Cara Merawat Motor: 8 Kesalahan yang Umum di Lakukan Bahkan Oleh Mekanik Bengkel

Baca Juga

Setiap pembelian sepeda motor baru, pasti selalu diberikan sebuah buku panduan manual, sebagai pedoman pemakaian dan pemeliharaan motor itu sendiri. Tapi nyatanya, banyak pemilik motor yang mengabaikan, bahkan sama sekali tidak membaca buku tersebut.

Dengan tidak dibacanya buku panduan manual, praktis menimbulkan banyak kesalahan dalam hal pemakaian dan pemeliharaan motor.


Berikut ini beberapa kesalahan yang sering terjadi,

1. Setelan stasioner (langsam) terlalu rendah

Ini hal yang sering saya temukan pada motor teman/saudara saya. Mereka menyetel langsam gas motor sangat rendah.

Dengan setelan langsam yang rendah, suara mesin memang terdengar halus. Tapi apa gunanya jika cuma "terdengar"? Artinya itu kehalusan palsu.

Hahaha... Emang ente pikir cuma cinta doang yang bisa palsu?

Standar putaran mesin pada kondisi langsam (stasioner) adalah 1,400 RPM untuk motor manual, dan 1,500-1,700 RPM untuk motor matic.

Emang apa akibatnya kalau langsam terlalu rendah?

Akibatnya oli mesin nggak naik. Pelumasan tidak sempurna. Dan dalam jangka panjang mengakibatkan keausan berlebih pada komponen didalam mesin.

Lalu bagaimana mengukur setelan langsam?

Bawa motor kebengkel yang ada fasilitas tachometernya. Biasanya bengkel resmi motor masing-masing merk. Rasakan getaran dari perputaran mesin setelah stasioner pas. Rekam dalam memori Anda karena feeling Anda nantinya yang akan dijadikan tolak ukur jika setelan langsam berubah.

Kok gitu?

Iya. Karena kan nggak mungkin kalau Anda bolak-balik setiap hari kebengkel hanya untuk memeriksa putaran langsam? Kalau ada kelainan, segera bawa kebengkel untuk distel ulang.

Hahaha.. Memangnya minta tambah angin ban ke bengkel tambal?" gampang, tinggal kasih 1,000-2,000 perak.

2. Tidak mengganti busi secara berkala

Pernahkan Anda melihat orang yang sedang menangani motor mogok dijalanan? Biasanya, komponen yang paling sering diperiksa adalah busi.

Tahukah Anda, apa itu busi?

Busi adalah tempat tumbuhnya gigi. Hahaha...! Itu "gusi". Dodol!

Pada sepeda motor tipe bebek dan skutik, merk honda menganjurkan penggantian busi setiap 8,000 km. Sementara yamaha menganjurkan penggantian setiap 6,000 km.

Nah... Jika Anda patuh pada anjuran tersebut, maka 99,999999999% Anda tidak akan mengalami yang namanya mogok gara-gara busi mati.

Yang paling membingungkan pada saat busi mati adalah, tidak ada taman pemakaman umum untuk busi. Hahaha..! Ngawur!

Ketika busi mati tiba-tiba saat dalam perjalanan, maka otomatis Anda harus melepas busi pada saat mesin masih panas. Dan ini efeknya sangat buruk.

Dulu, waktu saya kost di Tanjungduren, Jakarta, saya punya tetangga seorang ojeker yang jorok seperti itu. Dan karena kejorokannya itu, lubang busi motornya jadi aus. Slek. Hingga harus dibubut untuk membuat ulir drat yang baru. Itu akibat sering bongkar pasang busi pada saat mesin panas.

Apakah cuma itu akibatnya?

Tidak! Dia juga harus service besar (turun mesin).

Kenapa bisa sampai separah itu?

Jelas! Dengan tidak mengganti busi secara teratur, maka pembakaran jadi tidak sempurna. Akibatnya banyak kotoran yang menumpuk diruang bakar.

3. Terlalu sering mengganti oli

Banyak aliran sesat yang berkembang dijalanan. Salah satunya adalah paham, "lebih sering ganti oli, lebih baik untuk mesin". Gantilah oli setiap 1,500-2,000 km. Bahkan sekilas saya pernah baca dimedia internet (entah disitus apa saya lupa), ada orang yang menganjurkan setiap 1,000 km.

Oh yea...? Sumpe looh...? Ini dasarnya apa?

Begini, om bro. Yamaha menganjurkan penggantian oli setiap 3,000 km. Sedangkan honda menganjurkan penggantian oli mesin setiap 4,000 km. Hal yang paling pasti dengan terlalu seringnya ganti oli adalah, PEMBOROSAN. Untuk apa kita mengeluarkan biaya yang tidak perlu? Lebih baik gunakan uang itu untuk keperluan lain.

Oohh... Saya banyak uang. Keperluan saya yang lain sudah terpenuhi semua.

Kalau begitu ya... Sedekahkan saja uang itu untuk fakir miskin/anak yatim. Insya Alloh lebih bermanfaat.

Hahaha...! Kenapa malah jadi tausiah?

Tapi, mas bro. Kalau saya mengganti oli terlalu lama, volume olinya berkurang. Surut/menguap.

Itu wajar, om bro. Saya juga. Oli sebanyak 800 ml yang saya isikan kemesin, akan tinggal tersisa 600 ml pada saat penggantian. Tapi itu masih dalam batas normal.. Coba, sebelum mengganti oli, cek pada pen tutup oli. Perhatikan sisa olinya. Volume yang tinggal 600 ml pun masih ada diatas batas minimum. Artinya masih aman. Sangat aman! (Lihat buku manual Anda untuk cara pengecekan oli)

4. Mengganti oli pada saat mesin panas, mengencangkan baut pembuangan oli terlalu erat dan menyemprot/meniup lubang oli menggunakan angin kompresor

Kita bahas satu-persatu...

# mengganti oli pada saat mesin panas

Ini mitos yang sudah ada sejak era 90-an. Jaman eksisnya honda GL, honda astrea, yamaha force one (F1ZR), suzuki jet cooled, suzuki tornado dll. Dan sialnya, aliran sesat ini masih ada saja penganutnya sampai sekarang.
Asumsi mereka adalah, pada saat mesin panas, maka oli yang dikeluarkan jadi lebih tuntas.

Ah, masa sih?

Di buku panduan manual honda fit X 2008, yamaha vega R 2008 dan honda spacy FI 2013, penggantian oli dianjurkan pada suhu normal. Saya rasa merk dan tipe motor lain juga sama.

Lalu seperti apa suhu operasi normal?

Ya, saat mesin hangat. Sekiranya 1-2 jam setelah motor berhenti beroperasi.

Apa akibatnya jika mengganti oli pada saat mesin panas?
Seorang teman, penunggang jupiter Z tahun 2007 mengalami aus pada ulir lubang pembuangan oli. Akibatnya oli bocor, baut tidak bisa rapat, dan harus dibubut.

Seseorang yang tidak saya kenal juga mengalami hal yang sama pada honda kharisma X miliknya, saat kebetulan ketemu dibengkel. Parahnya, lubang pembuangan oli motor honda kan rata-rata ada dibagian bawah blok mesin. Praktis Anda harus turun mesin untuk membubut lubang pembuangan oli tersebut.

Masih kurang?

Keponakan saya penunggang vega R 2006 juga mengalami hal yang sama.

# pengencangan baut pembuangan oli terlalu erat

Kalau ABG, pegangan tangan dengan erat itu indah. Tapi kalau baut tutup pembuangan oli terlalu erat, akibatnya akan sama dengan poin diatas, yaitu ulir (drat) lubang pembuangan menjadi aus bahkan bisa menimbulkan keretakan pada blok mesin disekitar lubang tersebut.

Jika kita mengacu pada panduan manual motor honda, pengencangan harus menggunakan kunci yang ada pengukur torquenya. Tapi saya sendiri selama service motor saya dibengkel resmi, tidak pernah saya lihat mekanik bengkelnya menggunakan kunci semacam itu. Hanya pakai kunci pas biasa. Lagipula, saya lebih suka mengganti sendiri oli motor saya dibanding harus kebengkel.

Lalu bagaimana cara pengencangan baut pembuangan oli yang benar?

Cara saya cukup mudah...
Pada saat memasang baut penutup, ketika putaran baut sudah menyentuh rapat, cukup kencangkan dengan menggunakan satu jari tangan.


Hahaha...! Main debus, mas bro?

Nggak, om bro. Bukan begitu. Maksudnya, tarik/putar kunci pas hanya menggunakan satu jari. Jangan menggunakan 5 jari, apalagi dengan menggenggam dan memutarnya sekuat tenaga.

Emang nggak copot dijalan itu baut, mas bro?
Saya sudah selama hampir 9 tahun memakai cara ini, dan selalu baik-baik saja. Saya pakai cara ini pada motor honda legenda 2002, honda fit X 2008, yamaha vega R 2008, dan honda spacy FI 2013.

Tahukah Anda, bahwa baut penutup lubang oli akan menjadi erat dengan sendirinya seiring pemuaian dari panas mesin?! Jadi, baut yang Anda pasang dengan hanya satu jari, nantinya Anda harus menggunakan 5 jari untuk membukanya.

Bayangkan jika Anda memasangnya sekuat tenaga dengan menggunakan 5 jari, bagaimana Anda akan membukanya dengan 25 jari? Sedangkan total jari tangan dan kaki Anda hanya ada 20?!

Hahaha...!! Becanda, om bro. Yang jelas sih, jika Anda memasangnya terlalu kuat, maka Anda akan mengalami kesulitan saat hendak melepasnya.

# menyemprot/meniup lubang oli menggunakan angin kompresor

Saya pernah bertanya pada beberapa orang teman, "kenapa kalian nggak ganti oli sendiri dirumah"?

Dan sebagian dari mereka menjawab, "kalau ganti sendiri, oli bekasnya nggak keluar semua, karena nggak ditiup pakai angin kompresor".

Benarkah kalau pakai kompresor oli bekasnya akan tuntas keluar semua?

Saya pernah coba dibengkel tetangga. Saya ganti oli disana dan lubang olinya ditiup kompresor. Sampai tidak ada setetespun oli yang jatuh. Bersihkah?

Tidak!

Lho! Kok tidak?

Maksudnya "tidak pada narkoba". Hahaha... Ngawur...

Sebelum baut pembuangan oli dipasang lagi, saya penasaran. Saya miringkan motor spacy saya kesebelah kanan. Kearah lubang pembuangan oli.

Dan ternyata...

Dari lubang itu, oli kembali mengucur dengan deras. Artinya, dengan ditiup kompresor pun oli bekas tidak akan tuntas keluar semua.

Lalu apakah kita harus memiringkan motor supaya oli bekasnya keluar semua?

Tidak juga! Dalam buku panduan manual fit X, vega R dan spacy, hanya diharuskan menopang motor dengan standar utama (standar tengah). Sama sekali tidak ada anjuran untuk meniup dengan kompresor, apalagi memiringkan badan motor. Artinya, oli yang harus dikeluarkan memang hanya sebatas itu. Sebatas yang bisa keluar saat motor berdiri dengan standar utama.
Kemudian saya lihat pada buku panduan manualnya fit X dan spacy, kapasitas oli mesin adalah:

* setelah penggantian periodik: 700 ml
* setelah pembongkaran mesin: 800 ml

Singkatnya, pada saat penggantian oli berkala, memang ada sisa oli yang tersangkut didalam mesin sebanyak +/- 100 ml. Trus ngapain kita harus repot-repot mengeluarkan seluruh oli bekas? Buang-buang waktu dan pikiran serta biaya. Lebih baik waktu dan biayanya dipakai buat ngopi saja diwarungnya mang Udin.

Emang mang Udin buka warung?

Kalau nggak buka, ya, paksa aja suruh buka. Hahaha...!!

5. Mencuci motor saat mesin panas

Biasanya orang-orang melakukan hal ini saat pulang bepergian disore/malam hari. Dengan maksud supaya motor bersih saat masuk garasi/rumah, mereka menyiram/mencuci motornya seketika setelah sampai rumah.

Lalu apa salahnya mencuci motor pada saat mesin panas?

Begini, om bro... Logam yang panas, jika disiram air seketika, maka dapat mengakibatkan perubahan bentuk aslinya. Part-part didalam mesin akan berubah kepresisiannya.

Hal yang paling cepat terasa adalah, mesin akan sulit dihidupkan selepas Anda mencuci motor. Memang hal itu tidak akan langsung terasa, tapi akan terjadi.

Percobaan yang saya lakukan adalah dengan memanaskan kaca tipis, kemudian menyiramnya dengan air. Akibatnya, kaca tersebut pecah berantakan.

Tapi itu kan kaca?

Betul! Begitupun dengan logam. Hanya saja, efeknya tidak spontan seperti kaca. Tapi jika Anda sering melakukannya, percayalah hal itu akan terjadi.

Lalu bagaimana jika kita sedang berkendara, kemudian tiba-tiba turun hujan? Bukankah itu sama saja?

Beda dong... Saat kita berkendara, itu ada panas konstan dari dalam mesin, sehingga akan terjadi keseimbangan antara panas dari dalam dan dingin dari luar. Sedangkan jika kita mencuci motor, pasti kondisi mesin mati kan?

6. Melubangi saringan udara

Pernah dengar motor yang suaranya, "ngoss.. Ngosss.. Ngosss..."?

Hahaha...! Motor apaan itu?

Hiss.. Ada, om bro. Dulu saya juga heran sama suara motor yang seperti itu, terutama pada motor yang sistem pengabutannya masih menggunakan karburator.

Sering saya mendengar suara motor seperti itu, tapi hanya 3 orang yang saya wawancarai.

* keponakan saya sendiri, motornya vega R 2006.
* tetangga saya 2 orang, masing-masing penunggan supra fit new dan mio sporty.

Selidik punya selidik, ternyata suara itu dihasilkan dari hasil melubangi kertas filter udara.

Saat saya tanya satu-persatu, jawabannya sama, "supaya udara mudah masuk dan tenaga motor lebih besar".

Hahaha... Benarkah?

Dan ternyata lagi, anggapan itu semata-mata atas dasar feeling/perasaan. Jadi bukan dengan melalukan serangkaian test yang dapat dipertanggung jawabkan.

Padahal, jikapun benar dengan cara itu power motor jadi meningkat, sebenarnya hal itu punya efek buruk dalam jangka panjang. Dengan melubangi filter udara, praktis banyak udara kotor (debu dll) yang masuk kedalam karburator dan ruang bakar.

Akibatnya...

Dalam jangka pendek, motor jadi susah langsam dan gampang mati saat gas ditutup.
Dalam jangka panjang, debu dan udara kotor yang masuk kedalam ruang bakar, akan mengikis piston dan dinding slinder. Akibat selanjutnya adalah, piston/secher akan lebih cepat aus/koplak yang ditandai dengan keluarnya asap putih dari knalpot motor. Dan kalau itu sudah terjadi, pengobatannya adalah dengan melakukan service besar.

Memang, sekarang ini jaman aneh. Filter udara dan seluruh rangkaian motor itu adalah hasil riset para insinyur. Mereka membuat produk sebaik-baiknya. Eeehh... Kita yang cuma pakai, sok-sokan. Merasa lebih tahu dari insinyur dan para ahli lainnya.

7. Menggunakan BBM pertamax pada motor kompresi rendah

Dari hasil sharing dengan beberapa teman yang sudah bertahun-tahun riding, ternyata banyak dari mereka yang sebenarnya tidak tahu pasti perbedaan antara premium, pertamax dan lain-lain. Mereka tahu hanya dari "katanya".

Bahkan saya pernah konsultasi dengan 2 orang mekanik bengkel (yang ternyata montir ngawur) pun, jawaban mereka hanya berupa asumsi/opini/alibi, atau apa lah istilahnya. Yang jelas tanpa dasar.

Ada 3 alasan umum orang-orang memakai BBM pertamax,

# memakai pertamax agar motor lebih powerfull

Apa salah dan dosanya jika motor kompresi rendah menggunakan BBM oktan tinggi?

Tidak salah... Hanya pemborosan saja. Motor dengan kompresi rendah, cukup pakai pertalite, karena perbedaannya nggak akan terasa secara signifikan. Jika Anda merasa beda jauh, maka percayalah... Itu hanya sugesti saja. Tipuan perasaan.

Lalu bagaimana cara mengetahui rasio kompresi motor?

Cara yang paling tepat adalah membaca buku panduan manual motor Anda. Atau pakai cara yang paling gampang, lihat motor Anda pakai radiator atau tidak? Kalau pakai radiator, berarti rasio kompresi motor Anda tinggi. Pasti diatas 10:1.

Rasio kompresi yang tinggi, membutuhkan BBM oktan tinggi. Rasio kompresi yang tinggi, menghasilkan suhu mesin yang lebih panas, sehingga membutuhkan radiator untuk pendinginan yang optimal.

Demikian sebaliknya...
Motor tanpa radiator, berarti rasio kompresinya rendah. Pasti dibawah 10:1. Artinya, cukup pakai pertalite saja.

Lalu bagaimana dengan premium?

Kalau premium, saya lebih pada masalah subsidi. Saya bukanlah orang kaya, tapi, marilah kita bersikap bijak dengan tidak bergantung pada subsidi. Disamping itu, BBM premium juga secara kualitas paling jeblok. Jadi saya tidak tertarik untuk membahasnya.

Lebih lengkapnya soal perbandingan BBM jenis premium, pertamax, pertamax plus, shell, total dll, silahkan Anda tanya mbah google.

# pakai pertamax sesekali untuk membersihkan saluran BBM dan ruang bakar

Saya tidak akan panjang lebar dipoin ini. Yang lebih jelasnya silahkan Anda baca artikel dari blog kupasmotor: kata siapa pakai pertamax plus bisa membersihkan mesin



# memakai pertamax agar lebih irit

Irit persamaan katanya adalah hemat. Kalau istilahnya sudah hemat, berarti konotasinya uang.

Disini juga saya tidak akan menjelaskan panjang lebar. Silahkan saja Anda bereksperimen, pakai pertalite vs pertamax vs pertamax plus. Lalu Anda konversikan dengan harga masing-masing BBM tersebut.

Berapa hasilnya? Mana yang lebih hemat?

Tapi ingat, harus obyektif. Jangan pakai sugesti, jangan pakai perasaan.

8. Menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi mesin

Sayangnya, poin ini tidak hanya banyak dilakukan oleh pemilik motor, tapi kadang oleh mekanik bengkel juga. Ya tentunya mekanik abal-abal yang melakukan kesalahan separah ini.

Dulu, teman kerja di nyompok, serang, banten ada yang menunggang mio sporty. Suatu ketika dia mengganti oli motornya dengan pertamina enduro standar 20W-50 API SJ - jaso MA. Saya heran dong.. Saya tanya,

"Kenapa bapak pakai oli itu? Itu kan oli motor manual, buat kopling basah?"

Eh ternyata dia nggak faham.

"Orang kata bengkelnya sama aja!"

Hahaha...! Ya iya lah, sama-sama oli. Tapi peruntukannya beda. Untuk motor skutik harusnya pakai oli yang bersertifikasi jaso MB, karena tipenya kopling kering.

Dan hal seperti itu juga pernah saya alami dibengkel tetangga. Saat saya mau beli oli buat honda spacy saya, eh itu mekaniknya nawarin enduro racing. Katanya, "larinya lebih enteng".

Hahaha... Elu pikir gue atlit marathon? Lah... Ngapain punya motor kalau saya harus lari?

Hahaha... Jadi ngawur saya.

Malu saya, punya tetangga bengkel, tapi mekaniknya edan. Enduro racing kan jaso MA. Yang jaso MB ya enduro matic.

Eh, dia bilang, "sama aja".

Lah... Apanya yang sama? Sekarang begini penjelasannya...

...kita nggak usah pakai bahasa yang intelek lah, pakai logika saja.

Kalau memang semua oli sama, trus ngapain itu pabrikan bikin oli yang beda-beda?

Coba tanya mbah gugel, disana banyak sekali artikel yang membahas soal oli, API service, JASO, viscositas oli dll.

Ringkasnya, begini anjuran pabrikan motor untuk spesifikasi oli,

* yamaha manual (sport dan bebek)
Oli yang bersertifikasi JASO MA, viscositas (kekentalan) 20W-40 (silver), atau 10W-40 (gold).
* yamaha matic
Sama. Hanya beda di JASO MB-nya saja.
* honda
Viscositas untuk manual dan matic sama, 10W-30. Jaso MA untuk manual dan jaso MB untuk matic.

Sedangkan untuk API service, syarat minimum API SG. Standar API SJ. Lebih bagus API SL. Silahkan pilih, sesuai kebutuhan dan keuangan.

Oke, om bro?

Kalau sudah, cukup sekian dulu, dan happy riding.

Comments