Supra GTR Melibas MX King, tapi Yamaha masih juara export dan sport 150 cc

Baca Juga

Motorisweb.com - Masih di seputaran data penjualan motor dari AISI edisi Juli 2017. Kali ini motorisweb akan membahas perkara penjualan motor sport 150 cc. Di segmen ini, pendekar silat motor yang paling sakti adalah Honda CB150R, Suzuki GSX-S150 dan Yamaha All New Vixion. Selain itu, dibawah nanti, motorisweb juga akan buka-bukaan data ekspor motor dari pabrikan-pabrikan motor di Indonesia.

HONDA SUPRA GTR 150 MELAMPAUI PENJUALAN YAMAHA MX KING 150
Saya terperangah... kaget sampai ngiler melihat kenyataan yang mengguncang hati saya yang paling dalam (wkwkwkwk...!!) Bagaimana tidak... Honda Supra GTR 150 yang pernah saya (dan banyak orang) bilang "kalah" dari Yamaha MX King, ternyata bulan Juli 2017 kemarin ini sanggup membalikkan keadaan. Dia mampu terjual sebanyak 2.777 unit. Hampir 20 kali lipat dibanding penjualannya pada bulan Maret yang hanya 110 biji! Luar biasa kan? Padahal Honda belum memberikan ubahan apa-apa pada Supra GTR 150 selain hanya dengan ganti striping baru yang lebih fresh saja. Ya... sebenarnya tidak hebat-hebat amat sih... selisihnya hanya sedikit dibanding Yamaha MX King 150 yang terjual sebanyak 2.730 unit. Tapi ya itu tadi... pasalnya, Supra GTR sebelumnya tertinggal sangat jauh sehingga kesannya jadi uwow...!!

Sementara itu pada model ayago (ayam jago), New Honda Sonic pun unggul dari New Satria F150. Penjualan Sonic mencapai 2.827 unit, sementara Suzuki Satria F hanya 1.217 unit saja.

Berikut ini datanya,

Januari 2017
MX King 5.149 unit
Sonic 2.525 unit
Satria 991 unit
Supra GTR 517 unit

Februari 2017
MX King 6.414 unit
Sonic 5.000 unit
Satria 918 unit
Supra GTR 603 unit

Maret 2017
MX King 4.361 unit
Sonic 3.438 unit
Satria 916 unit
Supra GTR 110 unit

April 2017
MX King 4.147 unit
Sonic 1.381 unit
Satria 1.757 unit
Supra GTR 503 unit

Mei 2017
MX King 5.621 unit
Sonic tidak ada data
Satria 2.148 unit
Supra GTR tidak ada data

Juni 2017
MX King 4.968 unit
Sonic 2.192 unit
Satria 836 unit
Supra GTR 1.845 unit

Juli 2017
MX King 2.730 unit
Sonic 2.827 unit
Satria 1.217 unit
Supra GTR 2.777 unit

Honda supra gtr vs mx king, sonic vs satria fu

Melihat data di atas, terlihat jelas penjualan Yamaha MX King turun drastis. Padahal sebelumnya, selama 6 bulan pertama dia selalu konsisten di atas 4000 unit, bahkan pernah mencapai 6000 unit lebih.

Nah, serunya, dari kenyataan seperti di atas, biasanya akan muncul perang terbuka antara FBH dengan FBY. Tahu sendiri lah... kedua merk (Honda dan Yamaha) itu adalah musuh bebuyutan dari produk sampai penggemar setianya. Kakakakak...!!

Yah... kita mah netral aja, ya nggak? Cukup jadi kompor saja. Kakakakkakk...!!

Nggak, ding. Janganlah kita berantem cuma gegara beda selera (merk) motor. Sesama bikers itu bersaudara. Saudara satu aspal. Kecuali kalau di kampung Om Bro jalannya masih tanah, belum di aspal. Jiaahhh...!!

YAMAHA JUARA PENJUALAN MOTOR SPORT 150 CC
Nah, buat FBY, tidak perlu berkecil hati. Meski MX King kalah dan market share berada di posisi kedua, tapi segmen sport 150 cc Yamaha masih tetap jagoannya.

Yamaha unggul di segmen sport 150 cc

Pada bulan sebelumnya, motor Honda yang menggunakan kode CB150F SF  berhasil di distribusikan sebanyak 11.324 unit. Angka yang lebih kecil dibanding Yamaha Vixion yang mencapai angka 20.670 unit.

Dalam hal ini, sepertinya Yamaha benar-benar berniat mewujudkan tagline All New Yamaha Vixion yang berbunyi "the legend is back".

Tidak dijelaskan apakah penjualan Vixion tersebut adalah hasil akumulasi antara semua All New Vixion atau hanya versi R saja, tapi yang jelas, jumlahnya banyak, lah...

Di lain pihak, pencapaian penjualan Suzuki GSX-S150 sepertinya kurang memuaskan. Dia hanya berhasil membukukan 395 unit penjualan di bulan Juli lalu.

Berikut ini data penjualannya perbulan,

Januari 2017
CB150R 9.906 unit
Vixion 9.259 unit
GSX150S -

Februari 2017
CB150R 11.591 unit
Vixion 6.368 unit
GSXS150 -

Maret 2017
CB150R 12.906 unit
Vixion 2.368 unit
GSXS150 3.874 unit

April 2017
CB150R 4.378 unit
Vixion 1.571 unit
GSXS150 1300-an unit

Mei 2017
CB150R 7.251 unit
Vixion 16.198 unit
GSXS150 337 unit

Juni 2017
Tidak ada data... Menurut Kang Kobay dan Kang Asep   yang aktif mengikuti perkembangan data AISI, mereka tidak menemukan data bulan Juni. Entah kabur kemana itu datanya.

Juli 2017
CB150R 11.324 unit
Vixion 20.670 unit
GSXS150 395 unit

EKSPORT YAMAHA PERTAMAX DAN HONDA PERTALITE
Sementara itu di pasar export, selama periode Januari hingga Juli 2017 Yamaha tetap meraja dengan total pembukuan sebesar 223.929 unit yang di distribusikan keseluruh dunia. Di pasar ekspor ini, produk yang terjual di dominasi oleh model maxi skuter dan tipe sport.

Yamaha unggul export tipe sport dan maxi skutik

Sementara itu AHM selaku ATPM Honda di Indonesia lebih fokus pada pasar lokal. Terbukti dia mendapat market share sebesar lebih dari 74% di bulan Juli, namun hanya mampu mengekspor 64.737 unit motor selama Januari hingga Juli 2017.

Di rumah yang lain, pabrikan asal negeri Paman Takur, TVS, mampu menduduki urutan ketiga dengan total ekspor sebanyak 16.542 unit. Ini merupakan pencapaian yang cukup baik bagi TVS, mengingat penjualannya di Indonesia (pasar domestik) hanya menduduki urutan bontot di bawah Kawasaki

Selanjutnya di urutan keempat, pabrikan berinisial "S", yaitu Suzuki telah menggelontorkan sebanyak 14.500 unit ke pasar internasional. Jumlah tersebut di dapat dari dominasi GSX series dan skuter matic Address yang baru saja merilis warna baru.

Terakhir dari anggota AISI, Kawasaki hanya mampu mengekspor sejumlah 1.950 unit saja.

Untuk wilayah eksport dari kelima merk tersebut, pasar terbesar untuk model skutik adalah Asia. Sementara untuk tipe sport, daratan yang di tuju adalah benua Eropa.

Jika di hitung secara total, eksport sepeda motor dari Indonesia meningkat dikisaran 15 – 20% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini merupakan kabar baik, karena dengan meningkatnya jumlah ekspor, maka hal itu berarti motor-motor produksi pabrikan Indonesia telah diakui kualitas dan finishingnya oleh Dunia. Tapi sayang... (menurut saya), dari kelima merk motor tersebut, semuanya adalah merk asing, meski diproduksi di Indonesia.

Sebagai anak Indonesia, saya bersama motorisweb.com tentu akan merasa lebih bangga jika merk-merk asli Indonesia semisal Viar dan Kanzen dapat ambil bagian dalam kesuksesan ekspor motor. Tapi apa mau dikata... Viar hanya kuat di pasar roda tiga, sementara Kanzen justru sudah "wafat" sejak beberapa tahun yang lalu. Hiks... hiks... hiks... hiks...

Sumber data: warungasep.net, kobayogas.com, vivanews.com, iwanbanaran.com

Comments