All New Ninja 250 FI 2018, Detail Perubahan yang Sesungguhnya!

Baca Juga

Motorisweb.com - Om Bro... Kemarin kan Mtw baru saja membahas perkara tampilan Kawasaki All New Ninja 250 FI 2018 yang dipamerkan pada event Tokyo Motor Show 2017 lalu. Nah, ternyata bahasannya belum tuntas nih, Om...

Kemarin Mtw menyebut Ninja 250 terbaru tersebut sebagai facelift dari versi lama. Pasalnya, Mtw tidak menemukan sumber yang menyebut perubahan tersebut sebagai Major Change. Tapi setelah difikir-fikir lagi... itu motor kan power dan torsinya naik signifikan. Udah gitu, berat badannya pun turun drastis. Nah, ini kan pasti ada ramuan khusus dari Kawasaki yang tidak / belum terungkap ke publik persilatan motor. Kalau tidak, mustahil Ninja FI 2018 tersebut dapat berhasil dalam diet ketatnya.

Mtw penasaran sampai ngga bisa tidur. Mtw baru bisa tidur setelah mata terasa ngantuk. Hahahaha...!!

Mtw ngubek-ngubek jagat mbah gugel, sampai menemukan informasi yang menurut Mtw serasa logis aka masuk akal,

All New Ninja 250 FI 2018, Detail Perubahan yang Sesungguhnya!

DETAIL PERUBAHAN ALL NEW NINJA 250 FI
Menurut sumber yang Mtw dapatkan, angka kenaikan torsi mencapai 11% dibanding Ninja 250 MY2017 (versi sekarang) dan angka kenaikan powernya mencapai 20%.

Kemudian, diet ketatnya pun berhasil menurunkan bobot seberat 5 kg aka +/- 2%.

Jadi ini bukan facelift... ini adalah "all new"!

Nah... hasil analisanya begini, Om Bro...

* Perubahan pada sasis
Pada versi lama, Kawasaki menggunakan rangka tipe backbone untuk Ninja 250 jagoannya. Sedangkan pada All New Ninja 250 FI 2018 ini rangkanya berubah menjadi twin spar aka model teralis.

Dengan menggunakan rangka backbone, maka mesin twin silinder Si Ninja jadi tampak menggantung. Berbeda dengan produk kompetitor semisal Honda All New CBR250RR yang moge look banget.

Nah, dengan aplikasi sasis twin spar pada All New Ninja 250 FI 2018 ini, maka mesin tidak hanya tampak menggantung, tapi terjepit dari sisi kiri dan kanan bloknya.

Kemudian... Mtw juga sependapat dengan logika Wak Haji Taufik yang menjadi sumber / referensi dari artikel ini, bahwa perubahan frame tersebut bukanlah semata-mata untuk merubah tampilan. Tapi lebih pada riset yang menjadi poin utama dari keberhasilan diet Kawasaki dalam menurunkan berat badan All New Ninja 250 FI 2018.

* Perubahan posisi penempatan filter udara
Jika sebelumnya Kawasaki menempatkan filter udara dibawah jok, kali ini tidak. Filter udara All New Ninja 250 FI 2018 berada diatas silinder, dibawah tangki. Pasalnya, dengan aplikasi rangka twin spar aka teralis, maka timbul area kosong diantara bentangan kedua rangka bagian kiri dan kanan.

Dan hal ini pastinya bukanlah suatu kebetulan. Ini pastinya hasil dari suatu riset yang panjang dan rumit sebelumnya.

Dan efek positifnya adalah, ketika filter udara ditempatkan diatas blok silinder, maka volume dari si filter itu sendiri menjadi lebih besar. Dan pada tahap selanjutnya, volume udara yang masuk kedalam rongga mesin pun akan menjadi lebih besar. Pada klimaksnya sudah jelas, ledakan power yang dimuntahkan pun akan menjadi lebih besar.

Mungkin yang ada dalam benak Om Bro sekalian saat ini adalah, "apa iya kecepatan udara bisa terpengaruh oleh besar ruangan dan ketinggian? Padalal udara kan sifatnya "melayang"!

Menurut hemat Mtw, udara pun memiliki massa jenis yang akan menarik gaya grafitasi. Karenanya, posisi seperti tersebut pun dapat berpengaruh pada suplai udara kedalam campuran pembakaran karena si udara akan langsung turun dengan cepat kedalam ruang bakar.

Kalau istilah mekanisnya ialah, "downdraft intake air tunnel".

Akhirnya, dengan setting seperti tersebut, maka pembakaran menjadi lebih efektif dan efesien sehingga menghasilkan tenaga yang maksimal.

Nyatanya, didunia persilatan otomotif memang banyak sumber yang menyebutkan bahwa downdraft intake lebih efesien dibanding intake model horizontal. Pengaruhnya ya itu tadi, karena adanya gaya gravitasi dari bumi.

* Perubahan design velg
Poin ini sudah Mtw singgung sedikit pada artikel kemarin. Yang secara detailnya, desain velg All New Ninja 250 FI 2018 menggunakan palang yang tampak lebih kecil. Entah disini ada penggunaan meterial yabg lebih ringan semisal alumunium atau tidak, tapi pastinya poin velg ini pun turut andil dalam penurunan bobot Si Ninja.

Bagaimana, Om Bro? Sekira ada koreksi aka pandangan lain, monggo disampaikan dikolom komentar (Mtw).
Sumber: tmcblog.com

Comments