15 Cara Merayu Calon Mertua Agar Hubungan Mulus Sampai ke Jenjang Pernikahan

Baca Juga

Kalau sebelumnya saya sudah buat artikel mengenai cara PDKT yang baik dan benar, kali ini saya mau menceritakan cara merayu calon mertua. Hal ini perlu di lakukan supaya hubungan kalian jadi baik buat kalian sendiri dan ortu dan camer kalian. Walaupun nantinya kalian berdua yang bakal ngejalanin hubungan yang lebih serius, tapi hubungan kalian nggak akan jadi baik bila tanpa restu camer dan ortu.

Sebelum saya lanjut ke pokok bahasan, kamu harus faham dulu bahwa cara-cara ini cuma buat kamu yang sudah berniat serius. Sama sekali nggak cocok buat kamu yang masih iseng-iseng, yang masih cinta-cintaan kayak cinta monyetnya anak SD dan SMP.

Tapi walaupun begitu, cara-cara ini boleh juga buat kamu yang masih ABG buat sekedar tahu, supaya nantinya kamu sudah faham. Oke Boy / Girl, kita langsung saja ke TKP...

1. Datang kerumah pacar dan perkenalkan diri pada keluarganya
Kalau kamu sudah mulai dewasa, setidaknya sudah menginjak usia SMA, maka tinggalin deh cara-cara pacaran anak SMP. Yaitu cara pacaran yang janjian ketemuan dijalan. Berangkat dan pulang masing-masing dari rumah masing-masing.

Image: pixabay.com

Kamu yang udah mulai dewasa dan mulai serius, maka kamu (cowok) harus datang dan memperkenalkan diri pada camer (calon mertua). Tujuan utamanya adalah menunjukkan bahwa kamu adalah cowok sejati yang nggak cuma "pengen anaknya" tapi juga sudah siap jadi bagian dari keluarganya.

2. Berpenampilan rapi namun sederhana
Namanya mau ketemu ortu pasti harus rapi dong!? Percaya deh, setiap camer pasti tidak suka dengan penampilan yang urakan. Setiap camer pasti pengen calon menantu yang rapih, walaupun si camer itu sendiri belum tentu seorang yang rapih. Nah, kerapihan di sini juga ada batasannya, jangan berlebihan misalnya sampai kamu pakai jas dan dasi. Hahaha...!! Di kira mau ngantor kali?

Nggak perlu juga kamu dandan kekinian. Jarang banget ada orang tua yang suka gaya kekinian, termasuk camer kamj.

3. Bicara seperlunya dengan bahasa yang sopan dan sederhana
Definisi sederhana di sini agak sulit di jabarkan nih Boy / Girl. Intinya sih, ikutin arus omongan camer. Ngobrol yang biasa-biasa aja, jangan berlebihan walaupun kamu punya banyak kelebihan. Misale gini, jangan pernah bilang penghasilan kamu milyaran rupiah perbulan walaupun memang itu kebenarannya. Juga jangan terlalu merendah, misale kamu bilang bahwa kamu orang susah padahal aslinya ortu kamu tajir.

Kenapa nggak boleh kayak gitu, Om?

* Pertama, jika camer kamu orang bodoh yang komersil, maka dia bakalan nyuruh kamu cepat-cepat kawin kalau tahu kamu tajir. Atau dia bakalan buru-buru misahin kamu dari anaknya kalau kamu bersikap lebay (merendah yang berlebihan).

* Kedua, jika camer kamu itu orang yang cerdas dan bijaksana, maka dia bakalan menilai kamu sebagai orang yang sombong karena pamer penghasilan. Atau dia akan menilai kamu lebay dan pembohong ketika kamu merendah berlebihan. Intinya sih, dua-duanya bikin kamu di pandang buruk oleh camer.

4. Segeralah pamit pulang sebelum jam malam
Sebenarnya di negara kita ini sih nggak ada aturan jam malam. Cuma kita pakai saja istilahnya biar gampang pemahamannya. Contohnya di kampung saya yang punya aturan tidak resmi mengenai jam malam, yaitu jam 21:00 alias jam 9 malam. Nah, orang yang bertamu melebihi jam tersebut maka di anggap tidak sopan dan akan terkena teguran jika terjadi berulang-ulang. Masih mending kalau camer atau si doi yang negur... Kadang-kadang yang negur tuh para pemuda kampung setempat pakai cara kasar / kekerasan. Kamu nggak mau kan pulang dengan wajah membiru bengap? Hahaha...!!

Jadi misale di kampung / kota doi nggak ada aturan kayak gitu pun tetap mendingan kamu antisipasi dari awal.

5. Minta izin pada camer tiap kali mau ngajakin doi jalan
Sebagai tanda kedewasaan kamu, setiap mau ngajak doi jalan, maka kamu juga harus minta izin ortunya. Saya udah bahas soal ini kemarin lusa,

Nggak ada seorang pun yang bakal suka sama orang yang slanang-slonong bawa anaknya jalan-jalan. Walaupun kamu nggak berbuat yang iya-iya sama doi, walaupun kamu nggak terlibat se* bebas, tetap saja ortu doi bakal khawatir. Tetap saja camer bakalan antipati sama sikap kamu yang kayak gitu.

6. Selalu jemput dan antarkan doi di rumahnya, di depan ortunya
Ini lanjutannya. Kalau kamu sudah bisa selalu minta izin camer, berarti kamu juga harus selalu siap antar jemput doi. Jangan berbuat kayak ABG SMP yang janjian dan ketemuan di jalan. Tunjukin kedewasaan kamu di depan camer, yaitu pakai cara antar jemput dengam sepengetahuan camer. Dengan cara itu kamu akan di anggap mampu melindungi anaknya dan dengan sendirinya kamu bakal mendapat kepercayaan camer.

7. Ceritakan diri dan keluarga kamu apa adanya, dengan bahasa yang sopan dan sederhana
Jika sudah akrab dengan camer, mulailah memperkenalkan keluarga kamu pada camer melalui cerita yang baik. Masih seperti yang saya sebutkan di atas, berbincanglah dengan sopan dan sederhana. Jangan berlebihan dan jangan pula lebay dengan terlalu merendah.

Namun begitu, kamu nggak boleh total terbuka dalam hal-hal buruk. Maksudnya, setiap orang / setiap keluarga kan punya kekurangan / keburukan. Nah, urusan keburukan / aib jangan di ikut sertakan dalam materi bincang-bincang sama camer.

8. Tunjukin ke camer, bahwa kamu adalah orang yang bertanggung jawab
Pada sesi bincang-bincang dengan camer, tunjukkan sikap bahwa kamu tidak bergantung pada ortu kamu. Misalnya, ceritakan bahwa kamu sudah bekerja atau sedang mencari kerja. Namun begitu, jangan sebutin gaji kamu kecuali camer yang nanyain. Nah walau camer nanya, kamu jawab jujur... Jangan pakai kalimat lebay kayak, "Aahh... Gaji saya kecil, Pak". Pokoknya tetap, intinya bahasa sopan dan sederhana.

Trus misale nih kamu ngapel bawa mobil / motor gede yang wow, trus tiba-tiba camer muji kamu, "Wah, nak Boy hebat ya...?" Maka jawaban yang terbaik adalah, "Ah, Bapak terlalu berlebihan. Itu pemberian orang tua saya, Pak. Saya belum mampu beli pakai uang sendiri, baru belajar nabung". Tuh, gitu. Enak kan?

9. Ceritakan soal pacar dan keluarganya pada ortu kamu
Nah, kalau kamu udah cukup kenal baik sama keluarga pacar, sekarang giliran kamu ceritain soal pacar dan keluarganya pada ortu kamu. Ceritain hal-hal baik dan apa adanya. Yakinkan ortu kamu bahwa pilihan kamu adalah yang tepat, yang terbaik. Tapi keyakinan itu juga harus sesuai dengan kenyataan. Artinya pacar kamu memang beneran baik.

10. Ajak pacar kamu ke rumah supaya kenal dengan ortu kamu
Kalau ortu sudah cukup tahu dengan cerita kamu, ajaklah pacar ke rumah. Kenalin sama ortu kamu. Biarkan kamu dan pacar saling tahu. Biarkan pacar tahu rumah dan keluarga kamu. Biarkan nantinya pacar menilai sendiri mengenai keluarga kamu. Di tahap ini kamu bakalan tahu, apakah pacar benar-benar nerima kamua apa adanya, atau jangan-jangan ada apanya? Nah, trus nanti pacar juga bakal menceritakan perihal keluarga kamu pada ortunya dengan apa adanya. Biarkan juga hal itu untuk mengetahui apa penilaian camer pada keluarga kamu?

11. Sampaikan hal baik yang di bicarakan ortu kamu pada camer
Biasanya, kalau keluarga sudah saling tahu dari kalian, mereka akan saling memuji, saling berkirim salam dan saling berkirim oleh-oleh. Sampaikanlah semua hal baik dari keduanya kepada keduanya. Posisikan diri kamu sebagai pemersatu dua keluarga besar melalui sisi dan cara yang baik.

12. Jika camer minta "segera", maka segeralah, jangan ngeless pake alasan macam-macam
Semua yang saya jelaskan di atas adalah buat kamu yang sudah berniat serius dengan pacar. Jadi kalau sewaktu-waktu camer nanya, "Kapan?", maka kamu sudah siap untuk menjawab, "Segera". Dan itu pasti. Entah kamu sudah berniat serius atau belum, tetap saja pada waktunya camer akan melemparkan pertanyaan itu ke kamu. Jadi mendingan kamu persiapkan dari awal. Paling tidak kamu tingkatkan status hubungan dari pacaran jadi "bertunangan".

Nggak lucu kan kalau pas camer nanyain status hubungan kalian, trus kamu jawab, "Saya masih fokus sekolah, Om". Palingan akhirnya camer jawab, "Kalau gitu mendingan kamu jangan pacaran dulu deh. Sekolah aja dulu yang benar". Nah lo... Mati kutu kamu.

13. Sesekali boleh lah bawa oleh-oleh buat camer, tapi jangan berlebihan dan terlalu sering juga
Kalau cara pacarannya anak kampung kayak saya ini gampang. Cukup bawa martabak saja sudah cukup buat ngasih camer. Tapi jangan terlalu sering dan berlebihan karena hal itu justru akan menimbulkan kesan kamu nyuap camer. Kalau sampai timbul kesan itu, justru penilaiannya malah jadi negatif. Ingat tujuan kamu mau jadi mantunya, apakan saat tujuan kamu tercapai kamu bakalan tetap kayak gitu? Banyak lho kejadian kayak gitu. Pasangan yang baik saat pacaran tapi jadi cuek sama mertua pas udah nikah. Malah kadang ada yang ngasih melulu waktu pacaran, tapi kemudian minta melulu pas udah jadi mantu.

14. Hormati dan perlakukan camer seperti ortu kamu sendiri
Kamu juga harus faham bahwa mertua adalah sama dengan ortu kamu sendiri. Maka calon mertua adalah calon ortu kamu. Mulailah belajar dari sekarang buat respect (hormat) sama camer. Dengar dan lakukan nasehatnya dalam hal-hal yang baik. Tunjukin bahwa kamu adalah calon mantu yang baik.

15. Lakukan pertukaran pemberian antara ortu dan camer
Maksudnya, tiap kamu ngasih sesuatu sama camer, maka kamulah yang kasih. Sebaliknya kalau kamu mau ngasih ortu kamu sendiri, buatlah kesan bahwa doi yang kasih. Dengan cara itu kalian bakal jadi pasangan yang baik di mata ortu kalian masing-masing.

Nah, Boy / Girl... Setelah kamu baca tulisan ini, mungkin sebagian dari kamu (yang berjiwa pengecut) nggak akan mau menjalankannya. Mungkin kamu lebih suka berkamuflase dengan segala kelebihan palsu supaya pacar dan camer merasa suka sama kamu. Tapi percayalah, suatu saat segala kebohongan kamu bakal ketahuan. Lebih baik berpahit-pahit dari sekarang tapi manis nantinya, daripada kebalik, manis duluan tapi hancur belakangan.

Comments