Skip to main content

9 Kelebihan Motor Honda yang Membuat Yamaha Selalu Jadi Nomor Dua

Baca Juga

Seperti yang selalu saya singgung pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa Yamaha selalu fokus dengan citranya sebagai motor kencang. Fokusnya Yamaha pada titik itu bahkan terkesan mengesampingkan fitur dan kenyamanan motornya, terutama di segmen low end dan mid end.

Istilah lainnya, Yamaha hanya menyasar kalangan muda atau yang berjiwa muda saja. Berbeda dengan Honda yang menyasar semua kalangan.

Tidak hanya itu...

Ambisi Yamaha untuk menjadi "motor terkencang" pun membuatnya merasa "gengsi" untuk meniru fitur-fitur / kelebihan kompetitor. Padahal, jika Yamaha tidak "keras kepala", mungkin sudah sejak lama dia mempecundangi penjualan Honda di kelas menengah bawah. Kelas yang menyumbang angka paling tinggi dari total penjualan sepeda motor di tanah air ini.

Nah... Karena sikap Yamaha yang idealis dan keukeuh nggak mau "nyontek" lawannya, maka hingga November 2016 Honda masih bertengger di puncak dengan pangsa pasar sebesar 74%. Tidak hanya itu... Sampai Februari 2017 pun jajaran matic Honda masih menjadi produk terlaris di Indonesia.

Semua itu karena banyaknya fitur produk Honda yang tidak di miliki oleh Yamaha.

Sekilas fitur-fitur tersebut sepertinya tidak penting. Tapi kenyataan di lapangan berkata lain. Fitur-fitur yang "nggak penting" itu telah menarik minat mayoritas konsumen sepeda motor di Indonesia.

Apa saja sih fitur-fitur Honda yang membuat Yamaha selalu tertinggal dalam penjualan?


1. Parking brake lock (pengunci rem belakang)

Sejak pertama kemunculannya, Honda melalui skutik Vario sudah menawarkan pengunci rem belakang sebagai pengaman tambahan jika motor di parkir di tanjakan / turunan. Dan fitur itu terus di pertahankan oleh Honda pada semua seri skutiknya sampai sekarang.

Yamaha sendiri pada akhirnya menggunakan fitur yang serupa, tapi itu di lakukan setelah beberapa tahun kemudian. Pada saat penjualan Honda Beat telah berhasil menyusul penjualan Yamaha Mio.

2. Key secure (pengaman kunci)

Saya pernah mendengar seorang teman yang berkata, "Aaahhh... Biar pake pengaman kunci juga tetep aja bisa di bobol maling. Maling sekarang pinter-pinter".

Iya sih benar. Tapi setidaknya kan sedikit menghambat aksi si maling...

Honda sudah mengaplikasikan pengaman kunci kontak ini sejak kelahiran Supra X 125 dan Vario 110. Dan lagi-lagi Yamaha "terlambat meniru". Yamaha menerapkan sistem pengaman ini setelah bertahun-tahun kemudian. Padahal, untuk hal yang baik kenapa harus malu untuk meniru? Toh itu untuk kepuasan konsumen!?

Saya masih ingat dengan Yamaha Nouvo yang menjadi pelopor motor merk Jepang dengan bagasi besar. Yamaha Nouvo juga (setahu saya) yang pertama mengaplikasikan kunci pembuka jok menyatu dengan kontak.

Nah, Honda nggak malu-malu tuh meniru gaya Nouvo.

Baca juga: strategi yamaha dan honda, licik tapi cerdas

Honda membuat bagasi besar pada Supra X Helm In, Vario 125 dan Spacy. Bahkan Honda Beat dan Scoopy pun di kemudian hari di buat lebih maksimal bagasinya. Selain itu, Honda juga meniru kunci jok Nuovo untuk di aplikasikan pada Vario 125 dan Scoopy.

Nah, jelas kan Honda tidak malu-malu meniru lawannya? Atau memang Honda nggak tahu malu? Hahaha...!! Maaf ya, Nda... Cuma becanda aja kok.

Tapi buat saya sih, biar saja di sebut "nggak tahu malu" asalkan konsumen puas.

3. Side stand secure (sekring otomatis standar samping)

Sistem saklar otomatis pada standar samping ini sudah di pakai oleh Honda sejak Vario generasi pertama. Awalnya fitur itu tidak terasa efeknya, karena ketidak seimbangan produk Vario untuk menghadapi Mio yang notabene lebih ramping dan lincah saat itu.

Efek fitur itu baru terasa saat Honda memproduksi Beat dan mampu menyusul penjualan Yamaha Mio.

4. Sistem pembakaran injeksi

Honda Supra X 125 lah yang pertama kali menerapkan sistem injeksi pada motor komersil di Indonesia. Saat itu efeknya belum terasa apa-apa karena pandangan masyarakat yang masih tabu terhadap sistem injeksi. Pandangan yang masih menganggap "lebih mudah merawat karburator di banding injektor".

Tidak lama kemudian Yamaha juga menciptakan Vixion. Tapi itu juga hanya memberi efek penjualan sedikit, karena segmen sport memiliki market share lebih kecil dibanding bebek dan skutik.

Efek penjualan motor injeksi baru mulai terasa dari Honda Vario 125. Tapi lagi-lagi Yamaha masih bertahan dengan Xeon karbunya. Barulah setahun kemudian Yamaha memproduksi Xeon-RC dengan pembakaran injeksi. Tentu saja saat itu penjualan Vario 125 sudah jauh meninggalkan Xeon.

5. Keleluasaan bagasi

Seperti yang saya sebutkan di atas, Yamaha sudah lebih dulu punya bagasi luas pada matic Nouvo-nya. Tapi pada perkembangannya justru bagasi Honda selalu lebih besar dari bagasi Yamaha pada motor yang sekelas.

Dapat di pahami jika Yamaha menginginkan design body yang ramping dan sporty. Tapi nyatanya sekarang Mio series tidaklah lebih ramping dari Honda Beat series...

6. Idling stop system

Saya tidak bisa bahas ini karena sampai sekarang belum ada tanda-tanda Yamaha tertarik dengan fitur ini.

7. Combi brake system

Pun sama seperti nomor 7, saya belum bisa membahasnya. Silahkan Anda bahas sendiri di pos ronda atau pos satpam, sambil ngopi di temani singkong goreng. Hahaha...!!

8. Penempatan filter udara di bagian samping

Pada tipe skutik, Yamaha sampai pada Xeon-RC masih menempatkan filter udara di bawah jok. Padahal Honda sudah sejak Vario 125 dan Spacy menempatkan filter udara di bagian samping kiri.

Dengan posisi filter udara di bagian samping, otomatis bagasi jadi lebih besar.

Untunglah pada tipe-tipe terbarunya, Yamaha sudah mau menempatkan filter udaranya di bagian samping.

9. Suspensi dan peredam getar

Ini yang paling fatal menurut saya. Saya sudah pernah bahas poin ini,

Baca: honda vs yamaha bagus mana?

Pada kelas bebek dan matic, suspensi Yamaha keras banget. Pun begitu dengan getaran mesin yang terasa sampai stang. Hanya matic X-Ride lah satu-satunya yang punya suspensi empuk.

Dapat di pahami kalau Yamaha menerapkan shock breaker tipe stiff...tujuannya supaya motor lebih lincah dan lebih mudah untuk bermanuver. Hal itu untuk mendukung image Yamaha sebagai motor kencang. Tapi apa salahnya sih kalau suspensinya di bikin empuk sedikiiiiittt...saja. Apa nggak pengen ngejar penjualan Honda? Honda itu disukai banyak orang (salah satunya) karena kenyamanan suspensinya lho...!?

Bahkan, kenapa untuk matic premiun seperti N-Max dan Aerox 155 pun Yamaha keukeuh menggunakan suspensi yang keras? Untunglah harga N-Max jauh lebih murah dari Honda PCX sehingga penjualan N-Max bisa jauh meninggalkan PCX.

Baca juga: tenaga motor matic ngedrop tidak melulu masalah mesin

***

Nah, Om Bro dan Tante Sis... Seperti biasa, saya hanya sharing. Tidak bermaksud menyudutkan siapa pun. Justru (mudah-mudahan) artikel saya ini menjadi masukan positif untuk Yamaha agar ke depannya Yamaha bisa benar-benar di depan. Agar Yamaha bisa menjadi motor yang kencang sekaligus nyaman.

Sekian dulu dari saya. Happy ridding and keep safety.

Comments

  1. Matic yang empuk murah cuma Scoopy sama x-ride, dua-duanya ga suka modelnya :(
    Vario 150, nmax, beat, mio, xeon sama aja keras semua.
    Aerox kata review2 di internet empuk tapi belum nyoba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secara umum, motor-motor matic Yamaha keras pada sistem suspensinya. Sedangkan matic Honda keras pada joknya.

      Tapi itu hanya "sifat umum". Artinya ada pengecualian untuk tipe-tipe tertentu.

      Saya coba Yamaha Aerox 155 punya tetangga juga masih relatif sama (sifat) suspensinya. Tapi kalo bicara perkara akselerasi, mantap deh pokoknya ini motor.

      Delete

Post a Comment