44 Motor Legendaris Yamaha Indonesia Sejak 1983 Hingga 2017

Baca Juga

Ada yang menarik dari motor Yamaha pertama sampai sekarang di Indonesia, yaitu perjuangannya dalam membangun brand image besar yang patut di perhitungkan. Bukan hanya membangun image motor kencang namun belakangan ini Yamaha juga sedang membangun image sebagai motor berfitur lengkap seperti kompetitornya.

Meski tidak dengan menyajikan data lengkap, namun artikel ini dapat memberikan gambaran beberapa model motor Yamaha yang masih tetap populer hingga sekarang. Yuk kita intip di TKP...

1. RX King / 1983-2007

Sang legenda Yamaha sport 2 tak. Meski sekarang sudah discontinue, peredarannya di jalanan masih banyak. Bahkan banyak pula klub-klub motor Yamaha RX King ini di Indonesia. Seperti kebanyakan motor-motor lain dengan jumlah populasinya banyak, Yamaha RX King ini relatif mudah dalam hal perawatan.

Yamaha RX King 1995

2. Force 1 / 1992-1993
3. FIZ / 1994-1996
4. FIZ R / 1997-2003

Jika Suzuki punya Tornado, maka Yamaha punya Force 1. Ini salah satu bebek 2 tak dengan desain sporty dan akselerasi spontan di masa itu.

Yamaha F1ZR

Di lanjutkan dengan FIZ, penyempurnaan dari Force 1 yang cukup di gandrungi penggemar bebek 2 tak di zamannya, terutama kaum muda.

Meski pada tahun 1996 Yamaha sudah memulai penjajakan pasar dengan produk bebek 4 tak (Yamaha Crypton), namun tidak sekonyong-konyong Yamaha meninggalkan mesin 2 tak. Yamaha Indonesia masih memproduksi FIZ R untuk menemani Suzuki Satria RU 120 yang juga masih bermesin 2 tak.

Dengan kapasitas mesin dan gigi percepatan masih kalah dari Suzuki Satria RU, Yamaha FIZ R sudah di lengkapi dengan kopling manual. Dan seperti yang kita tahu, aplikasi kopling manual pada sepeda motor dapat menjamin akselerasi yang lebih cepat. Terbukti saat itu Yamaha FIZ R masih cukup di minati meski sebagian penggemar motor Indonesia sudah mulai beralih ke mesin 4 tak (4 langkah).

Perbedaan paling nyata dari motor 2 tak adalah sistem kerja mesin yang hanya melalui 2 langkah kerja. Motor 2 tak bekerja tanpa klep (katup) untuk pelumasan pada piston. Motor 2 tak menggunakan sistem pelumasan langsung melelui oli samping yang ikut ke dalam pembakaran mesin. Hal itulah yang membuat mesin 2 tak lebih responsif namun mengandung konsekuensi konsumsi bahan bakar yang relatif boros.

Selain masalah konsumsi BBM, motor 2 tak juga kurang ramah lingkungan. Gas buang yang di hasilkan lebih banyak dengan adanya oli yang turut di bakar bersama bensin di dalam mesin.

5. Crypton / 1996-2001

Ini adalah bebek sekaligus motor 4 tak pertama dari Yamaha Indonesia yang di produksi secara komersil. Bersanding langsung dengan Suzuki Shogun 110 (Shogun Kebo) dan Kawasaki Kaze, Yamaha Crypton berusaha mengambil alih sebagian pasar yang sebelumnya di kuasai oleh dominasi mayoritas Honda, khususnya Astrea Grand dan Supra 100. Meski terbilang kurang sukses, Yamaha Crypton ini telah menjadi tanda dimulainya era baru motor Yamaha di tanah air tercinta ini.

Baca juga: Perang tanding Honda vs Yamaha dari jaman motor jadul

6. Vega / 2001-2003
7. Vega R / 2003-2005
8. New Vega R / 2005-2008
9. Vega ZR / 2008-2013
10. Vega RR / 2013
11. Vega Force / 2013

Secara basis mesin, Yamaha Vega adalah penyempurnaan dari Yamaha Crypton yang kurang sukses secara penjualan. Secara prinsip, Yamaha Vega di produksi dengan konsep low end yang di kemudian hari harus berhadapan langsung dengan Honda Legenda, Honda Supra Fit, Suzuki Smash 110 dan Kawasaki Blitz.

Yamaha Vega ZR

Konsep motor bebek Low End Yamaha ini terbukti sukses secara penjualan di Indonesia. Melalui produk ini pula Yamaha Indonesia telah mengukir sejarah baru permotoran tanah air. Vega terbukti telah mengangkat nama Yamaha dalam menduduki posisi runner up penjualan motor, menggeser posisi Suzuki saat itu. Semua itu tidak lepas dari peran promosi yang sangat mengena melalui iklan-iklan unik Yamaha pada media-media massa di Indonesia.

Yamaha Vega Force

Baca juga: Inovasi Suzuki vs strategi Yamaha

Di lanjutkan dengan Vega R yang menyempurnakan versi sebelumnya, Vega R tidak memiliki perubahan yang signifikan. Masih menggunakan mesin 102 cc dengan rem cakram di depan dan tromol (drum) pada roda belakang.

Pada masa New Vega R barulah perubahannya terasa. Yamaha mencopot mesin 102 cc milik Vega dan menggantinya dengan kapasitas 110 cc yang lebih lincah dan handal. Saya pernah memiliki motor ini selama lebih dari 2 tahun. Silahkan lihat review dan komparasi Vega R saya,

Baca: Honda vs Yamaha bagus mana?

Pada akhir tahun 2008, Yamaha menghentikan produksi Vega R dan menggantinya dengan Vega ZR yang bermesin 113,7 cc. Namun sayang, meski volume silindernya lebih besar, Vega ZR ini justru kurang di minati oleh penggemar motor bebek tanah air. Hal itu di sinyalir karena desain Vega ZR yang justru terkesan "mundur". Misalnya saja lampu sein yang kembali pada model jadul dengan mika buram. Kemudian juga panel speedometer, terutama indikator gigi percepatan yang hanya menunjukkan posisi netral dan top gear saja.

Hingga saat ini Yamaha masih mempertahankan eksistensi Vega dengan memberinya nama, "Vega Force". Jiwa dari nama itu adalah gabungan dua legeda, yaitu Vega dan Force 1. Namun begitu Yamaha tidak terlalu gencar mempromosikan produk ini karena tren persepeda motoran di Indonesia yang sudah beralih ke segman matic dan sport.

12. Scorpio 225 / 2001-2005
13. Scorpio Z / 2006

Terget utama dari di ciptakannya Yamaha Scorpio adalah menciptakan pengganti RX King sekaligus motor untuk bertanding secara fair dengan Honda Tiger 2000 dan Suzuki Thunder 250. Meski tidak berhasil mengejar penjualan Tiger, tapi Scorpio mampu meninggalkan Thunder hingga jauh di belakang.

Keberhasilan Yamaha Scorpio mengambil hati sebagian rakyat Indonesia tidak lepas dari peran para insinyur Yamaha yang handal. Mereka telah menciptakan karburator jenis vacum yang terbukti mampu menghasilkan akselerasi spontan. Inilah motor 4 tak pertama yang memiliki akselerasi seperti motor 2 tak.

14. Jupiter / 2001-2003
15. Jupiter Z / 2003-2006
16. New Jupiter Z / 2006-2009
17. New Jupiter ZZ / 2009-2012
18. Jupiter Z1 / 2012

Selain menciptakan Vega di kelas low end, Yamaha juga menciptakan Jupiter dengan spesifikasi yang identik namun lebih tinggi kelas dan mutunya. Persis seperti Supra X 100 dan Supra Fit saat itu.

Jika Anda perhatikan spesifikasi mesinnya, Vega dan Jupiter adalah sama. Namun sebenarnya di beberapa titik mereka memiliki perbedaan, misalnya pada bagian bawah blok mesin Jupiter yang di di lengkapi dengan plat pelindung. Selain itu desain body Jupiter juga lebih panjang dan bobot kendaraan pun lebih berat sehingga lebih mantap di kecepatan tinggi.

Pada New Jupiter Z Yamaha telah mengupgrade mesinnya menjadi 110 cc yang kemudian di lanjutkan menjadi 113,7 cc pada tahun 2009.

19. Nouvo / 2003-2005
20. Nouvo Z / 2005-2008

Meski kurang sukses di pasaran, sejatinya Nouvo ini adalah cikal bakal kejayaan Yamaha di masa yang akan datang. Dengan bermodalkan mesin matic 115 cc, Yamaha berusaha mengambil alih pasar motor matic yang saat itu di kuasai oleh pabrikan Tiongkok. Saat itu Yamaha menjadi satu-satunya merk Jepang yang bermain di jalur matic.

Yamaha Nouvo

21. Mio generasi 1 / 2003-2008
22. Mio generasi 2 / 2005-2012
23. Mio Sporty / 2008-2013
24. Mio J / 2012-2014
25. Mio GT / 2013-2014
26. Mio M3 / 2015

Inilah bibit Mio series pertama sampai sekarang. Sebagai penyempurna dari Nouvo, Yamaha Mio justru menerapkan desain yang sama sekali berbeda. Mio dibuat lebih pendek secara jarak sumbu roda dan lebih ramping serta lebih ringan. Semua itu tidak lepas dari tagline, "Wanita jangan mau ketinggalan". Ya, pada awalnya Mio memang di tujukan untuk kaum hawa yang ingin bermotor dengan lincah di jalanan.

Mio pertama kali launching di Malaysia untuk pasar Asia Tenggara.

Mio sebagai motor yang tadinya bukan menjadi andalan justru menunjukkan prestasi yang luar biasa. Mio telah membantu bahkan menggantikan posisi Vega series yang sebelumnya merupakan tulang punggung penjualan Yamaha di Indonesia. Terbukti pada tahun 2010 Yamaha mencapai penjualan tertingginya hingga 4,3 juta unit. Hanya selisih 100,000 unit dari penjualan Honda di tahun itu.

Kemudian pada tahun 2013, Mio series mampu membukukan penjualan hingga 1,139,217 unit. Dan dengan angka itu pula Mio (sendirian) telah mampu terjual sebanyak 7 juta unit sejak awal produksinya. Luar biasa...!!

Mio terus berevolusi dengan desain lampu sein berbentuk smiley (huruf "U") pada generasi berikutnya. Kemudian Mio juga berevolusi dengan meninggalkan sistem pembakaran karburator dan menggantinya dengan YM-JET FI. Mio J yang pertama di daulat dengan tagline "Semakin cepet semakin irit - it's magic".

Tidak hanya sistem injeksi, Mio J juga sudah menggunakan teknologi diasil cylinder dan forged piston. Gabungan sempurna yang mampu membuat Mio J 30% lebih hemat bahan bakar.

Di masa sekarang, Yamaha tengah membenahi fitur-fitur tambahan pada Mio M3. Hal itu di pastikan untuk kembali mengejar penjualan kompetitor yang telah lebih dulu memiliki fitur lengkap.

Baca juga: Mio M3 AKS SSS vs Beat eSP CBS ISS

27. Mio Fino / 2012-2014
28. Fino FI / 2014

Sebagian dari keluarga besar Mio adalah Fino. Sebuah konsep skuter retro yang mengusung tagline "Fashion matic". Kehadiran Fino adalah pelengkap semua seri Mio untuk Anda yang mendambakan skuter matic dengan gaya klasik.

29. Jupiter MX 135 / 2006-2010
30. New Jupiter MX 135 / 2010
31. MX King 150 / 2015

Jupiter MX adalah terobasan baru yang luar biasa dari Yamaha. Di saat Suzuki dan Honda bermain dengan cc 125 (Shogun dan Supra), Yamaha tidak latah. Dia menciptakan kelas tersendiri dengan mesin berkelas balap dan setting khusus yang benar-benar kencang. Semua itu masih disempurnakan dengan promisi / iklan yang sangat gencar dan mengena di hari masyarakat.

Konsep motor kencang yang di usung oleh Jupiter MX semakin di tegaskan dengan upgrade mesin 150 cc pada MX King. Jupiter MX juga menjadi motor Yamaha pertama yang menerapkan suspensi monoshock pada bebek sport komersil di tanah air.

30. Vixion / 2007-2012
31. New Vixion Lightning / 2012

Vixion merupakan motor pertama dari Yamaha Indonesia yang menerapkan sistem injeksi. Inovasi Vixion tidak hanya pada injektor tetapi juga pada rangka model deltabox dan suspensi monoshock. Meski awalnya di ragukan, Vixion mampu membuktikan kehandalannya seiring berkembangnya sistem injeksi pada persepeda motoran tanah air.

Yamaha Vixion

32. Byson / 2010

Model ini adalah street fighter pertama dari Yamaha Indonesia. Byson juga yang pertama mengusung kaki-kaki besar dengan ban gambot di jajaran motor sport Yamaha Indonesia.

Yamaha Byson

33. Lexam / 2010-2012

Meski tidak sukses di pasaran, Lexam pernah juga mengaspal di jalanan tanah air. Konsep bebek matic dengan rantai penggerak yang unik ini terbukti kurang di minati oleh biker tanah air. Namun Lexam bukanlah satu-satunya bebek matic yang layu sebelum berkembang. Ada juga Honda Revo AT yang bernasib sama dengan Yamaha Lexam.

34. Mio Soul / 2007-2012
35. Xeon / 2011-2013
36. Soul GT Eagle Eyes / 2012-2013
37. Xeon RC / 2013
38. Xeon GT 125 Eagle Eye / 2013

Mio soul adalah pengembangan dari Mio standar di masa lalu. Mengusung desain lebih besar namun lebih rendah dengan tujuan untuk kestabilan di kecepatan tinggi.

Yamaha Mio Soul

Pada periode selanjutnya, Yamaha juga mengembangkan Xeon dari gen Mio. Tidak berhenti sampai disitu, Yamaha juga mengembangkan Xeon karburator menjadi Xeon RC dengan sistem injeksi. Masih belum cukup, Yamaha juga mengembangkan Xeon GT 125 Eagle Eye yang mampu meraih prestasi luar biasa. Terbukti Xeon GT mampu membukukan penjualan 2,2 juta unit hanya dalam 2 bulan. Namun entah misteri apa yang akhirnya membuat Xeon GT harus di hentikan produksinya.

39. XRide / 2013

Dari 4 pabrikan besar merk Jepang di Indonesia, XRide ini pertama dan satu-satunya hingga saat ini. Motor matic konsep off-road dengan torsi besar di putaran bawah. Adapun Honda Beat Street yang mengusung desain stang telanjang, sejatinya dia berbeda dengan Yamaha XRide.

Baca: Honda Beat Street vs Yamaha XRide bagaikan bumi dan langit

40. R15 / 2014
41. R25 / 2014
42. MT25 / 2015

Konsep sport fairing pada R15 dan R25 di ciptakan oleh Yamaha untuk berhadapan langsung dengan Kawasaki Ninja dan Honda CBR. Keputusan Yamaha untuk memboyong R series ke Indonesia bukanlah langkah yang salah. Terbukti saat ini Anda akan dengan mudah mendapati Yamaha R series bertualang di jalanan. Pun dengan MT25. Meskipun populasinya belum sebanyak R series, tapi konsep naked bike pada MT25 ini merupakan icon kebanggaan pabrikan garpu tala itu.

43. Nmax 155 / 2015

Satu lagi langkah besar Yamaha yang mampu menancapkan taringnya dengan matic berkonsep moge touring. Hingga saat ini, NMax masih menjadi yang terlaris di kelas matic premium Indonesia. Satu kunci keberhasilan Yamaha adalah keputusannya untuk memproduksi NMax di Indonesia. Keputusan cerdas sekaligus bijak yang terbukti mampu menekan harga jual hingga menjadi yang termurah di kelasnya.

Yamaha NMax 155

44. Aerox 155

Satu lagi yang terhangat, Yamaha Aerox 155... Matic sport dengan desain kekar yang melenggang tanpa tanding di jalanan aspal Indonesia. Hingga saat ini belum satu pun pabrikan Jepang di Indonesia yang memiliki produk tandingan untuk menghadang langkah Yamaha Aerox 155.

Nah, Om Bro dan Tante Sis bikers... Mantap kan produk-produk Yamaha Indonesia?

Comments