Skip to main content

15 Cara Aman Bermotor Saat Turun Hujan...

Baca Juga

Motorisweb.com - Mengendarai sepeda motor pada saat turun hujan tentunya lebih sulit dibanding pada saat cuaca cerah. Berikut ini Mtw sajikan 15 cara / kiat agar aman berkendara dalam hujan.

1. Pastikan fisik Om Bro / Tante Sis dalam kondisi prima
Singkatnya, jangan bermotor dalam hujan ketika badan sakit, letih, lelah, atau pun jika Om Bro sehabis minum obat.

Kondisi fisik yang tidak prima tentunya menurunkan daya konsentrasi. Sedangkan jika Om Bro baru saja minum obat, biasanya akan timbul reaksi mengantuk.

Jika kondisi kita sedang mengantuk, jangankan berkendara saat hujan, lah wong berkendara pada cuaca cerah pun bisa jadi berbahaya. Pasalnya, rasa kantuk pastinya akan mengurangi refleks fisik dan ketepatan berfikir dalam pengambilan keputusan pada kondisi darurat.

15 Cara Aman Bermotor Saat Turun Hujan...

2. Menggunakan mantel aka jas hujan yang tepat
Pemilihan jas hujan yang tepat pun dapat mengurangi resiko kecelakaan. Dianjurkan untuk memilih jas hujan yang tidak mengganggu gerak tangan, kaki, kepala, bahkan seluruh tubuh ketika berkendara.

Pilihan tepatnya adalah jas hujan yang terdiri dari bagian celana dan jaket / jas. Selain itu, jas hujan pun dianjurkan yang dapat memantul (memberikan efek menyala) saat terkena cahaya. Hal itu untuk membantu keterlihatan diri Om Bro sekalian dalam pandangan pengendara lain.

Harap diperhatikan bahwa sangat tidak disarankan untuk menggunakan mantel jenis jubah (mantel ponco). Mantel jenis ini berpotensi tersangkut pada roda bahkan terkait pada kendaraan lain. Selain itu, ketika hujan deras dengan disertai angin kencang, mantel ponco akan berkibar sehingga tidak dapat menutupi seluruh tubuh Om Bro secara baik.

Dan yang paling tidak disarankan adalah penggunaan jas kantor beserta dasinya. Salah-salah, Om Bro akan dikira calon pengantin yang akan kawin lari. Hahaha...! Hiss..!!

3. Jika mungkin, kenakan sepatu boot yang menutupi bagian mata kaki
Jika pun tidak memungkinkan, maka gunakanlah sepatu biasa namun yang melindungi hingga mata kaki. Karena kalau tidak, mata kaki Om Bro bisa kelilipan debu jalanan.

Hahaha...!! Dikira mata kaki bisa ngeliat kali ya? Siapa sih yang dulunya pertama kali memakai istilah mata kaki ya? Hahaha...!! Ya sudah, kita serius lagi.

Pada dasarnya, penggunaan sepatu yang aman memang sangat disarankan untuk bermotor dalam kondisi cuaca apa pun, tidak hanya pada kondisi hujan saja.

4. Ban motor juga dalam kondisi prima
Ban motor dengan kondisi profil yang masih bagus akan memberikan cengkeraman yang baik pada badan jalan. Selain itu, tekanan angin ban pun harus dalam kondisi cukup. Tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu kempes.

Tekanan angin ban yang tidak sesuai dapat mengurangi daya cengkram serta menyebabkan motor menjadi tidak stabil pada kondisi jalan basah.

5. Rem dapat berfungsi dengan baik
Ada dua faktor yang harus diperhatikan. Pertama efektifitas rem itu sendiri, yang kedua adalah teknik pengereman yang tepat.

Mtw sudah pernah membahas perkara teknik pengereman yang benar bahkan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Silahkan Om Bro ke kolom pencarian di blog ini.

Sementara itu, perkara efektifitas rem sangatlah erat kaitannya dengan ketebalan kampas rem serta kenormalan fungsi dari sistem rem pada motor Om Bro masing-masing. Maka pastikan untuk selalu memantau ketebalan kanvas rem.

Bagi Tante Sis yang tidak begitu faham dengan perawatan sepeda motor, sebaiknya selalu melakukan perawatan berkala di bengkel resmi motor Tante Sis sekalian. Karena dalam rangkaian perawatan berkala, ada pula poin pemeriksaan sistem rem.

6. Nyalakan lampu utama
Menyalakan lampu utama berarti lampu-lampu lain pun akan ikut menyala.

Dengan dinyalakannya lampu motor Om Bro, maka pengguna jalan yang lain akan mudah mengetahui keberadaan Om Bro sehingga dapat memperkecil potensi kecelakaan.

Sebenarnya pada poin ini, pada dasarnya motor-motor keluaran sekarang sudah AHO (auto headlight on). Namun begitu, tidak ada salahnya Mtw mengingatkan jika mungkin ada Om Bro yang lampu motornya padam dan belum sempat menggantinya dengan yang baru.

Walau pun dalam cuaca hujan disarankan untuk menyalakan lampu utama, tapi tidak disarankan menggunakan hazard kecuali jika Om Bro berada dalam posisi yang dapat menghambat pengendara lain.

7. Hindari melintas di genangan air
Jika masih memungkinkan, sebaiknya hindari genangan air serta perlambat laju motor Om Bro. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan adanya lubang dijalanan yang tertutup genangan air tersebut serta menghindari efek aquaplaning.

Aquaplaning adalah kondisi ketika stang kemudi terasa lebih ringan karena kendaraan mengambang dan roda kendaraan tidak merespon gerakan stang kemudi dengan baik.

Sebenarnya istilah "aquaplaning" lazimnya digunakan untuk mobil, tapi tidak ada salahnya Mtw gunakan pada arikel ini ya, Om Bro...?

Kemudian... disarankan untuk tidak nekat melintasi ruas jalan yang tergenang air dengan ketinggian lebih dari setengah ban motor Om Bro. Karena, selain resiko lubang jalan dan efek aquaplaning, ketinggiam air sedemikian juga berpotensi menyebabkan motor Om Bro menjadi mogok. So, sebisa mungkin arahkan motor Om Bro ke bagian tertinggi dari jalan tersebut.

8. Selalu hindari gundukan tanah atau material dijalan
Biasanya hal ini ada diruas jalan yang sedang dalam proyek perbaikan. Kemungkinan lain terdapat juga dijalan-jalan dengan sisi permukaan lebih tinggi, misalnya didaerah pegunungan.

Keberadaan tanah dijalanan dapat menambah licin permukaan aspal sehingga beresiko motor tergelincir.

Jika pun terpaksa Om Bro harus melalui permukaan tanah tersebut, maka pastikan untuk tidak melakukan pengereman secara mendadak. Perlambat laju motor dan lebih utamakan rem belakang ketimbang rem depan.

Meski dalam kondisi normal fungsi rem depan lebih efektif, namun dalam kondisi jalanan licin, rem depan justru menjadi lebih berbahaya dari rem belakang.

9. Berteduhlah jika hujan deras
Jika hujan turun dengan deras, maka langkah terbaik adalah berteduh. Jangan memaksakan diri untuk tetap berkendara, terutama jika hujannya disertai angin dan petir.

Pastikan Om Bro berteduh ditempat yang tidak mengganggu pengguna jalan lain. Jangan berteduh dibawah / dikolong flyover. Jangan parkir motor dibadan jalan.

10. Amankan ponsel dan dokumen-dokumen penting
Jika perlu, kemas dokumen-dokumen penting seperti SIM, STNK, ATM, kartu kredit bahkan ponsel. Kemaslah menggunakan plastik agar tidak tembus air hujan.

Bagi pengguna motor bebek atau skuter matic, Om Bro / Tante Sis dapat mengamankan barang-barang berharga tersebut didalam bagasi.

11. Gunakan helm yang tepat
Mtw sendiri kurang mendapatkan informasi perkara helm jenis ini. Tapi yang jelas sih ada helm anti embun, yakni helm yang kacanya tidak timbul butiran air pada saat hujan sehingga pandangan mata tetap jernih.

Selain tidak timbul butiran-butiran air, kaca helm jenis ini juga tidak timbul embun dari nafas Om Bro sendiri.

Nah, kalo Om Bro pake helm biasa kayak Mtw, kalo nggak pengen timbul embun, maka tahan nafas selama perjalanan. Jiahahaha...!! Huss...!! Ngawur!

12. Melaju perlahan dan tetap waspada
Ironisnya, banyak bikers yang justru memacu motornya lebih kencang ketika hujan mulai turun. Hampir mirip dengan kebanyakan pengendara saat melewati lampu kuning.

Normalnya, pada saat lampu kuning itu kan mestinya kita mengurangi kecepatan karen lampu lalu lintas akan segera menyala merah. Tapi kebanyakan bikers (kadang Mtw juga gitu, wkwkwkwk...!!) Justru malah tancap gas.

Perilaku seperti itu sebenarnya justru malah meningkatkan resiko kecelakaan, so... sebaiknya dihindari.

13. Jangan menggunakan headset
Kadang Mtw mendapati ada bikers dengan headset terselip dilubang telinganya. Dalam hati Mtw bertanya, kenapa nggak diselipin dilubang hidung ya? Hahaha...!!

Entah apa maksudnya... entah untuk keperluan komunikasi atau pun untuk mendengarkan lagu Juragan Empang, Edan Turun, Mawar Merah, Kuda Lumping, Kandas, Bahtera Cinta dan lagu-lagu lainnya, tapi tetap saja cara ini berbahaya bagi pengendara dan pengguna jalan lain.

Dengan telinga disumpal headset, otomatis pendengaran akan berkurang. Resikonya, Om Bro tidak dapat mendengar dengan baik jika sewaktu-waktu ada kendaraan lain yang memberi peringatan dengan suara klakson. Dan yang paling bahaya lagi, ketika ada seorang Polwan dipersimpangan jalan, Om Bro bisa dengan tidak sengaja memberikan uang saweran. Pasalnya, dalam pandangan Om Bro, Ibu Polwan tersebut seolah penyanyi organ tunggal yang tengah menyanyikan lagu Oplosan. Jahahahahaha...!!

Masa sampe segitunya?

14. Selalu gunakan gigi rendah
Dengan menggunakan percepatan pada gigi rendah, maka putaran mesin menjadi lebih tinggi.

15. Pertahankan putaran gas dan kecepatan konstan
Setelah menggunakan gigi rendah, maka pertahankan kecepatan. Jangan menututup gas karena putaran mesin akan melambat. Dan jika mesin melambat, maka air dapat masuk melalui knalpot dan merusak catalytic converter bahkan dapat mencapai rongga mesin.
Sumber: astra-honda.com

Comments

  1. Saya sering kehujanan, tapi ngga pake motor. Gimana tuh? Wkwkwkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak apa-apa, Om Bro. Biarpun nggak pake motor, baiknya Om Bro tetap pake sepatu boot dan helm. Jiahahahaha...!!

      Delete

Post a Comment