Spesifikasi Yamaha F1ZR: bebek 2 tak yang jago balapan karena gampang di korek...

Baca Juga

Motorisweb.com - Era 1990-2000 adalah masa kejayaan F1ZR, motor bebek sporty yang mengusung spesifikasi mesin 2tak dari pabrikan Yamaha.


Di kampung saya, setidaknya ada 4 orang (yang saya kenal) yang cukup lama menjadi penunggang Yamaha F1ZR tersebut. Sebut saja Kang Saring, Waris Riswanto, Ibah Marija dan almarhum Kang Gimun.

Lah, cuma 4 biji...?

Iya itu orang-orang yang saya kenal. Orang lain yang tidak saya kenal sih banyak di jalanan. Lagi pula, pada dekade itu di kampung saya masih langka motor.

Motor-motor bermesin 2tak memang cenderung memiliki konsumen loyal. Mereka lebih suka performa kencang, bahkan terkesan tidak peduli walaupun motornya boros bahan bakar. Buktinya, almarhum Kang Gimun tetap memelihara bebek kesayangannya itu walaupun dia juga memiliki Honda Tiger 2000. Bukti lain adalah Kang Saring yang pada tahun 2001, sepulang jadi TKI di Malaysia langsung membeli Yamaha F1ZR tanpa melirik produk lain di kiri-kanannya.

Sementara itu, Ibah Marija sebenarnya bukan penunggang F1ZR, melainkan. Force One yang justru lebih dulu di produksi dan di pasarkan oleh Yamaha Indonesia.

Saya pernah beberapa kali meminjam motornya Waris (kebetulan dia teman sekolah saya sewaktu SD). Ada yang aneh sih dari Yamaha F1ZR... yaitu koplingnya yang tidak full.

Maksudnya begini... Meskipun F1ZR di bekali dengan kopling manual, tapi kerja koplingnya tidak full. Saya tetap bisa berganti gigi percepatan dengan mudah tanpa menekan tuas kopling. Istilah di kampung saya, orang-orang menyebutnya dengan istilah "kopling banci". Manual iya, otomatis juga bisa.

Namun begitu, performa Yamaha F1ZR memang tetaplah mantap dibanding motor-motor yang sekelas di masa itu.

Menurut pengakuan beberapa orang penggemar kecepatan, mereka memilih F1ZR karena mesinnya Mudah di korek. Dan sepertinya pengakuan tersebut bukanlah omong kosong. Buktinya pembalap nasional seperti Ahmad Jayadi, Harlan Fadhilah dan Hendriansyah pun adalah joki Force One series ini.

Tapi namanya ciptaan manusia, tentu motor ini pun tidak luput dari kekurangan. Pada pemakaian normal, misalnya touring jarak jauh (selain balapan), motor kebanggaan Yamaha ini mudah mengalami Overheat (padahal F1ZR sudah di lengkapi dengan kipas pendingin). Dan kalau sudah seperti itu, Asap tebal akan mengepul dari Knalpot yang juga panas.

Meskipun begitu, F1ZR cukup memiliki penggemar loyal. Buktinya dia sanggup bertahan selama 10 tahun masa produksi di Indonesia.

PERFORMA YAMAHA F1ZR

Pada artikel di blognya Pakde IWB (Iwanbanaran.com), edisi 22 Juli 2016, disitu ada Test dyno untuk motor Yamaha F1ZR. Test di lakukan oleh Bro Ircham, si empunya motor yang punya kopling Full clutch lansiran tahun 2002. Menurutnya, si ZR hanya melakukan Minor change alias perubahan kecil saja. Secara keseluruhan (terutama mesin), dia masih standar pabrikan.

Dari pengakuan Bro Ircham, motornya tersebut sanggup meluncur secepat 120 km / jam menurut speedometer. Konsumsi bahan bakar tembus 40 km / liter jika berkendara Sendirian (tidak berboncengan). Konsumsi Oli samping mencapai 1200 km / 800 ml. Hmmm... termasuk irit juga ya, Om Bro?

Bro Ircham sendiri melakukan test dyno ini sebenarnya dengan dasar melakukan Test knalpot. Maksudnya, si bro ini baru saja mengganti knalpot baru dan ingin tahu hasinya diatas mesin dyno.

Next... dari rangkaian pengetesan gigi pergigi, Bro Ircham membeberkan pada pakde IWB bahwa Yamaha F1ZR miliknya sanggup mengail Power hingga 12 HP dan Torsi sebesar 8,81 ft.lb atau setara dengam 11,9 Nm. Mantap ya? Padahal usia motornya sudah 14 tahun saat itu.

Usia 14 tahun kalau anak cewek itu sudah kelihatan cantiknya lho, Om Bro... Lagi centil-centilnya, lagi seneng gonta-ganti make up, gonta-ganti lipstik dan lain-lain. Intinya sih lagi nyari-nyari kecocokan dengan segala hal. Wakakakaak...!!!

KILAS BALIK YAMAHA F1ZR

Yamaha F1ZR adalah proyek lanjutan dari Force One yang sudah lebih dahulu di produksi di Indonesia (1992 - 2004). Sementara Force One itu sendiri adalah lanjutan dari Yamaha Alpha yang merupakan generasi 1980-an.

Yamaha Alpha di jamannya bersaing dengan Honda C70 - C80. Sedangkan Force One berhadapan dengan Astrea Grand.

Yamaha F1ZR mulai di produksi pada tahun 1997, tapi saat itu dia sudah tidak lagi head to head dengan produk Honda. Pasalnya, di kisaran tahun itu, Yamaha sudah punya Crypton yang bermesin 4 tak untuk menjajal kedigdayaan Astrea Supra sekaligus membalap penjualan Suzuki Shogun 110 (sogun kebo).

Sekian tahun berlalu, pada tahun 2014 Yamaha bermaksud untuk membangkitkan nama besar Force One series dengan produk Vega Force. Dan niatan Yamaha itu segera terealisasi pada tahun 2015, yaitu 6 bulan sejak pemberitaan pertamanya.

Vega Force menggendong mesin 115 cc dengan fuel injection. Di segmen ini dia berhadapan langsung dengan Honda Revo 110 FI.

Tapi saya sendiri sekarang kurang respect dengan motor cub (bebek). Sepertinya saya juga tertular syndrome matic dan moge atawa syndrome motor sport, gitu. Wkwkwkwk...!!!

SPESIFIKASI YAMAHA F1ZR

* Mesin
2 langkah (2 tak / 2 stroke), pelumasan Yamaha Autolube
* Sistem pendinginan
Udara dengan kipas
* Jumlah silinder
Tunggal, mendatar
* Isi silinder
110,4 cc
* Sistem bahan bakar
Karburator, MIKUNI VM20x1
* Diameter x langkah (bore x stroke)
52 x 52 mm
* Rasio kompresi
7,1:1
* Power maksimal
11 DK / 7500 rpm
* Torsi maksimal
1,10 kgf.m / 6500 rpm
* Kopling
Manual, multi plat, tipe basah
* Transmisi
Manual, 4 speed (N-1-2-3-4)
* Kapasitas tangki
4,5 liter
* Kapasitas oli mesin
1,2 liter
* Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
187 x 67 x 104 cm
* Jarak sumbu roda
119 cm
* Jarak terendah ke tanah
13,5 cm
* Tinggi tempat duduk
75 cm
* Berat kendaraan
95 kg
* Rangka
Sasis pipa
* Suspensi depan
Teleskopik
* Suspensi belakang
Unit swing dengan peredam kejut ganda
* Ukuran ban depan
2,50-17 4PR
* Ukuran ban belakang
2,75-17 4PR
* Rem depan
Cakram
* Rem belakang
Tromol
* Sistem pengapian
CDI
* Battery (accu / aki)
GM5Z-3B / YB5L (12V-5Ah)
* Busi
BP7HS-10 / W22FP-10
* Starter
Elektrik dan kick starter
* Harga
-
** sumber data spesifikasi: wikipedia

Comments