Skip to main content

Tips Safety Riding: Periksa 10 Bagian Sepeda Motor ini Agar Aman Berkendara

Baca Juga


Kali ini nggak pakai muqoddimah deh. Langsung ke poin pokok saja.

Bismillah...

Berikut ini poin-poin yang harus diperhatikan demi keamanan dan kenyamanan bermotor.

1. Periksa BBM. Jika tinggal 1/4, isi lagi


Banyak orang beranggapan, kalau motor injeksi kehabisan bensin, maka injektornya akan rusak, karena pompa vacum (injektor) akan masuk angin. Maka dari itu Anda harus mengisi bahan bakar ketika sisa dalam tangki tinggal 1/4 kapasitas full.

Pertama yang perlu digaris bawahi adalah, bahwa kekhawatiran injektor akan segera rusak adalah "mitos". Sejatinya, injektor akan segera memompa ulang bahan bakar pada saat kunci kontak di on-kan setelah Anda mengisi bahan bakar.

Artikel punya ridergalau berikut ini bisa jadi referensi: efek motor injeksi kehabisan bensin

Kemudian yang kedua, anjuran untuk mengisi bahan bakar pada saat sisa tangki tinggal 1/4, sebenarnya sudah ada sejak jaman motor karburator. Jadi, jika Anda tidak tahu hal itu, berarti Anda tidak membaca buku panduan manual motor Anda sendiri.

Kenapa Anda sampai tidak sempat membaca buku panduan motor Anda?

Kemungkinan karena Anda terlalu sibuk membaca status facebook mantan pacar.

Hahaha...!! Move on dong, Om Bro!

Intinya, Anda tidak perlu paranoid dengan mitos injektor rusak, tapi Anda juga harus selalu menjaga agar tangki motor jangan sampai kering. Karena kalau sering-sering, bisa jadi mitos itu akan menjadi kenyataan. Lagi pula, sulit untuk saya membayangkan andai melihat Anda yang gagah menunggang Ninja 250, membonceng pacar dijok belakang yang nungging, tapi kemudian harus bersimbah keringat karena mendorong Ninja Anda yang kehabisan bensin.

Hahaha.. Kasihan make up pacar Anda luntur kena keringat.

2. Periksa dan stel rem. Jangan melewati tanda "∆"



Pada umumnya, rem jenis cakram (disc brake) tidaklah memerlukan penyetelan apapun, selama kanvas dan minyak rem ada dalam kondisi layak.

Namun bagi Anda yang (masih) menunggang motor dengan rem tromol diroda belakang (seperti saya), Anda akan menemukan tanda "∆" (segitiga) diarea drum rem tromol dan pada lengan rem. Perhatikan! Jika dua tanda "∆" itu sudah bertemu, itu artinya kanvas rem Anda sudah habis dan harus segera diganti.

Dan untuk resiko jika rem blong, saya rasa kita semua sudah tahu bahayanya.

3. Periksa oli mesin. Bila berubah warna dan berbusa, segera ganti

Intinya sih, jika oli terlihat tidak normal, segera ganti. Jika oli terlihat normal, maka gantilah oli sesuai jadwal perawatan berkala.

Artikel selengkapnya mengenai oli, Anda bisa mulai membaca dari: tips memilih oli yang tepat

4. Periksa dan stel tekanan angin ban sesuai standar dan periksa telapaknya

Cara paling tepat adalah dengan menggunakan alat pengukur tekanan angin. Tapi jika Anda tidak memilikinya, Anda cukup menggunakan cara yang sederhana.

Pertama Anda bawa motor Anda kebengkel. Sesuaikan (isi) tekanan anginnya sesuai anjuran yang ada pada buku panduan motor Anda masing-masing.

Setelah tekanannya tepat, Anda tekan itu ban, dan rasakan serta rekam perkiraan tekanannya dimemori otak Anda. Selanjutnya rekaman memori itulah yang akan menjadi patokan pengukuran tekanan angin ban tersebut.

Walaupun cara ini sebenarnya tidak benar, tapi paling tidak itu lebih baik daripada tidak ada pemeriksaan sama sekali.

Hal yang kadang saya temui dijalan (terutama dikota besar) adalah, seseorang mengisi tekanan angin ban motornya dibawah angka yang dianjurkan (rada kempes dikit). Hal itu didasari pada teori ban pecah pada kondisi panas.

Memang benar, pemuaian dari suhu panas bisa meningkatkan tekanan angin. Tapi dalam kondisi ban layak pakai, maka hal itu tidak akan terjadi. Justru dengan tekanan angin ban yang terlalu rendah, mesin motor jadi lebih berat dalam menarik perputaran roda. Dan yang pasti, akibatnya akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros, dan juga akan membuat telapak ban lebih cepat rusak. Menjadi retak dan sebagainya, serta berpotensi merusak velg roda jika secara tidak sengaja Anda menghantam lubang dijalanan.

Selain dari soal tekanan angin ban, Anda juga perlu memeriksa telapak ban, apakah masih layak pakai atau tidak. Periksa terhadap benjolan dan retakan serta benda-benda asing seperti alien atau UFO.

Hahaha...! Ngawur Om Bro ini. Maksudnya benda-benda asing seperti paku atau logam tajam lainnya. Juga periksa ketebalan profil ban. Pastikan profil ban masih diatas batas keausan.

5. Periksa lampu dan sein

Sebagai penunggang motor, saya suka kesal jika ada seseorang bermotor didepan saya yang berbelok tanpa memberikan tanda lampu sein. Apa lagi kalau ada yang berkendara dimalam hari dengan lampu padam. Hadeuuuhhh... Pengennya itu saya kejar dia, trus saya tabokin, trus saya kasih dia duit buat beli lampu motor. Tapi apa daya, nggak ada duitnya... Hahaha...!!

6. Periksa fungsi stang kemudi

Nah, ini paling bahaya! Anda harus pastikan stang kemudi bekerja dengan baik. Tentu jadi lucu kalau stang kemudi lurus kedepan tapi roda belok ke kanan?

Hahaha...!!! Ya nggak separah itu juga, Om Bro.

Utamanya, pastikan stang lurus dengan roda, dan bantalan stang (komstir) tepat setelannya.

Terlalu kencang setelan komstir, akan mengakibatkan stang berat (seret). Susah lurus dan susah berbelok dengan cepat dan tepat. Sedangkan jika setelan komstir terlalu longgar, akibatnya motor akan limbung, nggak stabil. Kayak orang mabok AO. Hahaha ...!!

7. Periksa kekencangan rantai roda

Rantai roda (bagi motor manual) juga tidak boleh luput dari perhatian. Pastikan kekencangan roda disetel dengan tepat (lihat buku panduan manual).

Umumnya, jarak main bebas rantai roda adalah 1,5-2,5 cm (tergantung tipe motor dan anjuran dari pabrikan).

Perhatikan jika setelan rantai roda terlalu kencang, akibatnya roda sulit berputar, rantai beresiko putus dijalan. Sedangkan jika setelan rantai terlalu kendor, beresiko terlepas dari gir roda itu sendiri.

Resiko terburuk dari kejadian seperti itu adalah, jika rantai terjepit diantara tromol dan arm, maka putaran roda akan berhenti sekaligus. Akibatnya motor akan nylarak dan njempalik!

Hahaha...! Bahasa mana itu? Yah begitulah. Bahasa apa aja yang penting sama-sama gila. Hahaha...!!!

8. Periksa fungsi kaca spion



Poinnya adalah, periksa arah kaca spion agar tepat untuk melihat kebelakang.

Ini ada cerita lucu nih. Sering lho saya lihat dijalanan, motor yang memakai kaca spion kecil banget, segede upil.

Hahaha...!!! Upilnya siapa yang segede spion?

Sejatinya, kaca spion kan dibuat untuk melihat kebelakang, supaya aman saat kita hendak berbelok. Lah kalau kacanya kecil begitu, gimana bisa melihat kebelakang? Buat nyari jerawat aja susah, Om Bro.

Saya pernah tanya 3 orang yang pakai kaca spion tidak standar begitu. Ini jawaban mereka,

* aahhh... Yang penting nggak kena polisi.

Ini kurang kesadaran. Asal pakai spion asal nggak ditilang polisi. Bahayanya tanpa spion saat berbelok dan sebagainya, itu bahaya buat pengendara lain dan Anda sendiri. Bukan bahaya buat polisi. Kalau bahayanya buat polisi sih, bodo amat!

Hahaha..!! Maap bu polwan, cuma bercanda.

Kok minta maafnya cuma sama polwan doang?

Iya lah. Saya kan lelaki tulen, jadi nggak suka laki-laki. Emangnya ekeu cowok apaan?
Hahaha...! Apa urusannya?

* spion standar jelek, kegedean, malu-maluin, kayak tangan orang lagi berdo'a, amin... Amin... Amin...

Hahaha...!!! Sumpah ini asli keponakan saya sendiri yang jawab kayak gitu. Padahal, alasan jelek, malu, emang siapa yang mau malu-maluin? Alasan kayak lagi berdoa, bukannya bagus?! Biar selamat dalam perjalanan.

Hahaha...! Hadeuuuhh... Begitulah anak muda.

* yang ketiga lebih gila lagi. Masa dia jawab begini, "! Nggak bisa lah pakai spion standar".

Saya heran dong, saya tanya lagi, "kenapa nggak bisa".

Jawab dia, "ya nggak bisa lah. Kalau spionnya pakai standar, trus standarnya pakai apa? Trus gimana kalau mau parkir? Motor gue nggak bisa berdiri dong?"

Hahaha...! Monyong emang ini orang. Malah bercanda.

9. Periksa kelancaran handle gas



Teman saya, dulu, namanya Didin (almarhum), punya motor Supra X 2005. Itu motornya tuh putaran gasnya suka macet. Jadi kalau lagi bermotor, dia bisa lepas tangan dan motornya maju terus karena gasnya nggak balik nutup.

Kelihatannya sih seru. Tapi sebenarnya itu bahaya. Kalau putaran gas tidak normal, sebaiknya bawa kebengkel terpercaya untuk diperbaiki. Dikhawatirkan gas akan macet saat putaran tinggi.

Saya pernah mengalami hal itu saat di fly over Roxy, Jakarta. Gas motor Honda Legenda saya macet saat putaran tinggi. Wah, itu. Setengah mati saya ngerem sambil buru-buru matiin mesin. Untung saja lalu-lintas saat itu terbilang lancar.

10. Periksa kekencangan poros roda



Kalau dulu, poros roda suka ada pin pengaman diluar mur. Tapi motor jaman sekarang sudah nggak pakai lagi. Jadi sebaiknya Anda rajin memeriksa kekencangannya.

Nggak harus sering-sering amat sih... Anda bisa melakukannya sambil mencuci motor misalnya..

Oke, Om Bro. Sekian dulu bahasannya. Happy riding dan...
Wassalam...

Comments

Post a Comment