Uang Kuno Indonesia Dari 1 Rupiah Hingga 1000 Rupiah, Dari Tahun 1959 Hingga Tahun 2000

Baca Juga

Ceritanya lagi nggak ada bahan buat artikel, saya beres-beresin lemari sambil nunggu ngantuk. Eh nemuin uang-uang kuno pemberian bapak saya.

Sebenarnya sudah lama saya menyimpan uang-uang ini, tapi sudah lama juga saya lupa. Baru ingat lagi saat lagi beres-beres ini tadi.

Penasaran saya cari informasi di google, ternyata uang-uang Indonesia kuno saat ini bernilai tinggi. Tapi sayangnya, koleksi yang saya punya sudah kurang bagus secara fisik. Beberapa di antaranya malah sudah saya laminating. Dulu, maksudnya supaya tidak rusak, tapi sebenarnya justru malah jadi rusak. Karena menurut hasil surving saya di dunia maya, para kolektor uang kuno akan memperbaiki kondisi uang kuno koleksinya dengan membersihkan dan meluruskan / menghilangkan bekas lipatan pada fisik uang. Caranya dengan menggunakan alat dan bahan kimia tertentu.

Nah, kalau uang dalam kondisi di laminating kan berarti sudah tidak bisa di perbaiki lagi.

Jadi...jika pun saya akan menjual koleksi saya ini, harganya mungkin tidak akan se-fantastis yang di pajang di toko-toko online. Bahkan belum tentu ada yang mau beli. Hahaha...!!

Tapi nggak apa lah... Saya simpan saja buat koleksi pribadi. Dan berikut ini uang-uang kuno yang saya miliki, di urutkan dari nominal terkecil yang tertera pada fisiknya,

1. Rp.1 Cetakan tahun 1968 dengan No.Seri: CMH087916

Fisik uangnya kecil sekali. Tapi sayangnya saya tidak menemukan penggaris untuk mengukur panjang dan lebarnya.


Di bagian depan ada gambar Panglima Besar Jendral Sudirman, sementara di bagian belakang ada gambar seorang perempuan berkebaya sedang duduk bersimpuh sambil memegang sesuatu. Tidak ada keterangan pada gambar di belakang sehingga saya tidak faham betul apa yang sedang di lakukan oleh perempuan tersebut.

2. Rp.5 cetakan tahun 1959 dengan No.Seri: 5YDH94724

Fisik uangnya sedikit lebih besar dari pecahan Rp.1 diatas, tapi masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan uang yang masih beredar sekarang.


Di bagian depan ada gambar bunga berwarna putih. Tapi lagi-lagi tidak ada nama bunga tersebut di uangnya. Sementara di bagian belakang ada gambar 4 ekor burung yang sedang hinggap di antara bunga-bunga.

3. Rp.100 cetakan tahun 1977 dengan No.Seri: JDG041280

Kakak saya yang mengalami jajan menggunakan uang ini. Ini uang terpanjang dan terlebar yang pernah saya miliki. Lebarnya melebihi uang Rp.1000 cetakan tahun 1987.


Di bagian depan sebelah kiri ada gambar badak bercula satu, salah satu satwa langka dari Ujung Kulon yang di lindungi oleh Pemerintah. Sama seperti bagian depan, di bagian belakang pun bergambar badak bercula satu. Hanya saja sudut pandangnya lebih jauh sehingga gambar badaknya lebih kecil.

4. Rp.100 cetakan 1984 dengan No.Seri: ROZ269717

Kalau uang ini saya mengalami masa lakunya. Dimasa kecil saya, uang ini bisa dapat 8 pcs kerupuk atau 4 pcs gorengan.


Di bagian depan uang ini ada gambar burung "goura victoria", spesies langka dari pulau Irian (papua) dan pulau Biak. Sementara itu di bagian belakang ada gambar "bendungan tangga asahan", sebuah bendungan di Sumatera Utara yang dibangun pada tahun 1983-1985 untuk menyalurkan air dari danau toba menuju PLTA Tangga.

5. Rp.100 cetakan tahun 1992 dengan No.Seri: WFT243125

Ini uang yang cukup ramai diperbincangkan di dunia maya dalam beberapa waktu ke belakang. Bergambar perahu pinisi (perahu layar) di bagian depan dan anak gunung krakatau di bagian belakang.


Perahu pinisi sendiri adalah perahu asal Sulawesi yang cukup melegenda di jamannya.

Uang Rp.100 ini cukup lama beredar sebagai alat tukar di Indonesia, yaitu dari tahun 1992 hingga tahun 2000.

6. Rp.500 cetakan tahun 1992 dengan No.Seri: RTR400878

Dibagian depan uang ini bergambar orang utan, salah satu satwa langka asal Indonesia. Sementara itu di bagian belakang terdapat gambar rumah adat Kalimantan Timur.


Di masa kecil saya, uang ini sering di pakai untuk bercanda.

Misalnya begini...

Saya memegang uang ini di depan si Udin (nama fiktif), sambil membuat dialog sendiri,

Saya: "Permisi, Bu. Udinnya ada?"

Ibu fiktif: "Ada tuh di belakang lagi main di pohon".

Kemudian saya balikkan uangnya sambil berkata, "Wah... Kamu sejak kapan jadi monyet, Din".

Hahaha...!! Lucu nggak?

7. Rp.1000 cetakan tahun 1987 dengan No.Seri: KAH331680

Secara fisik, uang ini cukup besar. Hampir menyamai uang Rp.100 cetakan tahun 1977 di atas.


Uang ini bergambar Raja Sisingamangaraja di bagian depan dan Siti Hinggil Kraton Yogyakarta di bagian belakang.

8. Rp.1000 cetakan tahun 1992 dengan No.Seri: YZM533185

Uang yang di cetak bersamaan dengan uang kapal layar dan uang orang utan ini bergambar Danau Toba di bagian depannya. Sementara itu di bagian belakangnya terdapat gambar lompat batu pulau nias.


Selain yang tersebut di atas, saya juga menyimpan koin Rp.1000 kelapa sawit cetakan tahun 2000.


Dan ada juga uang kertas Rp.1000 gambar Pattimura (cetakan tahun 2000) yang dibagian belakangnya bergambar pulau maitara dan tidore. Ada 2 lembar dengan No.Seri: NTY187173 dan HJO29179...(angka terakhir terhapus).

Sebenarnya yang terakhir ini masih beredar, tapi karena milik saya ini sudut-sudutnya robek, jadi saya simpan saja buat koleksi.

***

Oke Om Bro dan Tante Sis, hanya itu saja benda kuno yang saya miliki. Semoga terhibur...

Comments