Mengobati Alergi Dingin (Biduran) dengan Mandi Air Hangat

Baca Juga

Walaupun tidak sakit, tapi sangat menderita. Itu kira-kira yang saya rasakan. Yah... 5 malam (hampir) tidak bisa tidur (sama sekali) karena bentol dan gatal disekujur tubuh saya.

Bagaimana bisa separah itu?

Ini semua gara-gara saya percaya pada mitos, "kalau alergi dingin (biduran) lagi kambuh, jangan kena angin dan air". Alhasil, 5 hari saya nggak mandi dan nggak keluar rumah. Anda pasti tidak akan mau mencium saya waktu itu. Hahaha...!!!


Tapi saya masih beruntung. Saya bersyukur punya istri yang sholehah. Istri yang tetap memeluk saya walaupun saat itu badan saya bau mahluk 7 rupa. Hahaha...!!

Dari beberapa sumber yang saya baca dan dengar, alergi dingin lebih merupakan sebuah kelainan genetika dari pada sebuah penyakit. Ada banyak obat anti alergi (antihistamin), tapi sejatinya obat-obat itu hanyalah untuk meredam gejalanya saja, dan tidak menyembuhkan secara total.

Pertama kali saya terkena alergi dingin pada tahun 1993 saat usia saya baru 11 tahun. Saat itu saya hanya mendapatkan pengobatan tradisional dengan mandi asap tikar mendong.

Mandi asap?

Iya. Jadi begini...

Tikar tradisional yang terbuat dari batang-batang mendong, dibakar. Lalu saya berdiam diri disekitar pembakaran tikar tersebut, supaya badan saya terkena asapnya. Dan saya tidak boleh mandi sampai gejalanya sembuh.

Saya tidak ingat berapa lama saya mengalami alergi dingin saat itu. Saya juga tidak tahu apakah cara itu benar-benar mengobati? Tapi setelah kejadian itu, Alhamdulillah alergi saya nggak pernah kambuh lagi.

Eh ternyata, 24 tahun kemudian, tepatnya pada bulan September 2015 saya mengalami alergi dingin lagi. Dan seperti yang saya ceritakan diatas, saya tidak mandi selama 5 hari. Saya masih bertahan dengan paham "tidak boleh mandi dan keluar rumah". Saya hanya mengobatinya dengan cara membalurkan parutan kunyit disekujur tubuh saya setiap malam.

Alhasil, seluruh tubuh beserta pakaian saya kotor oleh noda kunyit. Untung saja kunyit warnanya kuning. Bayangkan kalau warnanya hijau, apa saya nggak jadi "hulk"? Hahaha...!

Pada sore hari ke-5 saya sudah tidak tahan lagi karena ternyata kunyitpun hanya mengurangi gejala gatalnya saja. Tidak mengobati secara tuntas. Akhirnya saya pergi berobat ke dokter Bowo, spesialis kulit di Banjar - Jawa Barat. Disana, saat diperiksa, saya sempat bertanya, "Kalau alergi cuaca dingin (biduran) seperti ini boleh mandi nggak, Dok?"

Ternyata jawaban dokter sungguh mengejutkan saya, "Ya mandi lah. Kalau nggak mandi justru malah makin gatal karena badan kotor".

Dokter Bowo tidak menjelaskan secara rinci mengenai mandi air dingin atau air hangat. Yang jelas, saya segera menebus obat dari resep dokter, pulang dan langsung mandi air hangat.

Alhamdulillah... Malam itu alergi saya tidak kambuh lagi. Sembuh tanpa bekas.

Saat itu saya belum bisa menyimpulkan, kesembuhan saya karena obat dari dokter atau karena mandi air hangat? (Mungkin karena keduanya). Barulah setahun kemudian, tepatnya bulan Agustus 2016 saya bisa menyimpulkannya.

Saat itu, pulang kerja sore hari saya kehujanan. Dan seperti tahun sebelumnya, alergi saya kambuh lagi. Saya tidak buru-buru kedokter atau membeli obat ke apotek. Saya hanya mandi air hangat sesampainya dirumah. Dan...

...Alhamdulillah... Alergi saya nggak jadi kambuh.

Nah, dari apa yang saya alami tersebut, kesimpulannya adalah:

* Alergi cuaca dingin bukanlah suatu penyakit, tapi merupakan kelainan genetika.

* Alergi cuaca dingin dapat kambuh sewaktu-waktu, tapi tidak bisa dipastikan dengan suhu lingkungan tertentu (tidak selalu kambuh pada saat cuaca dingin).

* Alergi cuaca dingin belum pernah ada obatnya yang permanen (menurut dokter dan mbah google), hanya ada obat untuk mengobati gejalanya.

* Mandi air hangat bukan hanya mencegah, tapi juga mengobati gejala alergi cuaca dingin.

***

Selain cara saya diatas, Anda dapat pula melakukan cara lain yang dirasa cocok. Berikut ini 11 cara lain yang saya rangkum dari halosehat.com

1. Berobat ke dokter

Ini cara terbaik untuk diagnosa yang jelas. Dari dokter, Anda bisa mendapatkan metode pengobatan yang terbaik.

2. Minum antihistamin

Seperti yang saya singgung diatas, sejatinya obat antihistamin bukanlah menyembuhkan secara total, tapi hanya membantu meredakan gejala gatalnya. Ini bisa menjadi pilihan jika Anda terserang alergi diwaktu atau tempat yang tidak memungkinkan untuk Anda mandi air hangat.

3. Tidak makan/minum yang dingin

Ini dasar sekali. Ketika Anda menderita alergi dingin, tentu Anda harus menghindari makanan/minuman dingin.

4. Memakai jaket/pakaian tebal

Pakaian tebal dapat melindungi Anda dari suhu dingin ekstrim. Dengan memakai pakaian tebal, akan mengurangi resiko Anda terserang alergi dingin.

5. Selalu sedia suntikan andrenalin

Ini diperlukan jika alergi Anda dalam tahap yang membahayakan. Tapi tentu harus dengan resep dari dokter.

Dari beberapa artikel yang saya baca, saya menemukan keterangan bahwa alergi dingin bisa menjadi berbahaya jika menyerang saluran pernafasan.

6. Menghirup uap panas

Cara ini dapat membantu Anda menaikkan suhu tubuh dari dalam.

7. Makan makanan bervitamin D

Pada beberapa kasus, vitamin D dapat membantu penyembuhan alergi dingin.

8. Menggunakan bedak/lotion

Beberapa orang kadang mengalami kesulitan dalam mengkonsumsi obat. Dalam kasus seperti ini, bedak/lotion bisa menjadi pilihan. Tentunya bedak/lotion yang diformulasikan untuk meredakan gatal.

9. Merendam kaki dengan air hangat

Jika cara mandi air hangat tidak mungkin dilakukan (misalnya alergi pada anak/balita), maka ini bisa jadi pilihan. Merendam kaki dengan air hangat dapat membantu menaikkan suhu tubuh dan mengurangi gejala alergi dingin.

10. Minum air kelapa

Kandungan air kelapa dipercaya dapat menetralisir racun dalam tubuh. Bahkan pada kasus yang lain, kakak ipar saya sembuh dari kista didalam rahimnya dengan rutin minum air kelapa selama 6 bulan.

11. Berjemur

Seperti saya sebutkan pada nomor 7 diatas, bahwa vitamin D dapat membantu penyembuhan alergi dingin. Berjemur dibawah sinar matahari pagi dipercaya dapat mengubah pro-vitamin D menjadi vitamin D.

***

Oke pemirsa... Selamat menggaruk. Hahaha...! Salah!

Demikianlah cerita dari saya. Sampai jumpa pada waktu dan kesempatan yang sama...
Hahaha... Kayak penyiar radio.

Yah, pokoknya; semoga bermanfaat saja lah...
Wassalam...

Comments