Tenaga Motor Matic Ngedrop Tidak Melulu Masalah Mesin! Periksa 9 Komponen, Pahami 5 Gejala Ini dan Perkiraan Biaya Perbaikannya

Baca Juga

Setiap kendaraan, baik mobil atau pun motor, entah yang bertransmisi manual atau pun otomatis, pada saatnya akan mengalami penurunan performa, misalnya tenaga ngedrop. Karena itulah Anda harus merawat kendaraan Anda agar selalu dalam kondisi prima. Paling tidak, Anda lakukan perawatan secara rutin di bengkel resmi atau bengkel umum yang terpercaya.

Pada kesempatan kali ini, saya hanya akan membahas masalah motor, karena saya belum pernah punya mobil. Hahaha...!!

Nah, bagaimanakah cara merawat motor yang baik?

Baca: bukti honda injeksi tidak perlu perawatan berkala

Fenomena persepeda motoran di tanah air telah mengalami perubahan sejak Yamaha memproduksi motor jenis matic yang di beri nama Mio. Kemudian di susul oleh Honda dengan produk Vario dan Beat. Dan sekarang, perkembangan motor matic di tanah air sudah menggeser posisi motor jenis cub (bebek) yang sebelumnya menjadi produk terlaris.

Baca juga: perang tanding honda vs yamaha sejak jaman motor jadul


Kembali ke soal perawatan...

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, apa pun motornya, suatu saat pasti akan mengalami penurunan performa. Penyebab dari masalah itu bisa beragam, mulai dari mesin, hingga komponen lain yang saling berhubungan.

Nah, Om Bro dan Tante Sis, jika motor matic Anda mengalami penurunan performa secara drastis, ada baiknya Anda memeriksa komponen-komponen berikut ini,

A. Komponen yang harus di periksa

1. Periksa CVT belt (van belt)

Van belt pada motor matic berfungsi sama seperti rantai pada motor manual, yaitu sebagai penggerak akhir dari mesin menuju roda.

Van belt yang sudah tidak layak pakai akan berpengaruh langsung pada performa motor, yaitu, motor jadi kurang / tidak bertenaga. Maka dari itu, periksalah kelayakan pakai van belt pada motor matic Anda. Jika van belt sudah retak-retak, segera ganti.

Atau untuk lebih mudahnya, Anda ikuti saja petunjuk pada buku manual motor Anda. Contoh untuk motor matic merk Honda, disarankan mengganti van belt dengan interval 24,000 km.

2. Periksa roller, face com (rumah roller) dan drece slide

Roller adalah komponen pemberat yang berfungsi untuk mengatur perputaran roda sesuai dengan perputaran mesin. Posisi terpasangnya roller adalah pada gear depan (istilah motor manual).


Buka dan periksa apakah bentuknya masih bundar? Atau sudah peyang...? Namun jika Anda tidak memiliki keahlian mekanis dan peralatan yang memadai, akan lebih bijaksana jika Anda membawanya ke bengkel terpercaya.

Sedikit informasi...

Bagi yang sudah terbiasa melakukan modifikasi, roller ini bisa di ganti menurut seleranya.

Singkatnya begini...

Roller yang ringan akan menghasilkan akselerasi spontan, tapi menurunkan top speed. Sebaliknya, roler yang berat menjadikan akselerasi yang lambat, tapi mantap di putaran atas.

Terserah selera Anda sepanjang tidak mengganggu keamanan motor.

Selain roller, periksa juga rumah rollernya (face com) dan drece slide. Ketiga komponen itu harus dalam keadaan baik. Pastikan juga boss rumah roller tidak koplak.

3. Per CVT

Secara normal, per CVT akan mulai bekerja pada putaran 1500 rpm (Honda Beat dan Yamaha Mio). Namun jika per sudah lemah, dia akan bekerja sebelum waktunya (pada rpm yang lebih rendah).


Salah satu ciri lemahnya per CVT adalah putaran mesin yang lebih rendah dari biasanya.

Maksudnya begini...

Dalam keadaan normal, mesin motor matic akan berputar pada rpm yang lebih tinggi dari motor manual. Namun jika per CVT sudah lemah, rpm mesin motor matic akan (hampir) sama dengan motor manual (pada kecepatan yang sama).

Tapi, gejala seperti itu tidak hanya di sebabkan oleh per CVT saja. Kerusakan pada roller set (termasuk rumahnya) juga berakibat sama.

4. Kanvas kopling ganda

Perkara kanvas kopling, pada dasarnya sama dengan motor manual. Jika kanvas kopling sudah menipis, maka tenaga ngedrop. Hanya saja pada motor manual Anda bisa menggunakan gigi kecil (gigi satu) jika kesulitan melibas tanjakan. Hal itu lah yang menjadi kesulitan pengguna motor matic dalam masalah seperti ini.


Lanjut...

5. Busi, filter udara dan pompa injektor

Ini poin tambahan pada sektor mesin.

Jika busi sudah melebihi masa pakai normal, maka percikan api juga akan kecil. Hal itu secara langsung akan menyebabkan pembakaran jadi tidak sempurna. Dan dengan demikian, maka daya dorong dari api pembakaran ke piston akan menjadi lemah.

Sedangkan pompa injektor sudah jelas perannya. Tanpa kerja injektor yang baik, otomatis suplai bahan bakar akan terhambat.

Sementara itu filter udara bertugas menyaring angin yang masuk ke ruang bakar. Jika filter udara sudah kotor, maka suplai udara akan tersumbat dan dapat menurunkan performa mesin. Bagi filter kering, bisa di bersihkan jika kondisinya masih bagus. Namun untuk filter basah harus langsung di ganti (baca buku panduan manual motor Anda).

B. Pahami gejalanya

Beberapa gejala yang terkait dengan CVT belt dan roller, antara lain adalah,

1. Tarikan mengayun saat berboncengan

Walaupun CVT belt di lengkapi "benang penguat", tapi dengan bahan dasar karet tentu tetap ada daya ayun jika komponen tersebut sudah mulai uzur. Hal itu akan sangat terasa ketika Anda berkendara dengan berboncengan.

Selain mengayun, tarikan motor juga bisa mengejan (ngeden, berat banget) pada awal akselerasi. Seperti yang saya sebutkan di atas (poin roller dan per CVT).

2. Terasa "meloncat-loncat" di tanjakan

Di kampung saya istilah lainnya adalah ngajlok-ngajlok / endut-endutan / ajret-ajretan. Pada saat Anda melalui tanjakan, tarikan motor terasa tersendat, terutama jika Anda membawa beban berat atau berboncengan.

3. Tidak mampu melalui tanjakan terjal dengan beban berat

Ini yang paling terasa. Saya pernah gagal menanjak di ruas jalan antara Jamuresi - Citapen. Satu daerah di wilayah kecamatan Rancah - Ciamis. Padahal biasanya saya dapat melalui tanjakan itu dengan mudah.

Bahkan di tanjakan-tanjakan lain yang tidak terlalu terjal, saya harus memutar penuh gas motor saya. Padahal sebelumnya hanya setengah putaran gas.

4. Keluar suara berisik dari area gearbox

Kondisi roller yang sudah peyang akan mengakibatkan suara kasar dari dalam gearbox. Pada tingkat selanjutnya dapat timbul suara gemericik jika roller sampai pecah / hancur.

5. Kesal dan marah-marah

Hahaha...!! Emangnya motor bisa marah-marah, Mas?

Bukan motornya, Om... Orangnya yang marah-marah karena motornya tidak kuat nanjak. Hadeuuhhh...

Ya sudah... Kalau sudah paham gejalanya, sekarang kita lanjut.

C. Perkiraan biaya perbaikan

Update tanggal 12 Mei 2017

Saya baru saja selesai operasi si cantik Spacy yang gendut. Motor saya ini kembali ngacir setelah saya service di AHASS Buana Motor Banjar Patroman, dengan rincian biaya sebagai berikut,

* CVT Belt KZL-BA0 = 135,000
* Dreve slide GCC (3 pcs) = 30,000
* Kanvas kopling ganda KWN = 110,000
* Face com KUB = 72,000
* Biaya pengerjaan = 60,000
Total = 407,000

Sebenarnya hanya itu saja part yang harus di ganti untuk mengembalikan performa Honda Spacy FI 2013 tunggangan saya. Tapi saya pikir tanggung, sekalian,

* Servis berkala (termasuk pembersihan injektor dan saluran bahan bakar) = 60,000
* Ganti busi URM-842 = 22,000
* Oli AHM MPX-2 - 800 ml = 39,500
* Filter udara kebetulan sudah bolong KZL-A00 = 51,500
Total = 173,000

Jadi total keseluruhannya adalah 580,000

Lumayan kan jajan motor saya hari ini? Hadeuuhh... Sabar...

Ya sudah, Om Bro. Semoga bermanfaat informasinya. Terima kasih sudah singgah di blog sederhana ini.

Comments