Skip to main content

Honda Win 100, Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan Motor Pak Camat Selama 21 Tahun

Baca Juga

Motorisweb.com - Kali ini saya akan sajikan data spesifikasi, kelebihan dan kelemahan Honda Win 100 alias "Win cepek".

Dalam rangka silaturahmi Lebaran 1438 Hijriyah, perjalanan ke kampung orang tua saya menghasilkan setidaknya 2 jepretan Honda Win 100. Motor yang identik dengan plat merah karena popularitasnya sebagai kendaraan dinas pejabat tingkat II hingga desa / kelurahan.

SEKILAS TENTANG HONDA WIN 100

Berawal dari tahun 1984, dimana PT.Federal Motor mendatangkan Honda Win 100 secara CBU (Complete Built Up) secara langsung dari Jepang.


Menurut pandangan beberapa sumber yang saya dapati, Win 100 adalah proyek pengganti Honda S90Z yang sudah terlebih dahulu "berkelana" di Indonesia. Honda S90 sudah di produksi sejak tahun 1969 atau 2 tahun sebelum Honda secara resmi bekerja sama dengan PT.Federal Motor sebagai ATPM sepeda motor Honda di Indonesia.

Meski sebagai proyek pengganti S90, Honda Win 100 mengusung desain yang sama sekali berbeda. Jadi..jika pada S90, Honda memberikan model tangki bulat mirip biji nangka, spion, filter udara dan model lampu depan semua serba bulat, maka tidak demikian pada Honda WIN. Kali ini Honda justru mengusung desain serba kotak dengan garis-garis tegas lurus.

Menurut pandangan orang-orang di kampung saya, desain sederhana Honda Win 100 biasa di sebut dengan "motor belalang". Tapi bukan belalang tempurnya Ksatria Baja Hitam. Hahaha...!! Dan desain tersebut tidak berubah sejak awal produksi hingga keluaran terakhir di tahun 2005.

Honda Win 100 adalah motor yang sangat handal. Bahkan karena kehandalannya, Win 100 banyak di gunakan sebagai kendaraan dinas (inventaris) berbagai instansi pemerintahan.

Honda Win 100 mengusung model lampu squere (kotak). Dengan lampu tersebut, pencahayaan menjadi lebih fokus dibanding Honda S90 yang menjadi versi sebelumnya.

Meski usianya sudah terbilang tua, saat ini Honda Win 100 masih banyak di minati oleh pecinta motor tua di tanah air. Honda Win 100 beredar pada rentang harga yang bervariasi antara 2.5 juta hingga 5 juta rupiah, tergantung kondisi barang.

KELEBIHAN HONDA WIN 100

* Irit dan bandel
Dari salah satu sumber yang saya dapatkan, ada salah satu pemilik Honda Win 100 yang mengklaim bahwa konsumsi bahan bakarnya mencapai 51 km / liter dengan kecepatan di kisaran 50 km / jam. Bahkan sumber lain mengatakan bahwa Win 100 bisa tembus 60 km / liter.

Selain hanya irit, Honda Win 100 juga dikenal bandel. Rantai ketengnya bisa mencapai belasan tahun baru minta ganti. Begitu pun dengan komponen (part) yang lain. Memang...motor produksi asli Jepang terkenal lebih awet di banding pabrikan negara lain, termasuk Honda Indonesia.

Baca juga: Ketahanan Mesin Honda vs Yamaha

* Mudah di modifikasi model trail
Kebetulan kampung halaman istri saya adalah kawasan pegunungan (perkebunan karet). Di daerah ini, sering di jadikan lokasi motor cross (orang Sunda biasa menyebutnya "Trabas / Tarabas").

Rata-rata motor peserta trabas bukanlah motor jenis trail yang asli pabrikan, melainkan motor hasil modifikasi. Dan salah satu motor yang menjadi favorit modifikasi trail adalah Honda Win 100 ini.

* Tenaga cukup kuat di kelasnya
Meski kapasitas mesinnya hanya 97.2 cc, Win 100 adalah motor yang handal untuk menanjak atau menurun di pegunungan. Dilengkapi dengan velg model jari-jari berdiameter 18 inchi membuat motor ini terasa nyaman untuk melibas jalanan terjal.

Seperti umumnya motor era 80-90an, Win 100 menganut jenis ban depan motif garis lurus yang sangat efektif untuk melalui jalanan basah dan licin.

Akserasi gigi 1 Honda Win 100 tergolong sangat kuat untuk menanjak. Feel hentakan awal terbilang beringas, mirip hentakan motor bebek Honda Astrea Grand, meski tak seberingas Honda Tiger.

Iya lah... Cc-nya aja beda jauh. Hahaha...!!

Sebagai motor dengan mesin kecil, Honda Win 100 termasuk kencang larinya. Bahkan sepertinya sanggup adu kencang dengan motor bebek 110-115 cc. Hal itu dimungkinkan karena setting klep yang berbeda dari motor-motor bebek di kala itu. Selain itu, aplikasi kopling manual pun tentu menghasilkan akselerasi yang lebih cepat dibanding sistem kopling otomatis.

* Perawatan mudah dan murah
Karena mesinnya yang menggunakan model sama dengan mesin bebek, Win 100 sangat simple dalam perawatan. Bahkan untuk pemakaian harian normal, dia bisa tetap sehat meski nyaris tanpa perawatan. Hal itu dimungkinkan karena komponen bawaan motor Win 100 yang sangat awet (secara ini motor asli buatan Jepang). Sama sekali berbeda dengan motor-motor produksi jaman sekarang yang mudah sekali "minta jajan".

* Minim getaran
Menurut beberapa pengguna, Honda Win 100 sangat minim getaran, terutama di bagian stang. Hal itu di dapat bukan dari engine balancer, melainkan dari ring karet setebal kurang lebih 3 mm yang terdapat pada raiser stang.

* Handle grip / bracket / behel / bagasi luar
Honda Win 100 juga di lengkapi dengan behel model bracket yang sudah tersedia dari pabrikannya. Fitur yang tidak pernah ada pada motor lain hingga saat ini.

Jika di lihat dari fitur bracket / behel tersebut, maka tegaslah bahwa Win 100 adalah motor fungsional (motor harian). Bukan motor sport anak muda yang gagah untuk bergaya.

* Suspensi nyaman
Ini merupakan salah satu bukti bahwa Honda sejak awal selalu berusaha mempersembahkan motor yang ergonomis dan nyaman. Tidak terkecuali pada Win 100.

* Tahan panas, kuat untuk perjalanan jauh
Win 100 memiliki blok mesin yang terbuat dari cast iron yang keras, kuat dan tidak mudah memuai.

Sejak generasi awal di Indonesia, motor Honda di kenal tahan panas (tidak mudah over heat) sehingga kuat untuk perjalanan jauh. Hal inilah yang akhirnya melahirkan istilah "makin panas makin ganas". Tapi itu dulu, waktu kompetitor masih konsisten di jalur motor 2 tak. Sekarang semuanya sudah berubah...

* Reflektor (mata kucing) pada bagian depan dan buritan
Dijaman itu, belum ada teknologi LED pada lampu motor komersil. Namun begitu, Honda sudah memiliki fitur reflektor yang akan memantul jika terkena sorot dari lampu kendaraan lain. Hal itu tentu sangat bermanfaat dari sisi keamanan, karena keberadaan Anda akan mudah di lihat oleh orang (pengendara) lain.

* Body ramping, bobot ringan
Desain body dan bobot yang ringan memberikan akselerasi yang cepat dan kemudahan handling yang mantap. Bobot Honda Win 100 hanya 83 kg. Bandingkan dengan bobot motor sport dijaman sekarang yang beratnya mencapai 130 kg bahkan lebih. Malahan, motor-motor bebek dan matic low end saja sudah lebih dari 90 kg (mendekati 1 kwintal).

KELEMAHAN HONDA WIN 100

* Desain standar kebapakan (tidak sporty)
Desain Honda Win 100 sebagai motor standar memang tidak sporty, bahka  terkesan "culun". Hal itu tentu sangat cocok untuk orang-orang yang berfikir matang (dewasa) dan lebih mengutamakan fungsi guna ketimbang gaya. Sama sekali tidak cocok untuk anak muda yang ingin bergaya.

* Roda depan kurang stabil di tanjakan dengan muatan
Mungkin karena bobotnya yang terlalu ringan, bagian depan Win 100 cenderung kurang stabil pada saat menanjak dengan mengangkut beban.

* Shock depan terlalu kecil
Untuk ukuran motor dengan kopling manual, suspensi depan Honda Win 100 tampaknya kurang besar. Tapi hal itu dapat dipahami mengingat Win 100 hanyalah motor semi sport, bukan motor full sport.

* Rem double tromol
Dijaman itu, rem motor model cakram baru diterapkan pada model sport. Sayangnya, meski Win 100 ini semi sport, namun dia diperlakukan seperti motor bebek yang hanya di bekali rem tromol pada kedua rodanya.

* Kapasitas mesin terlalu kecil
Untuk ukuran motor dengan kopling manual, mesin Honda Win 100 terbilang kecil, karena hanya memiliki volume silinder sebesar 97.2 cc.

* Transmisi hanya 4 percepatan
Pun demikian dengan jumlah gigi percepatan, Win 100 hanya dibekali 4 percepatan.

* Top speed kurang menggigit
Sepertinya ini adalah efek dari mesin kecil dan jumlah gigi yang hanya sedikit, sehingga pencapaian top speed pun tidak maksimal.

* Posisi silinder mendatar
Sayangnya lagi, Win 100 menggunakan silinder model mendatar, bukan model tegak seperti Honda CB atau pun Honda GL. Padahal pencapaian power bisa lebih maksimal dengan model silinder tegak. Tapi...biasanya memang model mesin tegak relatif lebih mahal dari pada model mendatar.

* Ground clereance (kolong) terlalu rendah
Sebagai motor semi sport, Honda Win 100 terbilang kurang tinggi kolongnya sehingga mudah "gasruk" di jalana  jelek.

* Ring karet raiser stang sulit di dapat gantinya
Inilah kelebihan sekaligus kelemahan Win 100. Jika karet (ring) raiser stang telah rusak, maka Anda akan relatif sulit untuk mendapatkan hasilnya. Dapat dipahami karena produksi Honda Win 100 yang telah di hentikan dan jumlah peredarannya yang mulai menurun.

* Banyak plat merah (kendaraan inventaris)
Karena berbagai kelebihannya, terutama kebandelan dan keiritannya, maka Honda Win 100 banyak di gunakan sebagai motor inventaris para pejabat. Bahkan sampai ada istilah "Win 100 = motor camat".

Sebenarnya itu hal bagus dalam hal populasi. Tapi bagi anak muda, banyaknya plat merah yang menempel pada Win 100 justru membuatnya malu untuk menunggang motor tersebut. Jadi kesannya, Honda Win 100 = motor dinas = uang rakyat.

Tapi benar juga sih... Saya juga suka gedek banget kalau melihat ada kendaraan plat merah berjalan di waktu yang tidak wajar, misalnya di malam hari atau di hari libur.

* Tidak ada starter elektrik
Sebenarnya dijaman itu, hal ini bukan merupakan suatu kekurangan / kelemahan. Saat itu memang lazimnya motor laki hanya menggunakan kick starter saja. Trend starter elektrik pada motor laki baru dimulai dari tahun 2003, yaitu pada generasi Honda Tiger 2000.


SPESIFIKASI HONDA WIN 100

* Mesin
4 langkah, OHC (Overhead Camsaft)
* Sistem pendinginan
Udara
* Jumlah silinder
Tunggal, mendatar
* Isi silinder
97.2 cc
* Sistem bahan bakar
Karburator
* Diameter x langkah (bore x stroke)
50 x 49.5 mm
* Rasio kompresi
8.8:1
* Power masksimal
10.8 HP / 8000 rpm
* Torsi maksimal
-
* Kopling
Manual tipe basah, double clutch
* Transmisi
Manual, 4 percepatan (1-N-2-3-4)
* Kapasitas tangki
8 liter
* Kapasitas oli mesin
0.9 liter
* Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
191 x 70 x 106.5 cm
* Jarak sumbu roda
123.5 cm
* Jarak terendah ke tanah
13 cm
* Tinggi tempat duduk
-
* Berat kendaraan
83 kg
* Rangka
Diamond
* Suspensi
Teleskopik (depan), lengan ayun dengan shock absorber ganda (belakang)
* Ukuran ban
2.75-18 (depan), 3.00-18 (belakang)
* Rem
Tromol
* Sistem pengapian
AC-CDI
* Battery (accu / aki)
-
* Busi
-
* Starter
Kick starter

Comments

  1. mantep 10,8 HP 97,2 cc bobot 83 kg irit, sparpart terjangkau. nyesel dulu kenapa gak ngambil honda win 100. malah milih bei bajaj pulsar 200 cc baru ditahun 2008

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya pulsar juga bagus kayaknya deh? Cuma sayangnya soal layanan aftersalesnya...

      Delete

Post a Comment