Omset Stabil di Bulan Puasa dengan 10 Tips yang Good Ini

Baca Juga

Sejatinya, seorang Muslim / Muslimah haruslah merasa bahagia dengan datangnya bulan Ramadhan. Karena itulah yang diajarkan oleh Rosululloh. Tapi bagi sebagian orang (khususnya wirausaha kuliner siang) kadang ada saja yang mengeluh dengan datangnya Ramadhan.

Tanpa berpanjang lebar, tips ini dapat membantu Anda merubah mindset terhadap bulan puasa, yaitu,

1. Tidur seperti biasa atau lebih awal

Hal yang sering terjadi terutama di awal bulan Ramadhan adalah begadang. Perkara begadang, bukan saja tidak baik menurut Pak Haji Rhoma, tetapi juga menurut saya. Hahaha...!!

Benar memang, kita di anjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam hari pada bulan Ramadhan. Tapi apa iya, Anda begadang untuk ibadah? Setahu saya, lebih banyak orang yang nongkrong / jalan-jalan nggak jelas ketimbang orang yang tadarus di Mesjid. Hahaha...!! Ngaku nggak elu?!

Bagi yang esok paginya tidak punya aktifitas (masih nganggur / sedang libur kerja), begadang tentu menyenangkan. Esok di siang hari Anda bisa tidur sepuasnya sehingga puasa tidak terasa berat.

Tapi bagaimana dengan Anda yang seorang wirausahawan?

Tentunya Anda tahu, jika terlambat / kurang tidur akan mengakibatkan rasa lesu, bahkan pada saat tidak melaksanakan puasa sekalipun. Maka dari itu, tidurlah seperi biasa atau bahkan lebih awal dari biasanya.


2. Mengakhirkan makan sahur

Tidak semata-mata Rosululloh menyuruh kita mengakhirkan makan sahur jika tidak ada faedahnya.

Apa sih faedahnya,

* Kita jadi lebih kuat berpuasa

Walaupun pokok utamanya ada pada niat, tapi makan sahur terlalu awal tentunya membuat waktu puasa Anda menjadi lebih panjang, sehingga akan terasa lebih berat.

* Lebih cukup istirahat (tidur)

Anda yang makan sahur pada jam 03:30 berarti waktu tidur Anda lebih panjang 1,5 jam dibanding jika Anda sahur pada jam 02:00. Dengan waktu tidur yang cukup, Anda akan merasa lebih bugar pada saat beaktifitas di siang harinya.

3. Jangan tidur lagi setelah shubuh

Ini adalah salah satu kebiasaan buruk saya, dulu. Sekarang saya tidak pernah melakukan hal itu lagi karena sekarang belum masuk bulan Romadhon. Hahaha...!!

Penjelasannya begini...

Anggaplah Anda tidur malam dari jam 22:00 sampai jam 03:30, berarti selama 5,5 jam. Kemudian setelah shubuh, Anda tidur lagi dari jam 05:30 sampai jam 07:00, berarti selama 1,5 jam.

Anehnya (yang selalu saya rasakan), pada saat bangun di jam 07:00 itu saya merasa ngantuk berat dan lesu. Serasa saya hanya tidur 1,5 jam semalaman. Padahal seharusnya kan saya tidur selama 5,5 jam + 1,5 jam = 7 jam. Tapi seolah yang 5,5 jam itu hilang tanpa bekas di timpa oleh yang 1,5 jam.

Lain cerita ketika saya tidak tidur lagi selepas shubuh. Saya merasa lebih bugar, selayaknya tidur selama 5,5 jam. Tapi dengan catatan saya langsung melakukan aktifitas selepas shubuh itu.

Maka dari itu, segeralah mulai usaha Anda setelah menunaikan sholat shubuh. Atau bagi Anda yang pengusaha kuliner, pergilah ke pasar untuk berbelanja bahan baku usaha Anda.

Bahkan bagi Anda yang masih bekerja pada orang lain, lakukanlah aktifitas yang bermanfaat sebelum berangkat ke tempat kerja.

4. Paksakan diri Anda untuk selalu bergerak aktif

Kebanyakan orang kebalik. Mereka lebih banyak berdiam diri dari pada aktif bekerja. Padahal, dengan banyak bergerak justru Anda akan merasa lebih bugar karena lupa dengan rasa haus dan lapar yang sedang Anda tahan.

Bagi saya, bekerja dengan wajar tidaklah memberatkan puasa. Kecuali jika kerja terlalu berat di bawah terik matahari, itu baru luar biasa beratnya.

5. Jangan tidur siang terlalu lama

Ini pun sama...

Sering saya merasa heran melihat orang-orang yang betah tidur lama di siang hari pada saat berpuasa. Padahal, Anda tidak akan pernah tidur pulas dalam keadaan lapar dan dahaga. Yang timbul hanya rasa malas untuk kembali melakukan pekerjaan.

Cukuplah tidur selama 30 menit (bahkan saya cuma 15 menit) kemudian bangun dan kembali pada pekerjaan Anda.

6. Hindari fikiran yang mengarah pada lamunan

Pada sebagian orang, puasa sering juga membuat fikiran gelisah. Banyak hal yang bisa menyusup ke dalam fikiran, seperti misalnya gelisah karena omset penjualan menurun (terutama wirausahawan yang masih relatif baru). Padahal, sepanjang yang pernah saya alami, omset selalu kembali normal saat memasuki pertengahan Romadhon.

Maka segarkanlah fikiran Anda dan buang jauh-jauh fikiran yang mengarah pada lamunan. Karena fikiran semacam itu hanya akan membuat Anda lesu dan malas beraktifitas.

7. Jangan ragu untuk memperbanyak stock barang, terutama setelah pertengahan bulan puasa

Sebagian wirausahawan baru biasanya takut menumpuk stock pada bulan puasa. Padahal, pemain lama yang sudah faham fenomena Lebaran justru berlomba-lomba memperbanyak stock. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi permintaan yang membludak pada saat menjelang lebaran.

Jadi jangan takut hanya karena omset yang menurun di awal puasa. Karena jika Anda takut-takut, maka Anda tidak akan mendapat "jatah barang" dari distributor setelah bulan puasa memasuki minggu ke tiga. Semua produk akan di monopoli oleh pemain lama yang sudah berpengalaman.

8. Libur lebih akhir dan buka kembali lebih awal

Bagi wirausahawan baru, bukalah usaha Anda hingga menjelang malam takbiran. Anda akan mendapat limpahan konsumen langganan pemain lama yang sudah lebih dahulu libur.

Sebaliknya, bukalah usaha Anda lebih awal setelah lebaran. Biasanya, konsumen dari kompetitor Anda akan mencari alternatif lain saat toko langganannya belum buka kembali.

Kebangetan amat, Mas? Kan lagi lebaran, masa nyari duit melulu? Hahaha...!!

Ya nggak gitu juga, Om Bro. Buka toko / warung / kedai Anda pada hari kedua lebaran. Jika Anda ingin sekali liburan, ambillah moment saat kompetitor Anda sudah buka kembali. Jadi Anda sudah mendapatkan banyak omset ketika kompetitor baru akan mulai kembali usahanya.

9. (Special motoris freelance) pandailah memilih produk untuk canvas

Di bulan Ramadhan, penjualan produk makanan ringan akan menurun. Alihkan sebagian modal untuk melengkapi stock produk lain, seperti kue lebaran, ATK dan alat-alat listrik. Produk-produk seperti itu cenderung stabil penjualannya di bulan Romadhon.

Baca juga: sumber barang murah, metode penetapan harga dan rute terbaik motoris

Dan kembalikan stock pada komposisi awal setelah 2 minggu puasa. Seperti pada poin nomor 8, di ranah motoris pun permintaan barang akan meningkat saat menjelang dan setelah lebaran.

Masih seperti nomor 8, motoris juga harus mengurangi hari liburnya jika ingin meraih omset tinggi. Umpamanya, sales distributor dan freelancer lain libur sejak H-2 sampai H+3, maka Anda libur dari hari H sampai H+2. Dengan begitu Anda akan meraih omsel "lumayan" selama 3 hari.

Yaa...lumayan lah, buat nambah-nambah uang jajan pada saat lebaran. Hahaha...!!

10. (Special kuliner selain khas Ramadhan) Lengkapi produk dengan menu khas Ramadhan dan maksimalkan waktu usaha di malam hari

Tetaplah istiqomah dengan puasa Anda. Jika pun usaha Anda sepi di bulan puasa, Anda akan mendapatkan omset maksimal pada saat lebaran tiba.

Baca juga: tips usaha kecil tetap melejit meski kondisi ekonomi sulit

Dan bagi Anda yang memiliki usaha di perantauan, jika Anda berniat akan mudik lebaran,

Baca ini: tips aman mudik menggunakan sepeda motor

***

Baiklah Om Bro dan Tante Sis. Sekian dulu dan semoga bermanfaat...

Comments