Hati-hati Pemalsuan STNK dan BPKB! Teliti sebelum membeli, cek ke kantor samsat untuk memastikannya!

Baca Juga

Motorisweb.com - Bagi Anda yang berminat membeli motor atau pun mobil bekas (second), hati-hatilah terhadap kemungkinan pemalsuan STNK dan BPKB. Sebelum Anda memutuskan untuk membeli, cek terlebih dahulu keaslian surat-surat tersebut di samsat terdekat.

Kasus pemalsuan STNK pernah terjadi di bilangan Tangerang Barat (kurang pasti tepatnya). Menurut cerita Achmad Syaifulloh, teman sekantor saya dulu di Serang - Banten (2011-2013), modus yang di jalankan oleh pelaku adalah dengan cara membuka biro jasa palsu. Jadi, setiap kali ada orang yang membutuhkan jasa pembayaran pajak motor atau pun mobil, maka seluruh uangnya akan masuk ke kantong pribadi si pelaku. Sementara para korban diberikan STNK palsu.

Tindak pidana pemalsuan STNK tersebut terbongkar setelah ada salah seorang korban yang hendak membayar pajak motornya melalui kantor samsatnya langsung (di tahun berikutnya). Dia kaget saat petugas samsat menyatakan bahwa pajak motornya menunggak selama satu tahun. Dia sama sekali tidak menyangka karena tahun sebelumnya dia merasa sudah membayar pajak (melalui biro jasa pemalsuan STNK tersebut di atas).

Contoh lain adalah seperti yang di beritakan oleh detik.com pada hari Senin, 14 Agustus 2017. Saat itu polisi mendapati surat kendaraan (STNK motor) palsu saat melakukan pelayanan samsat keliling di Desa Gawang, Bakung, Kabupaten Blitar. STNK tersebut adalah identitas motor Honda dengan nomor polisi AG 4733 MR atas nama Siti Khotijah.

Kasus pemalsuan stnk dan bpkb
Gambar hanyalah ilustrasi


Dari keterangan korban, polisi berhasil membekuk Ali Nur Hanifan (41), warga Dusun Ngrobyong, Desa Jiwut, Nglegok. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita beberapa lembar STNK, satu BPKB, dan beberapa plat nomor kendaraan yang tentunya semua itu adalah palsu.

Selain surat-surat tersebut, polisi juga mendapati stempel dan kartu keluarga palsu.

Dari lokasi penangkapan, polisi juga menyita satu unit mobil dan empat unit sepeda motor.

Menurut pengakuan pelaku, dia juga menerima pesanan STNK palsu dari luar wilayah. Dalam hal ini pelaku mengaku bahwa dia bekerja sendirian. Namun begitu, polisi mencurigai bahwa pelaku tergabung dalam sindikat pemalsuan STNK antar propinsi. Hal itu dapat tercium dari pengakuan pelaku yang mengatakan bahwa dia mendapat pesanan (order) dari Jakarta, Yogjakarta dan Surabaya.

Saat di tanya perkara sumber bahan STNK, dia mengaku bahwa bahannya adalah STNK mati  yang di pulung dari tong sampah samsat. Menurutnya, satu bendel STNK mati tersebut dia dapatkan hanya dengan memberikan uang rokok pada pemulung yang bekerja sama dengannya.

Perkara tarif pemalsuan, dia mematok harga 600 ribu rupiah untuk satu lembar STNK motor dan 1 juta rupiah untuk mobil.  Sedangkan tarif untuk pembuatan BPKB  adalah Rp 3 juta  untuk motor dan Rp 7 juta rupiah untuk mobil.

Masih menurut pelaku, para pemesan adalah orang-orang yang memiliki kendaraan tetapi tidak ada surat-suratnya. Jadi, ketika si kendaraan akan dijual, maka si pemilik kendaraan akan memesan surat-suratnya pada Ali.

Selain hanya menjadi pemalsu surat-surat kendaraan, pelaku juga menjual kendaraan bodong. Kendaraan-kendataan bodong tersebut akan dilengkapi dengan STNK dan BPKB palsu agar dapat mudah terjual dengan harga yang ideal. Menurutnya, lahan untuk menjual kendaraan-kendaraan bodong tersebut adalah Jakarta dan Jawa Tengah.

Ali di tangkap dan akan di jerat dengan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

***

Nah, Om Bro dan Tante Sis... jangan pernah tergiur untuk membeli motor atau mobil sebelahan (dengan hanya STNK atau BPKB saja). Bisa-bisa Anda di tuduh sebagai penadah.

Comments