Skip to main content

6+5+6 Kelebihan, Kekurangan dan Tips Kredit Motor Bekas

Baca Juga

Kita tahu lah, di jaman sekarang ini sepeda motor bukanlah barang mewah. Hampir setiap keluarga punya. Tapi biar begitu, tidak semua orang mampu membeli motor baru secara tunai. Karena itulah saya tertarik untuk membuat tips membeli motor second (bekas) secara kredit.


Tidak dapat di pungkiri, kemajuan zaman dan meningkatnya persaingan di segala sektor kehidupan menuntut mobilitas yang lebih cepat. Dan salah satu cara untuk meningkatkan mobilitas adalah dengan memiliki kendaraan sendiri semisal sepeda motor.

Selanjutnya, seperti saya sebutkan di atas, jika Anda berminat untuk mengajukan kredit mokas, baik Anda ketahui dulu beberapa hal berikut ini,

KELEBIHAN MOTOR SECOND (BEKAS)

Walaupun statusnya bekas, tapi bukan berarti motor second lebih buruk dari motor baru. Coba simak 6 poin yang menjadi kelebihan motor bekas berikut ini,

1. Surat-surat sudah lengkap

Seperti kita tahu, kalau membeli motor baru maka Anda harus menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan STNK. Yang saya pernah alami, setidaknya butuh waktu 2 minggu sampai proses pengurusan STNK dan plat nomor selesai.

Namun tidak demikian dengan mokas (motor bekas). Anda bisa langsung melaju bebas di jalan raya karena STNK dan plat nomor sudah tersedia sejak dari pemilik pertama.

2. Proses mutasi dan BBN relatif lebih mudah dan cepat

Masih melanjutkan poin di atas. Jika membeli motor bekas, Anda dapat dengan mudah untuk mengurus BBN dan mutasi. Bahkan Anda bisa mengurusnya sendiri jika mau. Tidak seperti motor baru yang Anda hanya bisa menunggu di uruskan oleh pihak ketiga (dealer / leasing). Dan seperti pula yang saya sebutkan di atas, Anda harus sabar menunggu selama beberapa minggu. Hal itu biasanya di karenakan pihak dealer (leasing) mengumpulkan dulu beberapa unit motor untuk di uruskan sekaligus surat-suratnya.

3. Harga beli lebih murah

Ini hukum alam. Motor second jelas harganya lebih murah dari pada motor baru. Tapi hukum itu tentunya hanya berlaku untuk motor yang sekelas. Jangan bandingkan motor sport second 250cc dengan motor bebek baru 110cc. Jiahahaha... Ngawur.

4. Harga jual relatif stabil

Jika Anda membeli motor baru seharga 20 juta, maka hanya dalam hitungan bulan saja motor Anda hanya akan berharga 15 juta. Itu wajar. Jatuhnya harga motor tersebut karena perubahan status dari perawa* menjadi jand*. Hiks hiks hiks...

Lain cerita jika Anda membeli motor second seharga 15 juta, maka dalam waktu 6 bulan - 1 tahun palingan harga motor Anda hanya akan susut 1 jutaan saja. Dan dengan angka penurunan yang kecil, Anda tidak akan merasa rugi jika menjualnya kembali.

Namun demikian, perkara penyusutan harga tidak terlalu saya fikirkan. Ini masalah prinsip. Saya membeli motor untuk di pakai, bukan untuk di jual lagi. Bagaimana dengan Anda?

5. Ready stock

Jika Anda mengajukan kredit motor baru, ada kalanya Anda harus indent (pesan) dulu. Apa lagi kalau yang Anda inginkan merupakan varian motor baru.

Beda cerita dengan dealer motor second. Anda tidak perlu indent. Lah iya. Orang dia hanya menjual unit yang tersedia saja?!

6. Pajak tahunan relatif lebih murah

Salah satu kelebihan dari motor bekas adalah nominal pajak tahunan yang relatif lebih murah.

Motor sport 150 cc produksi tahun 2007 pasti pajaknya lebih murah dari pada 150 cc produksi tahun ini.

Perlu di ketahui, selain ukuran silinder (volume/ cc), tahun produksi juga turut mempengaruhi nilai pajak tahunan. Sederhananya, semakin baru suatu motor maka semakin mahal pula pajaknya.

KEKURANGAN MOTOR BEKAS

Perkara kekurangan sih sebenarnya sudah (hampir) mutlak. Itu wajar. Namanya motor bekas tentu tidak akan sempurna seperti motor baru. Dan berikut ini beberapa kekurangan dari motor bekas.

1. Tidak ada garansi dan asuransi

Pada umumnya, kredit motor bekas tidak di lengkapi dengan garansi. Tapi kalau Anda mengajukan aplikasi kredit melalui leasing besar dan terpercaya, Anda tetap bisa mendapatkan asuransi. Lumayan lah, dari pada tidak dua-duanya.

2. Kualitas motor belum jelas

Jika Anda tidak faham cara memilih motor second yang bagus, maka poin ini bisa menjadi faktor resiko yang harus di pertimbangkan.

Ada kalanya motor yang terlihat mulus pun bisa jadi mesinnya sudah tidak standar. Apa lagi jika Anda membelinya melalui lelang, harus ekstra hati-hati. Banyak kejadian motor tarikan debt collector sudah di oplos jerohan mesinnya. Hal itu di lakukan oleh debitur (pelaku kredit macet) untuk mengurangi kerugian atas nominal uang yang telah di bayarkan selama masa kredit sebelum macet.

Maksudnya begini... Pakai kronologis contoh,

* Seorang debitur kredit motor sudah tidak mampu membayar angsuran bulanan motornya,

* Dia tahu bahwa motornya akan segera di tarik oleh debt collector,

* Dia pretelin dan ganti jerohan (spare part) mesin dengan yang KW, sementara yang asli (ori) di jual pada orang lain,

* Dia mendapat keuntungan dari selisih harga jual part original (-) harga beli part KW.

Nah, untuk menghindari kemungkinan itu, baiknya Anda mengajak montir/ mekanik atau teman yang faham dengan kondisi mesin.

Baca juga: Periksa beberapa bagian ini jika Anda ingin membeli motor bekas berkualitas

3. Perlu dana ekstra untuk servis dan balik nama (BBN)

Jika Anda kredit motor baru, Anda hanya cukup mengeluarkan DP (uang muka) saja dan urusan beres. Namun tidak demikian dengan mokas. Anda harus punya dana cadangan untuk membangun ulang motor Anda serta untuk biaya mutasi dan BBN (balik nama). Jadi tipsnya adalah, misalnya Anda memiliki budget 10 juta, maka motor yang Anda beli harus seharga 7 juta atau kurang.

4. Model ketinggalan jaman

Untuk orang yang berfikiran seperti saya tentu ini bukanlah masalah. Saya tidak pernah memprioritaskan model motor yang saya beli. Prioritas saya adalah daya guna (sesuai kebutuhan).

Namun bagi sebagian orang (terutama anak muda), model / desain (design) motor bisa menjadi suatu hal yang di prioritaskan. Ini urusan penampilan / gengsi / yang berujung pada rasa percaya diri. Wajar saja sih... Anak muda jaman sekarang pasti tidak akan merasa pede jika harus membonceng pacarnya yang cantik menggunakan Honda Astrea 90-an. Atau kalau pun dia merasa pede, belum tentu si cantiknya mau di bonceng motor jadul begitu. Iya kan? Hahaha...!!

5. Harus mengecek keaslian surat-surat kendaraan

Pada proses kredit motor baru, dapat di pastikan surat-suratnya asli. Tapi jika Anda kredit motor bekas, pastikan Anda cek keaslian surat-surat dan nomor fisik motor di samsat terdekat.

Selain itu di anjurkan untuk mengajukan kredit melalui dealer dan leasing yang terpercaya. Banyak leasing motor baru yang juga melayani kredit motor bekas. Anda akan lebih aman jika mengajukan kredit melalui leasing-leasing tersebut.

CARA KREDIT MOTOR SECOND (BEKAS) YANG BENAR

Nah, jika Anda sudah yakin dengan keputusan untuk kredit motor bekas, lanjutkan baca ke bawah ini,

1. Pilih motor yang populasinya banyak dengan teknologi yang tidak jauh tertinggal

Seiring bertambahnya motor-motor baru, jumlah populasi motor lama semakin berkurang. Dengan semakin berkurangnya jumlah populasi, urusan perawatan motor pun perlahan menjadi sulit, terutama perkara ketersediaan spare part. Anda tentu tidak mau kesulitan dalam merawat motor, kan?

Untuk meminimalisir potensi kesulitan itu, pilihlah motor bekas dengan teknologi yang tidak terlalu jauh tertinggal. Misalnya dalam hal pembakaran mesin, pilihlah motor yang sudah menggunakan sistem injeksi.

Jika pun (misalnya) budget Anda tidak mencukupi, paling tidak pilihlah motor dengan jumlah populasi yang cukup banyak. Misalnya Yamaha RX King, Yamaha Vega R, Yamaha Mio Series, Honda Astrea Series, Honda GL Series, Honda Beat / Vario Series, Suzuki Satria FU dan Kawasaki Ninja 250. Motor-motor itu lah yang saya lihat masih banyak populasinya di jalanan (di daerah lain mungkin berbeda).

Logikanya, jika suatu motor masih banyak populasinya di jalanan, maka pabrikan spare part pun masih akan terus memproduksi spare part motor tersebut.

2. Ketahui dulu cara memilih motor bekas yang benar

Ada banyak hal yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit mokas. Saya sudah pernah bahas dalam artikel sebelumnya,

Baca: Panduan membeli motor bekas agar tidak tertipu

3. Cari tahu harga pasaran rata-rata

Untuk menghindari kemungkinan harga beli yang terlalu mahal, baik Anda cari tahu dulu kisaran harga motor yang akan Anda beli.

Bagaimana cara mencari informasi harga?

Cara termudah adalah dengan mencari di situs-situs jual beli online. Dapatkan kisaran harganya dan ambil rata-ratanya.

Caranya begini,

Misalnya, motor "anu" produksi tahun "itu" di situs "motor" seharga 8,000,000 rupiah. Kemudian ada juga penawaran lain dengan harga 6,000,000 rupiah. Maka harga rata-ratanya adalah 7,000,000 rupiah. Begitu contoh mudahnya.

4. Pilih leasing (penyedia kredit) yang tepat

Jika memungkinkan, pilih dealer mokas dengan fasilitas kredit tanpa Leasing. Dengan begitu potensi bunga kreditnya lebih kecil.

Namun jika tidak memungkinkan, maka pilihlah lembaga pembiayaan (leasing) yang sudah terpercaya. Anda dapat mencari informasi di Adira, Oto Finance, FIF dan lain-lain. Tanyakan apakah mereka menyediakan pembiayaan untuk motor bekas?

Atau jika Anda ingin yang halal, maka hubungilah unit-unit Syariah dari leasing-leasing tersebut di atas.

5. Usahakan ada negosiasi yang sesuai dengan fasilitas kredit

Minta lah simulasi kredit dari leasing yang Anda pilih, kemudian Anda bandingkan dengan leasing lain. Pilihlah yang paling murah tapi tetap masuk akal. Maksudnya, jika yang termurah ternyata tidak ada asuransi atau syarat administrasinya rumit ya lebih baik pilih leasing lain saja.

Kenapa saya tekankan pada poin asuransi?

Ya... Anda tahu lah. Di jaman sekarang ini sering terjadi curanmor. Anda tentu tidak mau motor hilang di gondol maling sedangkan Anda harus tetap membayar angsuran tiap bulan? Emangnya Om Bro mau nyetorin "angin"?

Selain soal keamanan dari curanmor, asuransi juga untuk berjaga jika ternyata Anda meninggal dunia di masa kredit (semoga kita di berikan panjang umur dan selalu sehat). Kasihan kalau ahli waris harus menanggung hutang Anda nantinya.

Nah, jika Anda sudah mendapatkan asuransi, usahakan ada negosiasi (tawar menawar). Tapi Anda sendiri harus bijak. Jangan sampai Anda tergiur iming-iming promo tanpa DP, tapi sebenarnya suku bunga tiap bulannya lebih tinggi dari leasing lain.

6. Hitung total bunga dan bandingkan dengan harga motor baru

Cara leasing menetapkan suku bunga dapat berbeda-beda. Tapi untuk lebih mudahnya, Anda jumlahkan total angsuran di tambah DP. Pastikan hasil akhirnya terpaut jauh dengan total harga kredit motor baru yang sekelas.

Jika Anda mendapati selisih yang hanya sedikit, sebaiknya Anda kredit motor baru saja.

***

Sekian dulu, Om Bro. Semoga bermanfaat.

Comments

Post a Comment