Skip to main content

Supra GTR 150 vs MX King 150, 12 Kunci Kekalahan Supra GTR dalam Jumlah Penjualan

Baca Juga

Pada artikel sebelumnya, saya sudah melakukan komparasi secara spesifikasi teknis antara Honda Supra GTR vs Yamaha MX King. Jika di lihat dari data di atas kertas, sebenarnya produk Honda itu lebih punya banyak kelebihan dibanding rivalnya. Tapi kenyataan di lapangan terbukti lain. Walaupun GTR punya seabrek kelebihan, nyatanya penjualan dia jeblok, bahkan rata-rata hanya di kisaran 10% dari penjualan MX King.

Baca juga: Adu spesifikasi Supra GTR vs MX King, Honda niat perang dengan Yamaha

Perhatikan, tabel di bawah ini adalah penjualan Supra GTR vs MX King selama bulan Januari hingga April 2017.

* Januari
H 517
Y 5149

* Februari
H 603
Y 6413

* Maret
H 110
Y 4361

* April
H 503
Y 4147


Tuh... Parah kan? Bagaimana bisa sang pemimpin pasar sampai di pecundangi segitu jauhnya oleh kompetitor? Apa yang salah?

Jidat saya mengernyit sampai alis ketemu hidung... Hahaha...!! Maksudnya, alis ketemu alis. Saking penasaran, saya tanya deh (ajak ngobrol sambil ngabuburit) beberapa temen bikers. Belum puas, saya acak-acak deh halaman rumah mbah google buat ngecek pandangan teman-teman bikers yang lain. Dan inilah hasile...

1. Salah nama
Saya dapatkan pandangan ini dari seorang blogger otomotif roda dua yang sudah bangkotan. Beliau adalah Kang Iwanbanaran. Menurut beliau, salah satu faktornya adalah nama. Maksudnya begini... Nama "Supra" itu kan sudah puluhan tahun melekat pada motor utilitas / motor fungsional / motor standar harian. Motor dengan design kebapakan banget. Nah, bagaimana bisa, motor dengan desain anak muda kok pake nama bapak-bapak? Ya jelas kurang menggelitik minat calon pembeli...

Berbeda dengan MX King. Nama Jupiter MX dan RX King sejak awal sudah tersemat pada motor yang punya performa tinggi. Jadi, begitu Yamaha menaikkan cc Jupiter MX dan menambah kata "King" di belakangnya, jelas sambutan dari masyarakat menjadi luar biasa. Desain anak muda ya dengan nama anak muda, jadi akhirnya di belilah oleh anak muda. Bukan begitu? Kan? Kan?

2. Design buruk?
Disini sebenarnya saya kurang setuju, tapi mayoritas suara bicara seperti itu. Menurut mereka, design Supra GTR150 itu serba nanggung. Jadi, kalau ceritanya GTR itu dibuat untuk menjadi motor touring (adventure), mestinya di lengkapi dengan bagasi, dong...? Trus tangki juga harus lebih besar. Sedangkan ini, semuanya serba cungkring. Hal ini bertolak belakang dengan MX King yang konsepnya sudah jelas, yaitu bebek super sport...tempat lintasannya juga di jalan beraspal baik.

Kenapa saya bilang GTR sebagai motor Adventure? Karena demikian gambaran dari iklannya di media televisi. Di iklan, Honda Supra GTR150 di gambarkan sedang melintasi medan semi off road. Jadi, model dan target pasarnya juga beda.

Kemudian, kenapa di atas saya bilang "saya kurang setuju"? Karena menurut akal sehat saya, perkara design adalah urusan selera. Jadi tidak sepatutnya di perdebatkan karena tidak ada angka pasti untuk menilai sebuah selera. Iya dong... Suatu desain yang menurut Anda baik, belum tentu dalam pandangan saya juga baik? Begitu sebaliknya... Sesuatu yang menurut saya buruk, belum tentu buruk juga menurut pandangan Anda.

Kenapa bisa seperti itu? Ya karena selera kita beda. Pupil dan kornea mata kita, saat menerima pandangan lalu di distribusikan ke otak, itu hati dan otak kita bisa berbeda dalam menikmatinya. Jadi, bagi saya, BODOH benar orang yang memperdebatkan perkara design!!!??? Itu artinya dia memaksakan selera dia pada orang lain. Oke, Om Bro?!

Tapi walaupun begitu (desain), masalahnya, Yamaha MX King sudah memiliki penganut lebih banyak. Jadi, ketika terjadi perdebatan antara dua kubu ini, hampir dapat di pastikan kubu MX King yang menang.

3. Keterlanjuran
Ini salah satu faktor yang cukup kuat menurut saya. Kenapa Honda Supra GTR150 yang secara teknis lebih baik kok tidak bisa merebut pasar MX King? Salah satunya adalah karena MX King sudah terlanjur laku.

Kita lihat contoh, Honda yang sejak awal kiprahnya menanamkan image "irit", tentu sampai sekarang masih tetap di anggap irit oleh sebagian orang. Padahal pada beberapa tipe, motor Yamaha telah terbukti lebih irit dari Honda. Nah, dengan image ini, maka bagi orang yang punya tujuan membeli motor irit, maka merk yang pertama di sambangi adalah Honda. Sebaliknya, Yamaha sejak awal telah menanam image "kencang". Maka bagi calon pembeli yang berminat pada motor kencang, maka merk pertama yang akan dia korek informasinya adalah Yamaha. Begitulah dengan MX King. Dia sudah terlanjur lama bermain di kelas yang tiada lawan dari merk lain. Akarnya sudah kuat. Mindset masyarakat sudah terbiasa dengan, "bebek sport berarti adalah Jupiter MX. Kemudian berkembang menjadi, bebek sport adalah MX King".

Lalu bagaimana dengan pengambil alihan pasar Yamaha Mio oleh Honda Beat?

Kalau kasus itu, efek terbesarnya timbul dari trend dan fitur. Maksudnya, saat itu (dan sampai sekarang), trend yang sedang berkembang memang motor matic low end sebagai pengganti trend motor bebek. Disamping itu, Honda Beat (dimulai dari Vario) menawarkan fitur-fitur yang saat itu belum di miliki Mio.

Lantas, apakah Supra GTR tidak bisa seperti pengalaman Honda Beat?

Pada dasarnya sih bisa saja... Tapi potensinya kecil, mengingat segmen bebek sport bukanlah produk semua kalangan. Peminatnya tidak akan sebesar motor matic low end (setidaknya saat ini sampai beberapa tahun ke depan).

4. Power di lapangan berbeda dengan data di atas kertas (kalah balapan)
Satu lagi kejanggalan yang saya temukan adalah, kenyataan di lapangan (di area balap) yang membuktikan bahwa MX King lebih cepat dari pada Supra GTR. Sekali lagi data di atas kertas terbantahkan. Mesin DOHC milik Supra GTR yang "katanya" lebih powerfull, nyatanya kalah oleh mesin SOHC milik MX King. Memang benar, dalam balapan, faktor skill si pembalap lebih memiliki peran dibanding kekuatan si motor. Tapi walaupun begitu, tetap saja publikasi dari balapan itu menjadi hal yang mengangkat MX King dan menjatuhkan Supra GTR di mata masyarakat.

5. Kalah penggemar fanatik (fanatisme merk)
Saya pernah punya teman kerja (nama panggilannya Mas Gepeng) yang fanatik habis dengan merk Yamaha. Padahal motor yang dia tunggangi adalah seri low end, yaitu bebek Vega. Saking fanatiknya, dia sampai mengagungkan motornya dengan bahasa bahwa remnya lebih pakem dan harga spare part Yamaha lebih murah. Padahal... Apa iya begitu? Saya rasa tidak juga. Saat itu (karena penasaran), saya sampai membandingkan harga spare part original Vega dan Honda Fit X. Hasilnya... Seimbang ah... Tapi ya itu, karena Mas Gepeng memang hatinya sudah cinta mati pada Yamaha, ya, dia tidak bisa menerima data saya. Bahkan dia mati-matian membantah saat saya bilang komstir (bantalan peluru kemudi) Yamaha low end lebih mudah koplak dibanding Honda.

Nah, begitu juga dengan MX King. Seorang yang sudah terlanjur cinta mati pada MX King (hampir) dapat di pastikan tidak akan pernah bisa menerima kelebihan Supra GTR. Apalagi dengan kenyataan bahwa MX King lebih unggul dalam penjualan dan balapan.

6. Motornya getar
Kelemahan lain dari Supra GTR adalah masalah getaran mesin yang lumayan terasa pada body. Selain itu, image Supra X yang bodynya mudah kendor pun membuat Supra GTR di anggap sama.

7. Harga lebih mahal
Sebenarnya selisih harga 550,000 itu setimpal dengan kelebihan-kelebihan Honda Supra GTR. Tapi kembali lagi, semua kelebihan di atas kertas itu telah terbantahkan di lapangan. Jadi, selisih harga yang hanya 550,000 itu pun jadi terasa besar nilainya.

8. Dimensi terlalu besar
Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
 Y  197 x 67 x 108 cm
 H  202,5 x 72,5 x 110,2 cm

Nah, perhatikan baik-baik... Secara dimensi kendaraan, Honda Supra GTR lebih panjang, lebih lebar dan lebih tinggi. Iya sih peruntukannya beda... MX King untuk jalanan kota, sedangkan Supra GTR (istilah mudahnya) untuk jalanan kampung. Tapi kenyataannya kan tidak seperti itu. Seharusnya, selain mengusung desain off road, Honda juga harus memperhitungkan fungsi Supra GTR untuk jalanan dalam kota. Bagi biker yang tinggal di kota besar, tentunya dimensi kendaraan juga menjadi pertimbangan demi kelincahan selap-selip pada situasi lalu lintas padat.

9. Trend motor bebek kurang di minati?
Faktor lainnya adalah minat masyarakat yang sudah beralih pada motor jenis matic kelas low end. Otomatis kelas langka seperti bebek sport ini hanya diminati oleh orang-orang yang memiliki selera dan kebutuhan khusus. Sedangkan (seperti yang sudah saya sebutkan di atas), peminat motor jenis ini memiliki fanatisme tinggi pada merk yang sudah terlanjur berakar. Intinya, kalau Honda ingin mencari bagian di kelas ini, ya dia harus memberikan produk dengan kelebihan yang signifikan (seperti pada Vario dan Beat di masa lalu).

10. Tidak ada bagasi
Bagian ini juga agak janggal, setidaknya menurut teman-teman biker yang saya ajak sharing. Lah ini motor kan punya desain adventure tapi bukan motor cross... Iya tho? Jadi sepantasnya Supra GTR memiliki bagasi luas untuk memuat perbekalan sang rider adventure. Ini kan judulnya motor bebek, bukan motor sport (motor laki). Lantas kenapa tidak punya bagasi, padahal posisi tangki bahan bakar ada di bawah jok?

11. Sedang dalam rangka penjajakan pasar
Nggak ngerti juga nih kalau misale ternyata Honda masih dalam tahap penjajakan pasar. Masih ingat proses kelahiran motor matic Honda Beat? Iya... Honda terlebih dahulu menjajaki pasar menggunakan Vario 110 dengan desain gambot, fitur lengkap dan spesifikasi mesin dengan kompresi tinggi. Nah, setelah Vario 110 karbu terbukti gagal mengambil pasar Mio, barulah Honda merilis Beat. Dan hasilnya...? Anda bisa lihat sendiri di jalanan saat ini.

Tapi itu hanya salah satu kemungkinan lho ya..! Bukan tidak mungkin Honda memang sengaja membiarkan Yamaha MX King seperti PCX 150 yang memberikan pasar secara leluasa kepada NMax. Tapi apa iya seperti itu juga? Aahh... Bodo amat... Hahahaha...!! Jadi si amat yang bodonya.

12. Footstep model konvensional
Satu poin lagi. Yamaha MX King benar-benar menunjukkan desain sportinya menggunakan model footstep yang bisa di lipat. Hal itu tentunya menguntungkan biker yang suka bermanuver sampai motor rebahan. Sementara Supra GTR...?

Comments