Tips Melamar Kerja: 5 Langkah Tepat Bagi Pemula

Baca Juga

Pernahkan Anda menemukan kalimat, "tips sulit mencari kerja"? Saya yakin tidak!? Ada banyak sekali informasi yang beredar didunia maya tentang "cara cepat mendapat pekerjaan". Padahal bagi saya, semua itu hanyalah "hoax"!

Lho...?! Kenapa saya bilang hoax?

Ya! Link dari antaranews ini saja menyebutkan, angka pengangguran di Indonesia pada 2016 mencapai 7,02 juta orang. Dan itu (katanya) angka teredah sejak reformasi. Berarti berapa juta orang ditahun-tahun sebelumnya?

Jika memang benar apa yang beredar diinternet, bahwa dengan tips itu kita akan cepat mendapatkan pekerjaan, saya yakin tidak akan ada lagi pengangguran di Republik Indonesia ini.

Masuk akal, kan?

Tapi faktanya? Inilah yang terjadi didunia nyata. Ini yang seharusnya Anda lakukan, wahai para pencari kerja...

Ini yang mana? Ya... Yang dibawah ini... Hahaha... Ana ini ana ini apaan sih?

Dibawah ini bukanlah tips cara cepat/mudah mendapatkan pekerjaan, tapi cara yang benar untuk mendapatkan pekerjaan idaman, tanpa harus nganggur dulu sebelumnya. Yuu... Kita simak...


1. Mencari informasi dari kerabat

Ini adalah cara tercepat, teraman dan terhemat.

# cepat
karena dengan rekomendasi "orang dalam", biasanya Anda tidak harus melalui tahap recruitment yang rumit. Hanya intrerview dan rangkaian test standar saja.

# aman
karena kecil kemungkinan kerabat Anda akan menipu Anda. Kecuali kerabat yang tidak beradab. Hahaha...!

# hemat
karena Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Misalnya untuk pembuatan CV yang bermutu tinggi, termasuk untuk cetak foto dan lain-lain.

Dengan rekomendasi dari teman/kerabat, Anda tidak perlu menyiapkan banyak lamaran kerja. Anda juga tidak perlu keluar banyak biaya untuk ongkos mondar-mandir, walkin interview dan sebagainya.

Namun, tidak selamanya kita punya kerabat yang bisa membawa kita masuk keperusahaan tempatnya bekerja. Jika memang seperti itu, maka Anda harus mencari sendiri lowongan kerja, dari iklan-iklan dimedia massa.

2.  Memilih iklan yang benar dari media massa

Jika Anda membeli surat kabar (kompas/pos kota) edisi hari Sabtu dan Minggu, disana Anda akan banyak mendapati iklan lowongan kerja. Begitu juga jika Anda tanya mbah google, maka akan ada banyak sekali iklan lowongan kerja diinternet.

Tapi Anda harus hati-hati jika memilih lowongan kerja melalui media-media ini. Ada banyak penipuan disana.

Lalu bagaimana caranya membedakan lowongan yang benar dan yang penipuan? Silahkan Anda baca tips terhindar dari penipuan lowongan kerja

3. Melamar pekerjaan yang "tidak enak"

Haahhhh....?! Apa maksudnya?

Hahaha... Tenang! Jangan panik, om bro.

Om bro sudah pernah makan mendoan? Cobain deh kalau belum pernah. Mantap, om bro. Hahaha...!

Begini, om bro...

Kita semua pasti ingin mendapat pekerjaan yang "enak", yang sesuai dengan keahlian yang kita miliki. Tapi Anda juga pasti tahu, jumlah lapangan kerja dijaman sekarang ini cuma sedikit. Sedangkan pencari kerja banyak.

Maksud saya disini, bukan berarti Anda tidak boleh melamar pekerjaan yang Anda inginkan. Tentu saja boleh, bahkan harus. Tapi Anda tidak boleh hanya fokus pada target Anda saja. Karena seringkali bidang pekerjaan yang Anda inginkan hanya ada sedikit lowongannya. Apalagi jika yang Anda inginkan adalah jabatan seperti staff bagian ADM dan sebagainya. Yang intinya "kerja kantoran".

Hahaha.. Nggak jelas banget kalimatnya ya? Nggak apa lah, asal Anda paham maksudnya.

Dibidang "kerja kantoran" seperti itu, tinggi persaingannya, sedikit lowongan kerjanya, dan banyak syarat-syaratnya. Seperti misalnya, ijazah minimal S1, berpengalaman minimal 2 tahun, perempuan yang belum menikah, dan sebagainya.

Lalu bagaimana jika Anda laki-laki lulusan SMA tapi menginginkan pekerjaan itu? Apakah Anda akan melamar kerja disana dengan memakai rok mini?

Hahaha... Gile lu, ndro...!

Sepengalaman saya, laki-laki yang hanya lulusan SMK juga bisa meraih pekerjaan seperti itu. Tapi tentu dengan proses yang lebih panjang dan berat.

Dan jika Anda juga merasa kesulitan mendapat pekerjaan yang Anda inginkan, maka mulailah dengan melamar pekerjaan yang tidak Anda inginkan.

Apa pekerjaan itu?

* waiter/waitress restoran,
* salesman/salesgirl perusahaan distribusi, atau
* SPG/SPB.

Tiga jenis pekerjaan diatas lah yang paling mudah untuk diterima. Itu dimungkinkan karena peminat dibidang itu relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan bidang lain.
Lalu bagaimana jika saya tidak betah dengan pekerjaan tersebut?

Maka lanjutkan ke poin nomor 4...

4. Tanamkan fikiran "tidak mau menganggur"

Biasanya, fikiran "tidak mau nganggur" lebih bisa dimiliki oleh orang yang merantau kedaerah lain. Tapi Anda yang bukan perantau pun tetap bisa memiliki fikiran seperti itu.

Kenapa saya harus memaksakan fikiran seperti itu dalam diri saya?

Karena 3 hal,

# pertama,
entah ini mitos atau fakta, yaitu, seseorang akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan jika dia dalam keadaan menganggur. Tapi yang saya dan teman-teman alami memang begitu. Setelah saya mendapat satu pekerjaan, ada saja tawaran pekerjaan lain. Bahkan lamaran-lamaran kerja yang lama, yang sudah saya lupakan, pun tiba-tiba menelfon untuk wawancara.

Nah, jika Anda berada dalam situasi seperti itu, Anda tinggal pertimbangkan saja jika salah satunya adalah bidang pekerjaan yang Anda minati.

Namun jika Anda belum kunjung mendapat tawaran pekerjaan yang lebih baik, maka tetaplah bertahan ditempat Anda sekarang bekerja. Tanamkan fikiran "tidak mau nganggur" itu tadi.

Saya sendiri baru bisa mendapatkan pekerjaan yang saya impikan setelah 3 tahun bekerja sebagai waiter. Dan selama itulah saya terus mengirimkan lamaran pada bidang yang saya minati. Setidaknya seminggu 1-2 lamaran saya kirimkan selama 3 tahun tersebut.

# kedua
pekerjaan yang Anda rasa tidak cocok, justru merupakan tempaan, didikan untuk membentuk diri Anda menjadi pribadi yang tangguh dan profesional.

Jika Anda bisa menjadi tangguh dan profesional dibidang yang tidak Anda sukai, maka PASTI Anda akan lebih tangguh lagi dibidang yang Anda sukai.

# ketiga
kita tidak pernah tahu, pekerjaan apa yang sebenarnya terbaik untuk kita. Bisa jadi, bidang yang tidak Anda sukai, justru itulah yang terbaik menurut takdir rizki Anda. Bisa jadi, justru Anda akan sukses dibidang yang tidak Anda sukai.

Ingatlah, bahwa rizki, jodoh dan maut, Tuhan yang menentukan. Kita hanya wajib mengusahakannya untuk yang terbaik.

5. Tentukan pilihan antara terus mencari atau membuka usaha sendiri

Jika Anda sudah mampu menjalankan sampai poin nomor 4 tadi, maka sekarang Anda harus menentukan langkah berikutnya. Sampai disini barulah Anda bisa mencoba tips yang banyak beredar diinternet, seperti artikel pada jobsdb: cara cepat diterima kerja

Teruslah mengirim lamaran dengan tetap menjalankan pekerjaan Anda yang sekarang. Jangan berhenti bekerja sebelum Anda mendapatkan pekerjaan baru.

Atau jika Anda lebih memilih untuk berwirausaha, maka sesungguhnya itu lebih baik.

Namun jika Anda bingung harus memulai darimana....

...Anda bisa mulai dari artikel sinergi 3 usaha kecil

Oke. Saya rasa cukup jelas.
Selamat berjuang!

Comments