Fit X vs Vega R: 30 Poin Komparasi Tuntas Bebek Low End Honda Melawan Yamaha

Baca Juga

Motorisweb.com - Honda... Sebelum era motor matic merajai jalanan di Indonesia, Supra series adalah varian motor terlaris. Termasuk di antaranya adalah Fit X yang ceritanya harus berhadapan dengan Yamaha New Vega R 110.

Kebetulan saya pernah memiliki kedua motor ini dengan tahun produksi yang sama, yaitu 2008. Hanya saja bedanya, Honda Fit X saya beli baru dan saya tunggangi dari tahun bulan Januari 2009 hingga Februari 2011. Sementara itu saya pinang Vega R 110 dengan status janda (second) pada bulan Februari 2011 dan saya ceraikan dia pada bulan November 2013.

Dari rentang waktunya, saya lebih lama bersama Neng Vega ketimbang Neng Pipit.

REVIEW AKSELERASI DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR HONDA FIT X VS YAMAHA NEW VEGA R 110 PADA TOURING 350 KM

Ketika itu saya masih merantau di Jakarta, Tangerang dan sekitarnya.

Bersama Pipit, saya pernah 4 kali mudik dari Jakarta ke Lakbok, Ciamis, Jawa Barat (kampung halaman saya). Yaitu pada bulan Maret 2009, Juni 2009, mudik lebaran 2009 dan mudik lebaran 2010. Sementara dengan Neng Vega pun saya 4 kali mudik. Yaitu pada bulan Maret 2011, mudik lebaran 2011, 2012 dan 2013.

Honda New Supra Fit

Dengan kedua motor tersebut, saya pernah mencoba jalur Cikampek - Purwakarta, jalur Puncak - Bogor dan jalur Subang - Majalengka. Namun patokan komparasi saya pada jalur Cikampek.

1. Akselerasi
Membandingkan kedua motor ini, sudah jelas akselerasi lebih unggul Vega R, mengingat kapasitas silindernya pun lebih besar.

Tapi tidak hanya itu. Bahkan di banding Honda Supra X 125 tahun produksi 2010 pun, akselerasi Vega lebih mantap. Tarikannya ngisi di setiap gigi percepatan. Tidak seperti Supra X yang tarikannya terasa berat pada gigi 4.

Review yang menjadi patokan artikel ini adalah saat saya mudik berboncengan.

Dengan Honda Fit X, saat itu berat badan saya dan adik saya masing-masing adalah 50 kg (saat saya masih kurus banget), ditambah beban barang bawaan (saya perkirakan) seberat 30 kg. Jadi totalnya adalah 130 kg. Sementara dengan Vega, saya membonceng istri (saat itu masih pacar) dengan berat badan 48 kg dan beberapa tas perbekalan. Berat badan saya saat itu adalah 64 kg (sudah rada gemukan). Jika di hitung dengan muatan, saya perkirakan totalnya adalah 140 kg.

Akselerasi Fit X terasa sangat berbeda pada saat berkendara sendirian dibanding berboncengan. Lain cerita dengan Vega yang perbedaan akselerasinya hanya sedikit (tetap gesit) walaupun membawa beban yang lebih berat 10 kg dibanding Pipit (secara feeling). Padahal usia motor sangatlah jauh berbeda.

Maksudnya begini...

Tolak ukurnya, saya membandingkan Fit X pada saat mudik di tahun 2009 vs Vega pada tahun 2011. Jadi selisih usianya adalah 2 tahun, karena kedua motor tersebut sama-sama lansiran tahun 2008.

2. Top speed
Dengan kondisi dan beban seperti di atas, kedua motor tersebut hanya mentok sampai 90 km / jam di jalanan datar dan lurus. Angka itu adalah versi speedometer, jadi tidak jelas juga soal akurasinya. Namun jika akurasi speedometernya sama, maka berarti top speed (power di putaran atas) Honda Fit X terbilang cukup bagus. Takarannya karena dia mampu mengimbangi New Vega R yang punya kapasitas silinder lebih besar 13 cc.

3. Konsumsi bahan bakar
Perjalanan saya menggunakan Fit X melalui jalur Purwakarta adalah di hari biasa, sementara bersama Vega pada musim mudik lebaran. Namun perjalanan mudik saya dengan Vega di malam hari relatif lancar. Hanya sedikit sekali menemukan kemacetan (lagi beruntung).

Untuk jarak 350 km, Fit X menghabiskan premium sebanyak 6 liter. Artinya, konsumsi si Pipit adalah 58 km / liter. Sedangkan Vega meminum premium sebanyak 7 liter atau 50 km / liter.

4. Power di tanjakan
Sesuai dengan akselerasinya yang lebih cepat, maka power di tanjakan pun Vega R lebih unggul.

Dengan Fit X, saya pernah hampir mundur di tanjakan Gentong, Jawa Barat gara-gara terhalang truk dan kurang ancang-ancang. Sampai akhirnya saya berhasil mengendalikan si Pipit dengan menurunkan gear pada posisi 1.

Saat itu saya berboncengan dengan adik saya, ya itu, total beban motor sekira 130 kg.

Sementara dengan Vega R, saya tidak pernah mengalami hal itu pada setiap perjalanan mudik. Bahkan saat berat badan saya sudah bertambah pun Neng Vega tetap dapat melibas jalur Puncak Bogor dengan relatif mulus (di lain waktu).

5. Waktu tempuh
Urusan waktu tempuh, Fit X hanya mampu mencatat waktu tercepat 11 jam (plus istirahat dan lain-lain). Sementara Vega mampu mempersingkat waktu menjadi 10 jam (dengan riding style dan waktu istirahat serta hal lain yang relatif sama).

Waktu tempuh itu saya dapatkan dengan kecepatan yang standar banget. Maksimum 80 km / jam (versi speedometer), kecuali pada saat test top speed hingga 90 km / jam.

6. Posisi berkendara (kenyamanan)
Terakhir perkara riding position. Harus saya akui kalau Honda Fit X lebih nyaman untuk perjalanan jauh. Posisi stang lebih tinggi dan lebar serta sistem peredaman getar pada stang yang saya rasa sebagai perbedaanny dari Neng Vega. Iya, New Vega R punya stang lebih rendah dan pendek serta tidak dilengkapi dengan peredam getar.

PERBANDINGAN DESIGN HONDA FIT X DAN YAMAHA NEW VEGA R

Fit X adalah proyek lanjutan dari Supra Fit, New Supra Fit, Supra Fit R dan Fit S. Fit X pertama kali di perkenalkan oleh Honda pada bulan Agustus 2007 di Restoran Cilanto, Wisma 46 BNI City, Jakarta. Fit X adalah kasta low end di bawah Honda Supra X 125.

Sementara New Vega R adalah proyek lanjutan dari Yamaha Crypton, Vega 100 cc, Vega R 100 cc dan Vega R 110. Dia juga sama seperti Fit X, yaitu kasta low end di bawah Jupiter 110.

Yamaha Vega 100: modifikasi kopling manual

7. Panel meter
Secara desain, Honda Fit X termasuk lumayan jika dibanding dengan motor Honda di era 90-an. Dia memiliki kelebihan di beberapa bagian, seperti kaca panel meter dengan model cembung.

Penggunaan mika model cembung ini berfungsi untuk memberikan pandangan kontrol yang maksimal pada si pengendara.

Sementara itu Vega R menggunakan mika model datar biasa.

8. Indikator gear lengkap
Selanjutnya, perkara indikator gigi, Fit X tidak lagi menggunakan cara Supra Fit lama yang hanya menampilkan indikator netral dan top speed saja. Kali ini Honda membuat indikator gigi lengkap dari mulai netral, 1, 2, 3 dan 4.

Begitu pun dengan Vega R yang menggunakan indikator dengan kelengkapan setara.

9. Lampu terang
Meskipun keduanya adalah kelas low end, tapi mereka sudah di berikan lampu bening denga multireflektor. Pencahayaan cukup terang dan fokus.

Kedua motor ini masih menggunakan CDI dengan jalur AC, sehingga sinar lampu sangat di pengaruhi oleh putaran mesin. Semakin cepat motor melaju, maka sorot lampunya pun semakin terang.

10. Getaran mesin
Pada ujung stang kiri dan kanan, stang Fit X diberikan tonjolan peredam getar (apa ya namanya? Ahihihi...!!).

Sementara itu Vega tidak di lengkapi dengan peredam getar pada stang, sehingga tangan akan cepat terasa lelah jika berkendara jarak jauh.

11. Desain jok modern
Sejak munculnya Astrea Supra pada 1997, sepertinya Honda sudah berniat meninggalkan jok model lemper miliknya. Dan sampai sekarang, semua motor Honda sudah menggunakan model jok hip up demi penampilan dan kenyamanan penunggangnya.

New Vega R 110 juga menggunakan desain serupa, tapi dengan sedikit motif garis-garis, tidak polos seperti Fit X.

12. Kapasitas bagasi
Untuk mendukung kebutuhan utilitas, Honda Fit X telah dibekali dengan bagasi yang cukup lega, meskipun tidak muat helm. Sementara itu Vega memiliki bagasi yang sedikit lebih kecil, tapi tidak terlalu kecil juga.

Kalau tidak salah, perbedaan kapasitasny sebesar 2 liter (Fit X 7 liter dan Vega R 5 liter).

13. Suspensi
Honda Fit X di lengkapi suspensi dengan inner cover yang menjaganya tetap bersih dari debu. Sedangkan New Vega R menggunakan suspensi konvensional.

14. Design
Sejujurnya, meski sudah di buat modern, Honda Fit X masih terkesan ketinggalan jaman. Sangat berbeda dengan New Vega R yang mewarisi desain Force 1 (secara dasar). Garis bodynya menunjukkan penampilan yang sporty.

Yamaha New Vega R 110 biru

KLARIFIKASI KEIRITAN KONSUMSI BAHAN BAKAR

Walaupun di atas saya sebutkan bahwa Fit X lebih irit dari Vega R, tapi dasarnya memang cc Fit X lebih kecil. Begitu pun dengan akselerasi Vega R yang lebih cepat, pondasinya tentu pada cc yang lebih besar.

Perkara irit, banyak faktor juga yang ikut berpengaruh...

15. Kondisi jalan
Pada kondisi jalan rusak / terjal atau jalanan di pegunungan, konsumsi bahan bakar dapat di pastikan lebih boros dibanding jalanan datar yang mulus.

16. Situasi lalu lintas
Pemakaian motor di kota besar yang macet pasti lebih boros dibanding kota kecil yang tidak macet dan jarang ada lampu merah.

17. Cara pemakaian (gaya berkendara)
Menggunakan motor dengan cara stop and go (buka tutup gas mendadak) pun menjadi salah satu faktor borosnya konsumsi bahan bakar. Maka dari itu, biasakan untuk mengurut gas secara merata dan berkendara dengan kecepatan yang stabil.

18. Beban dan berat badan pengendara
Sepeda motor yang di gunakan untuk bekerja dengan mengangkut beban, pasti lebih boros dibanding yang tidak. Selain itu, bobot (berat badan) pengendara pun menjadi perhitungan dalam jumlah beban motor. Semakin gemuk pengendaranya, maka semakin boros pula motornya.

Makanya diet, biar motornya irit. Hahahahaha...!!

19. Usia motor
Normalnya semua motor akan mengonsumsi bahan bakar lebih banyak pada saat usianya sudah melewati 5 tahun. Itu hal wajar karena di saat itu saluran-saluran dan konponen di dalam mesin sudah banyak berubah.

20. Perawatan motor
Tidak terkecuali untuk motor injeksi, namun yang paling cepat terasa adalah motor dengan karburator.

Karburator memerlukan perawatan, pembersihan dan penyetelan ulang dengan rentang waktu yang lebih singkat dibanding injektor. Sebagai contoh, Honda menjadwalkan servis karburator setiap 4,000 km, tetapi tidak menjadwalkan service injektor dalam jangka waktu tertentu. Artinya, selama tidak ada masalah, maka injektor Honda tidak memerlukan perawatan apa pun.

Di lain pihak, Yamaha menganjurkan untuk service karburator setiap 3,000 km. Sedangkan untuk injektor, jadwalnya adalah setiap 10,000 km.

KEAWETAN HONDA FIT X VS NEW VEGA R

Setelah Honda Fit X saya ceraikan pada bulan Februari 2011, dia berpindah tangan kepada kakak saya. Karena itu saya masih bisa memantaunya hingga akhir tahun 2014 (selama saya masih di perantauan).


21. Kanvas kopling
Fit X berganti kanvas kopling pada saat usianya sudah 5 tahun, yaitu pada tahun 2014. Sedangkan New Vega R sudah terlebih dahulu di ganti pada tahun 2012.

22. Rantai (gear set)
Penggantian rantai dan gear depan + belakang Fit X dan Vega R adalah pada tahun 2011. Artinya mereka seri.

23. Komstir (bantalan peluru kemudi)
Honda Fit X yang menjadi tunggangan kakak saya masih fine-fine saja hingga tahun 2014. Sedangkan Vega sudah koplak pada tahun 2013.

24. Body (plastik, mur-mur dan baut-baut)
Body plastik Fit X sudah mulai pecah-pecah pada titik-titik pemasangan baut body pada tahun 2013, sedangkan Vega R masih kencang hingga saya ceraikan pada bulan November 2013.

25. Segitiga
Si Pipit segitiganya bengkok dan stang menjadi berat sebelah setelah saya terjatuh di jalanan. Sedangkan Neng Vega tetap lurus bahkan setelah mengalami 2 kali jatuh.

Jatuhnya saya dari motor bukanlah suatu hobi (wkwkwkwk...!!) melainkan sebuah kecelakaan akibat sikap seruntulan di jalan.

26. Rantai keteng
Rantai keteng Fit X sudah mulai kendor dan berisik pada akhir tahun 2010. Sementara itu Vega R 110 baik-baik saja hingga akhir tahun 2013.

27. Kelistrikan
Lampu-lampu Fit X masih baik hingga akhir tahun 2014. Lampu utama putus hanya setahun sekali, bahkan putus yang pertama pada saat usianya menginjak 3 tahun.

Vega R mulai menunjukkan sikap rewel pada tahun 2012. Sejak putus lampu utama yang pertama kali, dia hampir tiap 2 bulan selalu minta ganti bohlam lampu utama (padahal lampu original).

28. Jok
Sarung jok si Pipit mulai robek-robek pada awal tahun 2014, sedangkan Vega sudah compang-camping sejak 2013.

29. Suspensi
Suspensi depan dan belakang Fit X masih normal hingga akhir 2014, sedangkan suspensi belakang Vega sudah bocor dan muncrat sejak tahun 2012.

Parah deh. Muncrat...!! Hahaha...!!

30. Kestabilan body
Selain hanya berat sebelah akibat terjatuh, secara keseluruhan body Fit X tetap stabil. Sedangkan Vega, aneh... Meskipun segitiganya kuat, tapi bodynya jadi limbung pada kecepatan tinggi. Seakan rangkanya bengkok setelah terjatuh.

SPESIFIKASI HONDA NEW SUPRA FIT VS YAMAHA NEW VEGA R

* Mesin
H 4 langkah, SOHC
Y 4 langkah, SOHC

* Sistem pendinginan
H Udara
Y Udara

* Jumlah silinder
H Tunggal, mendatar
Y Tunggal, mendatar

* Isi silinder
H 97,1 cc
Y 110,3 cc

* Sistem bahan bakar
H Karburator, Mikuni
Y Karburator, Mikuni VM17SH x 1

* Diameter x langkah (bore x stroke)
H 50 x 49 mm
Y 51 x 54 mm

* Rasio kompresi
H -
Y 9,3:1

* Power maksimal
H 7,3 PS / 8000 rpm
Y 6,6 kW / 8000 rpm

* Torsi maksimal
H 0,74 kgf.m / 6000 rpm
Y 9,0 Nm / 5000 rpm

* Kopling
H Otomatis, sentrifugal, tipe basah
Y Otomatis, sentrifugal, tipe basah

* Transmisi
H Manual, 4 percepatan, sistem rotari (N-1-2-3-4-N)
Y Manual, 4 percepatan, sistem return (N-1-2-3-4)

* Kapasitas tangki
H 3,7 liter
Y 4,2 liter

* Kapasitas oli mesin
H 0,7 liter pada penggantian periodik
Y 0,8 liter pada penggantian periodik

* Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
H 190,7 x 70,2 x 106,9 cm
Y 189 x 67,5 x 103 cm

* Jarak sumbu roda
H 123,4 cm
Y 119,5 cm

* Jarak terendah ke tanah
H 14,7 cm
Y 13,5 cm

* Berat kendaraan
H 99,4 kg
Y 99 kg

* Rangka
H Tulang punggung (underbone)
Y Tulang punggung (underbone)

* Ukuran ban depan
H 70/90-17 38P
Y 70/90-17 38P

* Ukuran ban belakang
H 80/90-17 44P
Y 80/90-17 44P

* Rem depan
H Cakram hidrolik
Y Cakram hidrolik

* Rem belakang
H Drum (tromol)
Y Drum (tromol)

* Sistem pengapian
H AC CDI
Y AC CDI

* Battery (accu / aki)
H -
Y 12V 5Ah (YB5L-B / GM5Z-3B

* Busi
H NGK C6HSA / ND U20FS-U
Y NGK C6HSA / ND U20FS-U

* Starter
H Elektrik dan kick starter
Y Elektrik dan kick starter

Vega R
sekring 10A
12V 32W / 32 W
12 V 5W / 21 W
12 V 10 W x 4

Comments

  1. menurut mesin 110cc yamaha yg diturunkan pada JupiterZ,New Vega. memang paling bandel dan paling kuat nanjak dikelasnya memang. bahkan dibanding 125cc masih lebih kuat ini daya tanjaknya.

    oiya vega yg 102cc sama bandel dan kuat nanjaknya.

    mesin 97cc fit X memang termasuk bandel dibanding motor2 bebek generasi skrng. tpi sayangnya final gear 14/36 keberatan untuk mesinnya dikala menghadapi tanjakkan, mesti diubah ke 14/38 agar lebih enteng mendaki tanjakkan dan mesinnya jadi lebih awet.

    beda lagi dengan supra 100, & supra fit lawas, final gearnya besar 15/40, lumayan kuat untuk menanjak, makanya mesinnya lebih awet & tidak cepat berdesing, soalny tidak dibebani final gear yg berat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya hanya bisa bilang, "Setuju!". Final gear (belakang) 36 memang terlalu berat untuk mesin 97 cc.

      Delete

Post a Comment