Kerugian Merokok Selain Bagi Kesehatan: Inilah yang Langsung dan Nyata!

Baca Juga

Mungkin Anda pernah mendengar ejekan (candaan) seperti ini, "Elu nggak ngerokok? Masa' kalah sama banci? Banci aja ngerokok!" Dari situ timbul umpan balik, "Berarti kalau ngerokok jadi kayak banci dong?" Hahaha...!! Ya nggak juga! Dan ngapain juga jadi ngomongin banci sih? Hahaha...!!

Begini...

Jika diperhatikan dari judul diatas, mungkin Anda akan berfikir bahwa saya ini bukanlah seorang perokok, makanya membuat artikel seperti ini. Tapi Anda SALAH! Saya perokok (lumayan) berat. Saya merokok dari usia 4 tahun sampai usia saya sekarang sudah 35 tahun. Berarti sudah 31 tahun lamanya dan sampai sekarang belum bisa berhenti. Bahkan selama periode 2007 sampai 2011, saya (hampir) selalu menghabiskan 40 batang rokok per-24 jam.

Kalau saja ditahun 80-an sudah ada undang-undang perlidungan anak, mungkin bapak saya kena pasal karena membiarkan seorang balita merokok. Untung saja saat itu belum ada. Kan kasihan bapak saya...? Hahaha...!!


Ada banyak sekali orang yang mengatakan tentang keburukan (dampak negatif) merokok bagi kesehatan. Tapi jarang sekali orang yang melihat dari sisi lain. Maka dari situlah saya mulai membuat artikel ini dengan isi yang sejujurnya.

Dua fakta penting lainya yang menarik adalah...

...jika Anda pernah membaca artikel tentang "cara berhenti merokok", maka saya jamin itu adalah 99% TEORI! Karena sepanjang perjalanan hidup saya sampai saat ini, saya baru menemukan 2 hal yang mampu menghentikan kebiasaan merokok seketika, yaitu,

1. Sakit parah,

Setidaknya ada 4 orang yang saya kenal, yang berhenti merokok karena sakit. Dan ada banyak orang yang tidak saya kenal, yang saya hanya dengar ceritanya dari mulut-kemulut.

2. Niat yang sungguh-sungguh

Jarang sekali orang yang berhenti merokok hanya karena niat. Tapi bukan berarti tidak ada. Mertua saya berhenti merokok bukan karena sakit. Beliau berhenti begitu saja tanpa sebab yang kuat. Hanya niat dan sedikit harapan untuk dapat berhemat.

Nah, itu ada tujuan berhemat?!

Tidak juga! Selama tidak ada niat yang bulat, tujuan berhemat hanya akan mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap. Atau hanya akan mengganti rokok yang mahal dengan rokok yang murah. Bahkan dikampung saya, seorang perokok yang hemat rela menghisap tembakau irisan dengan "melintingnya" sendiri.

Nah, sebelum masuk ke sesi keburukan, saya rasa Anda juga perlu tahu bahwa merokok pun punya sisi keuntungan. Cobalah simak efek posisif (bagi yang sudah kecanduan) berikut ini,

1. Lebih mudah bergaul

Bagi yang bukan perokok, bisa jadi hal ini justru dianggap "salah pergaulan". Tapi bagaimana jika yang dimaksud adalah pergaulan dilingkungan yang wajar?

Maksudnya begini...

Orang yang tidak merokok, cenderung lebih mudah merasa jenuh, sehingga tidak betah berlama-lama saat bercengkerama dengan kerabat / teman / saudara. Berbeda dengan seorang perokok yang lebih betah bercengkerama bahkan dengan orang yang baru dikenalnya.

Saya sering (bahkan sudah lama) memperhatikan orang-orang yang bukan perokok. Saya menangkap pola yang sama, yaitu jarang keluar rumah dan tidak suka berkumpul (dengan teman / kerabat) dalam waktu lama.

2. Lebih mudah mengendalikan emosi

Bagi yang bukan perokok, tentu tidak ada hubungannya antara rokok dengan pengendalian emosi. Tapi bagi saya, ini menjadi sangat penting.

Dari hasil sharing dengan teman ditambah hasil searching dari mbah google, seseorang selalu menghisap rokok pada saat tertekan, stress, sedih dan emosi. Faktor inilah yang paling berperan dalam menggagalkan usaha seseorang untuk berhenti menghisap rokok.

Nah, kira-kira hanya 2 hal itu sajalah yang bisa saya anggap sebagai kebaikan merokok. Selebihnya, selain bahaya untuk kesehatan, merokok juga memiliki beberapa dampak negatif sebagai berikut,

1. Lambat dalam pekerjaan

Lambat yang saya maksud bukan berarti gerakan Anda jadi slow motion (kayak difilm). Hahaha...!!

Maksudnya, lambat = menghambat.

Contohnya begini...

* Pagi hari sebelum berangkat kerja, saya berkemas dengan sebatang rokok terselip dibibir saya. Setelah selesai berkemas, saya tidak langsung berangkat melainkan menghabiskan dulu rokok yang sedang saya hisap.

* Siang hari saat bekerja... (Saya salesman freelance) saat selesai bertansaksi, saya berbincang dengan pemilik warung sambil asik merokok. Karena merasa asik, maka perbincangan berlangsung lama. Hal itu jelas menghambat (memperlambat) pekerjaan saya. Seharusnya waktu itu saya sudah mengunjungi beberapa outlet berikutnya.

* Sore hari sepulang kerja... Seorang yang bukan perokok akan segera mandi dan melakukan aktifitas lain atau sekedar bercengkrama dengan keluarga. Lain halnya dengan seorang perokok yang akan nongkrong dulu di teras rumah (alasannya istirahat sejenak) sebelum mandi.

* Pada saat saya buang air, saya jadi lebih betah nongkrong di toilet. Hal itu karena rasa "tanggung" utuk menghabiskan rokok yang sedang saya hisap.

2. Tidak sopan

Disadari atau tidak, merokok pada saat bekerja adalah perbuatan yang tidak sopan. Termasuk jika Anda sedang berhadapan dengan klien bisnis.

3. Buang-buang waktu

Dulu, waktu saya kerja kantoran, saya punya rutinitas unik. Setiap jam 10 pagi dan jam 3 sore, saya pasti meninggalkan ruangan kerja saya. Saya masuk ke toilet atau berpura-pura memantau proses produksi di lapangan, padahal tujuan sebenarnya adalah "merokok". Dan itu bukan cuma saya. Teman-teman staff lain juga melakukan hal yang sama seperti saya.

Begitu juga saat saya berprofesi sebagai waiter. Saya (dan teman-teman) punya jam khusus untuk melampiaskan hasrat merokok di toilet. Padahal seharusnya jam-jam itu bisa menjadi waktu yang produktif jika kita bukanlah seorang perokok.

4. Kurang memperhatikan keluarga (istri dan anak-anak)

Bagi yang tidak mengerti, mereka akan merokok seenaknya, disembarang tempat. Bahkan kerap kali saya lihat ada orang tua yang mengasuh anaknya sambil merokok. Padahal, perokok pasif beresiko mengalami gangguan kesehatan hingga 3 kali dibanding perokok aktif.

Sebaliknya, bagi orang yang faham, dia akan menjauhi orang-orang tercinta pada saat menghisap rokok. Otomatis hal itu jadi mengurangi waktu kebersamaan dengan keluarga.

5. Pola tidur tidak teratur (kurang istirahat)

Orang yang doyan merokok biasanya lebih betah begadang (termasuk saya). Bahkan kakek saya, dulu, bisa betah semalaman ngobrol sambil merokok pipa (padud).

Dari hasil observasi yang saya lakukan terhadap beberapa orang, saya melihat seorang yang tidak merokok cenderung lebih cukup istirahat. Pola tidurnya lebih teratur. Rata-rata dari mereka tidur sebelum jam 10 malam.

Pada tahun 2005, saya pernah mencoba berhenti merokok, tapi hanya kuat 2 bulan. Dan selama 2 bulan itu, saya bisa tidur lebih awal dan lebih teratur karena kejenuhan yang timbul dimalam hari tanpa asap rokok. Tapi sayang... Saya kembali pada kebiasaan lama karena stress saat mendapat masalah yang (bagi saya) cukup berat. Padahal, pola tidur yang teratur membuat badan terasa bugar pada saat bangun pagi. Hal itu tentu dapat secara langsung berpengaruh besar terhadap aktifitas sehari-hari, salah satunya adalah, bergerak lebih cepat dan efektif.

Ada satu kisah yang menarik dari seorang pengusaha warung nasi di Cisaga, Ciamis, bernama Pak Suhara. Salah satu rahasia sukses usaha kecil beliau adalah dengan berhenti merokok. Anda bisa baca kisahnya di:

kiat sukses usaha kecil Pak Suhara

6. Pemborosan

Ini poin yang jelas sekali tapi sering di ingkari oleh seorang perokok. Intinya, tinggal hitung saja berapa batang Anda merokok setiap hari? Jadi berapa rupiah dalam satu bulan? Kemudian, jadi berapa rupiah dalam satu tahun? Kira-kira apa yang bisa Anda beli dengan jumlah uang tersebut?

Seorang perokok berat biasanya akan membandingkan dirinya sendiri dengan non-perokok, tapi yang cara hidupnya boros.

Maksudnya begini...

Saat ada orang lain yang mengingatkan dia tentang pemborosan, maka dia akan menjawab, "Aaahhh... Si Anu nggak ngerokok malah jajannya lebih boros dari saya...!!"

Nah, pertanyaannya, "anunya" siapa itu yang boros jajan? Hahaha...!!

Lagi pula itu hanya dalih, hanya mencari pembenaran atas kesalahan dia sebagai perokok. Memang terkadang hal itu benar, tapi lebih banyak salahnya. Saya memperhatikan setidaknya 4 orang yang tidak merokok. Saya hitung dengan matematika sederhana, jumlah uang yang mereka belanjakan untuk jajan tidaklah lebih besar jadi jumlah uang yang saya belanjakan sebagai seorang perokok.

***

Nah Ombro / Tantesis, itulah beberapa kerugian yang diderita oleh perokok, selain soal kesehatan.

Selain itu, sekedar untuk mengingatkan, saya juga merangkum tentang bahaya merokok bagi kesehatan.

Bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok bukanlah main-main. Hal itu ditegaskan dengan adanya hari tanpa asap rokok (dalam bahasa Inggris disebut: World No Tobacco Day) yang diperingati setiap tanggal 31 Mei.

Bahaya rokok diakibatkan dari zat-zat yang terkandung didalamnya, antara lain:

1. Nikotin

Akibat yang langsung dan mutlak adalah kecanduan. Selain itu, nikotin dapat merusak jaringan otak, membuat darah cepat membeku dan mengeraskan dinding arteri.

2. Tar

Bahan dasar pembuat aspal ini dapat membunuh sel-sel darah, menimbulkan lendir di paru-paru dan meningkatkan resiko kanker paru-paru.

3. Karbon monoksida

Selain dari polusi asap kendaraan, karbon monoksida dalam rokok juga dapat mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen. Hal itu disebabkan karena karbon monoksida dapat mengikat hemoglobin dan menghalangi distribusi oksigen dalam darah.

4. Karsinogen

Zat ini dapat memicu sel kanker dalam tubuh.

5. Iritan

Zat ini mengotori saluran dan kantung udara paru-paru. Selain itu, iritan juga dapat menyebabkan kantuk.

6. Lain-lain

Selain 5 zat berbahaya diatas, rokok juga mengandung hidrogen, sianida (HCN), arsenen, amonia dan polium.

Sebagai akibat dari zat-zat racun diatas, rokok dapat menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya sebagai berikut,

1. Serangan jantung

Rokok dapat mengakibatkan pengerasan pembuluh darah dan penyempitan arteri. Jika penyumbatan sampai memblokir aliran darah, maka disitulah terjadi serangan jantung.

2. Kanker paru-paru dan gangguan pernafasan

Menurut American Cancer Society, merokok juga meningkatkan resiko terserang penyakit paru-paru hingga 10 kali lipat. Dan dari total kematian akibat penyakit paru-paru, 90% diantaranya disebabkan oleh merokok.

3. Diabetes

Dari salah satu sumber yang saya baca, menurut informasi dari Cleveland Clinic, merokok juga dapat mengurangi insulin dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah.

4. Impotensi

Salah satu penyebab disfungsi ereksi adalah karena penyempitan pembuluh darah akibat merokok.

5. Kebutaan

Menurut studi yang yang diterbitkan oleh Archive of Ophthalmology pada tahun 2007, merokok dapat meningkatkan resiko degerenasi makula (kebutaan pada orang tua). Resikonya mencapai 4 kali lipat dibanding orang yang tidak merokok.

6. Lain-lain

Selain 5 resiko diatas, merokok juga dapat menyebabkan gangguan kehamilan (janin) dan penyakit mulut (kerusakan gigi dan kanker mulut)

***

Demikianlah Ombro / Tante sis. Semoga dengan membaca ini, Anda bisa lebih dulu berhenti merokok dibanding saya. Saya tidak bermaksud menggurui siapa pun, hanya berbagi apa yang saya tahu dengan seobyektif mungkin.

Comments