Spesifikasi RX King serta Riview Sang Legenda Fighting Sport Yamaha Sejak 1983 Hingga 2008

Baca Juga

Motorisweb.com - Seperti biasa, setiap Lebaran, salah satu kakak ipar saya selalu mudik menggunakan motor Yamaha RX King kesayangannya, lansiran tahun 1995. Langsung saya saya jepret sambil memperhatikan spesifikasinya. Sedikit ngobrol-ngobrol, motor laki kesukaan kakak ini masih segar bugar meski usianya sudah 22 tahun. Kakak saya sudah membuktikannya dengan mudik setiap tahun sejauh +/- 300 km dari Tangerang ke Ciamis.

Yamaha RX King 1995

Penasaran, saya jajal deh... Memang mantap ya akselerasi motor 2 tak punya Yamaha ini (meski rada ajlok-ajlokan. Maklum, sehari-hari saya menunggang motor matic. Xixixxixi....!!) Akselerasinya yang spontan membuatnya terasa sangat ringan. Ya... Akselerasi khas motor 2 tak. Sambil masih terkagum-kagum, saya sandarkan motor dan masih terus memperhatikan tiap titik lekuk tubuhnya.

REVIEW SINGKAT YAMAHA RX KING
Beberapa titik yang menjadi perhatian saya diantaranya,

* Lampu utama
Lampu utama kotak model lama dengan mika buram. Saat itu, model ini sudah keren. Ya tentunya jangan dibandingkan dengan lampu motor-motor model sekarang yang umumnya sudah sporty dan menggunakan jenis lampu LED. Trennya tentu sudah berubah.

* Tangki bahan bakar
Tangki bahan bakarnya juga model konvensional, jadul banget. Tapi dimasa itu memang model seperti ini sudah keren dan sporty.

* Blok silinder
Melihat blok silinder bersirip Yamaha RX King, ukurannya cukup besar. Terlihat begitu kuat dan tangguh.

Meski kapasitas silindernya cuma 132 cc, tapi jangan di tanya soal performa / tenaga. Motor-motor 4 tak jaman sekarang tidak ada yang sebanding, bahkan untuk ukuran cc yang lebih besar sekalipun.

* Spakbor
Aplikasi spakbor depan sudah menggunakan bahan plastik seperti sekarang, namun spakbor belakang masih menggunakan bahan logam. RX King sudah mengalami pembaruan dari RX K, dimana RX K menggunakan bahan logam untuk spakbor depan dan belakang.

* Footstep
Dijaman itu, footstep model gantung belum menjadi tren. Rata-rata motor masih menggunakan footstep yang sejajar dengan unit swing (arm). Tapi untungnya, meski sejajar, RX King sudah memisahkan footstep dengan arm sehingga pijakan kaki pembonceng tidak terlalu bergejolak. Hahaha...!! Maksudnya, tidak terlalu bergetar saat berkendara di jalanan jelek.

* Knalpot model konvensional
Dijaman itu, model knalpot juga belum neko-neko. Masih lurus polos begitu saja, seolah mengatakan, "lebih penting performa dari pada penampilan". Kadang ada sih yang modif pakai knalpot kolong, tapi kalau melihat jumlahnya, masih lebih banyak yang menggunakan model standar. Hanya saja yang sering terlihat melintas adalah model standar yang sudah di bobok. Hasilnya... Suaranya bikin kuping sakit.

* Rangka double cradle
Saya tidak yakin, tapi mungkin ini awal dari teknologi rangka deltabox milik Yamaha? Anda dapat melihat dengan jelas ada 2 batang pipa yang memanjang dari lokasi dudukan stang hingga melingkar ke bawah mesin.

SEKILAS TENTANG YAMAHA RX KING
RX King adalah salah satu produk sepeda motor 2 tak dari pabrikan Yamaha sejak 1983 hingga 2008, atau 25 tahun masa produksi. Cukup lama, bahkan lebih lama dari Honda Tiger yang menjadi legenda dari pabrikan Honda.

RX King adalah motor tercepat di jamannya. Saking cepatnya, dia sampai mendapat julukan "motor jambret" karena sering di pakai oleh para pelaku kejahatan.

RX King 1993 punya Kang Gito bin Nasirun

RX King adalah proyek lanjutan dari RX K yang sudah diproduksi sejak tahun 1980. RX K di produksi di Jepang dan di datangkan ke Indonesia dengan cara CBU (complete built up / impor utuh). Berbeda dengan RX King yang walaupun mesinnya masih utuh dari Jepang, namun body sudah di buat dan di rakit di Indonesia.

Yamaha tidak serta merta mendiscontinue RX K dan menggantinya dengan RX King, namun dengan melakukan survey sebelumnya. Survey tersebut dilakukan setidaknya di pulau Jawa dan Sumatera. Melalui Motoaki Hyodo, Chikao Kimata dan Nobou Aoshima, survey tersebut menghasilkan permintaan akan sepeda motor yang cepat dan kuat namun irit bahan bakar.

Menindak lanjuti hasil survey tersebut, maka lahirlah RX King dengan teknologi Yamaha Energy Induction System (YEIS) dan Yamaha Computerized Lubrication System. Dengan teknologi tersebut, RX King mampu berhemat bahan bakar sebesar 15% dibanding RX K, saudara tuanya.

Awal produksi Yamaha RX King dimulai dari generasi King Cobra (1983-1991). Nama (panggilan) King Cobra dicetuskan karena motor ini menggunakan stang dengan model leher ular kobra. Dan seperti yang saya sebutkan di atas, RX King Cobra ini menggunakan mesin yang masih di import secara utuh dari Jepang, namun dengan body yang di buat dan di rakit di Indonesia.

Selesai sesi King Cobra, Yamaha melanjutkannya dengan King Master (1992-2001).

Pada tahun 1997, Yamaha kembali melakukan perubahan, yaitu menggunakan footstep yang tidak lagi menempel pada arm. Dan pada tahun 2002, Yamaha mulai mengaplikasikan sistem rem cakram dengan dua piston untuk roda depan RX King.

Perubahan terakhir pada tahun 2006 (generasi New King), dimana Yamaha menggunakan catalic converter demi memenuhi standar emisi Euro. Hal itu tentunya memberikan efek positif karena knalpot RX King menjadi tidak berasap (mengurangi polusi). Tapi ya itu... Secara power, New King menjadi kurang bertenaga.

Pada generasi New King ini pula lah, Yamaha mengaplikasikan lampu utama dengan model bulat hingga discontinue pada tahun 2008.

Dari hasil ngobrol dengn kakak dan sharing dengan teman, (katanya) Yamaha RX King ini memiliki satu kelemahan yaitu mesin yang mudah panas. Akibatnya, penunggang RX King harus sering-sering istirahat pada perjalanan jauh, semisal touring atau pun mudik Lebaran. Karena jika di paksakan, resikonya bisa terjadi over heat yang dapat berakibat piston menjadi macet.

SPESIFIKASI YAMAHA RX KING
* Mesin
2 langkah
* Sistem pendinginan
Udara
* Jumlah silinder
Tunggal, tegak
* Isi silinder
132 cc
* Sistem bahan bakar
Karburator, Mikuni VM 26 x1
* Diameter x langkah (bore x stroke)
58 x 50 mm
* Rasio kompresi
6,9:1
* Power masksimal
18.5 PS / 9000 rpm
* Torsi maksimal
1.54 kgf.m / 8000 rpm
* Kopling
Manual, multiplat, tipe basah
* Transmisi
Manual, 5 percepatan (1-N-2-3-4-5)
* Kapasitas tangki
9.5 liter
* Kapasitas oli mesin
1 liter oli samping
* Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
197 x 73.5 x 106.5 cm
* Jarak sumbu roda
124.5 cm
* Jarak terendah ke tanah
16 cm
* Tinggi tempat duduk
77 cm
* Berat kendaraan
100 kg
* Rangka
Double cradle
* Suspensi
Teleskopik (depan), Unit swing dengan shock breaker ganda (belakang)
* Ukuran ban
2.75-18 4PR (depan), 3.00-18 4PR (belakang)
* Rem
Cakram dengan piston ganda (depan), tromol (belakang)
* Sistem pengapian
AC-CDI
* Battery (accu / aki)
GM 3-3B / 12.3
* Busi
BP8HS-10
* Starter
Kick starter

Comments

  1. Aduh tentang remnya bro salah besar tu! Hehe. Yang bebar adalah sejak generasi Rx K sampai Rx King Master cakram depan selalu single piston. Sejak generasi Rx King Facelift (2002) baru menggunakan double piston

    ReplyDelete
  2. Lalu tenrang king yg pakai catalytic converter, itu diproduksinya dari 2006. Dapat data dari mana tahun 2002?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf atas kesalahan saya, dan terima kasih atas koreksinya.

      Sudah saya perbaiki.

      Saya tidak menguasai penuh mengenai riwayar RX King. Data tersebut dari hasil ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang yang (mungkin juga) mendapat informasi yang kurang tepat dari sumbernya masing-masing.

      Terima kasih, Om Bro. Salam satu aspal...

      Delete

Post a Comment