Kenapa Kanzen Motor Bangkrut? Bukan karena kualitas yang buruk, tapi karena waktu yang tidak tepat...!!

Baca Juga

Motorisweb.com - Kanzen motor bangkrut... adalah kalimat yang sangat menyakitkan bagi sebagian orang (termasuk saya) yang (sedikitnya) punya rasa cinta pada produk-produk negeri sendiri. Berdiri sejak tahun 2000 yang merupakan alih teknologi dari Daelim, Korea Selatan.

Kanzen sempat masuk ke dalam Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) selama 10 tahunan. Namun di akhir cerita, Kanzen terus mengalami kemunduran dengan penjualan yang kurang dari 1000 unit perbulan.

Angka penjualan Kanzen terus menurun hingga pada pertengahan tahun 2009 sudah tidak mampu lagi membayar gaji karyawannya dengan benar. Berlanjut pada pertengahan tahun 2010, dia sudah tidak lagi mampu membayar hutang supplier. Dan klimaksnya, arus listrik ke pabrik Kanzen Motor terpaksa harus diputus oleh PLN karena tagihan yang terus menunggak.

Gejala keruntuhan Kanzen Motor sudah terasa sejak tahun 2009, dimana perusahaan melakukan PHK bertahap pada sebagian karyawannya. Namun masih beruntung para karyawan yang di PHK pada awal-awal itu. Disebut beruntung karena pada tahun itu pihak management masih mampu memberikan pesangon secara penuh.

Kanzen motor bangkrut bukan karena kualitas buruk, tapi karena waktu yang tidak tepat

Yang tidak beruntung adalah korban PHK selanjutnya, dimana pesangon mereka tidak dibayar penuh secara langsung. Dan sebagai konsekuensinya, perusahaan menyanggupi untuk memberikan pesangon dengan cara di cicil. Tapi sayang... pernyataan kesanggupan pihak perusahaan tidak terbukti secara penuh. Hanya satu, dua dan tiga kali cicilan pembayaran pesangon dengan total yang masih kurang dari nominal yang telah di sepakati sebelumnya.

Kesialan para korban PHK pada gelombang kedua tersebut pun masihlah termasuk dalam kategori "beruntung". Pasalnya, di akhir cerita justru ada yang lebih sial. Mereka adalah karyawan-karyawan terakhir yang masih di pertahankan oleh perusahaan hingga tahun 2012.

Lah... kenapa yang di pertahankan kok justru malah paling sial?

Karena mereka justru terlantar. Kerja tidak, PHK tidak, di gaji juga tidak. Berarti apa statusnya itu kalau bukan "paling sial?".
Sumber: indomoto.com, 26 September 2012

Saya sendiri tidak terlalu banyak tahu perihal motor Kanzen. Tapi paling tidak, saya sering melihat merk ini pada kisaran tahun 2000 hingga 2008 saat masih menjadi perantau di Jakarta.

Jika di lihat dari desain bodynya, motor-motor Kanzen sebenarnya memiliki desain mandiri. Tidak seperti motor-motor merk Cina yang hanya bisa menjiplak model motor dari pabrikan Jepang, terutama Honda.

Bukan hanya design body, Kanzen juga memiliki kualitas mesin yang bagus (awet) hingga belasan tahun. Tidak kalah dari merk Jepang. Setidaknya seperti itulah yang saya baca dari testimoni beberapa pengguna motor Kanzen.

Tapi apa mau dikata... Kanzen harus bernasib sama dengan Kymco. Mereka harus rela di anggap "tidak bermutu" karena kesalahan timing. Maksudnya, mereka masuk ke Indonesia bersamaan dengan menjamurnya motor-motor Cina. Akibatnya, meski Kanzen berteriak "Indonesia!" Dan Kymco berteriak "Taiwan!", tetap saja tidak di gubris oleh para calon konsumen. Seolah mereka berpedoman bahwa, selain Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki dan Piaggio adalah BURUK!

RINI SOEMARNO, TOKOH DIBALIK MERK KANZEN

Rini Soemarno adalah seorang menteri pada kabinet Presiden Megawati Soekarno Putri dan kabinet Jokowi. Pada kabinet Presiden Jokowi, Rini Soemarno adalah seorang Menteri BUMN.

Rini soemarno menteri megawati dan jokowi skaligus boss kanzen motor

Lantas, siapa sebenarnya Rini Soemarno ini? Berikut biografi Rini Sumarno secara singkat...

Nama lengkapnya adalah Rini Mariani Soemarno. Lahir di Maryland, USA pada tanggal 9 Juni 1958. Beliau pernah menduduki kursi kabinet Megawati sejak 10 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004 sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

Rini Soemarno adalah seorang pengamat ekonomi, komisaris Aora dan juga direktur Astra International.

Pada masa kecil, Rini pernah tinggal di Amerika, Belanda dan Indonesia (Jakarta). Semua itu terjadi karena tugas ayahnya (Soemarno) yang menuntutnya harus tinggal berpindah-pindah.

Rini menjabat Menteri Badah Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 26 Oktober 2014. Dia adalah salah satu menteri pada kabinet Presiden Jokowi yang berasal dari kalangan profesional (bukan usungan partai politik).

Rini Soemarno menyelesaikan studi ekonomi di Wellesley College, Masschusetts, Amerika Serikat pada tahun 1981, kemudian magang di Departemen Keuangan Amerika Serikat.

Di Indonesia, Rini memulai kariernya dengan bekerja di Citibank Jakarta pada tahun 1982. Kariernya terus melesat hingga menggapai kursi Vice President yang menangani Divisi Coorporate Banking, Marketing and Trainning.

Kemampuan tinggi Rini berasal dari ayahnya yang merupakan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan di era Presiden Soekarno, yaitu pada tahun 1960 hingga tahun 1962. Selain itu, pada tahun 1964 hingga tahun 1966, Soemarno juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Kompartimen Keuangan.

Soemarno pernah juga menjabat sebagai Eksekutif Direktur Bank Internasional untuk Rekontruksi dan Pembangunan di Washington mulai tanggal 1 November 1958 hingga Oktober 1960.

Kembali ke Rini...

Karir Rini Soemarno di Citibank tidak serta merta membuatnya merasa nyaman. Pada tahun 1989 ia kemudian memilih pindah ke PT.Astra Internasional dan menjabat posisi Direktur Keuangan selama 9 tahun, yaitu sampai dengan tahun 1998. Di tahun-tahun tersebut, Rini juga merupakan orang penting di Agrakom (yang dikenal sebagai pemilik situs Detikcom) dan menjabat sebagai komisaris.
Sumber: wikipedia

Comments

Popular posts from this blog

13 Tugas dan Tanggung Jawab Staff Administrasi Produksi

Honda vs Yamaha Bagus Mana? Inilah 7 Perbedaan, Kekurangan dan Kelebihan Keduanya

Perbedaan Yamaha NMax ABS dan non ABS; spesifikasi, fitur dan harga

Motor Matic Tidak Kuat Nanjak? Lakukan Analisa Mendalam Agar Tak di Bodohi Montir Abal-Abal

17 Kelebihan dan Kekurangan Honda Beat versi Karburator serta Data Spesifikasi Teknisnya

12 Perbedaan Sales Motoris, Kanvas dan TO di Lihat dari Tugas dan Tanggung Jawabnya

Mio M3 vs Beat eSP: Akhirnya Yamaha Sadar Juga, Kapan Giliran Honda?

Kenapa Inden Honda Scoopy Begitu Lama? Nih... 6 Jawabannya beserta Faktor "X"

16 Tugas dan Tanggung Jawab Waiter... Bukan Hanya "Melayani"

Honda Win 100, Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan Motor Pak Camat Selama 21 Tahun