Pisang untuk Penurun Asam Urat dan Makanan yang Baik Lainnya

Baca Juga

Awal tahun 2014...

...suatu sore tiba-tiba pergelangan tangan kiri saya terasa sakit tanpa sebab yang diketahui. Kebetulan sore itu anak saya yang menjelang usia1 tahun juga agak rewel. Saya bawa dia ke dukun beranak.

Tapi bukan dukun cabul atau sejenisnya. Hahaha...!! Dukun beranak maksudnya tukang urut spesialis bayi dan anak. Maklum anak saya sedang dalam tahap belajar berjalan, jadi saya khawarir dia kecetit/terkilir.

Singkat cerita, selesai anak saya diurut, saya juga minta tangan kiri saya diurut. Selesai, pulanglah saya serta istri dan anak saya.

Malam itu berlalu biasa saja. Tapi...

...pagi harinya sungguh luar biasa. Tangan kiri saya yang kemarin sore terasa sakit, pagi itu makin sakit, nyaris tidak bisa digerakkan sama sekali. Bahkan tersentuh sedikit saja terasa sakit. Pergelangan tangan saya juga bengkak kemerahan. Saya lumayan takut saat itu. Takut tangan saya kenapa-napa. Buru-buru, dengan susah payah saya mengendarai motor dengan sebelah tangan. Saya pergi ke klinik millenia dikawasan industri millenium, Tigaraksa, Tangerang.

Ini masih untung tangan kiri saya yang sakit, jadi masih bisa memutar gas motor. Untung juga motor saya jenis skutik, jadi nggak harus mengoperasikan kopling manual ditangan kiri. 

Hahaha...! Untung terus?
Wong sakit kok untung?

Kenapa saya menuju klinik millenia? Kenapa bukan klinik yang lain? Itu semata-mata karena kartu BPJS saya (dulu Jamsostek) merujuk pada klinik itu. Jadi tujuannya berobat gratis. Hahaha...! Dasar muka gretongan!

Diklinik, setelah diperiksa, dokter memberikan diagnosa bahwa saya kelebihan asam urat. Segera dokter menulis resep dan memberikannya pada saya. Dokter juga berpesan agar saya jangan dulu mengkonsumsi jenis kacang-kacangan sampai gejalanya sembuh.

Saya bertanya pada dokter, " Kalau nggak boleh makan kacang-kacangan, berarti tetap boleh makan kacang beneran ya, Dok?"

Eh, dokternya malah ketawa. Katanya, "Maksud saya kacang-kacangan dan kacang beneran".

Ooohhh... Ya sudahlah. Demi kesembuhan, saya rela untuk tidak makan tempe mendoan favorit saya. Hahaha...!

Pulang dari klinik, segera saya minum obatnya sesuai aturan dari dokter.

Sehari kemudian, rasa sakit dipergelangan tangan kiri saya sudah membaik. Beberapa hari kemudian menjadi lebih baik lagi, tapi belum sembuh total. Pergelangan tangan kiri saya masih terasa linu jika membawa beban agak berat. Bahkan terasa linu jika digerakkan keatas-kebawah. Padahal saat itu saya sedang menjalani profesi sebagai buruh bangunan. Lebih tepatnya sebagai asisten tukang bagian konstruksi. Kebayang sakitnya tangan saya tiap kali harus mengangkat baja WF dan lainnya.

Kalau nggak ingat kebutuhan dapur dan bayar kontrakan, ingin rasanya saya cuti kerja sebulan lamanya. Hahaha...!! Emangnya buruh bangunan ada cuti tahunan ya? Lagian cuti apa yang sampai sebulan lamanya? Hahaha...!!

Saya ingat kata dokter diklinik, jika sakit saya belum sembuh setelah obat habis, maka saya diminta datang kembali untuk test darah di laboratorium. Tapi saya memang bandel. Saya lebih memilih untuk berkonsultasi dengan mbah google ketimbang datang kembali ke klinik.

Menurut mbah google,
*kentang
* jagung dan
* pisang,
adalah makanan baik untuk konsumsi penderita asam urat. Maka saya pun "manut" pada petuah mbah google. Mulai hari itu, saya lebih banyak mengkonsumsi pisang. Ya... Dari 3 pilihan kentang, jagung dan pisang, cuma pisang yang saya pilih. Pisang siam.


Kenapa cuma pisang? Karena dari 3 pilihan diatas, hanya pisanglah yang harganya paling murah. Maksudnya pisang siam. Kalau pisang lain harganya lebih mahal.

Hahaha...! Masbro buat berobat kok ngirit-ngirit amat?

Nggak usah lah dijelasin kondisi keuangan saya saat itu. Hahaha...! Malu...

Singkat cerita, saya mengkonsumsi pisang siem sampai 2 bulan lamanya. Nggak banyak sih, cuma 3 kali sehari x 1 buah. Alhamdulillah, setelah dua bulan, tangan kiri saya sudah sembuh total seperti sedia kala. Saya merasa konsumsi pisang siemnya sudah cukup, tapi saya masih belum berani makan tempe mendoan dan jenis kacang yang lain. Saya baru berani memakannya 2 bulan kemudian. Jadi total 4 bulan saya nggak makan tempe mendoan dan saudara-saudaranya.

Kesimpulan dari cerita diatas adalah:

* penyakit asam urat dapat menyerang walaupun diusia yang masih relatif muda. Usia saya saat itu baru 32 tahun.

* penyakit asam urat tidak boleh dipijat/diurut karena justru akan semakin memperparah gejalanya.

* makanan yang paling tidak boleh adalah jenis kacang-kacangan. Sedangkan makanan lain masih boleh dikonsumsi tanpa pilih-pilih, selama asam uratnya tidak masuk kategori kronis.

* pengobatan dengan cara alami (mengkonsumsi pisang secara rutin) membutuhkan waktu pengobatan yang lebih lama, tapi menghasilkan kesembuhan yang lebih permanen.

* pisang yang kaya akan potasium, vitamin C dan serat, terbukti telah menurunkan kadar asam urat saya

***

Selain mengkonsumsi pisang setiap hari, rangkuman dari pulauherbal.com ini juga bisa menjadi pilihan.

1. Konsumsi buah ceri

Mengkonsumsi buah ceri sebanyak 200 gram setiap hari dapat membantu mengobati asam urat. Hal itu karena kandungan anthocyanin pada buah ceri yang berfungsi sebagai anti-inflamasi.

2. Apel

Buah apel mengandung asam malat yang dapat menetralisir asam urat dalam darah.

3. Jeruk nipis

Kandungan asam sitrat pada jeruk nipis juga baik untuk mengobati asam urat. Caranya cukup mudah,

- air perasan dari sepotong jeruk nipis dicampur dengan segelas air. Minum 2 kali sehari secara teratur.

4. Buah beri

Terutama strawberi dan blueberi yang mengandung anti-inflamasi.

5. Jus buah + sayur

Anda dapat pula mengkonsumsi jus buah dan sayur sebagai berikut,

- 300 ml jus wortel
- 100 ml jus bit
- 100 ml jus mentimun

Nb:
Di pulauherbal.com juga disebutkan, dengan mengkonsumsi 8-9 buah pisang perhari, dapat menyembuhkan asam urat dalam waktu kurang dari 1 minggu.

***

Nah, Ombro/Tantesis, sekian dulu. Semoga bermanfaat.

Comments