Skip to main content

10 Tips Cerdas Memilih Montir Bengkel Motor yang Recomended

Baca Juga

Bagi seorang biker, kesehatan motor adalah prioritas dalam berkendara. Dan salah satu cara untuk mendapatkan tujuan itu adalah dengan memilih montir dan bengkel yang baik dan benar.


Sebagian dari Anda mungkin pernah mengalami kekecewaan seperti saya, yaitu salah pilih mekanik (montir). Akibatnya, bukannya motor kembali prima tapi malah kondisinya semakin parah.

Kekecewaan seperti ini sejatinya tidak hanya terjadi di bengkel umum saja, tapi bisa terjadi juga di bengkel resmi. Jadi, walaupun si bengkel resmi dan para mekaniknya memiliki sertifikat yang baik, tapi secara individu mereka hanyalah manusia biasa. Tidak menjamin setinggi apa sertifikatnya, tetap yang paling utama adalah karakter pribadinya.

Atau dengan kata lain, sejago apa pun ilmu mekanis si montir, dia tidak akan bekerja dengan baik jika memiliki kepribadian buruk.

Nah, untuk mengantisipasi hal buruk itu, saya punya beberapa tips jitu untuk memilih montir yang cerdas.

1. Pilihlah bengkel yang ramai

Ini adalah hal umum. Maksudnya, bukan hanya urusan bengkel, tapi dalam urusan lain pun ramainya suatu tempat pelayanan bisa menjadi cara pertama dalam memilih.

Secara logika normal, jika suatu bengkel memiliki pelayanan dan mekanik yang buruk, pasti pelanggan akan merasa kecewa. Dan jika sudah banyak pelanggan yang kecewa, dapat di pastikan bengkel tersebut akan menjadi sepi. Begitu sebaliknya, jika bengkel dan mekaniknya memuaskan pelanggan, maka bengkel tersebut pun akan menjadi ramai.

Ini ilmu marketing sederhana, di mana promosi dari mulut ke mulut jauh lebih efektif dari pada promosi melalui media apa pun. Artinya, seorang yang merasa puas dengan pelayanan suatu bengkel, maka tanpa sadar dan dengan sukarela dia akan menceritakan kepuasannya tersebut kepada orang lain.

Selanjutnya, orang yang mendengar cerita kepuasan tersebut akan merasa tertarik untuk mencoba. Begitu seterusnya hingga ramailah bengkel tersebut.

2. Cari informasi (penilaian) dari orang lain

Cara kedua adalah dengan bertanya pada orang lain sesama pemotor. Tapi harus pemotor yang baik juga dalam merawat kendaraannya. Jangan sampai Anda bertanya kepada pemotor yang justru kondisi motornya terlihat buruk.

Intinya sama seperti pada poin di atas, yaitu efek promosi dari mulut ke mulut.

Anda bisa menanyakan hal ini pada orang lain yang sedang antri giliran servis di bengkel tersebut. Tanyakan juga apakah dia sudah biasa merawat motornya di bengkel itu atau baru pertama kali. Hal itu penting! Karena kalau orang yang Anda tanya ternyata baru pertama kali datang, maka dapat di pastikan dia tidak akan bisa memberikan rekomendasi apa-apa.

3. Cobalah ajukan keluhan dan perhatikan tanggapan mekanik (montir)

Jika Anda sudah mendapatkan bengkel yang ramai dengan rekomendasi dari pelanggan lain, maka selanjutnya Anda sampaikan keluhan motor Anda pada sang mekanik. Perhatikan apa tanggapannya?

Dari pengalaman saya, setidaknya ada 3 macam tanggapan dari montir dalam hal menampung keluhan pengguna motor,

* Mekanik diam dan mendengarkan keluhan Anda

Setelah Anda selesai bicara, selanjutnya dia akan menjawab, kurang lebih begini, "Baik, Pak/ Bu. Nanti saya periksa".

Dalam hal Anda mendapatkan tanggapan seperti itu, maka Anda boleh sedikit puas. Itu pertanda bahwa mekanik tersebut adalah orang yang hati-hati dalam menangani masalah. Dia tidak berani memvonis masalah motor Anda sebelum memeriksanya.

* Mekanik diam sejenak kemudian memberi sedikit gambaran masalah

Montir yang satu ini, dia akan menjawab keluhan Anda dengan perkataan kurang lebih begini, "Saya kira komponen "anu"nya bermasalah. Tapi nanti saya periksa dulu untuk lebih pastinya".

Jika Anda mendapati mekanik yang seperti ini, Anda patut merasa lebih lega lagi. Pasalnya, sikap seorang mekanik yang seperti ini adalah tanda bahwa dia seorang yang berpengalaman namun tetap berhati-hati. Istilah lainya, dia mekanik yang pandai tetapi tidak takabur dengan kepandaiannya.

* Mekanik yang langsung memvonis masalah bahkan memotong pembicaraan Anda

Naaahhh... Ini seorang mekanik yang harus Anda waspadai.

Bagi Anda yang belum faham, mungkin Anda akan berfikir, "Wah, ini montir hebat. Langsung tahu masalahnya".

Apa benar seperti itu?

Salah...!! Sudah saya sebutkan di atas, sepandai apa pun seorang mekanik, dia tetap harus hati-hati dengan statment dan perilakunya. Mekanik yang bersikap seperti itu justru merupakan manusia bodoh yang sok tahu dan takabur. Apa lagi jika dia sampai memotong ucapan Anda, berarti dia sangat tidak sopan.

Perlu Anda ketahui, bahwa, sehebat apa pun seorang mekanik, dia tidak tahu apa-apa tentang motor Anda. Anda lah yang lebih tahu. Dia tidak setiap hari menunggang motor Anda, sehingga tidak pantas dia memvonis begitu saja sebelum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Oke Om Bro? Kita lanjut...

4. Coba konsultasikan masalah lain dan perhatikan dengan seksama jawabannya (jawaban harus logis)

Jika dari poin nomor 3 di atas belum clear, tanyakanlah soal lain yang masih berhubungan dengan urusan motor Anda.

Contoh yang paling gampang adalah pertanyaan, "berapa bulan sekali baiknya ganti oli mesin?"

* Montir ngawur biasanya akan menjawab, "sebulan sekali atau dua minggu sekali. Lebih sering lebih baik".

* Tapi montir sungguhan akan menjawab, "patokannya bukan bulan, tapi jarak tempuh. Motor Honda tiap 4000 km, motor Yamaha tiap 3000 km. Itu pun kalau Anda menggunakan oli rekomendasi pabrikan".

"Jika Anda menggunakan oli merk lain, di sesuaikan juga dengan daya tahan oli tersebut. Ada oli mineral yang daya tahan maksimalnya hanya sampai 3500 km. Tapi kalau oli syntetic umumnya mampu bertahan sampai 5000 km. Jadi, 3000 km atau 4000 km aman untuk penggunaan oli syntetic".

"Sedangkan jarak tempuh 3000-4000 km pada pemakaian normal bisa mencapai 2-3 bulan. Jadi, kalau pun speedometer Anda mati, Anda masih aman mengganti oli tiap 2 bulan. Kecuali jika motor Anda di gunakan untuk bekerja berat ya lebih baik sebulan sekali".

Nah, jika Anda mendapat jawaban yang pertama, berarti itu montir ngawur sengawur-ngawurnya. Sebaiknya jangan kembali ke bengkel itu lagi. Dan itu hanya salah satu contoh. Saya punya contoh beberapa kasus "montir ngawur" pada link di bawah ini,

Baca: motor matic tidak kuat nanjak? lakukan analisa mendalam agar tidak di bohongi montir abal-abal

5. Tanyakan harga service dan harga beberapa part, bandingkan dengan sumber lain

Sebelum Anda memutuskan untuk service (apa lagi service besar) ada baiknya Anda searching dulu di internet. Cari kasus yang sama atau minimal mirip dengan masalah motor Anda. Di situ Anda akan menemukan perkiraan biaya servis dan penggantian part-part tertentu.

Jika Anda tidak menemukan kasus yang sama di internet, setidaknya Anda cari tahu biaya jasa servis ringan rata-rata di daerah Anda.

Jika Anda sudah tahu perkiraan biayanya, selanjutnya Anda tanyakan ke customer service bengkel yang akan Anda tuju.

* Jika biaya servis/ harga spare part di bengkel tersebut jauh lebih mahal, maka sudah jelas itu bengkel tidak recomended.

* Namun begitu, jika harga di bengkel tersebut terlalu murah pun Anda jangan senang dulu. Bisa jadi harga murah tersebut karena kualitas yang buruk. Maka tetap harga standar lah yang terbaik.

6. Perhatikan sikap montir saat bekerja

Perhatikan raut muka dan perilaku mekanik saat melakukan pekerjaannya. Jika raut mukanya muram dan kerjanya seperti bermalas-malasan (seperti terpaksa) mungkin dia tidak ikhlas dalam menjalankan pekerjaannya.

Ketidak ikhlasan si montir bisa terjadi karena ketidak puasan dia pada boss (pemilik bengkel), misalnya karena gaji yang tidak sesuai.

Walaupun si montir tidak ada masalah dengan Anda, tapi jika dia punya masalah di wilayah internal bengkel, maka hal itu dapat berpengaruh pada kinerjanya. Jadi pastikan Anda melihat keikhlasan di mata sang mekanik.

7. Perhatikan cara kerjanya dengan seksama

Dulu waktu saya masih tinggal di Tigaraksa - Tangerang, bengkel langganan saya adalah Mulyana Jaya.

Jika di lihat sekilas, Bengkel tersebut seperti tidak bagus. Kecil dan tidak menyediakan spare part lengkap. Tapi sebenarnya Aa Yana (mekanik sekaligus pemilik bengkel tersebut) adalah seorang mekanik handal. Bahkan kehandalannya sampai pada urusan korek-mengorek mesin motor.

Penilaian saya pada Aa Yana cukup sederhana. Hanya dengan 3 poin saja.

* Aa Yana selalu menggunakan kedua tangannya untuk membuka dua mur/ baut sekaligus. Tidak seperti umumnya montir yang hanya menggunakan satu tangan untuk membuka satu mur/ baut, sementara satu tangan yang lain menganggur.

* Aa Yana dengan mudah mengeluarkan baut yang patah di blok mesin Yamaha Vega R saya. Hanya dengan menggunakan sebatang mata bor kecil untuk menghancurkan mur yang patah dan dengan mudah membuat lubang baut yang baru.

Sebetulnya itu bukanlah pekerjaan yang luar biasa bagi seorang mekanik. Tapi yang luar biasa dari Aa Yana adalah kecepatan dan ketepatan dalam pekerjaannya.

* Aa Yana dengan mudah membuka baut chuck Yamaha Vega R saya yang sudah macet total. Padahal sebelumnya 2 bengkel (termasuk satu bengkel resmi Yamaha) sudah tidak sanggup memperbaiki chuck motor saya tersebut.

Aa Yana dengan kecerdasannya mencopot chuck saya, kemudian menumpangkannya pada sebatang pipa besi sepanjang 1 meter dan menghantam tuas chuck dengan obeng getok. Satu cara sederhana yang tidak pernah terfikirkan oleh 2 bengkel sebelumnya.

Lagi-lagi ini bukanlah pekerjaan yang luar biasa, tapi kecerdikan dan ketangkasan Aa Yana lah yang luar biasa.

8. Pastikan part yang harus di ganti dan yang tidak perlu di ganti

Kadang kala pada saat service kita harus mengganti beberapa part fast moving. Nah, di sini Anda harus faham benar atau tidaknya.

Contoh kasus,

* Pada tahun 2009 saya servis Honda Fit X saya di salah satu AHASS di bilangan Jatake, Tangerang (tidak saya sebutkan namanya, takut kena pasal pencemaran nama baik. Kakakakakk...!!). Saat itu, si montir biadab menyebutkan bahwa filter udara motor saya harus di ganti. Dia menunjukkan pada saya sambil setengah melempar.

Saya tersinggung dengan sikap dia dan saya lempar balik itu filter udara. Saya tegur dia perkara ketidak sopanan sambil saya bilang,

"itu filter udara baru 8000 km saya pakai. Anjuran dari Honda adalah ganti pada 16000 km. Sedangkan itu filter udara tipe kering, bisa di bersihkan. Kondisinya layak pakai, hanya kotor saja". Maka habislah si mekanik di caci-maki oleh bossnya yang bermata sipit.

Nah, itu salah satu contoh oknum montir nakal.

* Kemudian contoh yang ke dua justru sebaliknya. Starter Honda Spacy saya ngadat karena harus ganti bostel (cool starter). Tapi sang mekanik bilang,

"tidak ada part yang harus di ganti. Hanya perlu di bersihkan otomatis starternya saja".

Mungkin mekanik ini bermaksud "melawan" image montir nakal. Tapi ya nggak gitu juga. Kalau memang seharusnya di ganti ya di ganti saja. Lagi pula saya berfikir, otomatis starter itu bukanlah part yang harus di bersihkan secara rutin. Jadi nggak logis kalau di situ masalahnya.

Dan benar saja. Saya harus membayar pekerjaan membersihkan otomatis starter. Padahal hasil pekerjaannya sia-sia.

Jadi kesimpulannya Anda harus jeli. Jangan mau di bohongi. Jangan di telan mentah-mentah itu perkataan mekanik. Jangan di terima jika penjelasannya tidak logis.

9. Mekanik yang baik (hampir) tidak pernah menyuruh ganti part kasat mata

Dari hasil pengamatan saya, hanya montir-montir iseng saja yang nyuruh ganti part yang terlihat secara kasat mata (misalnya nyuruh ganti ban atau lainnya).

Mekanik yang baik hanya akan menyarankan penggantian part yang tidak kasat mata (misalnya komponen di dalam mesin). Itu pun dia memberikan argumentasi yang masuk akal.

10. Sebisa mungkin pilihlah lokasi bengkel yang dekat

Terakhir, sebisa mungkin untuk memilih bengkel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Anda. Hal itu di maksudkan agar Anda mudah untuk menindak lanjuti jika ada ketidak puasan (kekurangan/ complaint) dengan layanan bengkel tersebut.

Perlu di ketahui bahwa bengkel yang baik akan selalu memberikan garansi terhadap layanannya. Sebagai contoh bengkel resmi Honda (AHASS) yang memberikan garansi 1 minggu (500 km) untuk servis ringan dan 1 bulan (1000 km) untuk service besar (overhaul).

***

Nah, Om Bro/ Tante Sis... Jadilah lebih cerdas agar tidak di bohongi mekanik nakal.

Baca juga: 8 kesalahan yang umum di lakukan bahkan oleh mekanik bengkel

Sekian dulu dari saya, semoga bermanfaat.

Comments