Obat Tradisional Darah Rendah Dengan Air Garam

Baca Juga

Kakak saya pernah bilang, "Kalau tekanan darah rendah, banyak makan makanan berprotein seperti daging merah, ikan, atau hati ayam".

Saya nggak setuju! Itu kan makanan untuk penderita kurang darah?!

Eh rupanya kakak saya mengira bahwa tekanan darah rendah = kurang darah. Padahal sebenarnya beda.

Sudah seminggu saya mengalami gejala-gejala kurang sehat (saat itu saya belum tahu masalahnya). Saya sering pusing, mata berkunang-kunang, mual, jantung berdebar-debar dan meriang. Saya kira masuk angin. Sudah kerikan dan minum jamu sampai berhari-hari, tapi belum kunjung sembuh.
Setelah seminggu, saya periksa ke Bu Nia, seorang dokter umum di Cisaga-Ciamis. Disana saya didiagnosa hipotensi (tekanan darah rendah). Saya diberikan beberapa butir obat untuk menaikkan tekanan darah dan menurunkan asam lambung.

Satu hal yang saya suka dari Bu Nia, selain memberikan obat, beliau juga menganjurkan (mungkin) pada semua pasiennya untuk mengkonsumsi/menggunakan obat-obatan tradisional juga. Begitu juga pada saya. Beliau menganjurkan saya untuk meminum larutan gula aren (gula merah) jika dilain waktu saya merasakan gejala hipotensi seperti saat itu.

Bahkan dilain waktu, beliau pernah mengatakan bahwa, "obat adalah racun". Maksudnya disini adalah obat-obat kimia.

Ini hal yang langka, menurut saya. Jarang lho ada dokter yang tidak menganjurkan obat-obat kimia dalam proses pengobatannya, bahkan sampai menyebutnya "racun". Tapi tentu saja ini tidak ada hubungannya dengan lagu "wanita racun dunia" yang dipopulerkan oleh The Changcuters. Hahaha...!!

Oke. Kembali ke benang merah...

Ingat ya! Benang merah! Bukan benang biru. Kalau benang biru itu lagunya almarhum Meggy Z. Hahaha... Tahukah Anda kalau Meggy Z itu adalah anak bungsu dari 26 bersaudara? Ya! Kakak-kakaknya itu Meggy A, Meggy B, Meggy C dan seterusnya. Hahaha...! Ngawur ah!

Sudah! Kita kembali serius.
Singkat cerita, saya pulang, segera minum obat dan larutan air gula aren. Alhamdulillah, 2 hari kemudian saya sembuh.

***

Selang beberapa bulan sejak saat itu, tensi darah saya ngedrop lagi. Ditandai dengan gejala seperti diatas, yaitu pusing-pusing, mual, jantung berdebar-debar dan meriang. Sepertinya karena aktifitas saya sebagai salesman freelance yang diterpa cuaca buruk. Ditambah lagi kebiasaan begadang yang sampai sekarang masih sulit untuk saya hilangkan.

Kali ini saya tidak berobat ke dokter, hanya teringat kata Bu Nia, minum larutan air gula aren.

Tapi saya ini... Dasar saya bandel. Bukan bikin air gula, saya malah bikin larutan air garam. Asumsi saya adalah, garam juga bisa menaikkan tensi darah. Maka saya campurkan 1/2 gelas air putih (100 cc) dengan 1/2 sendok teh garam dapur. Saya minum 2 kali hari itu. Dan...


...ajaib! Gejala hipotensi saya hilang. Bahkan ternyata reaksi air garam lebih cepat dari pada air gula lho...

***

Selain cerita dari diri saya, saya juga mencari tahu dirumah mbah google. Disana saya mendapatkan beberapa informasi mengenai hipotensi. Diantaranya adalah berikut ini,

# walaupun kadang memiliki gejala yang (hampir) sama, tekanan darah rendah (hipotensi) tidaklah sama dengan kurang darah (anemia).

# hipotensi adalah suatu kondisi dimana tekanan jantung (untuk memompa darah keseluruh tubuh) berada dibawah batas normal. Tekanan darah normal adalah 120/90 mmHg.

# anemia adalah suatu keadaan dimana tubuh kekurangan sel darah merah.

# gejala hipotensi diantaranya adalah:
* sering pusing dan keringat dingin
* mudah merasakan kantuk dan sering menguap
* mata sering terasa berkunang-kunang dan penglihatan kurang jelas terutama setelah duduk lama lalu berjalan
* mudah kelelahan dan tak bertenaga  bahkan bisa mengalami pingsan
* jantung berdebar-debar, wajah terlihat pucat karena suplai darah keseluruh jaringan tubuh tidak maksimal

***

Selain dengan minum air garam, berikut ini saya merangkum dari top10indo.com, cara mengobati tekanan darah rendah,

1. Konsumsi lemak nabat

Lemak nabati bisa Anda dapatkan dengan mengkonsumsi kacang-kacangan. Lemak nabati lebih baik dari pada lemak hewani karena tidak mengandung kolesterol tinggi yang dapat memicu kemunculan penyakit lain.

2. Minum kopi

Salah satu gejala hipotensi adalah lemas dan mudah mengantuk. Minum 2 gelas kopi setiap hari dapat membantu membangkitkan gairah Anda.

3. Kurangi konsumsi gula dan alkohol

Gula dan alkohol dapat menaikkan tensi darah secara tiba-tiba. Namun jika dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat menyebabkan penyakit yang lain.

4. Banyak minum air putih

Rendahnya tekanan darah dapat juga diakibatkan oleh dehidrasi. Banyak minum air putih akan mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi.

5. Perlahan jika bangun dari duduk/tidur

Perubahan titik gravitasi secara tiba-tiba dapat menyebabkan pusing dan pandangan berkunang-kunang.

6. Jangan mandi air panas terlalu lama

Mandi air panas yang terlalu lama berpotensi semakin menurunkan tekanan darah.

7. Olah raga secara teratur

Sepertinya sederhana, tapi nyatanya jaman sekarang banyak orang yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Luangkan waktu untuk berolah raga secara teratur, misalnya setiap akhir pekan.

8. Hindari mengangkat beban yang terlalu berat

Mengangkat beban yang terlalu berat sendirian dapat berakibat seperti pada nomor 5. Mintalah bantuan orang lain jika dirasa beban yang akan Anda angkat terlalu berat.

9. Cukup istirahat

Kurang tidur dapat membuat tensi darah semakin menurun. Tidur berkualitas selama 8 jam perhari dapat membantu menormalman tensi darah.

10. Monitor tekanan darah

Jangan lupa untuk rutin memeriksa tensi darah selama dalam proses pengobatan.

***

Nah, pemirsa, itulah share saya mengenai hipotensi atau tekanan darah rendah. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Comments