Situs Batu Kujang dan Cikahuripan di Lemahneundeut - Ciamis, Patilasan Sanghyang Prabu Borosngora - Panjalu

Baca Juga

Legenda Sanghyang Prabu Borosngora yang terkenal dari Panjalu menyisakan banyak misteri. Mulai dari pertemuannya dengan Sayidina Ali bin Abi Tholib yang kontroversi karena perbedaan zaman serta kesamaan kisahnya dengan Prabu Kiansantang. Namun terlepas dari semua itu, banyak kalangan yang mempercayai bahwa beliau adalah salah satu Raja Islam pertama di masa awal penyebaran Agama Islam di Indonesia.


Selain soal kontroversi sejarahnya, tidak banyak juga orang yang tahu bahwa Sanghyang Borosngora juga meninggalkan setidaknya dua petilasan di Dusun Sukajaya, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cisaga - Ciamis. Dua petilasan tersebut adalah batu kujang dan cikahuripan yang merupakan pangcalikan (tempat bersemedi) Sang Prabu yang saat itu masih menyandang gelar Pangeran.


Saat itu Pangeran Borosngora mendapat tugas dari Ayahnya untuk menimba ilmu kanuragan dan ilmu olah perang. Segala ilmu itu demi menjadi Patih, mendampingi kakaknya yang akan mewarisi tahta Kerajaan Panjalu.

Kembali ke situs Batu Kujang dan Cikahuripan...

Letak kedua situs tersebut adalah sejauh 5 km dari Cisaga. Tepatnya di belakang pabrik perkebunan Lemahneundeut yang merupakan bagian dari PTPN VIII Batulawang. Dari Cisagalah akses masuk jika Anda mengarah dari Banjar ataupun Ciamis.


Atau jika Anda mengarah dari Majalengka / Cirebon, Anda akan sampai di Lemahneundeut setelah 15 km perjalanan dari Kecamatan Rancah.

Kemudian jika Anda hendak berkunjung ke situs tersebut, Anda harus terlebih dahulu menemui Pak Karso, juru kunci dari situs Batu Kujang dan Cikahuripan. Untuk selanjutnya Pak Karso akan memandu Anda ke lokasi situs yang di sebut Lengkong, sama seperti nama situ (danau) di Panjalu yang juga merupakan petilasan (peninggalan) Prabu Borosngora.

Anda bisa menanyakan kediaman Pak Karso pada warga sekitar atau pada petugas security pabrik.

Menurut Pak Karso, situs itu sebenarnya sudah pernah mendapat kunjungan dari perwakilan pemerintahan Kabupaten Ciamis, namun kunjungan tersebut belum memberikan perhatian penuh pada kelestarian situs. Terbukti lokasi situs yang masih berupa tempat terbuka dengan akses jalan berbatu cukup terjal. Tapi ada yang menarik dari akses jalan tersebut, yaitu tepat sebelum sampai di lokasi situs, Anda akan melalui pepohonan di kanan kiri serta bagian atas jalan yang hampir menyerupai terowongan.


Selepas dari Lengkong, Anda juga dapat mengunjungi bangunan pabrik tua di seberang situs. Pabrik pengolahan lateks (getah karet) yang merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Walaupun kesannya seram, namun tempat-tempat tersebut cukup menarik bagi Anda pecinta Sejarah.


Menurut warga setempat, pabrik ex Belanda itu di bangun pada tahun 1908, atau 37 tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


Selain situs dan pabrik, Anda juga dapat melihat-lihat cantiknya 4 ekor rusa yang di suakakan di komplek kantor pabrik.

Bagaimana Om dan Tante... Berminat untuk mengunjungi situs patilasan Prabu Borosngora? Silahkan Anda temui Pak Karso di komplek perkebunan Lemahneundeut, Sukajaya, Tanjungjaya, Cisaga - Ciamis.

Comments