[Review] Nikmatnya Sensasi Bakso Beranak di "Warung Love" Cisaga

Motorisweb.com - Popularitas bakso beranak sedang ramai-ramainya dalam setahun terakhir ini. Tidak dapat di pungkiri, populernya kuliner ini bukan semata-mata karena inovasi dan sensasi rasanya, tapi lebih pada pengaruh media sosial yang paling memberikan banyak kontribusi bagi cara promosi yang murah, bahkan gratis.

Sensasi bakso beranak di warung love cisaga

Awalnya saya sendiri tertarik untuk mencoba bakso beranak bukan karena ingin mencoba rasanya, tapi karena ingin sensasinya. Singkatnya, pengen tau sensasi makanan yang tengah viral di dunia maya. Dan setelah mencoba, ternyata memang mantap maknyus joss...!!!

Bagi saya, tidak perlu jauh-jauh untuk mencoba bakso beranak. Saya hanya cukup beranjak beberapa ratus meter saja dari rumah untuk menyambangi warung Mie Ayam dan Mie Bakso Perum LOVE.

Lokasi tepatnya ada di depan Perumahan Permata Indah Regency, Dsn.Sukamenak RT.003/009 Ds.Mekarmukti, Kec.Cisaga, Ciamis - Jawa Barat (700 meter ke arah selatan dari Mesjid Besar Cisaga).

Warung LOVE di konsep dengan gaya lesehan khas Sunda. Jadi, selain hanya menikmati sensasi makan bakso, Anda juga akan merasa santai jika makan di warung ini.

Perkara harga pun cukup murah, yaitu,
* Mie Ayam: 7,000
* Mie Ayam Bakso: 10,000
* Mie Bakso: 10,000
* Bakso Beranak: 10,000
Sangat terjangkau kan? Tapi... walau harganya murah, soal rasa bisa di adu dengan yang mahal.

Meski lokasinya menjorok ke dalam, Warung Bakso Love ini tidak hanya di kunjungi oleh warga sekitar saja, tapi juga dikunjungi oleh pembeli dari jauh yang masih disekitaran Ciamis.

SEKILAS TENTANG INOVASI BAKSO

Sensasi bakso beranak tidak hanya populer di satu daerah saja, tapi di seluruh Indonesia. Artinya, bakso beranak adalah salah satu inovasi dunia persilatan kuliner yang dapat diterima secara nasional.

Selain Warung Bakso Love di Cisaga -Ciamis, bagi Anda warga Bekasi dapat mengunjungi Bakso Rusuk Joss yang menawarkan sensasi bakso mangkok selain bakso beranak.

Menurut sumber yang saya dapat, Bakso Rusuk Joss juga merupakan salah satu lokasi kuliner yang menjadi populer berkat kekuatan promosi di media sosial. Nyatanya, warung yang dulunya hanya mampu menjual 5 kg bakso perhari, kini bisa menghabiskan 100 kg di hari kerja, bahkan dapat tembus 200 kg di hari Minggu. Luar biasa...!! Hal ini dapat di capai oleh Warung Rusuk Joss berkat konsistensinya dalam berinovasi setiap 4 bulan sekali.

Selain soal keberhasilan promosi di sosial media, sensasi kuliner di era digital ini juga dipengaruhi oleh seberapa bagus / nyaman tempatnya untuk selfie. Jadi, untuk bisa bersaing dengan kompetitor, setidaknya sebuah warung kuliner yang kekinian haruslah memenuhi tiga unsur; yaitu rasa, inovasi dan tempat yang yang bagus secara fotografi.

Membahas perkara sensasi, selain baso beranak yang sensasional, banyak pula inovasi-inovasi lain yang tak kalah sensasionalnya. Beberapa di antaranya adalah bakso kelapa yang poluler di Jakarta, Yogyakarta, dan Klaten. Selain itu ada pula bakso selimut dengan lapisan telur di luarnya yang ramai di Banyuwangi dan Jember.

Selain dua inovasi di atas, masih ada pula bakso buaya beranak dan bakso jin beranak di Cirebon. Nah... yang paling luar biasa namanya, ada Bakso Laman Astaghfirullohal'adzim seberat 2 kg yang berlokasi di Jl.Sukawarna Bandung.

Lalu bagaimana dengan ketahanan sensasi dan inovasi tersebut di atas?

Pada dasarnya semua inovasi tersebut hanyalah nilai tambah. Sensasi semacam ini bisa saja meredup bahkan padam di masa yang akan datang. Dan jika itu terjadi, pada akhirnya konsumen akan kembali mengejar citarasa sejati bakso yang terasa pada kuah dan baksonya itu sendiri.

ASAL USUL BAKSO

Asal usul bakso itu sendiri berasal dari negeri Tiongkok, sama halnya seperti nasi goreng, bakmi, bakwan, siomay, bakpia, dan makanan / jajanan lainnya.

Bakso bersasal dari kata "bak" yang dalam bahasa hokkian berarti daging babi. Dan kata "so" yang berarti gilingan daging.

Kuliner Tiongkok masuk ke Indonesia melalui Medan, Jakarta dan pesisir Jawa sejak ratusan tahun yang lalu.

Pada perkembangannya, bakso di Indonesia mengalami perubahan yang di sesuaikan dengan kultur dan tradisi setempat. Yaitu tidak lagi menggunakan daging babi, melainkan diganti dengan daging sapi.

Variasi lain dari bakso dapat Anda temui di Makasar, dimana disana bakso dinamakan Nyuknyang yang dipadukan dengan pedasnya cabai oranye. Selain Nyuknyang, ada pula model lain di Semarang, yaitu bakso kakap.

Terakhir, jika bicara nama bakso yang paling populer di Indonesia, tentu di dalam benak kita akan langsung bersarang nama Bakso Solo dan Bakso Malang.
Sumber: bbc.com, 4 Juli 2017

Comments