Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Vega ZR, upgrade mesin tapi downgrade design

Baca Juga

Motorisweb.com - Awalnya Mas Heri (taman kerja di Komalas Restaurant Jakarta) kepincut Jupiter MX, tapi entah kenapa akhirnya dia malah membeli Vega ZR. Motor bebek punya Yamaha Indonesia yang memiliki spesifikasi mesin yang lebih besar secara kubikasi silinder (dibanding New Vega R), namun kurang greget dari segi design body. Iya sih, setiap produk pasti akan ada kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada satu pun yang sempurna, karena yang sempurna hanyalah roko*. Kakakakk...!!

Spesifikasi, kelebihan dan kekurangan yamaha vega zr 115 (113,7cc)

Awal tahun 2009... Hari pertama Mas Heri membawa motornya ke tempat kerja, tapi dia terpaksa harus meninggalkan motornya di parkiran. Pasalnya, dia akan kena damprat bos jika membawa motor ke dalam ruangan kantor. Jiahahaahaha...!! Gile lu, Ndro!

Di ulang... Pertama kali saya melihat motor Mas Heri ini, saya langsung penasaran. Dan hal pertama yang membuat saya penasaran adalah karena lampu sein kembali menggunakan mika buram warna kuning seperti pada motor-motor jaman dahulu kala.

Penasaran, saya browsing dan mendapatkan satu tulisan (entah di situs apa) yang menyebutkan bahwa model itu adalah trend Eropa. Maksudnya, di tahun-tahun itu dunia persilatan motor di Eropa tengah kembali pada model lampu sein dengan mika kuning buram. Wallohu a'lam... Pasalnya, di Indonesia sendiri justru trendnya mengarah pada model mika bening. Jadi (menurut selera saya), Yamaha Vega ZR justru mundur ke belakang dibanding saudara tuanya, New Vega R yang telah menggunakan mika bening.

Dan nyatanya, trend mika bening terus berlanjut sampai sekarang.

Tapi untung saja Yamaha tidak budek (wkwkwk...!!). Tidak berapa lama berselang, Vega ZR sudah berubah menggunakan mika bening pada lampu seinnya.

Hal lain yang menurut saya mundur adalah panel mater yang hilang kesan sportynya. Bahkan indikator gigi percepatan pun hanya menunjukkan lampu netral dan top speed saja. Jadi gayanya seperti motor-motor bebek era 1990-an.

Tidak hanya sampai di situ, desain body (menurut pandangan saya) pun hilang kesan sportynya.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN YAMAHA VEGA ZR

A. Kelebihan Yamaha Vega ZR

* Irit bahan bakar
Salah seorang pemilik Vega ZR pernah menuturkan bahwa konsumsi bahan bakar motornya tersebut mencapai 60 km / liter. Angka tersebut di peroleh pada pemakaian normal dengan rute Bandung - Singaparna (Tasikmalaya) pada situasi lalu lintas lancar.

* Perawatan mudah
Seperti pada umumnya motor karburator, Vega ZR pun relatif mudah dalam perawarannya. Semua bengkel resmi Yamaha dan bengkel umum pun pasti menguasainya.

* Spare part murah dan mudah di dapatkan

* Handling dan posisi berkendara nyaman
Sebagai motor utilitas harian, Yamaha tentunya memertimbangkan kenyamanan dalam posisi berkendara. Hal ini telah di aplikasikan pada semua motor-motor bebek Yamaha, termasuk Vega ZR.

* Body kencang dan tidak mudah getar
Ini merupakan salah satu kelebihan motor Yamaha pada semua tipenya. Body motor lebih awet kekencangannya walau usia sudah lumayan tuwir. Tidak seperti merk tetangga yang mudah getar di bagian batok kepala, sayap serta ekornya.

* Top speed 105 km / jam
Meski angka tersebut di dapat dari panel speedometer, tapi Vega ZR tergolong lumayan kencang untuk ukuran motor jenis cub (bebek)

* Torsi besar pada gigi rendah
Vega ZR ini tergolong motor bebek yang overstroke, dimana langkah pistonnya lebih panjang dari pada diameternya. Dengan demikian, tarikan menjadi agresif pada gigi 1, 2 dan 3.

Pada posisi percepatan gigi 3, kecepatan Yamaha Vega ZR mampu menembus angka 90 km / jam (versi speedometer). Barulah pada gigi 4, tarikan mulai terasa melambat.

Dapat di pahami karena gigi 4 lebih merupakan penyeimbang supaya putaran mesin tidak terlalu tinggi.

B. Kelemahan Yamaha Vega ZR

* Cone stir (komstir / bantalan peluru kemudi) mudah oblak
Kelemahan ini sepertinya terjadi pada (hampir) semua motor low end Yamaha. Saya pernah mengalaminya pada Yamaha New Vega R lansiran tahun 2008 milik saya sendiri.

Selain pada Vega R, kasus serupa juga terjadi pada Vega 100cc milik kakak ipar dan Mio Sporty milik mertua saya.

* Rantai roda cepat kendor
Rantai bawaan pabrikan Vega ZR mudah kendor, bahkan hanya dalam hitungan hari. Tapi tidak demikian dengan gearnya. Artinya, rantai roda lebih cepat aus walaupun gear set masih laik pakai.

* Akselerasi lambat
Meski secara angka Vega ZR tergolong overstroke, namun secara feeling, akselerasinya justru lebih lambat dari pada New Vega R yang menjadi saudara tuanya.

* Mesin sulit di hidupkan pada kondisi dingin
Entah kebetulan atau memang terjadi pada semua unit, Vega ZR terkadang sulit di hidupkan di pagi hari (pada kondisi mesin dingin).

* Suspensi keras
Satu lagi kelemahan (rata-rata) motor Yamaha dimana dia menganut suspensi tipe stiff.

Suspensi jenis ini relatif stabil pada kecepatan tinggi di jalan rata, tapi tidak nyaman pada kondisi jalan rusak dan terjal.
Sumber: reswaraku.blogspot.com, 18 Mei 2015

SPESIFIKASI YAMAHA VEGA ZR

* Mesin
4 langkah, SOHC, 2 valve
* Sistem pendinginan
Udara
* Jumlah silinder
Tunggal, mendatar
* Isi silinder
113,7 cc
* Sistem bahan bakar
Karburator, VM17SH x1
* Diameter x langkah (bore x stroke)
50 x 57,9 mm
* Rasio kompresi
9,3:1
* Power maksimal
6,0 kW / 7500 rpm
* Torsi maksimal
8,3 Nm / 4500 rpm
* Kopling
Otomatis, sentrifugal, tipe basah
* Transmisi
Manual, 4 speed, sistem return
* Kapasitas tangki
4,2 liter
* Kapasitas oli mesin
0,8 liter pada penggantian periodik
* Dimensi (panjang x lebar x tinggi)
193 x 67,5 x 105,5 cm
* Jarak sumbu roda
123,5 cm
* Jarak terendah ke tanah
12,6 cm
* Tinggi tempat duduk
-
* Berat kendaraan
97 kg
* Rangka
Steel tube, underbone
* Suspensi depan
Teleskopik
* Suspensi belakang
Lengan ayun dengan peredam kejut ganda
* Ukuran ban depan
70/90-17 38P
* Ukuran ban belakang
80/90-17 44P
* Rem depan
Cakram hidrolik
* Rem belakang
Tromol
* Sistem pengapian
DC-CDI
* Battery (accu / aki)
YB5L-B, 12V-5Ah
* Busi
NGK C6HSA
* Starter
Elektrik dan kick starter

Comments