Skip to main content

Beat Street vs X-Ride Bagaikan Bumi dan Langit, Jangan di Anggap Sama!

Baca Juga

Saat pertama kali melihat motor ini, saya langsung ingin tahu perbandingan X Ride dengan Beat Street. Pasalnya, sekilas saya lihat mereka memiliki kesamaan dalam konsep, tapi berbeda dalam nama dan penampilan.

Maksudnya begini, Om Bro... Kita bahas satu persatu deh,

PERBEDAAN YAMAHA X-RIDE VS MIO SERIES

Kalau X-Ride kan sudah jelas desainnya fresh (waktu baru keluar). Sama sekali tidak mirip dengan Mio Series, walaupun basis mesinnya sama. Jadi istilahnya ini ganti baju total sampai celana kolor dan sandalnya sekalian. Hahaha...!! Ada gitu motor yang pakai sendal?

Nih, kita lihat deh perbedaan Yamaha X-Ride dengan Mio J dan Mio GT 115 (113,7),


* Desain total beda

Sudah jelas lah... Sekilas juga terlihat desainnya sama sekali berbeda. Tampilan body dan stang trondol sudah cukup membuktikan bahwa X--Ride di buat untuk mampu melibas medan off-road. Apalagi pada tipe adventure, makin jelaslah dari accesories teralis dan ban tahu / ban pacul yang di aplikasikannya.

* Kolong (ground clereance / jarak terendah ke tanah)

Kalau Mio J/GT hanya punya kolong setinggi 13 cm, X-Ride punya 15,2 cm. Beda 2,2 cm, Om Bro... Jauh kan?

Dapat di pahami karena sesuai dengan peruntukannya, XRide di buat lebih tinggi agar tidak mudah gasruk di jalanan yang rusak.

* Ukuran ban

Mio mengenakan ban ukuran 70/90-14M/C-34P (depan) dan 80/90-14M/C-34P (belakang).

Sementara itu X-Ride pakai ban ukuran 70/90-14M/C-34P (depan) dan 100/70-14M/C-51P (belakang).

Dari ukiran bannya juga terlihat, Mio pada tujuannya di buat untuk pemakaian sehari-hari di jalanan beraspal. Sedangkan X-Ride di ciptakan untuk mampu melibas medan sulit yang tak beraspal.

Baca juga: ban tubeless untuk motor matic?

* Harga jual (on the road)

Mio J di jual dengan harga 12,850,000 (standar), 12,900,000 (sporty) dan 13,350,000 (CW). Sementara X-Ride di jual dengan harga 15,200,000 (standar), 15,500,000 (special) dan 16,000,000 (adventure).

Maksudnya bukan berarti kalau lebih mahal pasti lebih bagus. Tapi perbedaan harga yang cukup jauh itu membuktikan kalau X-Ride punya banyak kelebihan dibanding Mio. Setidaknya itu yang ingin di tanamkan ke dalam fikiran kita oleh pihak Yamaha.

* Suspensi

Seperti yang kita semua ketahui, pada motor matic yang lain, Yamaha selalu menggunakan suspensi tipe stiff yang cenderung keras. Tapi tidak demikian dengan X-Ride. Karena penciptaannya yang harus mampu melibas medan berat, maka Yamaha keluar dari pakemnya dan menerapkan suspensi yang panjang dan empuk pada matic X-Ridenya.

* Roller yang berbeda (lebih ringan) untuk meningkatkan akselerasi di putaran bawah

Pada jajaran Mio dan X-Ride, ukuran roller yang di gunakan adalah sama, yaitu berdiameter 15 mm dengan lebar 12 mm. Namun begitu bobot rollernya berbeda. Mio Series menggunakan roller seberat 9,5 gram, sedangkan X-Ride menggunakan roller yang lebih ringan, yaitu 8 gram.

Perbedaan dari bentuk roller keduanya dapat di lihat dari lubangnya. Roller X-Ride memiliki lubang yang lebih besar dibanding roller milik Mio.

Efek dari penggunaan roller yang lebih ringan adalah akselerasi bawah yang lebih responsif. Selain itu, dengan roller yang lebih ringan, motor matic akan lebih kuat di jalan menanjak. Pas untuk X-Ride yang dibuat supaya kuat naik turun di jalanan terjal.

Baca juga: tenaga motor matic ngedrop tidak melulu masalah mesin

Itu lah beberapa perbedaan yang jelas dari Mio dan Yamaha XRide.

Lanjut...

PERBEDAAN HONDA BEAT STREET VS BEAT eSP SERIES

* Desain

Di sisi desain, Honda Beat Street hampir tidak ada perbedaan dengan Beat eSP kecuali pada stang yang trondol. Jadi sepertinya kalau Beat eSP standar di pretelin cover stangnya juga bakalan sama dengan Beat Street.

Selain hal itu hanya perbedaan-perbedaan kecil seperti sticker yang menempel dan perbedaan minor lainnya.

* Kolong (jarak terendah ke tanah)

Jika Yamaha X Ride memiliki kolong yang jauh berbeda dengan Mio, tidak demikian dengan Honda Beat Street. Dia hanya memiliki perbedaan sebanyak 0,6 cm yaitu dari 14 cm (Honda Beat eSP standar) berbanding 14,6 cm (Honda Beat Street).

Nah, selain dari dua perbedaan di atas, saya tidak menemukan perbedaan lain yang signifikan, entah itu dari ukuran ban, spesifikasi mesin atau pun harga jual.

***

Awalnya, setelah saya melihat spesifikasi dari Honda Beat Street dan Yamaha X Ride, pertanyaan yang pertama muncul dalam benak saya adalah, "Kenapa kok Honda begitu-begitu amat ya?"

Begitu gimana, Mas?

Ya begitu. Pelit banget sama perubahan.

Lah, emang Mas Bro ini siapanya Honda? Teman bukan, saudara bukan... Kenapa Honda harus baik hati sama Mas Bro?

Hahaha...!! Bukan begitu maksudnya, Om Bro... Tapi ya sudahlah. Kan sudah biasa Honda ganti baju tho?

***

Tapi saya ini orangnya suka penasaran kalau belum mendapatkan jawaban yang logis. Saya tela'ah dalam-dalam kedua motor skutik tersebut sampai akhirnya saya mendapatkan jawaban logis dari fikiran saya sendiri. Kira-kira begini jawabannya,

PERBEDAAN HONDA BEAT STREET VS YAMAHA X-RIDE

Pertama saya klarifikasi dulu. Saya tidak akan mendebat kalau ada orang yang menuding Honda Beat Street itu meniru Yamaha X Ride. Dan saya juga tidak akan ambil pusing kalau pihak Honda menyangkalnya dengan mengatakan bahwa Honda Beat Street adalah berbeda dengan Yamaha X Ride. Saya punya pemikiran sendiri melalui poin-poin di bawah ini,

PERBEDAAN YANG SANGAT JELAS SUDAH TERSURAT DARI NAMANYA

Dari nama keduanya saja seharusnya sudah terjawab bahwa Honda Beat Street tidak di ciptakan untuk berhadapan langsung dengan Yamaha X Ride. Walaupun (mungkin) Honda bermaksud "merebut" pasar X Ride.

Kita bahas satu persatu,

* Yamaha X Ride

Huruf "X" pada nama X Ride di ambil dari kata Extreme (ekstrim). Artinya motor ini memang di buat untuk mampu melibas jalanan yang ekstrim. Karena itulah gound clearance Yamaha X Ride dibuat lebih tinggi dan di setting dengan roller ringan supaya akselerasi di putaran bawah menjadi ringan pula. Setting semacam ini sangat menguntungkan jika Anda banyak melalui jalanan rusak serta menanjak.

Lanjut...

* Honda Beat Street

Kata "street" mengandung arti "jalanan". Maksudnya, Honda Beat Street ini memang di buat hanya untuk tangguh di jalanan biasa (jalan beraspal). Atau dengan kata lain, Honda Beat Street di buat hanya untuk Anda yang menginginkan "style" yang berbeda di jalan raya. Sama sekali tidak ada target untuk medan berat seperti Yamaha X Ride.

Jelas dan masuk akal kan?

Tapi sekiranya menurut Anda tidak masuk akal, ya... Masuk-masukin aja lah... Hahaha...!! Jadi clear kan? Rada maksa dikit boleh kan?

Nah, kesimpulannya ya cuma satu, Yamaha X Ride dan Honda Beat Street memang "beda".

***

Oke... Setelah kita membahas soal perbedaan, sekarang saya ajak Anda untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari kedua produk di atas (versi saya).

* Kelebihan dan Kelemahan Yamaha X Ride

Jika di lihat dari perbedaan antara Yamaha X Ride dan Mio, maka sudah jelas X Ride lebih unggul dari Honda Beat Street. Keunggulan X Ride terletak pada desain yang lebih gagah dan kemampuannya melibas jalan rusak dan terjal.

Namun demikian, menurut hasil test drive saya menggunakan motor Kang Hendra (teman seprofesi sebagai sales motoris), X Ride memiliki kelemahan yang masih sama di semua skutik low end Yamaha. Kelemahan tersebut adalah getaran mesin yang mencapai stang. Secara teori, getaran seperti itu sangatlah tidak nyaman untuk berkendara jarak jauh. Padahal X Ride sudah jauh berbeda dengan Mio Series dalam urusan suspensi. Tapi rupanya tidak di buat beda dalam hal getaran.

Selain soal getaran, X Ride juga tidak di lengkapi dengan rak barang di bagian depan. Tapi itu sih dapat di pahami. Ceritanya motor ini kan di buat untuk medan ekstrim. Jadi tidak aman menyimpan barang pada rak depan sambil abrug-abrugan.

Hahaha...!! Bahasa planet mana itu "abrug-abrugan"?. Ya... Bahasa planet mana lah terserah.

Tapi padahal pada kenyataannya X Ride banyak di gunakan di dalam kota lho. Artinya (sebenarnya) rak depan tetap di perlukan.

* Kelebiban dan kekurangan Honda Beat Street

Walaupun dari banyak sisi Honda Beat Street kalah dari Yamaha X Ride, tapi secara spesifikasi Beat Street punya power dan torsi lebih besar. Padahal volume silindernya lebih kecil. Saya tidak begitu yakin, tapi mungkin ini keunggulan teknologi eSP yang di usung Honda.

Seperti yang saya jelaskan di atas bahwa spesifikasi teknis Beat Street sama dengan Beat eSP standar. Maka dengan begitu dapat di simpulkan bahwa Honda Beat eSP standar juga punya power dan torsi lebih besar dari Mio J dan Mio GT. Selain itu, seperti pada seri skuter matic yang lain, Honda Beat Street juga punya fitur-fitur unggulan andalan yang tidak semuanya di miliki oleh Yamaha X Ride.

Baca: 9 kelebihan motor honda yang membuat yamaha selalu jadi nomor dua

Kalau bicara soal kelemahan Honda Beat Street, saya tidak bisa menemukan kelemahan yang signifikan selain dari hanya ganti baju. Selain itu ya tetap kecenderungan CC yang selalu lebih kecil dari produk sekelas di pabrikan Yamaha.

Baca juga: strategi licik honda vs yamaha

Jika pun Anda menemukan kekurangan lain dari Beat Street, maka pastinya itu adalah kekurangan yang sama dengan yang ada pada Honda Beat eSP.

Lanjut...

PERBANDINGAN SPESIFIKASI YAMAHA X RIDE VS HONDA BEAT STREET

* Volume silinder
YX 113,7cc
BS 108,2cc

* Diameter x langkah
YX 50 x 57,9 mm
BS 50 x 55,1 mm

* Rasio kompresi
YX 9,3 : 1
BS 9,5 : 1

* Power maksimal
YX 7,75 PS (5,7 kW)/8500 rpm
BS 8,68 PS (6,38 kW)/7500 rpm

* Torsi maksimal
YX 8,5 N.m (0,87 kgf.m)/5000 rpm
BS 9,01 N.m (0,93 kgf.m)/6500 rpm

* Jarak terendah ke tanah
YX 15,2 cm
BS 14,6 cm

* Tangki bahan bakar
YX 4,8 liter
BS 4 liter

* Ukuran ban
YX 70/90-14 M/C 34 P (depan) 100/70-14 M/C 51 P (belakang)
BS 80/90-14 M/C 40 P (depan) 90/90-14 M/C 46 P

* Harga (on the road)
YX 15,200,000 (standar) 15,500,000 (special) 16,000,000 (adventure)
BS 14,700,000 (standar) 14,900,000 (CBS) 15,400,000 (CBS-ISS)

Oke lah Om Bro dan Tante Sis biker... Itu saja dari saya. Mau pilih man? Silahkan di sesuaikan dengan selera, kebutuhan dan keuangan Anda. Terima kasih sudah singgah dan semoga bermanfaat.

Comments

  1. Replies
    1. Kalo saya simple aja sih... All New XRide punya spek lebih tinggi, berarti lebih bagus. Perkara durabilitas, jawabannya harus menggunakan pembuktian dari pengalaman.

      Tapi kalau bicara selera, saya tidak suka design All New XRide 125. Tampilannya malah lebih kekar versi lama (115).

      Delete
  2. Berharap zoomer, malah di kasih mbiit trondol. Oh honda, sungguh terlalu. 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah jadi lagu lamanya Honda. Dia baru akan keluarin Zoomer kalo sudah benar-benar tertekan (asumsi saya sih...)

      Mengambil contoh beat karbu yang baru muncul saat penjualan Mio meraja. Trus Supra GTR yang baru brojol setelah MX King berseliweran di jalan.

      Yang pertama, dulu, merubah body Astrea menjadi Supra setelah di kejar Yamaha Crypton dan Suzuki Shogun Kebo.

      Dan sekarang yang masih ngeyel adalah PCX yang masih tetap impor, padahal Yamaha sudah jauh meninggalkan PCX dengan NMaxnya.

      Sepertinya Honda sudah terlalu nyaman dengan menjadi penguasa pasar secara total...?

      Delete

Post a Comment