Skip to main content

Pengertian Safety Riding: 6 Hal Penting Menuju Aman Bersepeda Motor

Baca Juga

Biasanya, ABG-ABG alay atau cabe-cabean atau terong-terongan yang tidak memperhatikan safety riding.


Pengertian safety riding itu sendiri secara singkat adalah "suatu perilaku berkendara yang aman".

Tapi tidak hanya ABG, sering juga saya lihat ibu-ibu ataupun bapak-bapak yang tidak memperhatikan keamanan berkendara. Padahal, sudah banyak sekali korban kecelakaan yang jatuh dari pengendara sepeda motor.

Untuk mencegah hal itu terjadi, berikut ini tips sederhana agar aman berkendara sepeda motor.

1. Gunakan helm

Sampai sekarang saya masih sering mendengar orang bilang, "Aaahh... Nggak usah pakai helm. Nggak ada polisi ini, kok".

Lah... Itu helm buat kepala elu! Bukan buat polisi.

Ada lagi yang bilang, "Gue kalo pake helm, pala gue pusing".

Hahaha... Aneh lagi. Segitu beratnya kah beban pikiran Anda pada helm? Sampai-sampai bikin pusing kepala?

Begini, Ombro... Waktu saya masih sering "seruntulan", saya pernah jatuh disekitaran Jayanti, Tangerang Barat. Kepala saya membentur aspal. Syukurlah saya selamat tanpa luka berat, karena kepala saya dilindungi Helm SNI.

Lah! Bukannya dilindungi oleh Alloh SWT?

Hahaha...! Ya iya lah, Ombro. Itu hakikatnya. Hanya saja syariatnya pakai helm.

2. Buatlah diri Anda mudah terlihat

Ingat ya, Ombro! Anda sedang berkendara! Bukan lagi main petak umpet. Hahaha...!!

Biasakan Anda menggunakan helm dan jaket berwarna terang. Lebih bagus memakai jaket khusus motor yang bisa memantulkan cahaya dimalam hari. Biasakan pula Anda menyalip dengan jarak aman, agar Anda terlihat oleh pengemudi kendaraan yang akan Anda salip.

3. Berkendara sesuai batas kemampuan

Ini yang kadang aneh. Apa lagi anak-anak usia belasan. Udah nggak pakai helm, nunggang motor kenceng-kencengan sambil bercanda dengan teman-temannya. Padahal sejatinya kemampuan dia berkendara belumlah mumpuni. Tapi bukan cuma ABG. Tidak terkecuali untuk pengendara yang sudah dewasa.

Lalu bagaimana cara mengetahui batas kemampuan kita?

Mudah saja. Saya contohkan diri saya sendiri... Ketika saya memacu motor dengan kecepatan penuh, hati saya mulai gamang saat jarum speedometer menyentuh angka 80 km/jam. Dan hati saya mulai gentar ketika kecepatan speedometer mencapai 90 km/jam. Apa lagi sampai 100 km/jam atau lebih.

Jadi kesimpulannya jelas, jika hati Anda mulai gamang dikecepatan tertentu, maka itulah batas kemampuan Anda. Jangan memaksakan diri untuk melebihi kemampun Anda. Kecuali Anda melakukan latihan yang benar pada tempatnya. Itupun latihan ditempat khusus (semisal sirkuit), bukan dijalan raya umum.

Bahkan bagi Anda yang "ahli" balapan pun, tidak lantas boleh ugal-ugalan dijalan umum. Perhatikan! Kemampuan Anda disirkuit tidak akan sepenuhnya bisa Anda terapkan dijalan raya. Beda situasi dan kondisinya. Disirkuit tidak ada lampu merah, perempatan jalan, ataupun kendaraan dari arah yang berlawanan.

Hahaha... Lucu kali ya, kalau disirkuit ada perempatan dan lampu merah.

Jika pun Anda sungguh hebat dan nekat... Jika pun Anda tidak takut pada kecelakaan, tapi takutlah jika Anda mencelakai orang lain. Karena dijalan raya umum, ada banyak pengendara lain yang berpotensi celaka oleh sikap Anda yang ugal-ugalan.

4. Jangan minum minuman keras

Ini dasar banget. Orang kalau mabok, jangankan mengemudikan motor, jalan kaki saja limbung.

5. Jaga motor tetap dalam kondisi baik

Selengkapnya ada di: 24 bukti Honda Injeksi tidak perlu perawatan berkala

Selain itu, untuk keamanan Anda perlu juga mengenakan perlengkapan tambahan seperti,

+ sepatu boot untuk melindungi kaki dari gesekan, terutama bagi Anda yang berkendara dikota besar dengan lalu lintas padat.

+ sarung tangan untuk melindungi tangan Anda dari sengatan matahari dan hawa dingin yang berpotensi menurunkan fokus dalam berkendara.

+ jaket untuk melindungi badan dari terpaan angin agar Anda tetap sehat dan prima.

6. Jangan membawa beban berlebih

Hal ini sering dilakukan oleh sales motoris ataupun pemudik motor pada musim mudik lebaran.

Baca juga: tips mudik aman bersepeda motor

Perhatikan! Jangan membawa barang/muatan sampai menutupi pandangan kaca spion dan tinggi kepala Anda. Itu sangat berbahaya pada saat Anda hendak berbelok atau berpindah lajur. Juga berbahaya saat Anda bermanufer. Jangan juga membawa barang dibagian depan sekiranya mengganggu pergerakan stang kemudi.

***

Oke, Ombro?! Selamat berkendara.

Comments