Skip to main content

Motor Matic Tidak Kuat Nanjak? Lakukan Analisa Mendalam Agar Tak di Bodohi Montir Abal-Abal

Baca Juga

Bagaimana caranya agar motor matic kuat di tanjakan? Kira-kira begitu pertanyaan sebagian orang yang pernah mengalami masalah seperti saya.

Sekedar sharing buat Om Bro dan Tante Sis rider... Jika Anda mengalami masalah pada motor kesayangan, baik cari dulu referensi di internet sebelum pergi ke bengkel. Sebisa mungkin mencari solusi dari pengalaman orang lain yang sama atau mirip kronologisnya. Sekali lagi bukan maksud saya meremehkan kaum mekanik, tapi mekanik (montir) itu juga manusia. Bisa salah seperti kita.

Setidaknya ada 3 kelalaian mekanik bengkel abal-abal yang masih saya ingat sampai sekarang.

Yang pertama masalah oli.

Saya bermaksud untuk membeli oli motor matic. Tapi saya malah di tawari oli motor manual. Si montir bilang bahwa itu oli bagus. Dia juga menyebutkan bahwa oli mesin motor matic adalah sama dengan oli mesin motor manual.

Baca: tips memilih oli motor 4 tak


Kemudian yang kedua, pada saat starter Honda Spacy saya ngadat. Si montir malah membersihkan otomatis starter, padahal masalahnya ada pada bostel (cool starter). Alhasil, saya harus membayar jasa membersihkan otomatis starter, padahal tidak ada hasilnya.

Baca: mengatasi starter honda matic ngadat

Trus yang ketiga ini yang akan saya bahas sekarang. Si montir abal-abal ini malah mengotak-atik per CVT dan kanvas kopling Honda Spacy FI saya. Padahal permasalahannya ada pada roller.

Nah, Om Bro. Supaya lebih jelas, kita bahas secara detail kronologis dan analisa gejalanya.

KRONOLOGIS MASALAH SEBAGAI CONTOH KASUS

Suatu hari motor Spacy saya tidak kuat menanjak dengan mengangkut beban muatan yang lumayan. Untunglah saat itu ada orang yang membantu mendorong saya sampai melewati tanjakan terjal tersebut.

Hari itu juga motor saya bawa ke bengkel tetangga. Sebenarnya saya faham kinerja montir bengkel itu tidak recomended. Tapi atas dasar rasa nggak enak, saya datangi lah bengkel dia. Maksudnya nggak enak lah punya tetangga bengkel kok servis motor ke bengkel lain?

Selain itu, kalau di bengkel tetangga kan bisa ngutang. Hahaha...!!

Gejala yang saya rasakan saat itu adalah "ndut-ndutan", maka saya dan bengkel menyimpulkan bahwa CVT belt harus di ganti. Dan memang secara jarak tempuh, CVT motor Honda Spacy saya itu sudah melewati batas waktu penggantian.

Saat di bongkar, rupanya rollernya juga sudah pada peyang. Maka di ganti lah CVT belt dan roller motor matic saya dengan mahar 110,000 rupiah.

Selesai di ganti, saya tidak merasakan ada perubahan. Bahkan esok harinya saya merasa tarikan motor saya semakin berat (tambah parah). Maka kembalilah saya ke bengkel tersebut. Saya bilang bahwa roller yang dia pasangkan kemarin itu salah ukuran (terlalu berat timbangannya). Tapi ternyata sang mekanik membantah dengan mengatakan bahwa masalahnya ada di per CVT.

Baca juga: tenaga motor matic ngedrop tidak melulu masalah mesin

Saya sudah coba menjelaskan babwa rpm mesin berubah. Bahkan sampai saya bilang bahwa saya ini seorang blogger yang membahas perkara motor. Tapi dia tetap ngotot sengotot-ngototnya. Sampai-sampai dia mengatai saya "nggak tahu apa-apa". Dia bilang, "semua roller sama!".

Hahaha...!! Mentang-mentang saya bukan montir, dia meremehkan saya habis-habisan. Padahal roller itu beda bobot beda juga akselerasinya lho. Terbukti Yamaha X Ride lebih responsif dari Mio, padahal spesifikasi mesinnya sama persis. Hanya beda di rollernya saja.

Baca juga: beat street vs x-ride bagaikan bumi dan langit

Ya sudahlah... Dari pada bertengkar dengan tetangga, saya bilang, "yang waras ngalah" sambil ngeloyor pergi. Saya ikuti kemauan dia. Saya muter di Kota Banjar Patroman untuk membeli per CVT (per pulley) Honda Spacy. Saya fikir, biar lah saya keluarkan sejumlah uang untuk membuktikan teori saya.

Tapi.... Alhamdulillah... Saya tidak menemukan bengkel yang menjual per CVT untuk Honda Spacy FI. Yang banyak tersedia hanyalah per CVT untuk Honda Beat dan Vario yang notabene lebih pendek dari kepunyaan Spacy saya yang gendut.

Karena per CVT baru tidak di dapatkan, maka si montir mengakalinya dengan mengganjal per tersebut. Selain itu juga dia mengganjal sana-sini pada kanvas kopling motor matic saya. Dia cuma minta 10,000 rupiah untuk ongkos bongkar pasang.

Dan hasilnya...? Keadaan tidak berubah.

Karena sudah jelas kesalahan si mekanik tersebut, esok harinya saya menuju ke Buana Motor, salah satu bengkel resmi Honda di kota Banjar. Saya sampaikan keluhan saya dengan penjelasan mekanis yang saya rasakan. Dan benar saja. Masalahnya ada pada roller. Honda Spacy FI saya ngacir lagi setelah di ganti roller satu set.

Sampai di sini terbuktilah bahwa montir juga manusia biasa yang bisa salah dan dodol.

Nah, bagaimana saya menganalisa masalah yang ada pada motor saya saat itu? Langsung saja ke TKP...

ANALISA GEJALA UTAMA PADA PUTARAN MESIN (RPM)

Pada motor manual, jika motor mulai kehilangan daya, biasanya yang pertama di vonis adalah kanvas kopling. Sedangkan posisi kanvas kopling pada motor manual adalah menyatu dengan mesin. Namun tidak demikian dengan motor matic.

Sistem transmisi pada motor matic cenderung lebih kompleks. Hal itu di mungkinkan karena sistem transmisi motor matic terpisah dari blok mesin. Maka untuk menganalisa power motor yang drop-pun harus di dua bagian itu.

Kemudian mengenai analisa pada CVT box, saya punya beberapa contoh kasus dengan gejala berbeda. Nah, dari beberapa perbedaan tersebut menghasilkan masalah yang sama, yaitu menurunnya power motor secara signifikan.

Berikut ini analisa gejalanya,

1. Tenaga motor matic lemah dengan putaran rpm rendah akibat salah pakai roller

Setelah saya di kecewakan oleh montir yang masih tetangga, di bengkel resmi Honda pun saya masih mendebat mekaniknya. Pasalnya, saat pertama saya sampaikan keluhan, sang mekanik (saya lupa menanyakan namanya) langsung mencoba memvonis kanvas kopling yang aus. Saya potong ucapannya dan pelan-pelan saya jelaskan, "Pak, kalau masalahnya kanvas kopling aus, rpm mesinnya nggak akan berubah jadi rendah. Kalaupun berubah justru akan jadi lebih tinggi. Intinya, tolong yang pertama di cek itu rollernya".

Dan syukurlah, mekanik tersebut sepertinya mendengarkan penjelasan saya dengan baik. Tidak seperti montir tetangga saya yang abal-abal.

Penjelasannya begini,

Roller adalah komponen pemberat dalam variator yang mengatur diameter CVT sesuai rpm mesin.

Halah... Susah amat bahasanya ya? Kita pakai bahasa yang gampang aja lah. Yang mudah di mengerti.

Pada motor matic, gigi transmisi baru akan masuk pada rpm tinggi (di banding motor manual). Jadi harus ada efek "ayun" dari putaran gas.

Efek ayun tersebut di atur oleh roller. Roller inilah yang menentukan kapan masuknya transmisi. Jika bobot roller berat, transmisi masuk lebih awal. Begitu sebaliknya, jika bobot roller ringan, maka transmisi akan masuk lebih lambat.

Akibat dari penggunaan roller di luar standar pabrikan akan berimbas pada akselerasi motor matic. Jika roller terlalu berat, maka akselerasi akan lambat di putaran bawah, tapi akan mantap di putaran atas. Begitu sebaliknya, jika roller terlalu ringan, maka motor matic akan responsif di putaran bawah, tapi akan mengurangi pencapaian top speed.

Hadeuuhh... Rumit amat bahasanya ya? Ya pokoknya begitu lah. Yang penting Anda faham maksudnya.

Kelemahan yang paling terasa jika menggunakan roller terlalu berat adalah, motor matic jadi tidak kuat menanjak. Hal itu di pastikan karena transmisi masuk lebih awal itu tadi. Dengan transmisi masuk terlalu awal, maka putaran mesin masih lambat saat menanjak sehingga kerja mesin menjadi lebih berat. Dan inilah yang saya alami pada kasus di atas.

Note: Kondisi rumah roller yang sudah rusak juga dapat berpengaruh. Maka di anjurkan untuk mengganti roller satu set dengan rumahnya jika gejalanya separah yang saya alami.

2. Tenaga motor matic lemah dengan putaran rpm tinggi karena kanvas kopling sudah aus

Hal yang paling tepat saat aus adalah minum.

Hahaha...!! Itu haus...

Jika kanvas kopling sudah aus, masalah yang terjadi adalah slip kopling. Slip kopling adalah kondisi di mana kopling sudah terbuka penuh tapi tidak memberi cengkraman yang kuat pada mangkoknya. Dan hal itu hanya akan terjadi jika kanvas sudah benar-benar aus.

Gejala pada mesin (rpm) justru terbalik dengan kasus pada nomor satu di atas.

Saya sudah merasakan gejala ini pada Mio Sporty milik mertua. Pada saat menanjak dengan berboncengan, suara motor akan menderu dengan kencang karena putaran gas penuh. Deru mesin itu di hasilkan dari rpm yang sangat tinggi.

Dari hasil mencoba motor mertua, saya mengambil kesimpulan keausan kanvas koplinglah yang menjadi penyebab motor Mio tidak kuat nanjak. Tapi itu hanya salah satu contoh lho ya...? Bisa jadi ada masalah lain jika gejalanya berbeda.

3. Tenaga motor matic lemah karena CVT sudah uzur

Jika masalahnya ada pada CVT, maka gejala yang akan timbul adalah ayunan panjang pada saat Anda menarik gas. Gejala dasarnya hampir sama dengan keausan kanvas kopling, yaitu mesin menderu dengan rpm tinggi tapi motor matic melaju dengan lambat.

Sedikit yang membedakan adalah, jika masalahnya pada CVT, maka akan ada gejala tambahan berupa variasi ndut-ndutan.

4. Tenaga motor matic lemah karena per CVT (per pulley) sudah lemah juga

Ini prinsip yang di pertahankan oleh mekanik abal-abal di atas. Secara teori memang benar, jika per CVT sudah lemah, maka tenaga pun akan drop.

Teknis kerjanya, per akan menahan pulley pada rpm rendah. Dan jika Anda buka gas, maka CVT akan terbenam ke celah pulley dan menyesuaikan antara putaran mesin (rpm) dengan perputaran roda. Penyesuaian tersebut di dasarkan pada seberapa cepat rpm mesin dan seberapa berat beban angkut motor itu sendiri.

Namun begitu, lemahnya per pulley (per CVT) tidak akan berpengaruh secara signifikan pada rpm mesin. Jika pun ada, perubahannya tidak akan drastis seperti masalah roller atau kanvas kopling (secara rpm).

5. Tenaga motor matic lemah karena kerusakan di sektor mesin

Kalau di sektor ini hal paling mendasar adalah busi, filter udara, injektor / karburator, setelan klep dan saluran bahan bakar. Semua hal itu dapat juga menurunkan tenaga motor, tapi gejalanya bukan pada rpm pada saat berakselerasi. Gejala yang paling umum adalah brebet dan ngelos. Adapun gejala rpm dapat di pantau pada kondisi stasioner (langsam). Jika motor sulit langsam, (hampir) dapat di pastikan masalahnya ada pada mesin.

***

Nah... Itu saja Om Bro... Semoga bermanfaat dan jadilah biker yang cerdas.

Comments

  1. Luar biasa komplit,, thanks mas bro pengalaman anda sangat membantu menjawab semua pertanyaan saya seputar permasalahan beat karbu.
    Jangan lelah menulis, karena sebuah tulisan yang positif sama dengan amal jariah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Insya Alloh saya tidak akan lelah untuk berbagi di blog ini.

      Delete
  2. Oh iya mas bro, saya pengalaman juga masalah dibengkel resmi honda malahan, motor kendala kurang tenaga saat tanjakan dan oli mesin rembes kemana mana, montirnya juga abal abal, ya nggak semua montir sih, servise nggak komplit, servis karbu (nggak ganti vakum), ganti vbelt, ganti roller, ganti filter, ganti oli mesin. nggak bisa atasi oli rembes dan saya tes mesin nggak ada perubahan, alhasil saya bongkar sendiri tu mesin saya cek ternyata dari komponen penekan kamrat (sudah beres), vakum karbu saya ganti baru, kampas ganda baru, seal pulley baru, pelumas khusus cvt, operasi selesai, tetap tenaga kurang saat tanjakan, tapi untuk putaran atas dapat.
    Saya tes konsumsi BBM dari rumah saya isi 1 liter pas odo diangka 40821 buat jalan ke pantai yang jarak 28 km lalu pulang ditengah perjalanan odo diangka 40859 bensin habis (kesimpulan 1 liter jarak 38 km).
    Pertanyaan : boros tidak itu secara dikelas matic. Atau memang ada masalah pada karburator motor beat saya ini.
    Maaf bahasa rada belepotan karena menulis dipagi hari karena belum tidur.
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya, perkara teknis, saya tidak begitu faham selain hal yang pernah saya alami sendiri. Tapi kalo soal konsumsi BBM Honda Beat Karbu, angka 38 km/liter itu normal.

      Saya ada reviewnya diblog ini. Silahkan Om Bro ke kotak pencarian untuk menuju artikel "konsumsi BBM Beat Karburator".

      Delete
  3. Motor scopy saya kalo di tanjakan gk kuat gimana solusinya y. Padahal mesin belum pernah di obrak abrik. Cuma satu kali purus tali mesinnya putus. Gejalanya kurang lebih kaya kasus no 2. Mesin kencang tapi rpm berkurang dulu bisa sampai 110 sekarang 80 aja udah gk karuaan. Minta masukannya bang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo berdasarkan kasus yang pernah saya temui, tenaga ngedrop (nggak kuat nanjak) tapi putaran mesin kencang, kemungkinan terdekat ada pada kampas kopling yang sudah aus. Tapi, ausnya kampas kopling itu umumnya setelah usia motor diatas 2 tahun, bahkan lebih.

      Kasus lain yang pernah saya dapatkan informasinya, setting karburator juga bisa jadi penyebabnya. Nah, Om Bro / Tante Sis pake Scoopy karbu atawa injeksi?

      Untuk lebih jelasnya, konsultasikan dengan bengkel terpercaya. Nanti tinggal dibandingkan, apakah diagnosa dari si mekanik ada kesamaan dengan isi artikel ini atau tidak?

      Kalo belom ngrasa yakin, cukup konsultasi aja dulu, jangan langsung dibongkar mesinnya.

      Saya juga sering kayak gitu. Kalo ada masalah, saya konsultasi sama kepala mekanik di bengkel resmi langganan. Setelah itu saya pulang, kemudian cari referensi di google. Kalo udah yakin dan udah ada uangnya, baru deh saya kembali ke bengkel untuk melakukan service.

      Delete

Post a Comment