Mengetahui Penyebab Sakit Kepala dan Migrain Serta Cara Mengobatinya

Baca Juga

Sepanjang tidak ada diagnosa penyakit tertentu, sakit kepala pada umumnya adalah penyakit biasa yang tidak terlalu sulit mengobatinya. Namun begitu, semuanya bisa menjadi berbahaya jika kejadiannya pada kondisi tertentu, misalnya saja pada saat berkendara atau pun saat Anda melakukan aktifitas berat.

Banyak hal yang bisa memicu terjadinya sakit kepala, di antaranya,


1. Sakit kepala biasa (primer)

Sakit kepala jenis ini bisa datang kapan saja tanpa di ketahui dengan pasti apa penyebabnya. Hal yang sering disebutkan dalam ilmu medis adalah adanya kontraksi atau pun reaksi kimia pada jaringan otak.

2. Masuk angin

Terkena masuk angin pun dapat memicu sakit kepala. Gejala yang umum terjadi adalah sakit kepala di sertai mual, kembung dan badan terasa letih. Tapi walaupun perut kembung, masuk angin membuat Anda sulit buang gas.

Sakit kepala pada masuk angin biasanya akan dapat di sembuhkan dengan mengkonsumsi paracetamol. Namun begitu, sakit kepala akan kambuh lagi jika sumber perkaranya (masuk angin) belum berhasil di atasi.

3. Terlambat makan / penyakit maag (asam lambung tinggi)

Tingginya asam lambung juga dapat menyebabkan sakit kepala. Gejala umumnya hampir sama dengan masuk angin, yaitu perut kembung dan badan terasa letih. Namun begitu, ada perbedaan antara masuk angin dan sakit maag, yaitu Anda akan banyak bertahak dan sering buang gas.

Seperti pada poin di atas, Anda dapat dengan mudah mengobati sakit kepala Anda menggunakan paracetamol. Namun bersiaplah untuk kambuh lagi jika sumber perkaranya belum sembuh.

4. Tensi darah rendah

Jika penyebabnya karena tensi darah rendah, selain sakit kepala Anda juga akan merasa pandangan mata menjadi kabur, mual-mual dan badan terasa limbung. Gejala limbung dan pusing seringkali terjadi pada saat Anda bergerak mendadak, misalnya saja saat bangkit dari kubur... Hahaha...! Maksudnya bangkit dari duduk.

Selain itu, tensi darah rendah juga membuat Anda mudah berkeringat dingin dan gemetar saat kecapaian.

5. Tensi darah tinggi

Tensi darah terlalu tinggi juga dapat mengakibatkan pusing dan lemas. Selain itu tensi darah tinggi juga menyebabkan emosi relatif labil (mudah marah). Ini mungkin yang membuat banyak orang (awam) menganggap kalau orang pemarah = darah tinggi. Padahal tidak selalu seperti itu. Saya yang tensi darahnya relatif rendah juga gampang marah.

Hahahah...!! Nggak, Om, Tante... Saya baik hati dan tidak sombong juga rajin menabung.

Pada puncak yang terburuk, hipertensi (tekanan darah tinggi) dapat menyebabkan stooke. Penyakit yang sedang populer dalam beberapa tahun terakhir ini. Iya, beneran lho. Bukan bermaksud bercanda, tapi saya mendapati penyakit-penyakit (yang dulunya) hanya milik orang kaya sekarang sudah banyak di miliki juga oleh orang-orang kampung. Yang saya maksud adalah penyakit seperti stroke, serangan jantung, kanker dan lainnya.

Dulu waktu orang-orang kampung masih makan-makanan organik, penyakit seperti itu selalu jauh. Tapi sekarang lain. Semuanya serba instant, serba pestisida dan kimia.

Lah... Jadi ngelantur...

6. Kolesterol tinggi

Sakit kepala bisa juga di sebabkan oleh kadar kolesterol jahat yang berlebih dalam darah.

Walaupun tidak selalu, orang gemuk cenderung lebih mudah menderita kolesterol tinggi, hipertensi dan gula darah tinggi. Perkara kolesterol, daginglah yang biasanya selalu menjadi kambing hitam. Padahal, bisa saja itu daging kambing putih.

Hahaha...!! Bukan, bukan.. Maksudnya, daginglah yang biasanya menjadi penyebab paling dominan disamping minyak goreng dan lain-lain.

Selain sakit kepala, tingginya kolesterol jahat juga membuat badan pegal-pegal, utamanya di bagian leher.

7. Minum minuman dingin dan bersoda

Kasus ini sebetulnya jarang, tapi saya termasuk orang yang sering mengalaminya. Itu pun tidak selalu akan pusing setiap kali saya minum bersoda. Biasanya, minuman bersoda dapat memicu sakit kepala jika saya minum pada sahat hari panas dan badan tengah capai. Ironis memang... Minuman dingin bersoda yang seharusnya segar di minum pada hari panas, nyatanya malah mendatangkan sakit kepala untuk saya.

8. Terlalu banyak meroko*

Bagi pecand* roko*, sebenarnya meroko* tidaklah menyebabkan sakit kepala. Bahkan bagi pecand* berat, (katanya) meroko* justru bisa menyembuhkan sakit kepala. Tapi tidak dengan saya. Pada kondisi badan kurang fit, meroko* dapat memicu sakit kepala. Padahal saya adalah peroko* lumayan berat.

9. Flu

Gejala flu juga dapat menyebabkan badan meriang dan sakit kepala serta bersin-bersin. Namun begitu, sakit kepala pada flu biasanya tidak dominan atau hanya gejala tambahan.

10. Stess berat

Stress berat biasa terjadi pada orang berusia dewasa yang dalam tekanan. Maksudnya, bisa saja dalam tekanan pekerjaan atau pun tekanan fikiran karena perkara lain.

Ada kalanya seorang istri menderita hipertensi karena suaminya nggak kerja. Dan karena hipertensi, istri marah-marah tiap hari, akhirnya suami menderita stress bahkan depresi dan gila. Hahaha...!! Om Bro nggak gitu, kan?

11. Terlalu lama bekerja menggunakan gadget / komputer

Sepengalaman saya, kerja menggunakan komputer / gadget memerlukan istirahat sejenak setiap 2 jam sekali. Mungkin tidak pada semua orang... Hanya saja saya sering mengalami pusing bahkan migrain jika menggunakan komputer dengan fokus selama 4 jam non-stop. Hal itu di sinyalir karena efek radiasi dari gelombang elektro magnetik dari komputer / gadget yang saya gunakan.

12. Kurang tidur

Begadang juga dapat menimbulkan sakit kepala. Pada ajaran yang paling umum, waktu tidur minimal adalah 8 jam perhari. Tapi hal itu tidak mutlak. Pada beberapa orang (termasuk saya), tidur 5-6 jam sehari semalam sudah cukup. Bahkan kadang kala hanya 4 jam sehari. Pernah saya seperti itu selama beberapa minggu hingga akhirnya dokter memvonis saya dengan diagnosa hipotensi (tekanan darah rendah).

Perlu di ketahui bahwa kurang istirahat juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah.

CARA MENGOBATI SAKIT KEPALA

1. Memijat agak kuat di area tengkuk (belakang leher)

Cara pertama adalah dengan memijat bagian belakang leher sebelah pinggir kemudian ke pelipis. Gunakan minyak angin jika ada. Pijatan yang agak kuat selama 5-10 menit dapat meringankan sakit kepala. Jika perlu hiruplah aroma dari minyak angin untuk membantu meringankan gejalanya.

2. Tidur

Jika memungkinkan, tidurlah. Istirahat cukup dapat meringankan bahkan menyembuhkan sakit kepala. Namun hal itu tentunya hanya jika bisa. Bukan berarti Anda harus tidur saat jam kerja atau bahkan saat berkendara di jalan. Haahahaha...!! Gile lu, Ndro..!

3. Kerikan pada leher bagian belakang

Jika kedua hal di atas tidak memungkinkan, saya suka dengan kerikan pada leher bagian belakang. Biasanya cara itu manjur buat saya. Kerikan pada leher belakang sejatinya hampir sama dengan memijat. Hanya hanya saja, dengan kerikan hasilnya lebih cepat dan lebih tahan lama.

4. Kerikan pada punggung

Cara ini saya lakukan jika sakit kepala yang saya derita di sertai gejala-gejala masuk angin.

Sebenarnya ini cara yang kontroversi. Beberapa ahli medis menyebutkan bahwa kerikan dapat merusak pori-pori kulit dan memicu masuk angin lebih mudah datang kembali. Saya sendiri kurang setuju. Ya... Mungkin karena saya bukan ahli medis. Hanya saja saya merasa kerikan itu lebih cepat sembuh, lebih praktis dan pastinya lebih murah dibanding berobat pada dokter.

Bukan tidak menghormati dokter, tapi pada beberapa kasus memang cara-cara tradisional bisa terbukti lebih manjur. Jadi peace ya, Dok...?!

5. Minum paracetamol

Pada situasi darurat, misalnya pada saat berkendara atau sedang bekerja, pastinya minum paracetamol adalah pilihan yang tepat. Bukan berarti paracetamol murni, namun obat sakit kepala yang di jual bebas di warung-warung. Ingatlah untuk minum obat seperlunya saja, jangan di biasakan jika dirasa tidak darurat.

Saya memiliki pengalaman buruk dengan paracetamol. Saya kecanduan dosis tinggi gara-gara sebelumnya membiasakan minum obat tersebut. Sekarang, jika saya sakit kepala, dosis 500 mg yang biasa terkandung dalam 1 tablet sudah tidak mempan lagi walaupun di minum rutin 3x sehari. Sakit saya baru sembuh dengan 2 tablet sekali minum, yang artinya adalah 1000 mg paracetamol.

Tapi itu tadi, saya minum paracetamol jika situasinya memaksa atau tidak memungkinkan untuk saya menggunakan cara lain. Karena di setiap kemasan obat pasti ada peringatan efek samping yang tidak baik dalam jangka panjang. Maka bacalah baik-baik setiap kali Anda hendak mengkonsumsi obat-obatan.

6. Minum air perasan singkong secara teratur

Ini pengobatan lanjutan jika sakit kepala yang Anda derita merupakan salah satu dari gejala maag. Beberapa pengalaman membuktikan kalau singkong mentah adalah obat yang mujarab untuk mengobati sakit maag. Saya sudah membahasnya pada artikel terdahulu.

Baca: Mengobati sakit maag dengan air perasan singkong mentah

Di dalam artikel itu setidaknya ada 3 orang (termasuk saya) yang telah membuktikan khasiat dari air perasaan singkong mentah.

7. Minum larutan air garam

Cara pengobatan ini juga sebagai lanjutan jika sakit kepala Anda adalah akibat dari hipotensi (tensi darah rendah).

Baca: Mengobati tekanan darah rendah dengan air garam

Beberapa orang (termasuk dokter Nia, Cisaga - Ciamis), menyarankan untuk minum larutan air gula aren / gula merah.

8. Makan mentimun mentah dan hindari daun singkong, ikan asin dan makanan yang buruk bagi penderitan hipertensi dan kolesterol tinggi.

Pun di poin ini adalah lanjutan jika sakit kepala Anda merupakan akibat dari kolesterol atau pun hipertensi. Namun untuk mengetahui tensi darah dan kadar kolesterol, Anda harus mendapat keterangan jelas dari dokter. Tidak boleh hanya menduga-duga saja.

9. Berhenti merokok, berhenti minum soda dan kopi, jangan mengkonsumsi santan

Bagi pecandu rokok dan kopi, syarat ini tentu terasa berat. Tapi setidaknya breaklah (istirahat) selama dalam pengobatan. Saya faham kalau Anda tidak / belum bisa berhanti, karena saya pun sama. Haaahahha...!!

Baca: Kerugian merokok selain bagi kesehatan

Nah Om dan Tante... Demikianlah yang bisa saya sampaikan. Namun perlu saya ingatkan lagi bahwa saya bukanlah ahli medis. Saya hanya menjabarkan apa yang saya dan orang lain alami (orang lain di lingkungan saya).

Pengalaman beberapa orang mungkin bisa berbeda, namun Anda tidak perlu takut mencobanya selama cara tersebut tetgolong cara natural / alami / herbal. Seperti kita semua tahu bahwa cara alami relatif aman tanpa efek samping. Itu lah kelebihan cara herbal di banding obat-obatan kimia.

Comments