4 Tahun Honda Spacy FI Tetap Perkasa, Meski 2,5 Tahun Diantaranya Menjadi Armada Niaga

Baca Juga

Motorisweb.com - Perkara ketahanan mesin, saya rasa semua merk motor Jepang yang ada di Indonesia relatif awet dan bandel (termasuk Honda Spacy FI milik saya). Jarang ada yang rewel kecuali jika kurang perawatan (jorok) ataupun usia yang sudah terlalu renta.


Saya bersama Neng Cici (Honda Spacy FI) sudah sejak bulan November 2013.

Awalnya saya meminang Neng Cici hanya untuk transportasi sehari-hari (berangkat pulang kantor dan lainnya). Tapi kenyataan berkata lain... Hanya selang satu minggu sejak Spacy saya di kirim, tempat kerja saya (PT.Multi Kencana Niagatama, Serang - Banten) bergejolak dan mengakibatkan timbulnya aksi mogok kerja selama 4 bulan penuh.

Dua bulan pertama saya memilih menganggur, tidak ikut aksi mogok ataupun ikut bujukan pihak management untuk kembali bekerja (meninggalkan teman-teman peserta aksi). Prinsipnya, saya mau netral saja, tidak mau ikut pada salah satu pihak yang berseteru.

Tapi yaaaa.... lama-kelamaan tabungan mulai menipis bahkan habis. Saya pun butuh makan... tidak mungkin terus menunggu hasil aksi yang belum jelas juntrungnya.

Pada bulan ketiga sejak awal aksi mogok (akhir Januari 2014), saya ajaklah Honda Spacy saya untuk merantau ke Jakarta... bekerja sebagai kuli bangunan demi menyambung hidup di rantau orang.

Beberapa bulan berjalan, akhirnya pada tanggal 29 April 2014, istri dan anak pertama saya (dengan kesepakatan bersama) memutuskan untuk pulang dan menetap di kampung asal kami, Ciamis - Jawa Barat.

Saat itu aksi mogok kerja di PT.MKN sudah berakhir dengan hasil pesangon yang tidak memuaskan.

Sebenarnya bukan pesangon sih... Statusnya pengunduran diri dengan terpaksa.

Singkat cerita, pulanglah kami dan numpang tinggal di rumah orang tua istri (mertua saya) selama lebih dari 2 tahun.

Saat itu saya kembali ke proyek bangunan saya di Jakarta, dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan lain yang lebih laik. Namun rupanya rizqi saya bukan di Ibu Kota. Saya memutuskan untuk menyusul istri dan menetap di Cisaga, Ciamis.

Awal bulan November 2014 saya pulang kampung, dan... puji syukur pada Alloh... saya mendapatkan pekerjaan sebagai motoris canvas di PT.Panjunan Banjar sejak 1 Desember 2014. Dari sinilah Honda Spacy FI saya harus mulai menjalani pekerjaan berat demi menopang hidup saya dan keluarga.

Pertengahan bulan Januari 2015, saya mendapatkan mobil box sebagai armada niaga dari perusahaan. Maka Neng Cici dapat bernafas lega karena tidak harus diajak berkeliling setiap hari.

Tapi rupanya...

Pada bulan Maret, atas banyak pertimbangan, saya pindah tempat kerja ke PT.Banjar Distribusindo Raya dan kembali menjalani profesi sebagai motoris.

Sejak saat itu, Honda Spacy FI saya harus kembali bekerja ekstra keras. Seakan melangkahi kodratnya sebagai motor matic harian yang seharusnya tidak membawa beban berat setiap hari. Dan pekerjaan itu terus berlanjut hingga saya memutuskan untuk berwirausaha sendiri pada bulan Juni 2015. Itupun usaha yang saya jalani sampai artikel ini terbit adalah sebagai motoris freelancer. Jadi Neng Cici terus menjalani kerja kerasnya hingga sekarang.

Maka lengkaplah sudah penderitaan Honda Spacy FI milik saya. Hahaha...!! Maafin abang ya, Neng...

Tapi... meskipun begitu, Spacy tidak pernah membangkang. (Overall) dia bekerja dengan baik selama hampir 3 tahun ini (sejak bekerja sebagai motoris). Padahal, saya menempuh jarak rata-rata 50 km setiap hari dengan beban yang cukup berat.

***

Meski di atas saya bilang (maksud) bahwa Honda Spacy cukup (bahkan sangat) tangguh, tapi dia tetaplah motor biasa. Ada kelebihan dan kekurangan yang terkandung di dalamnya, apalagi dengan tugas berat yang harus dijalankan setiap harinya.

Dan berikut inilah review kebersamaan saya selama hampir 4 tahun bekerja keras bersama Spacy.

Klarifikasi:
Jika Honda Spacy FI Anda tidak bekerja terlalu berat, kemungkinan hasilnya akan berbeda dengan pengalaman saya.

1. Lampu utama mati pada tahun kedua
Sepertinya ini adalah salah satu efek penerapan lampu dengan sistem AHO (Automatic Headlight On). Ya wajar sih... walaupun pabrikan sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk kemampuan AHO, tapi tetap saja lampu utama saya mati dengan waktu relatif pendek.

Saya tidak begitu ingat kapan waktu tepatnya. Saya hanya ingat, pertama kali lampu mati pada saat saya bekerja di PT.Banjar (rentang waktu Maret - Juni 2015).

2. Batok kepala mulai kendor dan bergetar di tahun ketiga
Hal ini sepertinya sebuah menjadi tradisi dari motor Honda yang tetap di pertahankan hingga sekarang. Hahaha...!! Tradisi batok kendor...?!

Pertama kali mengganti lampu utama, batok kepala masih kencang. Tapi pada awal tahun 2016, saat lampu utama mati yang kedua kalinya, batok kepala Spacy mulai kendor dan bergetar.

Sebagai catatan, saat pertama kali lampu mati, saya menggantinya dengan bohlam KW. Mungkin akan lebih awet jika saya menggunakan bohlam original.

3. Speedometer rusak di tahun ketiga
Ini yang paling fatal menurut saya.

Memasuki tahun 2016, speedometer spacy saya mati. Awalnya saya kira cuma putus kabel (tali) speedometernya saja, tapi ternyata bukan. Nyatanya setelah 2 kali saya bawa ke bengkel resmi Honda dan sekali ke bengkel umum, speedometer Spacy saya tak kunjung sembuh. Kesimpulannya, speedometer rusak dan harus di ganti baru.

Tapi karena beberapa hal (terutama keuangan, wkwkwkwk...) saya antepin saja hingga sekarang (tidak di ganti).

4. Kap lampu utama meleleh di tahun ketiga
Ini juga masih pada perkara sistem AHO. Kap lampu saya meleleh karena kepanasan.

Jadi ceritanya siang hari itu panas rada ekstrim... dan karena AHO, lampu utama motor Spacy saya menyala terus. Otomatis (mungkin) kap lampu kepanasan.

Awalnya saya tidak tahu karena di siang hari sorot lampu utama tidak ketara kan? Nah, begitu hari mulai gelap, dalam perjalanan pulang, saya mendapati sorot lampu motor saya redup tidak wajar. Saya berhentilah di pinggir jalan... saya intip lampu utama motor Spacy saya... Jiaaaaaa.....!! Ternyata bohlamnya amblas ke dalam kap yang meleleh.

Di sayangkan sekali, padahal saya menggunakan motor saya lebih banyak di perkampungan, pegunungan bahkan pelosok-pelosok kabupaten. Intinya sih (sepertinya) saya (dan banyak orang lain) tidak membutuhkan sistem lampu otomatis seperti ini.

Pernah saya mencoba membuat saklar (stop kontak) variasi untuk memutus arus listrik lampu utama. Tapi... hasilnya negatif. Lampu Spacy saya malah jadi rewel.

(Mungkin) kalau pembuatan saklar tersebut di kerjakan oleh ahli yang profesional, bisa lah jadi bagus. Tapi saya pribadi sudah tidak tertarik. Saya biarkan saja lampu AHO apa adanya. Nyatanya, kap lampu yang meleleh hanya saya rekatkan kembali menggunakan lem plastic steel. Hasilnya... tetap kuat sampai sekarang. Tidak pernah meleleh lagi.

5. Saklar lampu sein macet di tahun ketiga
Memasuki tahun 2016, saklar lampu sein Neng Cici mulai rewel. Kadang lampu sein tidak menyala meski saya sudah menyalakan sein kanan / kiri.

Tapi rupanya itu bukan masalah besar. Sepertinya hanya sedikit karat dan kotoran yang mengganggu kenerja saklar. Nyatanya, lampu sein saya kembali normal setelah saklarnya saya bersihkan.

Caranya sangat mudah... Anda pun pasti bisa.

Saya hanya melepas saklar dari dudukannya, kemudian mencuci dan merendamnya sebentar pada bensin. Setelah itu, saklar menjadi bersih dari karat dan kotoran lain dan tetap lancar hingga sekarang.

Tapi, jika Anda melakukan hal ini, sebagai pencegahan, Anda harus benar-benar mengeringkan saklar sebelum memasangnya kembali. Pasalnya, ini berurusan dengan listrik. Di khawatirkan, saat di pakai, timbul percikan api akibat bensin masih tersisa pada saklar. Maksudnya sih mencegah terjadinya kebakaran.

6. Masalah penutup lubang kunci dan kelancaran kunci kontak
Sejak awal saya terima motor ini sebenarnya sudah bermasalah. Yaitu kunci kontak sesekali sulit di putar ke posisi on. Gejalanya seperti tersangkut (profil kunci seperti tidak pas). Jadi sebenarnya ini bisa masuk garansi karena cacat produksi.

Tapi permasalahannya, saya ini orang yang tidak suka ribet. Malas klaim garansi selama permasalahannya tidak fatal. Jadi saya biarkan saja perkara itu sampai lama kelamaan masalahnya hilang sendiri.

Tapi sialnya... hilang satu masalah, muncul masalah yang lain.

Memasuki tahun kedua (pertengahan 2015), penutup kontaknya mulai rewel.

Honda Spacy FI 2013 ini kan sudah menganut penutup kunci otomatis, yaitu, lubang kunci akan otomatis tertutup setelah kita mengunci stang.

Lalu apa permasalahannya?

Saya sering kesulitan membukanya. Kadang penutupnya suka balik menutup lagi pada saat saya buka.

7. Baterai (accu / aki)
Sampai dengan awal tahun 2017 ini (berarti sudah tahun ke-4), aki motor Spacy saya masih segar bugar. Padahal, setiap hari saya menggunakan elektrik starter lebih dari 30 kali.

Kok bisa?

Ya bisa, karena kerja saya kan sebagai sales motoris, otomatis saya menggunakan starter elektrik setiap kali mau berangkat dari warung yang saya singgahi.


Saya sudah pernah mengganti aki pada awal tahun ini, tapi bukan karena akinya rusak / sowak, melainkan karena kesalah fahaman.

Inti kesalah fahamannya adalah, saya malah mengganti aki, padahal masalahnya ada pada elektrik starter.

8. Pin pengunci batok depan (penutup aki) copot sendiri
Pada batok depan (apa namanya ya? Cover, gitu...?) Kan ada tuh, pin sebagai pengganti mur baut (pengencang). Lokasinya ada di bagian dalam sebelah bawah. Pin tersebut sudah mulai rewel pada awal tahun ini. Kalau di pasang, kemudian hilang lagi. Copot nggak ketahuan, gitu lah singkatnya.


9. Ban / ground clearance (kolong)
Perkara ini sebenarnya masalah klasik semua motor matic. Kolongnya gampang gasruk (mentok) polisi tidur ataupun bebatuan di jalanan terjal.

Dapat di pahami karena sebenarnya motor jenis skuter matic di desain bukanlah untuk jalanan terjal.

Lalu bagaimana jika motor tersebut digunakan sebagai armada niaga seperti saya?

Gampang... saya mengakalinya dengan mengganti kedua ban Spacy menggunakan ukuran yang lebih besar.

10. Lubang baut penutup kipas pecah di tahun ke-4
Salah satu lubang baut penutup kipas pendingin saya dapati sudah pecah. Saya mendapatinya sekira 3-4 bulan yang lalu. Saya sendiri tidak yakin, apakah kerusakan tersebut karena kualitas plastik yang buruk atau karena benturan akibat pemakaian di jalanan terjal?

12. Oli mudah surut di tahun ketiga
Permasalahan saya adalah karena speedometer mati, jadi penggantian oli mesin hanya mengandalkan feeling dan hitungan waktu.

Asumsi saya begini... Jika pemakaian saya adalah sejauh 50 km / hari, maka dalam 1 bulan saya menempuh jarak sejauh 1500 km. Artinya masih sangat aman karena anjuran penggantian oli motor Honda Spacy adalah tiap 4000 km atau 4 bulan (tergantung mana yang lebih dulu di capai). Nah, permasalahan muncul di tahun ini, dimana setiap saya mengganti oli, saya dapati si oli surut cukup banyak. Padahal hal ini tidak terjadi sebelumnya, bahkan pada motor-motor saya yang telah lalu (Honda Legenda2, Honda Fit X dan Yamaha New Vega R 2008)

Sempat mencari informasi kiri-kanan, dapatlah 2 pandangan (tapi bukan pandangan pertama jatuh cinta. Wkwkwkwk...!!) Satu pihak bilang bahwa oli menguap, sedangkan pihak lain bilang bahwa ada kebocoran di bagian piston. Nah, pihak kedua ini sampai membantah bahwa perkara oli menguap adalah mitos.

Menurut pihak kedua, kebocoran oli tidak selalu menimbulkan asap putih pada gas buang. Jika kebocorannya sedikit, asapnya tidak akan tampak secara kasat mata.

Tapi ya sudahlah... saya belum sempat melakukan pemeriksaan secara menyaluruh. Sementara ini saya rajin kontrol volume oli saja supaya tidak sampai kurang dari takaran.

13. Tutup pengaman knalpot pecah di tahun pertama
Nah, kalau perkara ini saya rasa murni karena kesalahan pemakaian. Nyatanya, hanya beberapa bulan sejak saya menjalani profesi motoris, tutup pengaman (anti panas) knalpot sudah pecah. Pasalnya, dia selalu tertekan oleh barang dagangan yang saya muat menggunakan sadel bag.

14. Kanvas rem ganti setiap 6 bulan (depan), 6-8 bulan (belakang)
Bagian ini juga tergantung pemakaian dan beban angkut. Untuk pemakaian sehari-hari secara normal, pastinya kanvas rem akan menjadi lebih awet. Apa lagi jika yang Anda gunakan kanvas original. (Saya selalu pakai yang bajakan. Wkwkwkwkwkwk.....!!)

15. Pedal kick starter macet sejak awal
Pada pagi hari atau setelah motor terparkir lama, saya selalu menggunakan kick starter untuk menghidupkan mesin. Bukan karena apa sih... hanya bermaksud supaya kedua starter (kick dan electrik) di gunakan.

Nah, saya membandingkan kick starter punya old Vario 110, Vario Techno 125 dan Honda Spacy milik saya sendiri... itu rata-rata pergerakannya akan seret (macet) setelah 1-2 bulan sejak turun dari dealer. Saya pernah konsultasikan beberapa kali ke AHASS, solusinya cuma pembersihan di area CVT box.

Iya sih setelah di bersihkan jadi lancar lagi, tapi ya itu, 1-2 bulan kemudian sudah seret lagi. Akhirnya sekarang saya biarkan saja apa adanya.

16. Pengunci rem belakang tidak efektif sejak awal
Ini sudah terjadi sejak motor masih baru. Jadi, pada kondisi setelan normal (jarak main handle rem 1-3 cm), kunci rem belakang tidak bekerja dengan benar.

Ketika saya operasikan kunci rem, roda belakang tetap bisa nyelonong berputar.

Kemudian kalau saya kencangkan mur penyetel rem belakang, kunci rem bisa efektif, tapi pada saat kunci di lepas, roda belakang jadi seret. Singkatnya sih, kendor-kekendoran, kencang-kekencangan. Tidak ada setelan yang pas.

17. Kepresisian body tengah mulai berubah di tahun ketiga
Selanjutnya, cover body bagian tengah ini (dibawah jok bagian depan) sudah mulai sulit di pasang dengan pas. Jadi setiap kali saya membuka bagian itu (misalnya pada saat mengganti busi), pemasangannya selalu menghasilkan celah yang tidak rapat.


18. Starter elektrik bermasalah pada tahun ke-4
Awal 2017 ini, saya sudah mengganti bostel (istilah lainnya cool starter). Pasalnya, suara starter Honda Spacy FI saya sudah semakin menggelegar (tahu sendiri suara starter matic low end Honda jaman dulu). Selain itu, sesekali starter macet seperti yang tidak ada power masuk (hanya bunyi "tek").

19. Roller rusak di tahun ke-4
Antara bulan Maret - April lalu (saya lupa tepatnya) Spacy saya sudah tidak kuat menanjak dengan mengangkut beban harian saya sebagai motoris freelance. Usut punya usut, rollernya sudah pada peyang dan rumah rollernya sudah rompang. Maka saya gantilah satu set seharga 110,000 rupiah.

20. Fitting lampu mudah meleleh
Jika di atas saya sebutkan kap lampu meleleh, begitupun dengan fittingnya. Dudukan tempat pantat bohlam selalu harus ikut di ganti ketika saya mengganti bohlam.

Lagi-lagi saya rasa ini merupakan efek dari sistem automatic headlight on (AHO).

21. Getaran mesin (area CVT) pada kecepatan 40 km / jam +
Penyakit ini sudah ada sejak awal. Saya merasakan getaran "rrrrrr... rrrrr... rrrrr..." pada area CVT. Getarannya mulai terasa pada kecepatan 40 km / jam hingga full speed.

Sebenarnya, kalau saya mau, hal ini bisa saya ajukan untuk mendapatkan klaim garansi (saat masih baru, dulu). Tapi seperti yang saya sebutkan di atas, saya malas ribet. Pasalnya, dua kali saya komplain ke AHASS, mereka (mekanik bengkel) cuma utak-utek membersihkan area CVT. Lucu kan? Getaran semacam itu kok cuma di bersihkan CVTnya? Secara logika saja sudah tidak masuk akal.

Akhirnya saya biarkan saja getaran itu tetap ada hingga saat ini.

Tapi akhir-akhir ini, getaran itu tidak terasa jika saya mengangkut beban berat (muatan dagangan sehari-hari).

22. Injektor dan saluran bahan bakar tersumbat di tahun ketiga
Pertengahan 2016, Spacy saya sudah mulai suka mati mendadak. Tapi wajar sih... Sudah 3 tahun lebih tidak pernah service injektor.

Hahaha...!! Jorok amat ya?

Tapi setelah servis injektor, Neng Cici ngacir lagi.

23. Ganti kanvas kopling pada tahun ke-4
Saya mengganti kanvas kopling bersamaan dengan penggantian roller set.

Sebenarnya saat itu kanvas kopling belum minta ganti, tapi sekalian saja mumpung lagi ada duit.

***

Sebenarnya di atas hanya ada 22 poin, tapi kenapa penomorannya ada 23? Coba cari, nomor berapa yang tidak ada? Jahahahah...!!

Selain poin-poin diatas, secara umum Honda Spacy saya masih gagah perkasa meski harus kerja rodi. Tidak ada penurunan performa ataupun masalah rumit yang mengganggu operasional saya sehari-hari.

Adapun jika akselerasi melambat, itu terjadi lebih karena saya menggunakan ban dengan ukuran lebih besar dari standar pabrikan.

Comments