Skip to main content

MotoGP Trans7, Penyebab Honda Sulit Menjadi Sponsor Acara Tersebut

Baca Juga

Motorisweb.com - Om Bro penggemar balapan MotoGP yang ditayangkan oleh stasiun televisi Trans7, pasti tahu bahwasanya selama ini pabrikan Yamaha-lah yang selalu menjadi sponsor. Sama sekali bukan Honda yang notabene adalah penguasa pasar roda dua di tanah air tercinta ini.

Pertanyaannya simple... kenapa Honda tidak mau menjadi sponsor MotoGP Trans7?

Tapi rupanya itu adalah pertanyaan yang salah! Yang benar adalah, "Kenapa Honda tidak bisa menjadi menjadi sponsor MotoGP Trans7?"  Padahal, jika menilik tayangan MotoGP di Fox Sport, disana selalu tayang iklan dari Astra Honda Motor (AHM)?

Nah, jawabannya begini...

MotoGP Trans7, Penyebab Honda Sulit Menjadi Sponsor Acara Tersebut

...menurut iwanbanaran.com edisi 27 September 2017, alasannya adalah perkara history aka riwayat kerjasama antara Trans7 dengan Yamaha.

Tayangan MotoGP pada awal penyiarannya di Indonesia adalah hasil kerjasama Trans7 dengan disponsori oleh Yamaha. Mereka berjuang bahu-membahu sejak ajang balapan ini belum dikenal oleh masyarakat luas hingga menjadi tayangan favorit seperti sekarang ini.

Nah, logika terkuatnya adalah, Trans7 berusaha memegang komitmen yang telah dijalinnya bersama Yamaha sejak awal. Artinya, ketika kontrak kerjasama mereka berakhir, pihak Trans7 selalu menjadikan Yamaha sebagai prioritas untuk memperpanjang kembali sponsorship-nya atas tayangan MotoGP. Dan jika sudah seperti itu, maka (hampir) bisa dipastikan pabrikan lain (termasuk Honda) tidak akan bisa merangsek masuk menggantikan Yamaha, kecuali jika Yamaha-nya sendiri yang menyatakan bahwa dia mengundurkan diri dari sponsorship MotoGP di Trans7.

Kemudian jika sedikit menilik isu yang telah berkembang sejak 2 tahun lalu, sejatinya Honda-pun menunggu dan mencari-cari kesempatan untuk itu. Bahkan (isunya lagi), Honda telah berani memberikan tawaran yang sangat menggiurkan untuk Trans7.

Tapi rupanya, kesetiaan Trans7 pada Yamaha tak kunjung luntur.

Nah, melihat history tersebut diatas, maka jelas kesimpulannya bukanlah perkara dana. Logikanya, tidak mungkin Honda yang pada bulan Agustus 2017 lalu menguasai 75% market share domestik tersebut tidak mampu membayar mahal.

Comments