Mengatasi Lampu Motor Tiba-Tiba Mati dan Tips Sederhana Agar Lampu Awet

Baca Juga

Jika Anda merasa motor produksi jaman sekarang boros lampu dan accu (aki), mungkin ada benarnya. Tapi kebenaran itu tidaklah mutlak.

Ya...

...regulasi pemerintah sejak beberapa tahun terakhir memang mewajibkan kita untuk menyalakan lampu utama walaupun pada siang hari. Dan untuk mendukung peraturan itu, (mungkin) semua pabrikan sepeda motor di Indonesia memproduksi motor-motor terbarunya dengan sistem AHO (Automatic Headlights On). Yaitu, lampu akan otomatis menyala jika mesin dihidupkan.


Lalu, apa maksud masbro dengan kata "tidak mutlak" diatas?

Begini, Om Bro...

Soal boros lampu dan aki, ini yang saya alami,

* boros bohlam dan fitting lampu

Bohlam lampu utama Honda Spacy saya putus pada tahun kedua. Saya rasa ini memang termasuk kategori boros, karena Honda Fit X dan Yamaha Vega R terdahulu saya, lampu utamanya mampu bertahan 3 tahun. Dan sialnya, setiap kematian sang lampu selalu diikuti dengan melelehnya fitting lampu itu sendiri (meleleh di dudukan pantat bohlam).

* boros accu (aki)

Kalau dipoin ini saya kurang setuju. Honda Spacy saya sampai sekarang (sudah tahun ke-4) accu-nya masih segar bugar. Padahal motor saya ini super sibuk, mengingat profesi saya yang sebagai sales motoris kanvas.

Dan memang, logikanya, pabrikan pasti sudah menyiapkan accu yang lebih kuat untuk tugas yang lebih berat. Yaitu tugas menyalakan lampu siang-malam non-stop.

Lalu bagaimana jika lampu motor saya sudah terlanjur mati, Mas Bro?

Ya tinggal dikubur aja, trus siapin tahlilan selama seminggu. Hahaha... Maap, nggak gitu maksud saya, Om Bro.

A. Mengatasi Lampu Utama Motor yang Mati

1. Periksa Bohlam

Sudah pasti, ini komponen yang pertama harus diperiksa. Saya rasa akan jadi lucu kalau saat lampu mati, tapi Anda malah memeriksa ban atau knalpot. Hahaha...! Husss...! Ngawur!

Perhatikan dan pastikan apakah bohlam memang benar-benar putus?!

2. Periksa Fitting Lampu

Jika ternyata bohlamnya tidak putus, maka Anda periksa juga fittingnya. Perhatikan! Apakah fitingnya meleleh dibagian dudukan pantat bohlam? Cek juga pantat bohlamnya, barangkali meleleh juga.

Hal itu dimungkinkan karena lampu yang selalu "on" siang malam, sehingga pada beberapa kasus menyebabkan fitting bohlam meleleh.

Periksa juga socket sambungan dari fitting lampu ke kabel induk. Bisa jadi shocket tersebut kendor (tidak presisi).

3. Periksa Saklar Utama/Saklar Dim (Jauh/Dekat)

Jika kedua komponen tersebut diatas ada dalam keadaan baik, maka periksalah saklar utama dan/atau saklar dim (untuk motor sistem AHO hanya ada saklar dim saja).

Saya pernah salah dalam menangani lampu utama yang mati. Saya baru tahu masalah saklar justru setelah saya membeli bohlam dan fitting baru.

Cobalah Anda lepas saklar-saklar tersebut, kemudian lakukan sambungan langsung pada shocket saklarnya. Caranya bisa dengan menyelipkan sepotong kabel (kawat) kedalam socket. Dengan cara itu, lampu akan menyala jika masalahnya ada pada saklar.

Dalam keadaan darurat, Anda dapat membersihkan saklar-saklar tersebut dengan merendamnya sebentar menggunakan bensin. Tujuannya untuk membersihkan kotoran yang mungkin mengganggu kinerja saklar. Tapi ingat! Saklar harus benar-benar sudah kering sebelum memasangnya kembali. Jika tidak, dikhawatirkan dapat menimbulkan percikan api dari kelistrikan pada saat Anda meng-on-kan saklar tersebut.

Namun jika Anda ragu dengan keamanan cara itu, maka sebaiknya beli saja saklar yang baru.

B. Tips Sederhana Agar Lampu Motor Awet

1. Gunakan Bohlam Original

Ini teori dasar yang sudah terbukti.

Menggunakan bohlam KW (non-original), selain tidak tahan lama, juga sorot cahaya dari sinar lampu tersebut kurang baik. Yang paling umum, sorot lampunya "pecah", tidak terfokus pada satu arah. Dan pecahnya sorot lampu dari bohlam tersebut, selain tidak baik untuk pandangan Anda, juga mengganggu (menyilaukan) pandangan pengendara lain dari arah yang berlawanan.

Emang kalau lampu KW nggak ada yang bagus, Mas Bro?

Ada! Banyak! Tapi pasti sedikit banyaknya akan ada kekurang cocokan dengan spesifikasi motor kita.

Contoh kasus...

Saya pernah mengganti bohlam lampu utama Spacy FI saya dengan bohlam non-ori. Tapi saya nggak neko-neko. Walaupun KW, saya tetap membeli bohlam yang karakternya mirip dengan bohlam original. Cahayanya memang terang, sorotnya terfokus sempurna. Pokoknya bagus deh. Tapi siapa sangka kalau ternyata suhu bohlam tersebut menjadi sangat panas pada saat lampu on.

Dan karena motor saya jenis AHO, lama-kelamaan kap lampu depan saya meleleh. Eddiiyyyaaann...

2. Gunakan Lampu Dim Jarak Jauh di Siang Hari

Biasanya, bohlam akan lebih dulu mati pada sorot jarak dekatnya. Itu wajar karena kebanyakan orang lebih sering menggunakan lampu jarak dekat, baik siang ataupun malam.

Menggunakan lampu dim jarak jauh pada siang hari dan menggunakan lampu jarak dekat pada malam hari, terbukti membuat bohlam lebih awet. Itu logis karena adanya keseimbangan pemakaian pada dim jarak jauh dan jarak dekat.

Penggunaan dim jarak jauh disiang hari tentu aman dari "omelan" orang lain, karena pada siang hari, sorot lampu motor tidak akan terasa menyilaukan bagi pengendara dari arah yang berlawanan.

Sebenarnya ada cara yang lebih efektif (khususnya untuk motor penganut AHO), yaitu dengan cara membuat saklar/stop kontak sendiri. Jadi Anda akan dengan mudah mematikan lampu pada saat tidak diperlukan.

Tapi secara pribadi saya tidak menyarankan cara ini karena tidak akan efektif untuk Anda yang sering bermotor dijalan raya.

Buat apa kita bikin stop kontak kalau tetap harus menyalakan lampu dijalan raya? Sedangkan kalau kita tidak menyalakan lampu utama, maka jelas kita melanggar aturan. Meningkatkan potensi kecelakaan dan potensi ditilang oleh polisi.

Disamping itu, saklar modifikasi sendiri cenderung tidak awet. Saya dan beberapa orang yang memakai cara ini, mengalami kerusakan saklar hanya dalam beberapa bulan.

Nah... Pemasangan saklar modifikasi itu sendiri harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli dengan peralatan yang memadai. Salah-salah, susunan perlampuan motor Anda bisa jadi malah berantakan.

Oke, Om Bro/Tante Sist. Sekian dulu dari saya, selamat berkendara...
Wassalam...

Comments

  1. Saya juga pernah ngalamain mas e motor mio mogok tiba tiba. masalah terselesaikan dan akhirnya saja juga nulis tentang mengatasi motor mogok tiba tiba dan semoga apa yang saya bagikan bisa bermanfaat seperti pada artikel blog ini. maju terus dunia otomotif tanah air.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Om Bro. Menulis dari pengalaman pribadi itu lebih bisa dipertanggung jawabkan.

      Delete

Post a Comment