5 Komparasi Mio Series vs Vario Plus Beat dari Generasi Pertama Hingga Sekarang

Baca Juga

Bicara soal Yamaha dan Honda memang tidak akan pernah ada habisnya. Sebenarnya saya sudah banyak mengulas tentang dua merk ini, tapi karena banyaknya permintaan komparasi Mio vs Vario beserta kekurangan dan kelebihan keduanya, maka saya buatlah artikel ini.

Baca: pilih yamaha atau honda? pahami kelebihan dan kekurangannya sebelum membeli

Di sini saya melakukan komparasi bukan hanya pada produk baru, melainkan mulai dari awal di produksinya kedua matic tersebut. Namun begitu, tidak semua produk dapat saya komparasikan, misalnya Mio J, Mio GT dan Mio M3 yang tidak saya dapatkan bahannya di lapangan.

Baiklah... Langsung saja ke TKP...

1. Yamaha Mio Sporty vs Honda Vario 110 Karbu

Seri pertama yang bertarung di sini adalah Mio Sporty vs Vario yang masih sama-sama menganut sistem karburasi.

Jika dilihat dari harga dan desain body, jelas Vario kalah telak. Desain Vario yang gendut dan harga 14 jutaan (saat itu) kalah jauh dengan Mio yang ramping dan hanya di banderol 12,35 juta rupiah saja. Tapi Honda juga tidak sekonyong-konyong pasang harga mahal tanpa sebab. Beberapa fitur matic Vario yang tidak ada pada Mio saat itulah yang membuatnya lebih mahal, antara lain,


** Side stand switch off, yang secara otomatis akan mematikan mesin saat standar samping diturunkan.

** Secure brake lock, yaitu pengunci rem belakang. Digunakan untuk mengunci rem saat berhenti di tanjakan, juga pada saat menstart mesin motor supaya tidak meloncat.

** Sistem peredam getar pada sambungan (arm) yang cukup baik untuk meredam getaran dari mesin.

** Key secure (pengaman kunci kontak)

Baca: kelebihan honda yang membuat yamaha jadi nomor dua

Nah, selain kelebihan-kelebihan itu, mari kita lihat perbandingan dari spesifikasi keduanya,

* Kapasitas silinder

Y: 113,7cc
H: 108 cc

Walaupun bodynya lebih kecil, Mio mempunyai volume silinder yang lebih besar.

* Dieter x langkah

Y: 50 x 57,9 mm
H: 50 x 55 mm

Dari langkah pistonnya dapat dipastikan Mio unggul diputaran atas.

* Rasio kompresi

Y: 8,8 : 1
H: 10,7 : 1

Kompresi Vario lebih tinggi dari Mio. Untuk kompresi lebih dari 10 : 1 idealnya harus menggunakan bahan bakar pertamax (oktan 92). Dan karena rasio kompresinya yang tinggi, maka Vario memerlukan radiator untuk sistem pendinginannya.

* Power maksimal

Y: 7,14 kW/8000 rpm
H: 8,99 PS/8000 rpm

Agak sulit nih, satuan powernya beda. Tapi kalau di lihat dari volume silindernya, dapat di pastikan Mio lebih powerfull.

* Torsi maksimal

Y: 7,84 Nm (0,88 kgf.m)/7000 rpm
H: 0,86 kgf.m/6500 rpm

Torsi Vario lebih rendah tapi lebih cepat di dapat pada rpm yang lebih rendah pula. Ini juga salah satu rahasia matic Honda yang menerapkan fitur standar otomatis dan pengunci rem belakang. Fitur-fitur tersebut di perlukan karena bukaan kopling sentrifugal skutik Honda lebih awal dari skutik Yamaha. Dengan kata lain, saat akan melaju, gas matic Honda tidak terlalu mengayun panjang seperti Mio.

* Jarak terendah ke tanah (ground clareance)

Y: 12,5 cm
H: 13,25 cm

Mio sedikit lebih rendah sehingga lebih mudah "gasruk" ke polisi tidur.

* Kapasitas tangki BBM

Y: 3,7 liter
H: 3,6 liter

Cuma beda 100 ml doang sih...

* Berat kendaraan

Y: 94 kg
H: 99,3 kg

Dengan selisih bobot sebanyak 5,5 kg maka di pastikan akselerasi Mio jadi lebih responsif.

* Ukuran ban

Y: 70/90-14 (depan), 80/90-14 (belakang)
H: 80/90-14 (depan), 90/90-14 (belakang).

Ukuran ban tersebut masih di anut oleh Yamaha dan Honda hingga saat ini (kecuali pada skutik premiumnya masing-masing).

2. Yamaha Mio Sporty vs Honda Beat Karbu

Karena tidak mampu mengejar penjualan Mio, maka Honda memprodukai Beat sebagai lawan Mio yang sepadan.

Sebenarnya secara umum spesifikasi teknis Beat adalah sama dengan Vario, atau bisa di sebut produk down grade dari Vario. Selain hanya desain yang berbeda, berikut ini perbedaan antara Beat dan Vario,

* Perbandingan kompresi 9,2 : 1

Lebih rendah dari Vario tapi masih lebih tinggi dari Mio. Rasio kompresi di angka ini dulu agak membingungkan dalam pemilihan bahan bakar. Pasalnya, oktan premium terlalu rendah untuk Beat, tapi pertamax terlalu tinggi. Jika di paksakan dalam jangka penjang, pertamax dapat menyebabkan panas berlebih pada mesin. Solusi terbaik namun ribet adalah dengan mencampur premium dan pertamax dengan perbandingan 1 : 1.

Tapi untunglah sekarang sudah ada pertalite yang menjadi penengah. Oktan pertalite sebesar 90 dipercaya pas untuk rasio kompresi 9,0 : 1 sampai 10,0 : 1.

* Power 8,22 PS/8000 rpm

Walaupun kapasitas silindernya sama dengan Vario, tapi rasio kompresi yang lebih rendah menghasilkan power yang lebih kecil.

* Torsi 0,85 kgf.m/5500 rpm

Pun demikian dengan torsi maksimalnya, Beat kalah dari Vario. Dengan begitu maka kalah juga torsi Beat dari Mio.

* Harga 12,875,000 rupiah

Walaupun spesifikasinya lebih rendah, tapi seperti biasanya Honda lebih mahal dari Yamaha. Yang jelas sih efek dari fitur-fitur yang tidak di miliki oleh Mio.

3. Yamaha Mio Soul vs Honda Vario 110 Karbu

Yang agak aneh dari Yamaha saat itu, dia malah ikut-ikutan bikin matic gambot seperti Vario. Mungkin dia keder kali di keroyok Vario dan beat? Hahaha...!!

Secara umum Mio Soul ini hampir sama spesifikasinya dengan Mio Sporty. Hanya di beberapa bagian saja yang berbeda,

* Power maksimal 6,54 (8,9 PS)/8000 rpm

Justru malah lebih kecil dari Mio Sporty yang punya power 7,14 kw/8000 rpm. Juga sedikit lebih kecil dari Vario yang punya power 8,99 PS/8000 rpm.

* Jarak terendah ke tanah 13 cm

Lebih tinggi 0,5 cm dari Mio Sporty namun masih lebih rendah 0,25 cm dari Vario.

* Berat Kendaraan 87 kg

Walaupun badannya lebih besar, tapi rupanya bobotnya lebih ringan dari pada Mio Sporty (94 kg) dan Vario (99,3 kg).

4. Yamaha Soul GT 125 Eagle Eye Blue Core vs Honda Vario 125 eSP

Awalnya Yamaha memproduksi Xeon RC sebagai tandingan Vario 125. Tapi karena beberapa pertimbangan, saya komparasikan Vario justru dengan Soul GT Eagle Eye.

Soul GT adalah matic Yamaha Indonesia yang pertama memberikan fitur-fitur menawan,

** Big bike mufler (knalpot bergaya motor besar)
** Smart stand switch (mesin tidak dapat dihidupkan jika standar samping turun).
** Sport car tail light (lampu belakang bergaya mobil sport)
** Smart key shutter (menutup lubang kunci kontak dengan sekali tekan).
** Smart key lock system (pengunci rem belakang dengan kontrol satu tangan).

Soul GT Eagle Eye ini adalah ras campuran antara Soul GT 110 dibagian wajah dan Xeon RC di buritan (belakang). Tapi sayangnya sekarang produk ini sudah discontinue alias tidak di produksi lagi. Dan berikut ini komparasinya,

* Diameter x langkah

Kebetulan di sini mereka memiliki spesifikasi yang sama, yaitu 52,4 x 57,9 mm.

* Power maksimal

Y: 11,4 PS (8,4 kW)/9000 rpm
H: 8,3 kW/8500 rpm

Kalah 0,1 kW tapi power Vario lebih mudah di capai dengan rpm lebih rendah.

* Torsi maksimal

Y: 10,4 Nm (1,06 kgf.m)/6500 rpm
H: 10,8 Nm/5000 rpm

Walaupun secara power kalah, tapi di sisi torsi Vario lebih unggul 0,4 Nm dengan rpm lebih rendah pula.

* Jarak terendah ke tanah sama-sama 13,5 cm.

* Berat kendaraan

Y: 101 kg
H: 109 kg

Dengan bobot yang lebih berat, Vario lebih mantap di ajak lari. Tapi dengan bobot lebih ringan, Xeon GT lebih cepat akselerasinya.

* Kapasitas tangki BBM

Y: 3,8 liter
H: 5,5 liter

Vario dengan tangki lebih besar berarti tidak perlu sering-sering mampir ke SPBU.

***

Selain komparasi secara spesifikasi, Honda Vario punya keunggulan sistem ACG starter, ban tubeless (versi eSP), ISS dan CBS.

** ACG starter adalah suatu teknologi yang dapat menghidupkan mesin dengan suara senyap (starter tidak bersuara).

** ISS (Idling Stop System) adalah teknologi yang akan mematikan mesin secara otomatis jika motor berhenti selama 3 detik. Kemudian sistem akan menyalakan kembali mesin saat putaran gas di buka.

** CBS (Combi Brake System) adalah sistem pengereman dimana tuas rem belakang akan bekerja untuk rem depan sekaligus.

5. Yamaha Aerox 155 vs Honda Vario 150 eSP

Tibalah saatnya kita pada komparasi yang tidak seimbang. Maksudnya, dari sisi desain saja di sini Aerox 155 sudah jauh lebih garang dibanding Honda Vario 150 eSP. Di tambah lagi ukuran ban ban gambot pada Aerox yang semakin membuatnya tampak kekar.

Selain itu sebenarnya Aerox 155 ini tidak masuk ras Mio, tapi nggak apa lah. Yang penting masih keluarga Yamaha.

Berikut ini spesifikasinya,

* Sistem pendinginan

Keduanya sudah sama-sama mengaplikasikan radiator untuk sistem pendinginan mesin.

* Teknologi mesin

Aerox 155 sudah menggunakan teknologi VVA dan blue core andalan Yamaha, dimana torsi akan merata di semua putaran, mesin lebih bertenaga, namun konsumsi bahan bakar lebih hemat.

Sementara itu Honda Vario 150 juga sudah menggunakan teknologi eSP yang juga di klaim mampu mengeluarkan tenaga lebih besar namun tetap hemat bahan bakar.

* Power maksimal

Y: 14,8 HP/8000 rpm
H: 9,3 kW/8500 rpm

Lagi-lagi satuan ukurannya berbeda ini. Tapi kalau di lihat dari CC yang lebih besar, dapat di pastikan Aerox 155 lebih besar tenaganya.

* Torsi maksimal

Y: 14,4 Nm/6000 rpm
H: 12,8 Nm/5000 rpm

Jauh banget ya...? Bedanya sampai 1,6 Nm. Hanya saja torsi puncak Vario lebih mudah dicapai karena berkisar di rpm yang lebih rendah.

* Tangki bahan bakar

Y: 4,5 liter
H: 5,5 liter

Walaupun tangkinya lebih kecil, namun bagasi Aerox lebih besar yaitu sampai 25 liter volumenya.

* Sistem pengereman

Jika Vario menggunakan CBS, maka Aerox menerapkan sistem ABS (Anti-Brakelock System). Dengan teknologi ini, rem tidak akan mengunci walaupun Anda mengerem sekaligus pada kecepatan tinggi.

* Lampu utama

Keduanya sama-sama menggunakan lampu LED dan sama-sama dobel.

***

Nah, Om Bro... Jika di lihat dari spesifikasi di atas, Yamaha dan Honda tetap ada pada pakem klaimnya masing-masing. Pakem Yamaha adalah kencang, dan pakem Honda adalah irit dan nyaman.

Mau pilih yang mana? Semua tergantung selera Anda.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Comments

  1. Kini akan segera rilis yamaha mio s dengan fitur fitur keren dan fungsional.

    ReplyDelete

Post a Comment