Honda SH150i: 13 Strategi "Aneh" AHM yang Tak Pernah Kapok di "Tampar" Yamaha N-Max

Baca Juga

Sebagai rakyat jelata, pasti kita sering tidak mengerti dengan strategi bisnis perusahaan besar seperti AHM. Setelah PCX-150 di tampar populasinya oleh Yamaha N-Max 150, bukannya kapok justru Honda malah bertingkah aneh dengan mengeluarkan skutik SH150i.

Sebenarnya nggak gitu juga sih... Honda memang perangnya di segmen low end (Beat dan Vario series). Dia sengaja menjual motor matic premium tersebut untuk membuat brand image yang kuat. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesan bahwa Honda Indonesia pun punya skutik mewah bergaya eropa. Atau dengan kata lain, Honda mengajak kita untuk berfikir bahwa mahal = mewah. Padahal, jika Honda mau memproduksi PCX dan SH150i tersebut di Indonesia, maka dapat di pastikan harganya akan mendekati harga Yamaha N-Max.

Lalu kenapa Honda tidak melakukan itu?

Lah... Mana saya tahu? Saya kan bukan pejabat AHM. Hahaha...!!


Seperti yang saya sebutkan di atas, SH150i memang di tujukan untuk kalangan ekonomi menengah. Sedangkan untuk menengah bawah, Honda memberikan pilihan Vario 150 eSP.

Seperti pula PCX, sebenarnya SH150i ini nggak hebat-hebat amat jika dibanding Yamaha N-Max. Satu-satunya yang membuat mereka mahal adalah karena statusnya yang CBU. Dengan status tersebut, otomatis "ongkos kirim" dan pajaknya juga tinggi.

Lantas keistimewaan apa sih yang kita dapatkan dari skutik seharga 44,9 juta rupiah itu?

Disini saya belum bisa menghadapkan lawan yang seimbang. Mengingat N-Max dan Aerox 155 sudah punya lawan masing-masing yaitu PCX dan Vario 150. Namun begitu, untuk pembanding sementara ini terpaksa saya harus melakukan komparasi SH150i dengan N-Max.

Berikut ini review dan detail serta komparasinya,

A. Spesifikasi

1. Liquid cooled

Sebenarnya ini bukanlah suatu keistimewaan. Motor-motor lain yang di produksi di Indonesia juga sudah banyak yang menggunakan liquid cooled (radiator).

Nmax yang jauh lebih murah juga pakai radiator.

Honda sendiri sejak matic pertamanya (Vario) sudah menggunakan radiator. Trus apa istimewanya jika SH150i pakai radiator juga?

2. Kapasitas silinder 153cc

Ini juga bukan hal yang istimewa. Yamaha N-Max malah 155cc, lebih besar 2cc.

Baca juga: strategi yamaha dan honda, licik tapi cerdas

3. Power 10,9 kW/8250 rpm dan torsi 13,9 Nm/6500 rpm

N-Max punya power lebih besar, yaitu 11,1 kW/8000 rpm dan torsi 14,4 Nm/6000 rpm. Bahkan power dan torsi maksimal Nmax dapat dicapai lebih awal (lihat rpm-nya). Pantas saja sih... Karena Nmax punya kapasitas silinder lebih besar.

4. Ground Clearance (Jarak terendah ke tanah) 14,6 cm

Naaahh... Di sini SH150i lebih unggul 1,1 cm dari Nmax yang hanya 13,5 cm. Dengan kelebihan ini, dapat di pastikan Honda SH150i lebih aman dari polisi tidur. Tapi walau pun begitu, kalau Anda tidak punya SIM, maka Anda tidak aman dari polisi bangun. Hahaha...!!

5. Berat kosong 136 kg

Di sini memang sudah ada lagunya dari dulu. Bobot motor Honda cenderung lebih berat dari Yamaha di kelas yang sama. Maksud dan tujuannya adalah, Honda ingin lebih mantap dan stabil (tambleg) di aspal, sedangkan Yamaha ingin lebih cepat dari segi akselerasi. Karena itulah bobot Nmax hanya 127 kg.

6. Kapasitas tangki bahan bakar 7,5 liter

Lagi-lagi targetnya adalah kenyamanan. (hampir) Pada semua tipe skutik dan bebek Honda selalu memiliki tangki lebih besar dari Yamaha (Nmax hanya 6,6 liter).

Dengan tangki sebesar itu Anda dapat berkendara sejauh lebih dari 280 km sekali isi BBM. Hal itu di dasarkan pada klaim Honda yang menyebutkan konsumsi Honda SH150i adalah 40,9 km/liter.

7. Disc brake (rem cakram) pada roda depan dan belakang

Biasa aja, nggak ada yang istimewa. Nmax juga sama, cakram dua-duanya.

8. Ukuran roda dan ban: 100/80-16 (depan) dan 120/80-16 (belakang)

Nmax bannya lebih lebar lho... 110/70-13 (depan) dan 130/70-13 (belakang). Tapi urusan diameter velg, dua skutik ini sama-sama "ngawur". Kenapa Honda harus pakai velg-16 dan Yamaha pakai velg-13? Kenapa tidak pakai velg-14 atau velg-17 seperti yang banyak tersedia di pasaran?

Entah lah apa maksud mereka. Yang jelas, Anda akan (sedikit) kesulitan pada saat akan mengganti ban. Hal itu karena ban dengan diameter 13 dan 16 inchi masih relatif langka di pasaran.

B. Fitur

9. Lampu LED

"Ah, nggak nampol. Motor-motor low end juga udah pada pake...!", begitu kira-kira tanggapan sebagian orang pada Honda SH150i.

Seperti kita ketahui, beberapa tahun belakangan ini sudah marak penggunaan lampu LED pada sepeda motor. Bukan hanya motor premium tapi juga pada motor-motor low end dan mid end. Bahkan Honda sendiri sudah menggunakan lampu LED pada New Vario 110 dan Vario 150 eSP.

10. Desain body modern bergaya Eropa

Menurut Toshiyuki Inuma (Presdir AHM), SH150i ini sudah melegenda selama 33 tahun di Eropa. Jika begitu, berarti Indonesia baru "dikasih" skutik ini setelah di Eropa sana di anggap usang (sudah lama).

Hahaha...!! Kasihan deh gue di kasih sisa legenda Eropa. Harusnya kasih yang benar-benar fresh, yang belum ada di Eropa atau di belahan dunia mana pun.

11. Honda smart key system

Sebelumnya Honda sudah menerapkan teknologi remote control pada New Vario 110. Tapi pada tipe tersebut, Honda hanya menerapkan answer back system. Fungsinya adalah untuk mempermudah Anda ketika kesulitan mencari posisi parkir motor di tempat padat.

Mungkin ini yang benar-benar bagus. Honda smart key system pada SH150i adalah kontrol melalui remote yang di dalamnya termasuk fungsi switch ON/OFF, answer back system, anti theft alarm, membuka jok dan mengunci stang.

Tapi apakah perlu Anda mengeluarkan uang sebesar hampir 20 juta hanya untuk fitur canggih ini? Nmax standar harganya cuma 25,2 juta lho...!?

Baca juga: 9 kelebihan motor honda yang membuat yamaha selalu jadi nomor dua

12. Power charger

Di Indonesia, skutik TVZ Dazz sudah memiliki fitur ini sejak bertahun-tahun lalu saat harga jualnya masih 9,9 juta. Jadi sepertinya ini bukanlah hal yang "wah" untuk skutik dengan harga di atas 40 juta rupiah.

Di samping itu, Honda juga tidak memberikan kabel charger dalam paket pembelian motor SH150i. Jadi Anda harus keluar uang ekstra untuk membelinya secara terpisah.

13. Bagasi muat helm full face

Nmax juga bagasinya tidak kalah lega. Sama-sama muat helm full face. Bahkan Honda Spacy saya yang kastanya paling rendah juga bagasinya muat helm full face. Jadi, apa istimewanya?

***

Nah, Om Bro dan Tante Sis. Jika Anda perhatikan dari semua poin di atas, semestinya di dalam hati Anda akan muncul pertanyaan, "Apa sih yang saya dapatkan dari uang senilai 44,9 juta selain hanya perkara "gengsi"?

Baca juga: 23 panduan membeli motor second agar tidak tertipu

Silahkan Anda jawab sendiri. Dan bagi Anda pecinta otomotif roda dua, marilah kita berharap semoga Honda men-down grade harga-harganya. Jika tidak, semoga Yamaha segera menciptakan tandingan seperti NMax dan Aerox 155.

Baca juga: kejayaan motor dan mobil nasional indonesia akan segera terwujud jika kita seperti mereka

***

Sekian dulu dari saya. Semoga bermanfaat.

Comments