Skip to main content

Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan Mio Sporty, Produk yang Mengantarkan Yamaha ke Puncak Penjualan

Baca Juga

Secara spesifikasi teknis, Mio Sporty masih termasuk dalam generasi pertama. Hanya beberapa perbedaan pada design lampu sein dan lampu senja yang berbentuk smiley (tersenyum) atau bentuk huruf "U". Selain itu striping juga di buat lebih agresif agar sesuai dengan namanya.

KELEBIHAN YAMAHA MIO SPORTY

* Isi silinder lebih besar
Volume silinder Mio adalah 113,7 cc, lebih besar dari kompetitor yang hanya 108 cc.

* Design ramping dan sporty
Mio generasi pertaman yang di buat sebagai proyek lanjutan dari Yamaha Nouvo, mengusung desain yang sama sekali berbeda. Mio di buat ramping sesuai dengan target awalnya sebagai motor kaum hawa. Dan hasilnya memang tidak mengecewakan, Mio berhasil membantu Vega menjadi tulang punggung penjualan Yamaha pada saat itu.

* Sudah di lengkapi rak barang di depan
Kalau pada Mio generasi pertama banget, dia belum di lengkapi rak barang di dashboard. Tapi pada tipe sporty ini Mio sudah memiliki rak barang untuk menyimpan sesuatu yang kecil semisal botol minuman.


* Pilihan pijakan kaki boncenger
Urusan footstep buat boncenger, Mio memberikan dua pilihan sesuai dengan kenyamanan boncengers. Mau pijakan tinggi, tinggal pijak dek atas. Mau pijakan rendah, tinggal buka footstep yang terlipat di bawahnya.

* Rem lebih pakem dari kompetitor
Sudah menjadi rahasia umum kalau Yamaha selalu memiliki rem yang lebih pakem dari pada kompetitornya. Kepakeman rem tersebut tentunya memberikan efek aman dalam penggunaan sehari-hari.

Baca juga: Perbedaan, kelebihan dan kekurangan motor Honda dan Yamaha

* Jok lebih empuk dari kompetitor
Jok Mio di buat tebal dan empuk untuk kenyamanan penunggangnya.

KEKURANGAN MIO SPORTY

* Konsumsi bahan bakar boros
Pada generasi pertama ini, kelemahan yang paling terasa adalah borosnya konsumsi bahan bakar. Sistem transmisi otomatis yang menuntut rpm tinggi serta sistem karburasi (pengabutan karburator) di sinyalir menjadi biang kerok borosnya konsumsi BBM Mio. Tapi memang saat itu belum populer teknologi injeksi pada motor komersil.

* Standar samping belum di lengkapi sekring pengaman
Padahal saat itu kompetitor (Honda) sudah menerapkan sekring pangaman pada standar sampingnya. Tapi Yamaha belum berminat membuatnya saat itu. Fitur ini paling terasa pada saat Anda lupa menikkan standar samping. Anda di jamin tidak akan lupa jika ada fitur ini, karena mesin tidak akan menyala pada saat standar samping pada posisi turun.

* Kunci kontak model lama, tidak aman
Walaupun penutup kunci kontak tidak menjamin keamanan penuh dari tindak kejahatan, tapi paling tidak dapat meminimalisir potensinya.

* Suspensi dan getaran mesin keras
Bagi saya inilah kelemahan terbesar Yamaha pada tipe matic dan dan bebek low end-nya. Suspensi tipe stiff dan kurangnya peredaman getar yang di maksudkan untuk kehandalan bermanufer, nyatanya malah menjadi kurang nyaman.

* Tuas chooke (cuk) manual
Sistem auto chooke yang sudah umum sekarang, belum di terapkan pada Mio Sporty di masa itu. Padahal, bagi orang yang mengerti, cuk adalah fitur penting untuk prosedur menghidupkan mesin yang baik dan benar.

* Starter elektrik tidak auto off
Saat itu kompetitor sudah menerapkan starter yang otomatis akan mati sendiri setelah mesin hidup. Sayangnya Mio Sporty masih menggunakan sistem starter konvensional. Perbedaannya adalah, tombol elektrik starter akan tetap dapat di tekan (dan berbunyi) meski mesin dalam kondisi menyala.

* Model filter udara di atas mesin membuat bagasi sempit
Saat itu memang belum populer model bagasi besar, jadi Mio masih memasang filter udaranya di atas mesin alias di bawah bagasi. Hal itu tentu jadi mengurangi ukuran (volume) bagasi.

* Velg roda gampag peyang, ukuran ban relatif kecil
Kelemahan ini sampai sekarang masih jadi rahasia. Entah apa sebabnya yang membuat Yamaha terlambat melakukan perbaikan di bagian velg ini. Perkara ukuran ban sebenarnya bukanlah suatu kelemahan mutlak. Hanya saja, kompetitor terlihat lebih unggul dengan ukuran ban yang lebih besar.

* Rasio kompresi terlalu rendah
Rasio kompresi 8,8:1 secara teori sangat aman untuk penggunaan bahan bakar beroktan rendah (premium). Namun hal itu membuat tenaganya kurang mantap, terutama pada kecepatan atas dengan berboncengan.

* Komstir cepat koplak
Sepertinya ini konsekuensi dari rem yang pakem. Bantalan peluru kemudi (komstir) motor-motor low end Yamaha jadi mudah koplak.

SPESIFIKASI MIO SPORTY (VERSI KARBURATOR)

Tipe mesin
4 stroke SOHC 2 valve berpendingin udara (kipas)

Jumlah dan kapasitas silinder
Silinder tunggal 113,7 cc

Diameter x langkah
50 x 57,9 mm

Rasio kompresi
8,8:1

Power maksimum
7,14 kW / 8000 rpm

Torsi maksimum
7,84 nM (0,88 kgf.m) / 7000 rpm

Karburator
KEIHIN NCV24x1

Pengapian
DC-CDI

Battery (accu / aki)
GM5Z-3B / 4B5L-B

Busi
NGK-C7HSA / DENSO U22FS-U

Kopling
V-belt otomatis sentrifugal tipe kering

Starter
Elektrik dan kick starter

Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
182 x 67,5 x 105 cm

Jarak sumbu roda
124 cm

Jarak terendah ke tanah
12,5 cm

Tinggi tempat duduk
74,5 cm

Kapasitas oli mesin
800 ml

Kapasitas tangki bahan bakar
3,7 liter

Berat kendaraan
92 kg (SW) / 94 kg (CW)

Suspensi
Teleskopik (depan) / swingarm dengan peredam kejut tunggal (belakang)

Ukuran ban
70/90-14 (depan), 80/90-14 (belakang)

Rem
Cakram hirolik (depan), Drum / tromol (belakang)

Comments