Pilih Yamaha atau Honda? Pahami Kelebihan dan Kekurangan Ini Sebelum Membeli

Baca Juga

Gara-gara ditagih hutang, terpaksa saya harus jual bebek Yamaha Vega saya. Tapi karena saya butuh motor untuk transportasi kerja, maka saya DP kredit Honda Spacy FI untuk penggantikan posisi Vega.

Saat seorang teman (penunggang Mio Soul) melihat tunggangan baru saya, dia mencibir. Dia bilang, "Spacy jelek, gendut". Saya pasrah saja karena memang iya. Hahaha...!! Kasihan deh saya...

Saya bilang, tadinya pengen Vario 125, tapi keuangannya nggak mumpuni. Eh, dia nimpalin lagi. Vario 125 juga dia sebut "jelek". Katanya, "body bagian depannya gede banget".

Nah, disini saya mulai curiga. Saya fikir, "ini orang fanatik merk, nih". Saya test dia, saya bilang, "Tadinya sih pengen Mio J, tapi nggak jadi lah. Suspensi Mio keras, motornya getar sampai stang".

Eh dia jawab lagi, "Ah elu nge-testnya Mio yang udah lama, kali?! Yang shock breakernya udah mati?! Cobain yang baru dong! Yang baru keluar dari dealer!"

Waaahhh...!!! Bener-bener ini orang. Ya tenyata benar, dia fanatik merk. Dia nggak menilai dengan obyektif. Dia tidak membandingkan secara fair. Dia nggak tahu kalau Yamaha menggunakan suspensi tipe stiff yang memang lebih keras.

Saya sudah pernah bahas: kelebihan dan kekurangan honda vs yamaha

Jika Anda sudah membaca artikel itu, maka Anda akan tahu alasan saya memilih matic Honda. Yang inti singkatnya, saya penggemar kenyamanan, bukan kecepatan dan bukan juga design yang indah.

Kenapa saya tidak suka design indah? Karena Mbak Indah sudah dinikahi oleh Mas Heri. Hahaha...!

Kembali ke benang merah.

Suatu ketika, kakak saya minta pendapat untuk memilih motor yang akan dibelinya. Tapi pilihannya hanya Honda dan Yamaha. Tidak termasuk Suzuki dan Kawasaki. Pernah juga beberapa teman bertanya seperti itu. Dan beberapa hari lalu, seorang teman yang lain juga mengajukan pertanyaan yang sama, "mana yang lebih bagus?".

Karena itulah saya buat artikel ini sebagai perbandingan.

Sebelum masuk ke tahap pemilihan produk, ada baiknya Anda tahu dulu kelebihan dari dua merk tersebut, sesuai dengan klaim mereka masing-masing.

A. Kelebihan Honda

Merk Honda dalam kiprahnya didunia persilatan (maksudnya dunia permotoran), hampir tidak pernah pamer performa mesin (kecuali pada tipe tertentu semisal CBR). Dan memang bukan disitu kelebihan motor Honda. Merk satu ini selalu lebih fokus pada keamanan dan kenyamanan di setiap produk-produk komersilnya.

Berikut ini keunggulan motor Honda dibanding produk lain.

1. ACG (Alternating Current Generator) Starter

Ini adalah teknologi pada beberapa motor (utamanya matic) Honda yang mampu men-start mesin motor dengan suara senyap.

2. Pro-Link suspension

Sistem suspensi yang dapat distel tingkat kekerasannya sesuai dengan lebutuhan. Suspensi jenis ini baru diterapkan pada motor-motor sport Honda (motor laki) monoshock semisal Megapro dan CBR.

3. Lampu projector (matic Scoopy)

Lampu jenis ini terbukti mampu memberi pencahayaan yang lebih terang. Sekilas sorotannya menyerupai sorot lampu mobil pada umumnya.

4. Bank Angle Sensor

Pada beberapa tipe premium, Honda menerapkan sistem ini untuk secara otomatis mematikan mesin pada kemiringan tertentu. Ini berguna jika motor mengalami kecelakaan atau jatuh.

5. ISS (Idling Stop System)

Fitur yang akan mematikan mesin secara otomatis ketika motor berhenti selama 3 detik (semisal dilampu merah), dan akan menyalakannya kembali seketika saat putaran gas dibuka. Fungsi dari fitur ini adalah untuk menghemat bahan bakar.

6. CBS (Combi Brake System)

Dengan fitur ini, rem depan akan ikut bekerja pada saat Anda menekan tuas rem belakang. Pengereman akan lebih maksimal lagi pada saat Anda menambahnya dengan menekan tuas rem depan.

7. eSP (enhanced Smart Power)

Teknologi yang diklaim semakin menghemat pemakaian bahan bakar, namun menambah tenaga yang dikeluarkan dari mesin.
Artikel lengkapnya ada di situs hondacengkareng: memperkenalkan teknologi eSP

8. Parking Brake Lock

Honda di Indonesia adalah yang pertama menerapkan kunci rem belakang pada matic komersilnya. Fitur ini berfungsi untuk menjaga skutik supaya tidak "melompat" pada saat mesin motor dihidupkan.

9. Answer Back System

Dimulai dari skutik Vario 110 versi baru, Honda menerapkan sistem alarm dengan pemicu remote kontrol.

Ingat, jangan dibuang huruf "R" pada kata "kontrol". Karena arti katanya akan melenceng jauh. Hahaha...!!

Fitur ini sangat berguna jika Anda lupa posisi parkir motor Anda, terutama diparkiran padat seperti Mall dan pusat perbelanjaan lainnya.

Nah, jika Honda memiliki fitur-fitur unggulan seperti diatas, Yamaha juga punya ini,

B. Kelebihan Motor Yamaha

1. Diasil Cylinder (Die Alumunium Cilicon)

Sesuai dengan namanya, silinder pada mesin Yamaha dibuat dari campuran bahan alumunium dan silikon. Silinder dengan bahan tersebut diklaim 3 kali lebih awet dari silinder biasa.

2. Forged piston

Pembuatan piston motor Yamaha dibuat dengan cara di tempa, bukan dicetak seperti pada umumnya.

Perpaduan antara diasil cylinder dan forged piston diklaim dapat meningkatkan daya tahan komponen tersebut dibanding silinder dan piston konvensional. Bahkan Yamaha berani memberikan garansi selama 5 tahun untuk dua komponen tersebut.

3. Blue Core Tecnology

Dengan teknologi blue core, motor Yamaha sanggup memuntahkan tenaga lebih besar dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat 50% dibanding teknologi sebelumnya.

Untuk lebih mengetahui kelebihan teknologi blue core, Anda dapat mengunjungi otosip.com pada artikel: kelebihan teknologi blue core

4. VVA (Variable Value Actuation)

Beberapa tipe yang sudah menerapkan teknologi ini adalah N-Max, Aerox 155 dan R15.

VVA adalah salah satu teknologi untuk mempertahankan tenaga dan torsi disemua putaran mesin. Jadi tidak ada, misalnya, akselerasi cepat diputaran bawah tapi lambat diputaran atas. Ataupun sebaliknya.

***

Selain keunggulan dari masing-masing merk, secara bersamaan mereka juga memiliki kelebihan-kelebihan dibanding merk lain, diantaranya,

* brand image sama-sama besar,
* resale value (harga jual kembali) sama-sama tinggi. Disini saya kurang setuju. Orang beli motor buat dipakai sendiri, buat kebutuhan transportasi, kenapa harus mikirin harga jual kembali?
* jaringan bengkel resmi dan umum sama-sama banyak,
* ketersediaan spare part sama-sama mudah. Dari yang KW sampai yang original,
* performa mesin, walaupun ada kecenderungan Yamaha lebih unggul, tapi sebenarnya untuk yang sekelas tidaklah jauh-jauh amat bedanya,
* sestem pembakaran sama-sama injeksi.

Dari perbandingan fitur-fitur diatas, makin jelas bahwa Honda fokus pada keamanan dan kenyamanan, sedangkan Yamaha fokus pada kecepatan.

Lalu, seberapa pentingkah fitur-fitur diatas?

Menurut saya, TIDAK TERLALU PENTING! Semua fitur-fitur diatas hanyalah faktor pendukung, bukan hal yang luar biasa, karena pada dasarnya Honda dan Yamaha sama-sama memiliki kualitas dan ketahanan / keawetan yang bagus pada produk-produknya. Jadi, semua faktor diatas hanyalah sebagai bahan pertimbangan tambahan bagi Anda dalam menentukan pilihan.

Lalu... Apa faktor yang luar biasa?

Ada 2 contoh yang masih saya ingat dengan jelas. Platina vs CDI dan karburator vs injektor (jika Anda anak 80-90an, pasti tahu nama platina). Ketika peralihan teknologinya ada ditahap itu, barulah menjadi pertimbangan utama.

Supaya mudah dipahami, saya pakai contoh kasus,

* Pada awal 90-an, paman saya memiliki Honda CB125, sementara temannya memiliki Vespa.

Suatu hari saya mendapati mereka sedang (sedikit) berdebat. Paman saya bangga dengan Honda CB-nya karena sudah menggunakan CDI, sedangkan temannya tetap menyukai platina (karena dia pengguna Vespa). Katanya, "pengapian dari platina lebih bagus dan menghasilkan tenaga mesin yang lebih besar". Tapi nyatanya, setelah semua motor menggunakan CDI, dia pun ganti motor. Tidak keukeuh dengan motor platina.

* Di tahun 2012, saya mendapati dua orang teman kantor sedang berdebat. Saeful pemilik Yamaha Vixion vs Nurohman pemilik Yamaha Scorpio. Mereka mempertahankan pendapat masing-masing mengenai sistem pengabutan / pembakaran motornya. Nurohman bersikeras bahwa sistem karburasi tetap lebih baik (lebih bertenaga) dari pada sistem injeksi.

Saya yang saat itu masih menunggang Vega R (karburator) tidak serta merta memihak pada Nurohman. Saya coba menengahi dengan mengingatkan masa kejayaan platina. Saya bilang, "dimasa depan, karburator akan ditinggalkan seperti platina yang digantikan oleh CDI". Saat itu Nurohman tidak percaya. Tapi kita semua tahu, sekarang pabrikan besar selevel Honda dan Yamaha sudah tidak lagi memproduksi motor karburator.

Intinya adalah, fitur-fitur diatas tadi tidaklah se-vital platina dan karburator, jadi tidak usah dipusingkan.

Lalu apa yang harus dipusingkan?

Sekarang kita masuk ke poinnya, yaitu, menentukan pilihan motor yang akan Anda beli.

C. Menentukan Pilihan

Pertama Anda tentukan dulu tipe motor yang akan Anda beli. Tentunya yang sesuai dengan budget Anda. Jika sudah, inilah pilihannya,

1. Matic low end

Jika Anda menghendaki motor matic dikelas ini, maka pilihannya adalah Honda! Karena matic Honda jauh lebih nyaman. Kenyamanan matic Honda dihasilkan dari sistem peredam getar dan suspensi yang panjang dan empuk.

Honda New Vario 110 FI

Jika pun mesin Yamaha lebih responsif, bedanya tidak signifikan. Anda tidak akan sampai selisih 1 jam perjalanan hanya untuk menempuh beberapa puluh kilo meter saja. Anda tidak akan selalu kesiangan masuk kerja hanya karena memilih matic Honda. Karena sesungguhnya, kecepatan berkendara lebih ditentukan oleh pengemudinya, bukan oleh motornya. Jadi, tergantung gaya berkendara Anda.

Apalah arti "sedikit" cepat, jika harus dibayar dengan suspensi keras dan getar sampai stang?

Namun jika Anda tetap ingin merk Yamaha, ada X-Ride yang bisa jadi pilihan. Ya! Hanya X-Ride yang suspensinya nyaman.

2. Bebek low end

Disini seimbang, tidak ada yang menonjol. Sisi kenyamanan dan kecepatan hanya beda tipis. Jadi, jika pilihan Anda disini, Anda tinggal pilih saja yang design bodynya sesuai dengan selera Anda. Jika Anda masih bingung, pilih saja diantara Lorenzo dan Maquez, siapa yang Anda suka? Hahaha...!!

3. Matic mid end

Yang saya maksud disini adalah Honda  Vario 150 vs Yamaha Aerox 155. Jika pilihan Anda disini, maka pilihannya adalah Aerox 155. Walaupun suspensi Aerox tetap keras (seperti saudara-saudaranya), tapi design yang kekar dan tapak ban lebar tetap menjadi keunggulan Aerox yang tak terbantahkan.

Honda Vario Techno 150

4. Bebek mid end

Disini fokusnya adalah MX King150 vs Supra GTR150.

Saya belum pernah test ride GTR, tapi pernah mencoba MX King. Untuk yang satu ini, MX King cukup nyaman. Jadi jika Anda memilih MX King, Anda mendapatkan kenyamanan dan kecepatan. Selain itu, populasi MX King sudah lebih banyak dari GTR. Logikanya, semakin banyak populasi, maka makin banyak persediaan spare partnya. Jadi lebih mudah dalam hal perawatan.

5. Matic premium

Jika pilihan Anda PCX 150 vs NMax 150, maka pilihanya mutlak, NMax. Ya tentu! Selisih harganya jauh banget. Jika dirasa suspensi NMax kurang nyaman, Anda bisa gunakan uang selisih harga dengan PCX untuk mengganti suspensi belakang NMax. Pasti masih kembalian uangnya.

6. Sport mid end

Jika Anda mempertimbangkan untuk membeli Vixion atau Byson atau Megapro atau CB150R, maka lagi-lagi pilihannya adalah Yamaha. Secara power dan riding position, 4 motor tersebut tidak berbeda terlalu jauh. Anda tinggal pilih antara Byson dan Vixion, mana yang lebih cocok dengan jiwa Anda? Jika Anda berjiwa petualang, maka pilihannya adalah Byson.

Kenapa harus Yamaha?

Karena mesin Yamaha lebih reponsif. Karena disegmen ini kenyamanan Yamaha tidak kalah dari Honda. Tidak seperti pada tipe matic yang beda jauh antara Honda dan Yamaha.

7. Sport fairing

Di segmen ini keadaan berbalik. Jika Anda mempertimbangkan antara Yamaha R series vs CBR series, maka pilihannya adalah CBR.

Mengapa demikian?

CBR lebih nyaman dalam riding position. Yamaha R terlalu nungging.

Ibaratnya begini,

Jika seorang artis (semisal Angelina Jolie, Kate Winslet, atau Scarlet Johansson), nungging-nungging di film, pasti Anda akan merasa bergairah. Hahaha...!! Tapi bagaimana jika ada orang (yang bukan artis) nungging-nungging dijalanan? Geli kan? Paling juga Anda akan berkata, "gila elu!".

Begitu juga dengan motor! Kalau lihat Lorenzo dan Rossi gagah menunggang motor yang nungging, itu wajar. Mereka artis. Mereka main di sirkuit. Lah kalau dijalanan umum...? Geli lihatnya juga. Hahaha...!! Kayak yang pengen balapan dijalan raya umum.

***

Kesimpulan:

Jika diperhatikan dari 7 pilihan diatas, Honda hanya unggul disegmen matic low end dan sport fairing saja. Draw / seri di segmen bebek low end. Sisanya 4 poin unggul Yamaha.

Dengan tidak bermaksud memihak pada salah satu merk, saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Terutama untuk penunggang Yamaha R Series. Saya hanya berusaha obyektif (walau mungkin masih berbau subyektif).

Satu hal lagi. Apapun motor pilihan Anda, rawatlah dengan sebaik-baiknya agar motor tetap aman, nyaman dan awet.

8 kesalahan dalam perawatan sepeda motor

Nah, demikianlah Ombro / Tante sis. Semoga bermanfaat. Selamat membeli motor. Keep safety riding.

Comments