Skip to main content

Honda PCX Lokal; Kode K96 dengan double disc brake dan desain baru, kapan mulai produksi?

Baca Juga

Motorisweb.com - Dengungan Honda PCX lokal seakan tidak pernah tenggelam, bahkan semakin hari semakin santer saja. Berbagai prediksi dan spekulasi bermunculan di banyak media online, mulai dari desain yang beda dengan versi impor, kapan mulai produksi dan yang terbaru adalah aroma kode K96 yang disinyalir akan menggunakan double disc brake (cakram depan belakang).

Produk k96 disc brake desain baru

Sebelum kode K96 muncul ke permukaan, sebenarnya sudah pernah ada prediksi penggunaan kode K35 untuk Honda PCX lokal. Tapi kenyataannya, kode-kode tersebut belum ada satu pun yang terbukti (secara nyata dalam produksi masal).

Pertanyaan yang sering muncul dari peminat skutik premium tersebut biasanya tidak pernah jauh dari singgungan terhadap Yamaha NMax. Pasalnya, skutik maxi Yamaha yang sejatinya muncul belakangan tersebut secara nyata telah berhasil melenggang lebih kencang di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan sikap AHM? Atau mungkin dia tidak tertarik dengan segmen ini?

Secara logika normal, sebagai pelaku bisnis otomotif, tentunya Honda juga akan masuk ke segmen ini (PCX lokal). Tapi semuanya tentu butuh proses yang tidak mudah. Tidak semudah membalikkan mendoan di penggorengan. Wkwkwkk...!!

Awal di impornya Honda PCX (awalnya 125 cc) ke Indonesia memang dengan target branding, bukan sebagai lini depan penjualan secara quantity. Artinya, Honda menempatkan PCX 125 dan 150 sebagai produk premium.

Saat itu PCX150 (hampir) belum mendapat protes dari penggemar maxi skutik, karena dia satu-satunya. Adapun Suzuki Burgman 200 bukanlah merupakan sandungan bagi PCX karena harga Burgman yang di atas 50 juta rupiah. Namun ceritanya jadi lain ketika Yamaha secara terang-terangan menggelontorkan sesosok tandingan yang diberi nama NMax 150. Di situlah pasar mulai jomplang. Yamaha secara mutlak telah menguasai pasar skutik premium dengan harga yang terpaut belasan juta rupiah dari PCX. Loyalitas penggemar maxi skutik secara besar-besaran telah beralih pada pesona Yamaha NMax.

Lalu bagaimana jika sekarang Honda benar-benar membrojolkan PCX lokal?

Sepertinya perjuangan Honda tetap akan berat. Honda tetap tidak akan mampu menarik minat konsumen, kecuali jika PCX lokal benar-benar dibekali dengan value yang signifikan (setidaknya dalam waktu dekat).

Bukti sudah nyata terjadi pada Honda CB150R vs Yamaha Vixion series. Meski secara total penjualan CB masih unggul, tapi pada beberapa bulan belakangan ini Vixion telah berhasil meninggalkan jumlah penjualan si Cibi dengan selisih yang tidak sedikit. Wajar sih... pasalnya, secara desain Honda CB150R terlambat berevolusi sejak awal.

Pada awal produksinya, Honda CB150R street fire bermaksud melawan old Vixion dengan desain apa adanya. Jadi ketika Vixion melakukan perombakan ke model yang lebih kekar, jelas Honda CB150R menjadi terlihat cungkring dan tidak menggairahkan. Kemudian pada saat CB pun merombak total tampilannya, Yamaha kembali segera menaikkan pamor Vixion dengan seri R yang secara teknis lebih powerfull (meski bermesin SOHC).

Kemudian lihat juga Supra GTR 150 vs MX King. Secara singkat saja sudah jelas sekali, Honda tidak memberikan value yang sesuai dengan minat penggemar bebek sport. Akibatnya ya dia harus ngos-ngosan tanpa mampu mengejar Jupiter MX 150 series.

Kembali ke PCX...

Dari berbagai prediksi yang di utarakan oleh media-media otomotif online, kemungkinan launching PCX lokal Paling cepat akhir tahun ini atau bahkan awal tahun depan. Dan Kabarnya, versi lokal PCX akan mengusung Desain yang berbeda dengan versi Thailand ataupun versi Vietnam. Itu pun belum tentu dia mengguanan nama PCX. Ada kemungkinan lain Honda akan memakai nama "Forza" pada matic premiumnya tersebut.

Comments