sama tukang cuci steam.

Hahaha.. Maaf ya om bro. Ini kan cuma saran. Bukan untuk mendiskriminasi siapa pun.

Begini, saya pernah baca dibuku manual motor (entah honda fit X atau yamaha vega R, saya lupa), bahwa air bertekanan tinggi tidak baik untuk packing/seal motor. Dalam jangka panjang dapat menimbulkan kebocoran pada blok mesin.

Lagi pula, jika kita mencuci motor dipencucian umum, mesin motor kita akan dalam keadaan panas. Itu karena kita harus mengendarai motor kita menuju lokasi pencucian.

Kecuali kalau Anda mau mendorong sepeda motor Anda sampai lokasi. Hahaha... Bisa gempor ente, om bro.

Normalnya, benda yang dalam keadaan panas, tentu tidak baik kalau tiba-tiba disiram air.

Owalah.. Jadi panjang amat pembahasannya? Trus apa hubungannya dengan cuci motor sendiri?

Begini, om bro...
Jika kita mencuci motor kita sendiri, biasanya dengan tidak sengaja kita akan menemukan, jika, ada mur/baut/pengencang yang kendor/hilang. Jadi tidak perlu dikontol oleh mekanik bengkel.

Udah? Gitu doang bahasannya? Dari tadi kayaknya panjang amat?

Hahaha...! Iseng aja, om bro. Bukannya om bro suka yang panjang? Biar bisa muasin...? Hahaha...!

23. Roda/ban

Bagian ini, jika ada kelainan juga pasti terasa. Misalnya, laju motor tidak stabil jika laher/bearing sudah koplak. Atau velg tidak lurus.

Untuk ban, juga akan terasa tidak stabil jika ada benjolan. Periksa juga tanda keausan ban supaya nggak kelewat botak.

Sederhana kan? Nggak perlu service rutin.

24. bantalan kepala kemudi

Istilah lainnya "komstir". Gejalanya hampir sama seperti pada nomor 23 diatas. Jadi kalau laju motor dirasa tidak stabil, cek juga bagian ini.

Caranya,
Tahan tuas rem depan, lalu genjot. Atau angkat stang. Jika Anda sensitif, akan terasa stang koplak.

Namun jika Anda mengalami kesulitan, lebih baik bawa kebengkel yang terpercaya.

Dan sebelum saya tutup, saya ingatkan lagi, "cara ini hanya untuk Anda yang bisa memahami motor Anda sendiri". Dengan tidak bermaksud untuk meremehkan safety riding.

Semua ini saya sampaikan karena saya pernah mengalami beberapa kekecewaan pada layanan service bengkel. Semisal, part yang menurut saya belum waktunya diganti, mekanik bengkel menganjurkan untuk ganti.

Memang benar, itu cuma anjuran, kita bisa menolaknya. Tapi bagi saya, risih rasanya kalau setiap kali service harus menolak anjuran mekanik. Sedangkan saya tidak punya cukup uang untuk "mengikuti kemauan mekanik tersebut".

Hahaha.. Jadi curhat..

Terakhir, jika Anda merasa tidak yakin, lebih baik Anda service berkala motor Anda dibengkel resmi atau dibengkel umum terpercaya.

Wassalaam,
Happy riding.

Comments