Tips Kredit Motor Murah, Emang Ada? 18 Hal Ini Lebih Penting dari Sekedar Iming-Iming Harga Promo

Baca Juga

Dulu saya sering searching di internet mengenai tips kredit motor murah. Tapi nyatanya tidak pernah ada yang benar-benar "miring". Segala iming-iming promo ini-itu sejatinya hanyalah manipulasi.


Masih ingat dengan prinsip ekonomi, "modal sekecil-kecilnya dan untung sebesar-besarnya?" Apakah Anda fikir dealer motor dan pihak leasing tidak menggunakan prinsip itu? Mereka pakai, Om Bro. Jadi tidak usah lah Anda fikirkan soal harga mahal/ murah. Karena ada banyak hal yang justru lebih penting dari itu.

Apa sajakah itu?

Yuu... Ke TKP...

SYARAT-SYARAT PENGAJUAN KREDIT SEPEDA MOTOR

Segmen pertama kita bahas dulu hal-hal penting yang harus Anda ketahui dan persiapkan. Pentingnya hal-hal berikut ini adalah supaya Anda dapat dengan mudah mendapat persetujuan kredit dari pihak leasing.

1. Tidak ada masalah dengan perbankan (lulus BI checking)

Sebagian orang sudah tahu, tapi ada juga sebagian yang belum tahu.

Setiap Anda mengajukan kredit apa pun, selama melalui perusahaan pembiayaan besar (leasing), maka data Anda akan masuk ke pusat data Bank Indonesia (BI). Kemudian... Jika Anda macet pada kredit sebelumnya, maka nama Anda akan di "tandai" oleh BI. Hal itu akan menyebabkan pengajuan kredit Anda di kemudian hari menjadi tidak di setujui.

Kejadian seperti itu tidak melulu terjadi karena diri Anda sendiri dan atas barang yang sama.

Contoh kasusnya begini,

Misalnya suatu ketika saudara Anda bermaksud mengajukan kredit barang (misalnya lemari es). Tapi karena status penghasilan (atau status kependudukan) belum mapan, maka dia "meminjam" nama (data) Anda untuk mengajukan aplikasi kredit. Namun di tengah jalan saudara / teman Anda tersebut tidak sanggup membayar angsuran kredit sehingga pembiayaan kredit di batalkan (barang di tarik kembali).

Pada kasus seperti itu, walau pun bukan Anda yang mambuat masalah, tapi nama Anda lah yang di black list. Kecuali Anda mau menutup (membayar) kredit lemari es tersebut sampai lunas. Karena jika tidak, maka Anda tidak akan di setujui jika di kemudian hari bermaksud mengajukan kredit motor (padahal beda produknya). Dan kalau sudah seperti itu, maka posisinya sekarang Anda jadi harus "meminjam" nama orang lain untuk aplikasi kredit motor. Iya kalau ada yang bersedia membatu. Bagai mana kalau tidak?

Atau cara lainnya Anda harus menghapus data black list kredit dengan bantuan "orang dalam" (orang yang bekerja di sektor perbankan). Tapi itu cara ilegal, sangat tidak di sarankan.

Semudah apa pun cara ilegal pasti memiliki resiko secara hukum. Jadi, hindarilah.

Intinya sih, jangan pernah meminjamkan nama Anda pada siapa pun (walau pun pada saudara sendiri) kecuali Anda sudah faham dan siap dengan resikonya.

2. Berkas-berkas lengkap

* KTP dan Kartu Keluarga

Ini berkas dasar yang selalu harus ada dalam aplikasi kredit apa pun.

* NPWP

Tidak semua leasing mewajibkan NPWP karena tidak semua orang memilikinya. Namun pada beberapa kasus, NPWP dapat memperkuat / memperbesar potensi kredit Anda di ACC (di setujui).

* Rekening 3 bulan terakhir

Seperti pula NPWP, copy rekening bank juga hanya pelengkap. Bahkan pada beberapa kasus Anda bisa juga menggantinya dengan rekening listrik. Tujuannya adalah sebagai bukti bahwa Anda tidak memiliki tunggakan pada pembayaran lain (listrik).

* Slip gaji / surat keterangan penghasilan

Lampiran keterangan penghasilan biasanya harus ada (seperti KTP dan KK). Hal itu untuk pertimbangan kemampuan pembayaran Anda selama dalam masa kredit.

3. Memiliki penghasilan tetap

Pada poin berkas di atas sudah saya sebutkan mengenai lampiran keterangan penghasilan. Itu artinya Anda harus sudah berpenghasilan tetap sebelum mengajukan kredit.

4. Status domisili tetap

Perkara domisili tetap bukanlah berarti Anda harus sudah punya rumah sendiri. Dulu saat saya masih tinggal di rumah kontrakan pun bisa mengajukan kredit motor. Tapi... Saat itu saya sudah tinggal selama hampir 2 tahun di kontrakan tersebut. Dan data kependudukan (KTP) saya memang di alamat itu (saya sudah pindah KTP sebelumnya).

Yang jadi persoalan adalah jika Anda tinggal di Jakarta tapi KTP Anda berdomisili Ciamis (contoh saja). Pada kasus seperti ini maka Anda harus membaca poin nomor 1 dia atas.

5. Usia memadai

Usia minimal pengajuan kredit motor (serta kredit lain) adalah 21 tahun atau sudah menikah. Jadi kalau usia Anda baru 18 tahun, segera lah menikah supaya bisa kredit motor.

Hahaha...!! Nggak, Om Bro. Becanda doang. Jangan kawin muda, Om Bro. Nikmati dulu masa muda sampai puas.

Sedangkan usia maksimal adalah 65 tahun pada akhir masa kredit. Jadi jika usia Anda 63 tahun, maka Anda hanya bisa mengajukan kredit dengan tenor (jangka waktu) 2 tahun.

HAL-HAL YANG MENJADI PERTIMBANGAN SEBELUM MENGAJUKAN APLIKASI KREDIT

Jika syarat dan ketentuan di atas sudah terpenuhi, maka sekarang Anda tinggal mempertimbangkan poin-poin berikutnya.

6. Sesuaikan dengan selera dan kebutuhan

Dalam hal apapun ada kalanya selera tidak sama dengan kebutuhan. Misalnya Anda menginginkan motor sport tapi anggota keluarga yang lain menginginkan motor bebek / skutik.

Pada kasus seperti itu, ada baiknya Anda mengalah saja. Ikuti kebutuhan mayoritas Anggota keluarga. Karena jika Anda memaksakan kehendak, akibatnya bisa menyusahkan diri Anda sendiri.

Contoh...

Jika suatu saat istri Anda hendak pergi berbelanja ke pasar, maka Anda harus siap mengantar. Lain cerita jika Anda membeli motor matic, maka besar kemungkinan istri Anda akan berangkat sendiri tanpa perlu di antar.

Namun contoh kasus di atas bisa menjadi gugur jika Anda memiliki lebih dari satu motor. Misalnya Anda menggunakan motor Yamaha. Anak laki-laki Anda di kasih Kawasaki Ninja. Istri Anda kredit Honda Beat DP 500rb. Anak kedua Anda belikan Honda CB150R. Ayah / Mertua Anda pakai Suzuki bekas yang kreditnya murah tanpa DP.

Hahaha... Bisa penuh itu rumah jadi garasi semua.

7. Datang langsung ke Dealer

Dalam beberapa tahun terakhir ini (bahkan sejak dulu) banyak sekali kita jumpai ATPM / dealer motor yang menyebarkan promosi dengan berbagai cara. Ada yang dengan sistem marketing door to door, bahkan banyak pula yang menggelar event roadshow semisal konser musik.

Ketika Anda merasa tertarik di saat event seperti itu, sebaiknya Anda datang langsung ke dealer bersangkutan pada esok harinya. Lakukan negosiasi dan transaksi di dealer, bukan di lokasi event. Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

8. Pilihlah dealer yang dekat dari rumah

Tujuan dari poin ini adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, misalnya untuk mempermudah klaim garansi, asuransi dan hal-hal lainnya.

9. Bandingkan dengan dealer lain

Walaupun Anda sudah mendapatkan motor yang cocok di satu dealer, ada baiknya Anda datangi juga dealer yang lain. Bandingkan programnya, promonya, mana tahu ada yang benar-benar murah.

Ada kalanya satu dealer hanya memberikan bonus helm saja, sementara dealer yang lain memberikan bonus helm dan jaket. Lumayan kan?

10. Cek ketersediaan motor

Jika motor yang Anda kehendaki adalah model terbaru, tanyakan stocknya. Apakah ready (tersedia) atau Anda harus indent dulu? Bahkan saya pernah mengalami stock kosong padahal motor yang saya inginkan termasuk sudah lama di produksi.

11. Pilih leasing yang tepat

Setelah Anda menentukan dealernya, selanjutnya Anda juga perlu memilih leasing yang terbaik.

* Bandingkan suku bunga dengan leasing lain

Yang pertama adalah membandingkan total bunga kredit. Tidak usah repot-repot menghitung suku bunga. Totalkan saja jumlah angsuran di tambah DP.

* Bandingkan antara suku bunga dengan fasilitas yang di dapat serta syarat dan ketentuannya

Selain besarnya bunga, pertimbangkan juga kemudahan lainnya. Kadang leasing yang menetapkan suku bunga rendah cenderung memiliki S&K yang agak sulit. Misalnya jumlah berkas aplikasinya lebih banyak dan harus sangat akurat. Selain itu kadang surveyornya juga ketat sehingga memperkecil potensi ACC.

* Jangan tergiur dengan program promo yang tidak masuk akal

Pada saat Anda menanyakan perkara angsuran dan sebagainya, tidak usah tergiur dengan iming-iming promo yang tidak masuk akal. Misalnya program cash back, potongan DP, potongan angsuran dari 36x menjadi 34x. Percayalah, semua itu BOHONG!! Mereka sudah memperhitungkannya sedemikian rupa sehingga muncul kesan diskon, padahal hasil akhirnya tetap sama bahkan malah bisa lebih mahal. So... Tetaplah realiatis. Hitung saja total akhirnya setelah diskon. Bandingkan dengan harga dari leasing lain.

12. Maksimal angsuran 25% dari penghasilan perbulan

Sebenarnya perhitungan ini akan secara otomatis di sarankan oleh pihak leasing kepada Anda. Tapi akan lebih baik kalau Anda mengetahuinya sedari awal.

Pada umumnya, jumlah angsuran kredit perbulan yang akan disetujui oleh pihak leasing adalah sebesar maksimum 25% atau 1/4 dari penguasilan kotor Anda. Jadi misalnya Anda berpenghasilan 4,000,000 rupiah, maka ajukanlah kredit dengan nominal angsuran tidak lebih dari 1,000,000 rupiah.

Jika pun leasing memberikan toleransi lebih dari 1 juta, baiknya Anda tetap bijaksana. Tetap pertimbangkan kemampuan Anda. Percayalah, Anda punya banyak kebutuhan lain selain hanya angsuran motor. Jangan sampai kebutuhan Anda yang lain terbengkalai karena angsuran motor yang terlalu besar.

Sekedar sharing saja. Saya pernah mengalami hal buruk yaitu kerja kena PHK ketika motor kreditan saya baru seminggu turun dari dealer. Kebayang bagaimana bingungnya saya? Untunglah saat itu saya ambil tenor kredit panjang sehingga nominal angsurannya kecil.

13. Tambah nominal DP (Down Payment/ uang muka)

Jika memungkinkan, saya sarankan untuk menambah uang muka sebisa mungkin. Anda tahu lah, semakin besar DP maka semakin kecil nominal angsurannya. Lebih baik berat di awal tapi ringan kemudian.

Selain itu, memperbesar nominal DP juga dapat menambah potensi penganjuan kredit Anda di luluskan oleh pibak leasing.

14. Perhatikan kemudahan pembayaran

Poin ini tidak kalah penting. Pilihlah leasing yang menyediakan banyak chanel pembayaran. Pilih leasing yang bisa menerima pembayaran melalui bank (ATM / mobile banking / internet banking), Indomaret, Alfamart, Kantor Pos dan lain-lain. Ini penting untuk mempermudah Anda dalam proses pembayaran.

Fikirkan kemungkinan suatu saat Anda lupa pada saat jatuh tempo pembayaran. Bagaimana jika leasing Anda sulit di akses? Iya sih palingan kena denda... Tapi jika hal itu terjadi pada 6 bulan pertama, maka hal itu sudah membuat nama Anda "ditandai" di dalam server Bank Indonesia.

15. Cari tahu cara penyimpanan BPKB dan cara pengambilannya

Saya pernah dengar dari sumber yang tidak terpercaya, bahwa leasing yang nakal bisa saja menggadaikan BPKB motor Anda untuk mendapatkan dana pinjaman. Tapi entahlah... Itu bukan area saya sekarang.

Bagi saya yang paling penting adalah cara pengambilan BPKB pada saat motor lunas. Apakah harus buat janji dulu atau bisa di ambil sewaktu-waktu? Itu penting karena ada kaitannya dengan waktu Anda. Yang intinya, pilihlah leasing yang aturan pengambilan BPKB-nya bisa kapan saja, tidak harus membuat janji terlebih dahulu.

16. Tanyakan secara jelas mengenai denda keterlambatan dan toleransi pembayaran

Maksudnya sih bukan untuk melakukan keterlambatan dengan sengaja. Tapi bagaimana jika Anda mengalami di PHK seperti saya? Bagaimana jika pada kondisi sulit seperti itu motor Anda di jemput oleh debt.collector? Sedih kan? Uang hilang, motor nggak dapat.

Maka pilihlah leasing yang punya toleransi (agak) tinggi.

17. Perhatikan polis asuransinya

Salah satu penyakitnya peserta asuransi (termasuk saya) adalah malas membaca isi polis. Padahal seharusnya kita tahu secara detail supaya (amit-amit) pada saat ada "kejadian", Anda dapat dengan mudah mengajukan klaim.

Salah satu aturan penting dari asuransi yang pernah saya ikuti adalah, "Jangan lapor polisi ketika terjadi hal yang di pertanggungkan". Melaporlah pada contact center perusahaan asuransi tersebut.

Sekilas terdengar janggal memang. Tapi ya itu aturannya. Perkara kenapa tidak boleh lapor polisi? Itu rahasia mereka. Disini bukan tempatnya untuk membahas sampai dalam.

18. Pelajari ketentuan-ketentuan garansi motor

Selain asuransi, pelajari juga syarat dan ketentuan garansi motor. Patuhi aturan pemakaian dan pemeliharaan supaya (jika terjadi hal yang di jamin), Anda akan mudah mengajukan klaim ke dealer bersangkutan.

***

Baiklah Om Bro. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Tips kredit motor bekas

Baca juga: Pedoman pemilik sepeda motor Honda

Comments