Mio M3 vs Beat eSP: Akhirnya Yamaha Sadar Juga, Kapan Giliran Honda?

Baca Juga

Sebenarnya terhitung terlambat saya dalam membuat artikel ini. Pasalnya, awalnya saya tidak tertarik dengan komparasi antara Mio 125 AKS-SSS vs Honda Beat eSP CBS-ISS. Tapi ternyata ada yang menggugah hati saya setelah melihat fitur-fitur yang dikandung oleh motor matic andalan Yamaha tersebut.

Sebelumnya saya sudah pernah membahas mengenai ketertinggalan matic Yamaha dari Honda,

Baca: Kelebihan motor Honda yang membuat Yamaha jadi nomor dua

Tapi sekarang sepertinya Yamaha sudah tidak malu-malu lagi untuk menjadi motor dengan fitur lengkap. Betapa tidak? Yamaha sekarang berani memberikan fitur komplit pada matic low end miliknya. Dan hebatnya lagi, Yamaha membanderol skutiknya ini dengan harga yang tetap lebih murah dari pada "seterunya". Padahal Yamaha tetap seperti biasa, yaitu memiliki CC yang lebih besar.

Nah, pertanyaannya, kenapa Honda tetap belagu dengan harga yang lebih mahal, padahal kapasitas mesinnya lebih kecil? Dan jika hal itu yang Anda tanyakan pada saya, maka jawabannya adalah, "mana gue tau...!! Gue kan bukan orangnya Honda...!!" Hahahaha...!!


Tapi bener lho, walaupun saya ini penunggang Honda, saya sering tidak setuju dengan banderolnya. Lebih tidak setuju lagi dengan ukuran CC-nya yang selalu lebih kecil dari Yamaha. Tapi ya... Apa pedulinya Honda pada persetujuan saya? Hahaha...!!

Baca juga: Strategi licik Yamaha dan Honda

Okre deh... Biar saya nggak di bilang omong kosong, sekarang kita simak hal-hal keren dari Mio M3 yang berikut ini,

FITUR MIO M3 AKS-SSS

1. Advance Key System (AKS)

Kalau Honda hanya memberikan Answer Back System pada New Vario 110, Yamaha berani memberi lebih. Dengan menekan tombol kontrol di remote selama 2 detik, maka penutup kunci kontak akan terbuka secara otomatis. Selain hanya penutupnya yang terbuka, lampu pada lubang kunci pun akan menyala. Wuih... Keren kan?

Ah, nggak juga. Biasa ajah...


Hahaha...!! Jangan begitu, Om Bro... Itu benar-benar keren lho. Ini bukan sekedar fitur untuk mencari posisi motor pada parkiran yang padat.

2. Stop Start System (SSS)

Sejatinya Honda sudah terlebih dahulu memiliki Idling Stop System (ISS). Tapi seperti yang sudah saya sebutkan di atas, Yamaha sudah tidak malu-malu memperkaya fitur-fiturnya. Bahkan Yamaha mengklaim bahwa fiturnya tersebut lebih smart.

Dengan mengaktifkan fitur SSS ini, mesin Mio M3 akan otomatis mati setelah berhenti selama 5 detik. Semua itu bisa Anda dapatkan jika motor sudah berjalan dengan kecepatan di atas 10 km/jam, suhu mesin sudah mencapai 50°C dan lampu indikator SSS sudah menyala.

Disini memang ada sedikit perbedaan. Honda 2 detik lebih cepat mematikan mesin dengan fitur ISS. Tapi saya rasa perbedaan segitu tidaklah besar.

3. Quick Start

Dan (masih menurut klaim Yamaha), fitur SSS ini memiliki respon yang lebih cepat dari kompetitornya (ISS pada Honda). Jadi, begitu putaran gas di buka, mesin akan dengan cepat menyala kembali.

Disini usaha Yamaha mempertahankan image motor cepat masih sangat terasa. Terbukti di dalam fitur SSS pun dibuat fitur Quick Start.

4. Volume bagasi

Yamaha Mio M3 memiliki volume bagasi sebesar 10,1 liter. Walaupun masih kalah 0,9 liter dari Honda Beat, tapi setidaknya sudah lebih besar dari pada Mio Series generasi sebelumnya.

Sebenarnya Yamaha sudah mulai menggunakan bagasi besar pada tahun 2003 melalui produk matic Nouvo. Tapi kemudian tidak di gunakan pada seri Mio. Mungkin tujuannya adalah untuk menjaga desain Mio agar tetap ramping.

5. Multi Function Key

Yaitu cara membuka kunci jok langsung dari lubang kunci kontak. Seperti yang sudah tertanam pada Honda Vario dan Scoopy sebelumnya.

Ini agak aneh memang. Padahal sebelumnya (seperti di atas) Yamaha sudah menggunakan fitur ini pada motor matic Nouvo, jauh-jauh hari sebelum Honda memiliki Vario 125 dan Scoopy 110. Tapi entah kenapa pada seri Mio justru malah di hilangkan.

Baca juga: Perang tanding Honda vs Yamaha dari jaman motor jadul

6. Smart Stand Side Switch

Fitur ini sejatinya sudah di gunakan oleh Honda sejak Vario generasi pertama. Yaitu fitur yang akan mematikan mesin secara otomatis saat standar samping di turunkan. Kemudian Yamaha sendiri sudah menggunakannya juga sejak Xeon GT Eagle Eyes 125.

Kelebihan dari fitur ini adalah, Anda di jamin tidak akan lupa menaikkan standar samping saat mulai berkendara. Anda tahu bahayanya jika sampai lupa menaikkan standar samping? Ya... Anda beresiko terjatuh saat menikung ke arah kiri atau saat melewati jalanan yang tidak rata. Hal itu terjadi karena standar samping akan gasruk ke jalanan.

Selain itu, pernah juga ada kejadian, kecelakaan yang menimpa seorang balita dengan motor matic. Jadi saat itu Bapaknya si anak berhenti di warung dan meninggalkan anaknya di atas motor dengan mesin masih hidup. Si Anak (mungkin) karena rasa penasaran, dia memutar gas. Nah, karena motor matic yang digunakan saat itu tidak di lengkapi dengan pengaman standar samping, maka melajulah si motor.

Dari gambaran kejadian itu, memang iya sih, si Bapak yang salah. Tapi hal itu tentu tidak akan terjadi jika motornya menggunakan fitur pengaman pada standar sampingnya.

7. Blue Core

Dengan teknologi ini, Yamaha mengklaim dapat menghasilkan power besar dengan konsumsi bahan bakar 50% lebih hemat (dibanding mesin Mio tahun 2008). Teknologi ini pada motor Honda disebut eSP. Yah, walaupun cara kerjanya berbeda tapi Blue Core dan eSP memiliki target yang sama, yaitu power besar sekaligus hemat bahan bakar.

Nah, jika Yamaha berhasil menghemat BBM hingga 50%, maka Honda memberikan "janji" yang lebih spesifik melalui Beat eSP-nya. Menurut Honda, konsumsi BBM Beat bisa tembus 63 km/liter dengan mengaktifkan fitur ISS dan 55 km/liter tanpa ISS.

Bukan bermaksud membela Honda, tapi saya rasa image Honda sebagai motor irit bukanlah omong kosong. Terbukti motor matic Spacy FI saya bisa tembus 40 km/liter dengan beban dan medan berat serta ukuran ban lumayan gambot.

FITUR HONDA BEAT eSP CBS-ISS

Selain 7 fitur di atas, rupanya Beat masih punya fitur lain yang belum dimiliki oleh Yamaha, yaitu

1. Sistem ACG Starter

Tapi di lubuk hati yang paling dalam sebenarnya saya menyangsikan fitur ini. Sebenarnya ini benar-benar fitur atau hanya trik Honda untuk menyembunyikan suara elektrik starter maticnya di masa lalu? Anda pasti tahu kan? Suara starter matic Honda (yang tanpa sistem ACG) suaranya menyaingi geledek di siang bolong? Hahaha...!! Sadis ya?

Baca juga: Mengatasi starter Honda matic ngadat

2. Combi Brake System

Disini juga hati saya rada nolak nih. Pasalnya, walaupun Yamaha tidak punya fitur ini, tapi secara normal memang rem Yamaha sudah lebih pakem dari pada motor-motor Honda. Coba deh Anda simak artikel saya sebelumnya,

Baca: Honda vs Yamaha bagus mana?

ACCESORIES

Di poin ini saya tidak menemukan accesories untuk Mio M3. Saya hanya menemukannya pada Beat eSP, yaitu,

1. Wheel sticker

Yaitu sticker variasi untuk memperindah tampilan velg. Walaupun ini bukanlah sebuah fitur penting, tapi cukup menarik untuk yang suka motor fashion.

2. Fan protector

Variasi penutup kipas pendingin. Hanya tampilan saja sih yang unyu-unyu. Fungsinya tetap sama dengan penutup standar pabrikan.

3. Muffler protector

Variasi penutup knalpot yang juga hanya untuk mempercantik tampilan.

4. Rubber step floor

Yaitu karpet berbahan karet untuk alas dak depan. Dengan menggunakan karpet ini, kaki Anda akan menapak lebih mantap pada dek depan. Namun demikian, karpet karet semacam ini cenderung lebih mudah kotor sehingga Anda harus rajin-rajin membersihkannya.

Semua accerories di atas dapat dibeli secara terpisah.

Setelah menyimak poin-poin diatas, saya rasa Anda bisa sependapat dengan saya. Bahwa Mio M3 AKS-SSS tidak lagi kalah fitur dari Honda Beat eSP. Adapun perkara accesories, itu kan di jual terpisah. Jadi saya rasa tidak bisa diperhitungkan sebagai suatu kelebihan.

Ya sudah, sekarang kita lanjut...

PERBANDINGAN SPESIFIKASI

1 Harga (OTR Jakarta)
Y 16,100,000
H 16,275,000

Nah lho.. Iya kan? Honda lebih mahal. Silahkan Anda nilai sendiri dengan poin-poin di atas, apakah pantas Honda Beat eSP lebih mahal dari Mio M3?

2 Tangki bahan bakar
Y 4,2 liter
H 4,0 liter

Di sini juga Beat kalah. Tangki Mio M3 lebih besar walaupun cuma beda 200cc.

3 Diameter x langkah
Y 52,4 x 57,9 mm
H 50 x 55,1 mm

4 Rasio Kompresi
Y 9,5 : 1
H 9,5 : 1

5 Volume Silinder
Y 125 cc
H 108,2 cc

6 Power maksimal
Y 7 kW/8000 rpm
H 6,38 kW (8,86 PS)/7500 rpm

7 Torsi maksimal
Y 9,6 Nm/5500 rpm
H 9,01 Nm (0,92 kgf.m)/6500 rpm

Dengan kubikasi (cc) yang lebih besar, secara otomatis poin-poin di atas juga jadi milik Mio M3.

8 Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
Y 187 x 68,5 x 103,5 cm
H 185,6 x 66,6 x 106,8 cm

Nah, kalau di poin ini Yamaha kurang fair nih... Dia mengklaim bahwa Mio M3 ramping, tapi nyatanya Beat eSP yang lebih ramping. Yang benar adalah, Mio M3 lebih pendek.

9 Jarak terendah ke tanah
Y 13,5 cm
H 14,6 cm

Poin ini menunjukkan bahwa Beat eSP lebih aman dari polisi tidur. Lumayan jauh bedanya 1,1 cm.

10 Tinggi tempat duduk
Y 75 cm
H 74 cm

Nah, ini agak sedikit aneh buat saya. Pasalnya, dengan stang yang lebih rendah, Mio M3 justru memiliki jok lebih tinggi. Hal itu secara teori akan membuat pengendara lebih cepat lelah. Berbeda dengan Honda Beat yang lebih ergonomi dalam hal riding position.

11 Berat kendaraan
Y 94 kg
H 93 kg

Sedikit, hanya beda 1 kg Dengan Mio M3 lebih berat. Tapi itu setimpal mengingat kapasitas silindernya juga lebih besar Mio M3.

***

Kesimpulannya, jika dilihat dari perbandingan di atas, maka saya menilai Yamaha Mio M3 menang telak. Hanya tinggal satu yang masih menjadi keunggulan Beat eSP, yaitu perkara suspensi yang lebih empuk. Sudah... Cuma itu doang kelebihannya. Sama sekali tidak ada yang signifikan.

Tapi kenyataannya, entah kenapa sampai sekarang Honda Beat Series masih saja menjadi raja matic low end di tanah air? Kenapa tetap banyak saja konsumen motor matic yang memilih merk Honda? (Termasuk saya sendiri). Wallohu a'lam. Saya tidak bisa berspekulasi di sini, takut di anggap berat sebelah. Saya hanya bisa menyampaikan apa yang saya rasakan dari matic low end Honda, yaitu kenyamanan suspensi dan kelembutan getaran mesin yang belum terkalahkan oleh Yamaha.

***

Demikianlah Om Bro dan Tante Sis. Semoga bermanfaat.

Comments

  1. Replies
    1. Tapi belum special, karena yang special selalu pake telor. Wkwkwkwk...!!

      Dikira nasi goreng kali, ya...?

      Delete
  2. bingung gw, mending naek vespa saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo bingung, coba tanya pada rumput yang bergoyang. Wkwkwkwk...!!

      Delete
  3. very nice review!detail dan informatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Om Bro. Makasih juga udah singgah di blog sederhana ini.

      Delete
  4. bro, klw mtor matic yg ccok bwt daerah pegunungn dn jalanan rusak..beat ccok g? 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo Beat Sporty kurang recomend, apalagi Beat POP, sangat tidak disarankan. Jika sesuai dengan selera Om Bro, Beat Street bisa jadi pilihan.

      Sebenarnya ketiga varian Beat tersebut tetap menggunakan mesin yang sama, jadi pertimbangannya hanya pada ground clearance (jarak terendah ke tanah) saja. Dalam hal ini, Beat Street yang paling tinggi kolongnya.

      Atau jika Om Bro mau membandingkan, Yamaha X-Ride bisa jadi pilihan juga. Suspensinya empuk karena di desain untuk jalanan rusak (kira-kira begitu). Tapi seperti umumnya matic entry level Yamaha, XRide pun masih memiliki getaran yang "lumayan" pada stangnya (khususnya versi 115cc). Trus dia juga nggak punya rak barang didepan.

      Lebih lengkapnya Om Bro bisa baca artikel saya yang sebelumnya, "Beat Street vs XRide bagaikan bumi dan langit". Silahkan Om Bro ketik dikolom pencarian blog ini.

      Delete
    2. Meski basis mesin Xride masih sama dengan Mio series, tapi roller Xride lebih ringan sehingga akselerasi bawahnya kencang. Pas untuk pegunungan dan jalanan rusak.

      Delete
  5. matur nuhun sanget om bro sarannya sngt mnfaat..
    klw komparasi beat street vs x ride, sy lbih cendrung ke x-ride tp doku hny kisaran 16jt ,jdi pilih beat street, tp buka d blog mtw dan blog lain kok beatstreet kesannya kyak prod gagal ya..he3 trllu bnyk minesnya..
    oiya jlnnya skrg udh pd d renov,jd tinggal jln naik turunnya ja..
    skrg lg lirik suzuki adress yg kapasitas tangki dn bgasi besar..
    tp irit ga sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya keliru juga kalau bilang Beat Street itu gagal. Memang dalam pandangan sebagian kritikus dunia maya (semisal blogger), sepertinya Beat Street kurang mendapatkan respons positif. Tapi sebenarnya banyak orang yang menilai Beat Street itu bagus, hanya saja mereka tidak menuliskannya dimedia-media online. Buktinya, penjualan Beat Street jauh lebih unggul dibanding Yamaha XRide. Coba Om Bro cari diblog ini. Saya sudah menuliskan tentang "Beat Street Produk Gagal".

      Suzuki Address bagus juga itu. Model global, banyak ekspor, bagasi besar, tanki BBM besar, suspensi nyaman dan minim getaran. Pokoknya lembut lah. Menurut saya, minusnya Suzuki itu cuma satu hal, yaitu soal jaringan dan layanan purna jual. Selain sih oke.

      Coba baca artikel saya mengenai review dan spesifikasi Suzuki Address.

      Delete
    2. Saya belum dapat sumber referensi soal konsumsi BBM Address. Tapi menurut hemat saya, dengan ukuran cc segitu dan sistem injeksi, keiritannya pasti akan mendekati merk Honda dan Yamaha.

      Delete

Post a Comment