Biaya Pembuatan SIM di Jepang Seharga Dua Unit Motor...!! Uwow....!!!

Baca Juga

Motorisweb.com - Om Bro dan Tante Sist sekaligus... Kita tahu, secara dasar, syarat pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) adalah minimal berusia 17 tahun dan mahir mengendarai kendaraan bermotor. Tentunya sesuai dengan pengajuannya masing-masing... SIM C berarti harus mahir bermotor, sedangkan SIM A berarti harus mahir mengemudi mobil, dan SIM-SIM lainnya. Tapi apakah Om Bro dan Tante Sist pernah tahu, berapa biaya pembuatan SIM di Jepang?

Beberapa waktu lalu Mtw pernah membaca salah satu artikel yang mengatakan bahwa penjualan motor di Jepang hanya berkisar di angka 350 ribuan unit saja pertahun. Sangat... sangat jauh berbeda dengan di Indonesia yang angkanya mencapai jutaan unit tiap tahunnya.

Sekilas sepertinya ironis ya, Om / Tante...? Jepang yang notabenenya penguasa pasar otomotif di seluruh dunia, ternyata penjualan motornya cuma seuprit.

Sebagiam dari Om Bro dan Tante Sis mungkin sudah sangat tahu atau minimal pernah tahu bahwa transportasi massal di Jepang sangatlah bagus dan nyaman. Selain itu, pajak kendaraan pribadi di negeri matahari terbit tersebut sangatlah mahal. Jadi pantaslah kalau mayoritas rakyatnya enggan membeli kendaraan bermotor pribadi.

Biaya Pembuatan SIM di Jepang Seharga Dua Unit Motor...!! Uwow....!!!

Kadang dalam hati Mtw suka bertanya... kalau ada negeri matahari terbit, kenapa tidak ada negeri matahari tenggelam? Apakah matahari di Jepang tidak pernah tenggelam?

Hahaha...!! Udah! Jangan dipikirin. Kita kembali membuat SIM, wkwkwkwk...!!

Dan sekarang Mtw baru tahu (katrok ya...? Wkwkwk...!!), ternyata ada hal lain yang juga semakin membuat rakyat Jepang tidak begitu bernafsu untuk memiliki kendaraan pribadi. Disana, seorang yang ingin memiliki motor atau pun mobil pribadi harus sudah terlebih dahulu memiliki SIM. Berbanding terbalik dengan di Indonesia, dimana setiap orang bisa dengan mudah membeli kendaraan bermotor (walau pun ngutang aka kredit kayak Mtw wkwkkwk...!!).

Dan yang membuat Mtw melongo, ternyata biaya pembuatan SIM di Jepang adalah 350,000 Yen atau setara dengan Rp40 jutaan. Hhaaaahhh...?!

Kaget nggak, Om Bro / Tante Sis? Pasti kaget kan? Ayo lah... kaget dong? (Xixixi...!! Kaget kok maksa?)

Selain itu (menurut kabar yang pernah Mtw baca), hukuman bagi koruptor di Jepang adalah MATI! Karena itulah negeri paman matahari tersebut bersih dari korupsi. Atau jika pun ada, jumlahnya tidak akan sebanyak di Indonesia yang bahkan dana e-KTP pun (diduga) dikorupsi. Akhirnya rakyat yang jadi korban. KTP baru Mtw sudah sejak bulan Desember tahun lalu sampai sekarang belum juga selesai. Gila kan?!

Hadeuuhh...! Jadi ngelantur kemana-mana. Tapi logis juga sih... Jika Jepang bersih dari korupsi, maka proses pembuatan SIM pun tidak akan bisa dilakukan dengan "cara cepat". Mereka harus mengikuti produser (Wkwkwkwk...!! Maksudnya, prosedur) yang "lurus". Artinya, selain hanya mahal, pun juga sulit.

Rata-rata ujian dari pemohon SIM di Jepang baru bisa lulus dengan 3 kali ujian tulis dan 4 kali ujian praktik yang artinya menjadi 7 kali test. Bahkan, salah satu sumber ada yang mengatakan bahwa seorang pemohon SIM di Jepang ada yang sampai harus mengulang test tulis sebanyak 14 kali. Uuuwwwwoooowww...!!!!!

Sepengalaman Mtw saat pertama kali membuat SIM C di Jakarta, jika satu kali gagal test, maka kita harus kembali dua minggu kemudian untuk mengulang test tersebut. Jadi, umpama di Jepang sana aturannya sama dengan di Indonesia sini, maka pemohon SIM baru akan lulus test setelah 14 minggu lamanya.

Jika kita rata-ratakan menjadi 4 minggu perbulan, maka 14 minggu berarti 3,5 bulan sejak pengajuan, kita baru bisa memiliki SIM.

Itu waktu rata-rata. Bayangkan capek dan emosinya seperti apa? Harus bolak-balik untuk mengulang kegagalan yang sama. Sedih kan, Om Bro? Karena itulah, warga Jepang akan merasa sangat bangga ketika lulus ujian SIM.

Ngemeng-ngemeng, diatas tadi Mtw menggunakan istilah negeri paman matahari.

Kenapa Mtw bilang begitu? Karena Amerika punya Paman Sam, India juga punya Paman Takur. Kasihan kan, Jepang juga pengen punya paman. Hahahahaha.....!!!! (Mtw).
Sumber: liputan6.com

Comments